NovelToon NovelToon
Pahitnya Cincin Di Jari Manis

Pahitnya Cincin Di Jari Manis

Status: tamat
Genre:CEO / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.6
Nama Author: Dwi cahya rahma R

Maura Geraldin, wanita cantik yang berprofesi sebagai Dokter kandungan, akhirnya menerima lamaran dari sang kekasih yang baru di kenalnya selama 6 bulan, yaitu Panji Kristian anak terakhir dari keluarga Abraham yaitu pemilik perusahaan batu bara.

Namun tidak menyangka Panji, Laki-laki yang di cintai Maura ternyata mempunyai wanita lain di belakang Maura, padahal mereka berdua sudah bertunangan, akan kah Maura membatalkan pertunangannya, atau malah mempertahankan hubungan mereka.

Jika kalian penasaran simak terus yukk perjalanan mereka.. jangan kasih kendor.. Dan jangan lupa untuk like nya juga.

Happy Reading

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi cahya rahma R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 18

"CCTV apa Maura, untuk apa kamu menyuruh kita semua melihat CCTV di hotel itu, jelas-jelas mama dan Panji tidak pernah ke hotel itu?." nyonya Geraldine yang berjalan mendekat ke arah tuan Guntoro dan juga Maura.

"CCTV tempat di mana mama dan Panji sedang bercumbu." jawab Maura.

"Sebenarnya ini ada apa, apa maksud kalian anak saya Panji berselingkuh dengan Geraldine?." tanya tuan Gara.

"Pa.. itu tidak mungkin.. mana mungkin anak kita selingkuh dengan jeng Geraldine, dia adalah calon besan kita." nyonya Adeline yang menyentuh suaminya, ia merasa tidak percaya kalau Panji begitu sangat bejat.

"Mungkin kalian mengira tidak mungkin, aku juga sama, saat pertama kali mengetahui dari teman-teman aku, kalau mama dan Panji mempunyai hubungan, tapi setelah aku melihat sendiri mama dan Panji pergi ke hotel bersama aku menjadi yakin kalau mereka benar-benar mempunyai hubungan."

"Panji.. apa benar yang di katakan Maura kalau kamu pergi ke hotel bersama tante Geraldine? jawab papa dengan jujur?." tanya tuan Gara kepada anaknya.

Panji yang melihat raut wajah sang ayah yang sudah berubah seketika menjadi takut, kakinya pun sampai ber gemetar. Jika papa nya tahu perilakunya ia akan di bantai secara hidup-hidup. "Tidak pa.. itu tidak benar, Panji saja tidak tahu itu hotel di mana, apa lagi pergi ke hotel itu bersama tante Geraldine, mungkin Maura yang pergi ke hotel itu dengan laki-laki lain, karena aku juga pernah berkali-kali melihat Maura pergi dengan teman laki-lakinya"

Maura yang mendengar ucapan Panji seketika tidak percaya. "Hey.. kenapa kamu membalikan fakta, dan malah menyalahkan ku, padahal jelas-jelas kamu pergi ke hotel itu bersama mama."

"Mana buktinya? apa kamu punya bukti?." tanya Panji.

"Buktinya ada di dalam CCTV, CCTV akan membuktikan kebejatan kalian berdua."

Masalah pun menjadi rumit, bahkan Panji dan Maura terus saja saling menyalahkan, suasana yang tadinya adem dan tenang, seketika berubah menjadi panas. Kak Dinda yang terus mendengar keluarganya dan keluarga Panji terus berdebat seketika menjadi muak dan tidak nyaman. Kak Dinda pun mencoba untuk menenangkan mereka semua agar selesai berdebat.

"Maaf semua, dan maaf juga untuk om Gara dan tante Adeline, sebaiknya kita selesaikan masalah ini dengan kepala dingin, jangan saling menyalahkan, saya juga belum sepenuhnya percaya dengan ucapan adik saya, karena menurut saya itu di luar nalar, tapi karena adik saya menyakini bahwa yang di lihatnya di hotel itu mama Geraldine dan Panji tidak ada salahnya kan untuk kita mencoba melihat dulu, mungkin dari CCTV itu kita bisa tahu kebenarannya, agar kita bisa mengetahui mana yang salah dan mana yang benar."ucap kak Dinda untuk membuat mereka tenang.

"Tapi mama tidak merasa datang ke hotel itu Din, kamu juga menuduh mama kalau mama punya hubungan sama Panji." nyonya Geraldine yang kesal dengan Dinda yang membela adiknya.

"Bukan begitu ma.. tidak ada salahnya kan kita mencoba, kalau mama tidak melakukan itu, dan mama benar-benar tidak mempunyai hubungan dengan Panji, mama tidak perlu takut dan khawatir." ucap kak Dinda.

Semua pun setuju dengan ucapan kak Dinda, dan mereka semua besok akan datang ke hotel tersebut untuk melihat CCTV di hotel itu. Dan tidak terasa hari sudah malam keluarga Panji pun segera berpamitan untuk pulang, di raut wajah Panji sangat terlihat jelas terdapat ke takutan.

Setelah keluarga Panji pulang, mereka semua kembali ke kamar masing-masing begitu pun Maura, Maura yang ada di dalam kamar sedikit lega, akhirnya dia bisa segera membuktikan perilaku Panji dan juga mamanya.

