NovelToon NovelToon
Istrimu Adalah Pilihanku

Istrimu Adalah Pilihanku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Petualangan / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nadira indeer ꧁️βӀօօժʂ꧂

Berawal dari tidak sengaja! hingga timbullah rasa cinta!

Takdir siapa yang tahu, setelah 3 tahun pernikahan ia baru mengetahui bahwa bukan dirinyalah istri dari Rico Bagaskara, lelaki yang berusia 6 tahun lebih tua darinya ternyata telah mengkhianatinya dengan menikah secara diam-diam dengan wanita idaman lainnya.

hati Arini begitu rapuh, namun Tuhan selalu merencanakan yang terbaik untuk dirinya, di tengah kehancuran hatinya hadir sosok Seto Pramana, pria muda tampan dan di gilai para wanita itu diam- diam menaruh perhatian padanya.

berawal dari tidak sengaja, hingga timbullah rasa cinta.

"istrimu Adalah Pilihanku." gumam Seto dengan keinginan yang kuat !


akankah rumah tangga Arini berakhir?
akankah, penyesalan itu menghampiri Rico?

ikuti kisah selengkapnya.

warning.!!! 📢📢📢

cerita ini hanyalah fiktif, tidak bermaksud menyinggung pihak manapun di dalamnya mungkin ada beberapa cerita 21+ jadi bijaklah dalam membaca.

berikan aku saran kritik yang membangun, bukan menyudutkan !

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadira indeer ꧁️βӀօօժʂ꧂, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

IAP. 19.

Clara merias dirinya secantik mungkin. Dia memakai baju yang ketat hingga memperlihatkan lekuk tubuhnya, tidak sia-sia Clara selalu berolahraga. Dia mendapatkan tubuh sexy yang ia inginkan.

Ia menyunggingkan senyum, seseorang yang memberikan informasi mengenai kegiatan Arini membuatnya puas, ia seolah memiliki senjata untuk menjatuhkan wanita yang di anggap menganggu hidupnya itu.

Seseorang yang ia suruh tak lain adalah rekan kerja Rico yang beberapa lalu makan di kafe bersamanya. Lelaki yang memberi tahu jika seluruh pekerjanya sedang membicarakan tentang pria idaman lain yang di miliki oleh Arini.

Begitulah pendusta, ia yang melakukan kesalahan namun seolah-olah ia menuduh orang lain yang melakukannya, sebagai pembelaan agar dirinya di pandang orang paling tersakiti.

Clara menuruni anak tangga dengan menenteng tas mahalnya, ia memakai baju yang memperlihatkan belahan dadanya, sangat ketat hingga isinya terlihat menyembul dari tempatnya.

Wanita itu memiliki janji dengan rekan kerja Rico tadi, Clara menjanjikan imbalan servis ranjang jika ia mampu memberikan berita yang menarik. Kucing mana yang tidak mau ikan asin, dengan senang hati lelaki itu menerima tugas dari Clara.

Rico tidak tahu, kalau rekannya mengkhianatinya begitu juga dengan Clara. Wanita itu hanya mengincar harta Rico karena saat ini Rico tengah naik jabatan untuk itu Clara hadir lagi dalam hidupnya.

Clara mengirim pesan agar lelaki suruhannya meninggalkan Arini dan Seto, ia mengajak lelaki itu untuk ke hotel yang telah di pesan olehnya. Mumpung Rico masih bekerja, jadi dirinya bisa pergi menemui lelaki itu tadi.

Tiga puluh menit berlalu, Clara sudah sampai di dalam kamar hotel, kini dirinya menunggu kedatangan lelaki itu, cukup lama Clara menunggu akhirnya lelaki itu datang juga.

Clara lantas beranjak membuka pintu, terlihat lelaki itu sudah tidak sabar dengan apa yang di janjikan Clara, lelaki itu menatap penampilan Clara dari atas sampai bawah.

Dia bersiul akan bentuk tubuh clara yang menggoda, rasanya ia tak tahan melihat bongkahan gunung yang seolah meringsek keluar dari tempatnya. Lelaki itu tidak sabaran dan mendorong Clara masuk kedalam dan menjatuhkannya ke ranjang.

