WARNING🌶️🌶️‼️
"Kau tahu kelainan ku hanya bereaksi padamu, mana mungkin aku melepasmu Hazel. Seluruh tubuh dan semua yang ada pada dirimu, itu milikku."
"Aku sudah menikah dan aku juga adik tirimu, lepaskan aku. Mike!."
Bermula dari Mike yang harus menikah untuk melindungi menggunakan wajah palsu, hal tak terduga terjadi saat wanita yang dinikahinya Hazel mampu membuat impoten nya hilang, hanya kepada wanita itu seorang..
Tak lama pernikahan dan identitas palsu itu harus berakhir saat Mike harus pergi meninggalkan Hazel tanpa menceraikannya.
Hingga seiring berjalannya waktu, Mike kembali bertemu dengan Hazel dengan status tak terduga. Wanitanya, istri yang belum ia ceraikan, kini telah menjadi adik tiri dari keluarga baru ayahnya. Dan tanpa Hazel ketahui bahwa wajah itulah, merupakan sosok suami yang selama ini ia cari.
Bagaimana kah kelanjutan hubungan keduanya?
.
.
SIMAK KISAH LENGKAPNYA>>
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dilla_Nurpasya_Aryany, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 17
Mata Hazel menatap mobil Mike hingga hilang dari pandangan, wanita cantik itu tampak termenung memikirkan salahnya dimana. Jika soal pekerjaannya di perusahaan Mike? itu masih lama masih ada satu jam tersisa.
Apa ini soal menenangkan kelainannya? Tetapi Hazel tak mendapat permintaan apapun dari Mike, baik melalui pesan. Pria itu nampak bungkam, mungkin karena kesibukan.
Mengingat wajahnya yang begitu kecewa Hazel cukup terganggu, aneh juga ia merasa tak nyaman. Tak mungkin karena ia menghabiskan waktu dengan Eric? Toh buat apa Mike marah? Tidak ada peraturan atau larangan khusus soal ia harus dekat dengan siapapun.
"Hazel.. bagaimana jika pada akhirnya Mike benar-benar tak mau membantumu menemukan Leonard!?." Ujarnya panik sendiri. Sikap kakaknya ini benar-benar sulit ditebak.
Hazel tak mau kembali dengan tangan kosong, ia saja sudah rela menenangkan Mike dengan cara yang sangat ekstrem. Setidaknya jika nanti tak bisa bersama Leonard pun, Hazel masih bisa menemui suaminya itu walaupun sebentar untuk meminta kejelasan.
Jemari itu mengotak-atik handphone, Hazel mencoba menghubungi Mike duluan.
1 kali.. tak diangkat..
2 kali.. sama saja.
3 kali.. malah tak tersambung.
"Ck.." Hazel menatap frustasi dan jengah.. ia dibuat tak habis pikir. "Angkat, Mike!? Kau sampai datang ke sini untuk apa?.."
Saat tubuh itu hendak melangkah menerobos hujan, sebuah tangan menahan tubuhnya.
"Tunggu, Hazel!.." Tahan Eric.
"Apa ada sesuatu?."
"Biar aku yang mengantarmu ke perusahaan Scott."
"No, tak usah. Kau masih memiliki jadwal, aku bisa menggunakan mobil jemputan." Balasnya menolak tak mau merepotkan.
Eric nampak menghela nafas berat. "Kau selalu seperti ini, masuklah sekarang mobil jemputan pasti lumayan lama sedangkan kau terburu-buru." Potong Eric yang memang mobilnya terparkir di depan mata.
"Tapi.."
"Ayo.." Ujar Eric lagi yang sudah masuk.
Akhirnya mau tak mau Hazel pun masuk ke dalam mobil itu, melaju membelah jalanan raya menuju perusahaan besar Scott.
Sementara itu..
Mike melemparkan handphone yang sedari tadi terus berdering, rasanya ia gatal ingin mendengar suara yang selalu ia rindukan tetapi perasaan itu kalah dengan rasa cemburu dan dendam akan sikap Hazel yang mengabaikan.
"Kenapa tak diangkat? Bukankah kau sangat ingin bicara dengannya?." Heran Jason sambil memarkirkan mobil itu setibanya di perusahaan.
"Biarkan saja, setelah apa yang terjadi pada kami malam itu ia bahkan masih tetap merespon pria lain. Hazel tak pernah melirikku sebagai seorang pria, sialan status adik kakak itu!.." Mike tak berdaya ia frustasi.
Jason yang mendengar nampak terdiam, sebelum keluar dari dalam mobil ia menatap sahabat sekaligus tuannya itu. "Hazel tak akan reflek mengejarmu keluar, dan langsung menghubungi berkali-kali jika naluri kalian tak terikat.."
"Ya karena demi Leonard sialan itu, bukan karena diriku. Ia hanya takut aku tak membantunya.." Timpal Mike jengah.
"Ck, Leonard sialan itu kau sendiri Mike. Kau membuat kesepakatan itu dengan tujuan untuk meraih hatinya, tapi faktanya Hazel tetap menganggap kesepakatan. Itu bedanya arah pandang kalian. Jika kau ingin menggenggamnya tanpa memberitahukan kebenaran, kau bisa terus terang langsung.. Melihat kau seperti ini aku juga tak tenang." Tukas Jason resah.