Di kamar yang begitu luas dan elegan, nyonya Geraldine sangat cemas dengan ucapan Maura bahwa mereka semua akan melihat rekaman CCTV di hotel tempat di mana nyonya Geraldine dan Panji sering menghabiskan waktu bersama. Nyonya Geraldine pun sedang berdiri di dekat jendela kamarnya, ia benar-benar tidak bisa tidur malam ini, ia harus mencari cara untuk menggagalkan rencana Maura. Tuan Guntoro yang baru saja keluar dari kamar mandi yang melihat istrinya begitu gelisah seketika mendekat.

"Kamu kenapa ma, kok belum tidur?." tanya tuan Guntoro di samping istrinya.

"Tidak pa, mama hanya sedikit kecewa dengan ucapan Maura, mama benar-benar tidak percaya Maura akan bersikap seperti ini kepada mama, dan menuduh mama berselingkuh dengan Panji."

"Papa tahu perasaan mama, tapi tidak apa-apa kita turuti saja keinginan Maura, agar dia puas, papa percaya kok mama tidak setega itu dengan Maura, mungkin Maura nya saja yang sedikit sensitif karena takut kehilangan Panji." tuan Guntoro yang mencoba menenangkan istrinya.

"Iya pa.."

"Ya sudah kita tidur yok, ini juga sudah malam, mama harus istirahat."

"Papa duluan saja, nanti mama menyusul, mama belum mengantuk." ucap nyonya Geraldine.

"Ya sudah papa duluan ya, jangan bergadang tidak baik untuk kesehatan." tuan Guntoro yang sudah mengecup kening istrinya.

Tuan Guntoro sudah beranjak naik ke atas ranjang tempat tidur, sedangkan nyonya Geraldine masih berdiri di jendela kamarnya, ia masih memikirkan bagaimana caranya membatalkan rencana Maura, nyonya Geraldine akhirnya mencoba untuk menghubungi Panji dengan cara mengirim pesan.

"Bagaimana ini sayang, kita pasti ketahuan kalau mereka semua melihat rekaman CCTV hotel." pesan yang sudah nyonya Geraldine kirim kepada Panji.

Nyonya Geraldine terus menunggu balasan pesan dari Panji namun Panji tak kunjung membalasnya. Nyonya Geraldine pun semakin panik, ia terus berjalan ke kanan dan ke kiri sambil menunggu pesan dari Panji.

"Kita harus mencari cara agar mereka semua tidak melihat rekaman CCTV kita." nyonya Geraldine yang kembali mengirim pesan kepada Panji.

Tidak lama ada notifikasi pesan dari Panji, nyonya Geraldine pun segera membukanya. "Tante tidak perlu khawatir, aku sudah membereskan semuanya, aku sudah menyuruh salah satu petugas hotel untuk menghapus rekaman CCTV itu."

Nyonya Geraldine yang membaca pesan dari Panji seketika merasa lega dan tenang. "Wah.. sudah tante duga sayang, kamu pasti akan bergerak cepat, tante bangga kepadamu, love you sayangnya tante." nyonya Geraldine yang kembali membalas pesan dari Panji.

"Love you to tante cantik." balas Panji dengan emoticon kiss.

1
Idah Jafar
harus ny Maura waspada dn jaga jarak
apa LG tinggal ny 1 rmh
Idah Jafar
KL Maura diam aja g bilang k Dinda dn bapak ny
ke dua ny akan merasa aman dn akan terus berhubungan
Normadia Kunsina
jual mahal na...nyasal kan sedap yu
echa purin
👍🏻👍🏻
Evy
Calon mertua panggil calon menantu Tuan...dan calon menantu memanggil calon mertua Pak... formal ya....
Evy
Teman barunya Maura si Kenan .. mungkin.... yang bantu dapatin rekaman cctv hotel..
Evy
minta cctv hotel....
Evy
Harusnya difoto saja.. untuk bukti ..
Evy
Nah akhirnya...ngeliat sendiri kan? tak seharusnya langsung emosi dengan omongan teman teman nya... disimak.. seperti makanan yang dicerna dulu baru deh dikeluarin..
Evy
Kalo panji hanya selingkuh sama kakaknya Maura masih mending sih..ini main serong sama ibunya tunangan... waduh...
dimana otak keduanya...
Evy
Kalau benaran mamanya selingkuh...itu benar benar mama yang buruk akhlaq,..
Liza Syamsu
jgn di persulit dong thor Lancarkan saja ke CCTV ,plot cerita fokus ke kenan dan maura lg lengkap dgn intrik nya masukan ini
Liza Syamsu
nah ini baru benar CCTV hotel, di permudah saja thor, nanti yg ini clear ada konflik baru lg yg intinya mak Maura hrs menyesal enak saja merusak citra seorang ibu.
Liza Syamsu
ibu gila si geraldine, minus ahklak, akal nya di taruh dmn, tdk ada penyesalan, harus kasih sanksi sosial, di viralkan vidionya, kehilangan nama baik dan pelanggan baru menyesal.
Evvy Sofia
papa apa Daddy nich🤔
Evvy Sofia
Maura jgn tiba nyesel kmu liat pesan dri kenan
Yuni Ngsih
waduuuuuh Author ceritraNovelmu bgs bangeeeeet banyak contoh ng kehidupan nyata yg punya ceritrs Maura akhirnys bahagia sm Adrian ....cuma yg kedua blm lahir ya .....ada boncap nya Thor ..
ok
Pita Loka
ending susah di tebak awal ngira bakal sama kenan ternyata sama ardian
sriwuri miranti
Maura itu dokter lho, masa tdk peka dg kelakuan kakak iparnya. hari gini dokter kandungan pula, itu cerdas, ga polos dong.
Malaku Malasari
orgbtua Galang sangat sombong sic
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!