NovelToon NovelToon
UNLOVED: Ariel & [Y/N]

UNLOVED: Ariel & [Y/N]

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Bad Boy
Popularitas:893
Nilai: 5
Nama Author: mondᓀ‸ᓂ

​[y/n] adalah seorang gadis yang hidup dalam topeng sempurna. Baginya, dunia adalah panggung sandiwara di mana senyumnya, ketenangannya, bahkan tatapan matanya hanyalah kepalsuan yang disusun rapi tanpa celah. Namun, benteng yang ia bangun bertahun-tahun mendadak retak saat ia menginjakkan kaki di sekolah barunya.

​Seorang pemuda bernama Ariel—si berandal jenius yang ugal-ugalan namun memiliki insting tajam—menjadi satu-satunya orang yang mampu melihat di balik topeng tersebut. Di saat semua orang tertipu oleh keramahan [y/n], Ariel justru menantangnya untuk jujur.

​Akankah hidup [y/n] berubah setelah rahasianya mulai terkelupas satu per satu? Mengapa ia begitu terobsesi dengan kepalsuan? Dan rahasia gelap apa yang sebenarnya ia sembunyikan di balik helai rambut birunya? Temukan jawabannya dalam perjalanan penuh rima, luka, dan perlindungan yang tak terduga...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mondᓀ‸ᓂ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

uang lama

​[y/n] melangkah masuk ke kamarnya yang sempit. Dia membuka lemari kayu tua yang pintunya sudah agak miring, lalu mulai memasukkan beberapa helai kaos, celana jins, dan seragam sekolah ke dalam tas ranselnya.

​Di sudut paling dalam lemari, di bawah tumpukan baju dingin yang sudah lama tidak dipakai, jemari [y/n] menyentuh sebuah amplop cokelat kecil yang terasa tebal.

​"Eh? Apa ini?" gumam [y/n] penasaran.

​Dia menarik amplop itu keluar. Begitu dibuka, matanya membelalak. Di dalamnya terdapat beberapa lembar uang seratus ribuan yang masih rapi. Totalnya ada lima lembar.

​"Lima ratus ribu?" [y/n] tertegun. Dia baru ingat kalau ini adalah uang hasil tabungan sisa uang jajan dan kerja serabutan mencuci piring setahun lalu yang ia sembunyikan dari ibunya agar tidak dipakai membeli alkohol.

Dia benar-benar lupa menyimpannya di sana karena saking paniknya menghadapi hari-hari yang penuh tekanan.

​[y/n] terduduk di pinggir kasur, menatap uang itu dengan perasaan campur aduk. Di satu sisi dia lega karena punya pegangan hidup, di sisi lain dia merasa miris karena harus menemukan uang ini di hari rumahnya digaris polisi.

​"Lama banget lu! Katanya cuma sepuluh menit, atau mau gue panggilin pasukan laba-laba buat jemput lu?" teriak Ariel dari ruang tamu. Suaranya masih terdengar agak sewot karena kejadian tadi, tapi [y/n] tahu itu cara Ariel menutupi rasa cemasnya.

​[y/n] segera memasukkan uang itu ke dalam dompetnya, menutup tas ranselnya, dan berjalan keluar kamar. Dia menemukan Ariel sedang berdiri mematung di tengah ruangan, tangannya memegang senter dengan waspada, matanya terus-terusan melirik ke arah plafon—sepertinya dia masih trauma dengan makhluk berkaki delapan tadi

​"Udah siap," ucap [y/n] sambil menyampirkan tasnya.

​Ariel menoleh, matanya sempat menangkap rona wajah [y/n] yang sedikit lebih cerah. "Lu habis nemu harta karun apa gimana? Muka lu nggak sesuram tadi."

​[y/n] tersenyum tipis, lalu menunjukkan dompetnya sekilas. "Gua nemu uang tabungan lama di lemari, Riel. Lima ratus ribu. Cukuplah buat gua hidup beberapa minggu kedepan tanpa ngerepotin paman lu banget."

​Ariel mendengus, tapi ada binar lega di matanya yang gelap. "Baguslah. Jadi lu nggak perlu makan sisa makanan kucing di kafe. Ayo, cabut sekarang. Udah mau jam sepuluh malam."

​Mereka pun melangkah keluar. [y/n] mengunci pintu rumah itu dengan perasaan yang jauh lebih ringan. Garis polisi yang melintang di depannya tidak lagi terlihat semenakutkan tadi sore.

​Saat mereka berjalan kembali menuju jalan raya tempat motor ariel di parkiran, Ariel tiba-tiba berhenti di bawah lampu jalan yang remang-remang.

​"Soal uang itu..." Ariel berkata pelan, suaranya hampir tertelan deru angin malam. "Simpen aja buat keperluan sekolah lu. Buat makan dan biaya hidup lu selama 'liburan' di kafe Om Indra... biar gue yang tanggung."

​[y/n] berhenti melangkah, menatap punggung Ariel yang lebar. "Eh? Lu mau tanggung gimana maksudnya? Uang lu kan juga pasti buat lu sendiri, Riel."

​Ariel berbalik, menatap [y/n] dengan tatapan tajam namun teduh. "Gue sering ikut balapan liar dan menang, lu tau kan? Uang gue lebih dari cukup buat kasih makan satu anak baru yang keras kepala kayak lu. Jadi, jangan protes. Ini bukan utang, ini investasi... biar lu nggak pingsan dan bikin malu gue sebagai partner kerja di kafe."

1
MR Rizki
Lanjut tor 😆
꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎: 🍀🦈🦈🤭 makasih, iya nanti gw lanjut
total 1 replies
Manusia Ikan 🫪
SEMANGAAAAT ATHOOOR/Determined/
Manusia Ikan 🫪: 😹baguslah
total 4 replies
Caramel23
shuri like ini kan 😍😍
꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎: yoi 😂😂
total 3 replies
MR Rizki
lanjut tor, semangat 💪/Smile/
꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎: makasih 🤭😖
total 1 replies
kertaslusuh
Meski Ariel ketus, tpi benerr
kertaslusuh
kasian y/n, keknya generasi roti ya, thorr??
꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎: bayangin kalau lu y/n deh , nanti bakal... ekhem.. ekhem.. sama ariel🤭
total 3 replies
kertaslusuh
wkwkkw🤣
꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎
wahahahahahah tidak ada larangan nge like karya buatan sendiri 🤭🙂
MR Rizki
Ditunggu kelanjutannya tor, semangat
꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎: thanks yank emuachhh 😘🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!