Lelaki itu mendekatkan wajahnya pada clara, hidung mereka saling bersentuhan. 

"Kamu sangat cantik dan menggoda," ucap lelaki itu.

Clara hanya tertawa kecil, tangannya dengan liar bergerak menjamah bagian bawah lelaki itu yang tengah menegang.

Lelaki itu hendak mencium bibir Clara, namun Clara menahan lelaki itu dengan jari telunjuknya.

"Sebentar lagi..kamu akan berada di kungkunganku." kata lelaki itu yang sudah tidak tahan.

Saat hendak mencium gundukan kenyal itu, suara dering telepon Clara mengacaukan semuanya, wanita itu sejenak menyingkirkan lelaki itu agar berada di sampingnya dulu, jari lentik Clara mengulir tombol hijau dan menggesernya.

"Kelinci kecil, lebih baik kau jangan buang-buang tenagamu, mencari tahu yang tidak perlu kau tahu!   semuanya akan sia-sia, ini pertama dan terkahir kalinya aku memperingatkanmu!" suara di seberang telepon terdengar serius dan sangat mencekam, seketika setelah mendengar suara itu wajah Clara menjadi pucat pasi seolah tak teraliri darah.

Clara tak bisa berkata apa-apa lagi, wanita itu juga bingung dengan siapa ia berbicara dan ia merasa tak memiliki masalah dengannya.

Wajah Clara tampak muram, setelah secara mendadak sambungan telepon di putus secara sepihak, lelaki yang berada di sampingnya pun kebingungan, karena Clara tak enerjik seperti tadi.

Sedangkan di lain tempat Bimo suruhan Seto sedang tertawa geli, bisa-bisanya ia mengancam seseorang, "ternyata aku punya bakat akting juga haha," gumam lelaki itu setelah mengakhiri panggilannya dengan Clara.

Jelas saja Seto segera mengetahui jika dirinya di ikuti, sedangkan Bimo orang suruhannya stand by di dekat rumah Arini, sepertinya Clara sedang salah permainan, karena seseorang yang sedang ingin ia singkirkan adalah seseorang yang sedang di inginkan Seto jadi ia akan melenyapkan siapapun yang mengganggunya.

Clara merasa terpojok, akankah ia kalah dalam permainannya sendiri? hasratnya runtuh di ikuti dengan kecemasan yang tidak ia pahami.

Clara meletakkan ponsel yang ia genggam di atas meja, masih dengan muka berkerut karena ia berpikir. ancaman itu terdengar mematikan, siapa sebenarnya sosok yang berbicara dengannya tadi? Clara tak habis pikir.

"Sayang…ayo, mengapa kau terdiam aku sudah tidak tahan lagi." rengek lelaki di sampingnya dengan memegang tangan Clara.

"Lain kali saja bagaimana? Aku mendadak pusing." jawab Clara di iringi senyuman yang ia paksakan.

Sedikit pun lelaki itu tidak mau mengerti, ia sudah melakukan apa yang di perintahkan. Kini gilirannya menerima imbalan atas kerjanya 

"Kau mencoba menipuku?" tanya lelaki itu dengan sorot mata yang sudah menajam.

"No…baby..aku benar-benar pusing, tidakkah kau melihat wajahku yang pucat ini?" rayu clara dengan wajahnya yang di buat memelas.

Akhirnya lelaki itu melepaskan Clara, namun dengan janji di lain waktu wanita itu harus siap memberikan tubuhnya untuk di nikmati, Clara hanya mengangguk patuh dan lelaki itu memutuskan untuk pergi dari hotel itu.

Sepertinya saat ini Seto sedang menikmati momen dirinya yang menjadi papa gadungan Alana, gadis kecil cantik yang masih berada dalam gendongannya itu seolah merasa nyaman. Arini yang memperhatikan itu hanya terkagum akan kelihaian Seto menggendong Alana.

"Astofirullah...," Arini beristighfar saat perasaan kagum menyelinap tak tahu malu dalam benaknya. Bagaimana bisa ia mengagumi pria yang bukan suaminya, andai saja Seto dapat membaca pikiran Arini saat ini pastinya ia akan tertawa bangga, karena berhasil membuat wanita itu kagum padanya.

