NovelToon NovelToon
Rebith: Gadis Beracun Kesayangan Bos Mafia.

Rebith: Gadis Beracun Kesayangan Bos Mafia.

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mafia / Balas Dendam
Popularitas:40k
Nilai: 5
Nama Author: FT.Zira

Dikhianati... Kemudian dibunuh...

Siapa sangka, kematian menjadi awal bagi Lea La Bertha- seorang ahli racun- mengetahui kebenaran yang selama ini ditutupi sang kekasih.

Kehidupan kedua yang ia dapatkan membuat dirinya memilih jalan berbeda dengan bergabung dalam lingkaran dunia mafia.

"Jika aku memintamu membunuh seseorang, apa kau akan melakukannya?" Angkasa.

"Jadikan aku sebagai tangan kananmu. Maka, aku akan lakukan semua perintahmu tanpa terkecuali," Lea.

Dengan ingatan dari kehidupan sebelumnya yang ia bawa, Lea bertekad mengubah takdirnya. Tetapi ia tidak pernah menyangka, perubahan itu justru membuka rahasia besar dari kedua orang tuanya yang sudah tiada.

Lalu, bagaimana jika cinta hadir diantara mereka? Akankah Lea percaya pada 'Cinta'?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FT.Zira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. Sarapan Permintaan

Keeseokan harinya di ruang makan pribadi Angkasa.

07:50am.

Menu sarapan sudah tersaji di meja lengkap dengan roti, buah dan ...kopi hitam di depan Angkasa, segelas susu di sisi yang kursinya masih kosong. Sunyi. Hanya suara ketukan jari Angkasa di meja yang sesekali terdengar. Tidak ada drama kopi seperti hari sebelumnya, hanya mulai tidak sabar menunggu, padahal tidak ada yang meminta dia menunggu.

Angkasa duduk di salah satu kursi dengan kemeja hitam yang dua kancingnya sengaja ia buka. Lengan panjangnya menutupi bekas suntik yang masih meninggalkan jejak panas. Rasa kebas itu masih ada, tetapi tangannya masih bisa ia gerakkan tanpa kendala.

Suara langkah kaki yang menggema membuat Angkasa menoleh, hanya untuk menemukan sosok penuh Lea melangkah santai dengan tas di tangan kirinya, siap untuk kuliah pagi setelah beberapa hari membolos.

Lea duduk di kursi kosong yang Angkasa tunjuk menggunakan dagu, lalu menatap susu yang sudah tersaji untuknya.

"Habiskan sarapanmu. Marco akan mengantarmu ke kampus," kata Angkasa tanpa menatap.

Lea tidak menjawab. Ia duduk diam menatap susu di depannya seolah itu minuman yang perlu ia waspadai.

"Kenapa?" Angkasa menoleh saat merasakan Lea tidak memulai sarapannya. Sekilas, ia bisa melihat lingkar hitam di bawah mata Lea, tanda wanita itu tidak tidur semalaman, entah apa alasannya. "Tidak menyukai makanannya?"

"Bisakah aku minta minuman lain?" tanya Lea.

Angkasa tidak menjawab, tetapi satu tangannya terangkat. Di detik ketiga, maid yang selalu siaga dalam jarak beberapa langkah dari meja makan mendekat, membungkuk sopan, siap menerima perintah. "Katakan saja apa yang kau inginkan."

"Buatkan aku kopi hitam. Americano. Double shoot. Tanpa gula. Tanpa krimer," kata Lea tanpa jeda.

Maid itu melongo. Bukan karena cara Lea menyebutkan apa yang dia minta, tetapi lebih ke apa yang Lea sebutkan sama persisi dengan yang selalu Angkasa minta.

"Baik." maid membungkuk, melangkah mundur, dan berbalik pergi.

Gerakan Angkasa saat menyuap makanan terhenti di udara saat ia mendengar permintaan Lea, lalu menatap wanita itu lama. Sementara Lea justru bersikap biasa saja seolah dia sedang berada di rumahnya sendiri.

Maid kembali muncul dengan secangkir kopi yang Lea inginkan, kemudian pergi.

Lea mengangkat cangkir kopi, mendekatkan ke mulut, menghirup aromanya, kemudian menyesapnya perlahan. Setiap gerakan yang ia lakukan sama persis dengan yang biasa Angkasa lakukan tanpa terlewat.

"Apa yang kau lakukan?" tanya Angkasa, matanya menyipit.

"Apa?" Lea menatap Angkasa bingung, tidak tahu di mana letak salahnya.

Angkasa mendengus. Benaknya sangat ingin protes, sangat mempertanyakan mengapa Lea mengikuti kebiasaanya saat menikmati secangkir kopi, tetapi ia urungkan. "Semalam ..." katanya. "Kau sudah menyelamatkan nyawaku. Mintalah sesuatu."

Lea menaikkan alis. "Minta apa?"

"Imbalan," jawab Angkasa. "Uang. Rumah. Mobil. Sebutkan saja."

Hening.

Alih-alih menjawab, Lea justru memasukkan satu tangan ke dalam tasnya. Mengeluarkan map tipis yang segera ia dorong ke depan Angkasa.

"Aku tidak mau uang, rumah atau mobil," kata Lea tenang. Netranya menatap langsung ke manik Angkasa. "Tapi aku mau dia dipecat. Tentang alasannya, kamu bisa baca sendiri."

Angkasa menerima map itu, kemudian membukanya. Netranya menelisik tiap tulisan yang ada, membaca lembar demi lembar tanpa ada yang terlewat. Email, draft paten, rumus, semua terobosan luar biasa. Namun, semua yang tertera di sana memiliki dua nama:

Pengirim: Lea.labertha@student.univ.ac.id

Penerima: Samuel.E@Kalvacompany.com.

Tanggal yang tercantum adalah tanggal dua tahun ke belakang. Di sudut atas, terdapat sticky note tulisan tangan: Inovasi Samuel Elgantara - VP R&D Kalva Company.

Jari Angkasa mengetuk meja sekali. Pelan. Tapi bagi Lea, suaranya terasa seperti seperti palu vonis.

"Samuel," gumam Angkasa. "Dia memanfaatkanmu?"

Lea tidak menjawab, menyeruput kopi lagi. Jawaban sudah jelas.

Angkasa menutup map, kemudian menyodorkan map itu kembali ke pemiliknya setelah memberikan satu coretan di halaman depan.

"Berikan ini pada Marco."

Lea diam, menatap map itu sejenak, lalu beralih menatap Angkasa. "Sudah? Itu saja?"

"Itu saja." Angkasa kembali melanjutkan makan seperti tidak ada yang terjadi. "Jam sepuluh. Dia dipecat. Jabatannya kosong. Kau mau?"

Lea kembali diam, gerakan tangannya saat akan menyesap kopi terhenti di udara. Tak habis pikir akan semudah itu. Tidak ada introgasi. Tidak ada drama apapun. Tidak ada sogokan satu sen pun. Hanya satu coretan, dan semua selesai.

"Kenapa?" tanya Angkasa. "Kurang? Kau ingin kepalanya juga?"

"Tidak." Lea menggeleng cepat. "Hanya ... Sudah? Begitu saja? Tidak ada tambahan 'terima kasih'?" sambungnya asal. Gagal menemukan kata yang tepat untuk ia katakan.

Angkasa menatap Lea lama, kemudian berdiri. Berjalan mendekat, dan berhenti di samping kursi Lea. Kedua tangannya terulur, menggeser kursi yang Lea duduki dengan tarikan mudah, lalu mengurung wanita itu di kursinya. Satu tangannya terangkat, meraih dagu Lea, memaksa wanita itu mendongak sembari mengusap pelan pipi Lea yang masih tertutup plester luka.

"Terima kasih," bisik Angkasa, tidak ada kelembutan sama sekali. "Karena kau menyelamatkan asetku yang paling berharga."

Lea mengerjap pelan, keningnya sedikit berkerut. "Aset?"

"Kau." jawab Angkasa menurunkan tangannya. "Sekarang, habiskan makananmu. Kau terlalu kurus."

Angkasa kembali duduk ke kursinya, melanjutkan makannya yang sempat tertunda seolah tidak terjadi apa-apa. Membiarkan Lea terjebak dalam pertanyaan yang belum bisa wanita itu jawab tentang: apa maksud dari kata 'aset' yang ia ucapkan.

. . . .

. . . .

To be continued...

1
Rudy satria
lah habis, masih on going kah,
〈⎳ FT. Zira: moga gak lupa ma alurnya yg baca, 🙈istirahat kelamaan
total 5 replies
Rizky Manik
kak kapan lanjut up lagi?😭
Rizky Manik
thor karyamu bagus sekali, tolong di lanjutkan sampai tamat, tidurku tidak nyenyak kalau penasaran🤣🤣
Rizky Manik: terimakasih banyak thor
sayang banyak² 🤗🤗
total 2 replies
Teteh Lia
"Bantu aku tetap kuat"

4 kata yang sedang aku butuhkan saat ini.
merry
mm bisa lg kn Lea hdp lg kn jdi Lea dh tau alur hdp y kyk gmn 🙏🙏🙏
merry
pd sam tu terlibat kmtian orgtua lea
j4v4n3s w0m3n
up mn up
〈⎳ FT. Zira: sampe dapet notif dari sistem ntoon padahal🤣/Hammer/
total 2 replies
Teteh Lia
lagi puyeng. punya koyo nda? 🤭 buat ditempelin ke jidat na. 🤭
Teteh Lia
Coba panggil 'sayang'. meleyot-leyot dia 🤭
j4v4n3s w0m3n
kak kemana aja kaka ....aku nunggu sampai beruban tumbuh satu di rambutku....aduh lea hrs di jaga yh ketat sama aksa ya
j4v4n3s w0m3n: ehm pantesan.......di.cariin gak.ketemu🤭😄
total 2 replies
Teteh Lia
Sorry, udah ogahh sama eluu...
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
akhirnya up juga thor
〈⎳ FT. Zira: kelamaan hibernasi si Lea kak/Facepalm/🙈🙈
total 1 replies
Patrick Khan
lnjut
〈⎳ FT. Zira: keliling nyari kelanjutan ceritanya🤭
total 3 replies
vania larasati
lanjut
Zenun
siapalah enih
Zenun
pede sekali dirimu
Patrick Khan
samuel mulutny licinnnn🤣
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
semoga gio dan lea menyadari
EVA OKTASARI
waduh ketahuan dong klo lea anak dr orang yg luwis bunuh.aksa ayo lindungi lea.
Zhu Yun💫
Tiba-tiba makamnya terbelah... dan nongol lah 👻👻👻👻
Zhu Yun💫: Film favorit aku itu kak... Suzanna 🤭 ditonton berkali-kali pun nggak bosan-bosan 😁😁
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!