Sekilas ia mengingat Rico, suaminya itu bahkan tidak memiliki waktu hanya sekedar menemaninya berbelanja seperti saat ini, menggendong putrinya seperti yang di lakukan Seto sekarang. Melihat Alana yang begitu nyaman dalam dekapan Seto membuat Arini menjadi terenyuh.

Seto sangat pandai berinteraksi dengan Alana, walaupun baru pertama kali bertemu putrinya itu tidak merasa takut atau bahkan asing dengan Seto. "Sini mas..biar aku gendong saja, Alana sangat gemuk nanti kamu pegel." 

"Lihat nak..mamamu sangat pelit sama om. hanya mengendongmu saja sepertinya om tidak di percaya." Seto berbicara mengadu kepada Alana, Arini hanya terkekeh mana paham putrinya di ajak bicara begitu.

"Kau ini mas... ada-ada saja."

Lalu mereka tertawa bersama, "semua sudah, ayo kita beli es krim buat Alana, peri kecil yang menggemaskan." ucap Seto dengan menciumi pipi Alana, ia sangat gemas dengan putri Arini itu.

"Om..jangan banyak-banyak ciumnya, nanti pipi Alana habis." kata Arini dengan menirukan suara anak kecil, seolah Alana lah yang sedang berbicara.

Entah mengapa Seto bahagia, hal sepele yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya.

Menginginkan Arini, yang jelas-jelas bukan seseorang yang sendiri lagi, " aku semakin menginginkanmu Rin." ucap Seto dalam hati.

Mereka pun menuju tempat penjualan es krim, semua mata yang melihat mereka nampak kagum, mereka semua tidak tahu saja papa ganteng yang mereka kagumi adalah papa gadungannya Alana.

hingga tiba-tiba saja sesuatu terjadi, entah bagaimana saat ini Arini berada dalam dekapan Seto begitu pun dengan Alana, gadis kecil itu malah tertawa melihat mamanya saat ini.

Bersambung....

Mas Seto parah 🤣 alana aja di bikin nyaman apalagi emaknya...

Kabar papa Rico gimana ya kalau tahu Tante Clara mau main anu sama yang lain temennya sendiri pula ?

Yuk jangan pelit like komen dan vote ya ❤️

1
dewi priyanti
Luar biasa
Nona Inder: terimakasih ya 😍
total 1 replies
Salim ah
nyimak dulu ya thor
Devi Handayani
sokoorrrrr lu rico🤪🤪🤪🤪
Yuli Silvy
kok ga' lnjut cerita ny tp udah end
Yuli Silvy
🤣🤣🤣
Yuli Silvy
wahh kena' tipu Clara d selingkuhin jg 😁
Yuli Silvy
aneh si Riko ne, kok marah kn udah cerai
Yuli Silvy
🤣🤣🤣 syukurin dea
Yuli Silvy
🤣🤣🤣
Yuli Silvy
🤣🤣🤣Seto udah percaya diri🤭
Yuli Silvy
semangat Arini, tinggalin Rico
Yuli Silvy
jahat x Rico ne 😢
Yuli Silvy
baru gabung
Rose Winn
sang bastard awalnya bibirr...nanti lama2 grepek2
Rose Winn
oalaah seto ini dulunyaa suka celapcelup jg toooo hmm takira dia lelski baik2 yg dingin pd cewekkk hadeeehhh
Devi Handayani
bagus tuh quotes sesuatu yg menarik belum tentu yg terbaik😌😌😌😌
Devi Handayani
karmamu sudah berlaku jeng..... enjoy it🤪🤪🤪🤪🤪
Devi Handayani
kalau sudah terlepas.... baru terasa kehilangan dulu kau sia siakan kehadirannya..... itulah tanda manusia ga bersyukur😏😏😏😏😏
Devi Handayani
woww.... apa tuhhh🤔🤔
Devi Handayani
lanjutt thorr..... tenang aku mah selalu positif sinting kok orangnya😅😅😅😅😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!