"Sejak awal aku ingin melakukannya, tetapi bayangan Leonard tak pernah hilang dari benak Hazel.. Jadi, selesaikan satu-satu!.." Timpal Mike sambil melonggarkan dasinya.
"Lalu apa yang harus ku lakukan sekarang? Hazel memintaku untuk ikut dalam misi pelayaran nanti." Lanjut Jason serius. "Sepertinya ia ingin tahu keberadaan misi Leonard dimana, pikirannya benar-benar tak bisa ditebak."
Mike tak langsung menjawab, memang malam ini ia akan terjun langsung dalam pelatihan anggota unit baru di laut. "Lakukan saja apapun yang ia inginkan, setelah itu ia harus tahu bayaran besar yang harus dilakukan padaku.."
"Baiklah.." Jason tak menambahkan apapun lagi, keputusan dan rencana Mike selalu tepat sasaran maka dari itu walaupun yang satu ini rumit ia tetap mengikuti alurnya.
Saat Mike hendak memasuki lift, sudut mata tajam itu mendapati Hazel yang diantar oleh Eric.
Bagaimana ia menangani rasa panas mendidih itu? Kepala atas dan bawahnya nyut-nyutan akan ulah Hazel yang tak sadar apapun.
Mike tak terima, ia frustasi dengan kondisi yang menimpanya saat ini. Namun ia tak berdaya dan saat ini cukup lelah.. bukan melepaskan, hanya saja memberi ruang terhadap Hazel agar wanita yang dicintainya itu dapat dengan perlahan merasakan kehadirannya tanpa paksaan.
"Tunggu!.." Hazel menahan pintu lift dan ikut masuk ke dalam.
Wajah cantiknya yang ngos-ngosan menatap penuh intimidasi sang kakak yang nampak dingin datar.
"Apa-apaan tadi itu? Kau meninggalkanku tanpa kejelasan setelah menunggu diluar restoran?.." Ujar Hazel mengeluarkan kesal yang tertahan. Ia ingin tahu tujuan Mike.
"Kau marah? Bukankah kau lebih dulu mengabaikan ku dan berkencan dengan pria itu?.." Dingin Mike.
"Hei.. aku tak berkencan dan ken...
"Sssstt.." Potong Mike.
Telunjuk Mike menempel pada bibir Hazel. Ia menatap mata itu dengan sorot yang sulit diartikan.
"Dengar..." Bisiknya.
"Saat ini aku memang tak berdaya karena keputusan yang telah ku buat sendiri, tetapi.. ingatlah suatu saat nanti kau harus membayar segalanya." Lanjut Mike penuh tuntutan, setelah itu ia keluar lift dengan Jason yang setia mengikutinya.
Sementara Hazel terdiam, ia semakin tak memahami.
Apa makna dari ucapan itu? Sikap dan perlakuan Mike semakin kesini semakin membuat Hazel bertanya-tanya. Sejak awal semuanya terasa aneh, dan untuk menemukan jawaban itu tentu begitu rancu.
"Ah..." Hazel menghela nafas panjang, ia menyender pada dinding lift. "Selain dipermainkan oleh Leonard, aku juga dipermainkan oleh Mike.."
.
.
Malam harinya..
Tepat pukul 20.00.
Di tengah angin kencang yang menerpa menusuk kulit, di atas kapal khusus pelatihan itu... Hazel menyaksikan apa yang terjadi di sana.
Mike selaku komandan benar-benar mengarahkan dengan sikap tegas disiplin, dan semua bergerak sesuai arahannya. Ia begitu disegani sekaligus ditakuti..
Mereka melompat terjun ke dasar laut satu persatu.
Melihat hal itu perasaan Hazel seketika bergemuruh, mengingat suaminya yang tak luput dari menyelesaikan misi berbahaya, perasaan Hazel kalut. Apa ia bisa bertemu dengan Leonard kembali dalam keadaan baik-baik saja? Walaupun ia kini membencinya, tetap saja Hazel ingin nyawa pria itu selamat terlindungi.
"Nona Hazel.." Ujar Jason mendekat, ia menunjukkan sesuatu. "Ini data yang kau minta, data terakhir dari catatan alamat misi yang Leonard jalankan sampai hari ini."
Wanita cantik itu menatap dengan seksama berharap mengetahui tempat dimana suaminya menjalankan misi itu.
Deg!..
Mata Hazel membulat saat menemukan sesuatu, jantung itu rasanya seolah terhenti akan reaksi yang dialami pemiliknya. Jemari Hazel terasa gemetar dengan nafas yang cukup ter-cekat.
"Di sini!!??." Hazel menatap penuh keterkejutan yang cukup mengguncang, data itu terhubung dengan negara tak mungkin ada manipulasi. "D-dimana ia!???.."
Perasaannya begitu bergemuruh, ia menoleh kesana kemari mencari diantara banyaknya para pasukan yang tengah di evaluasi. "Leonard!!?."
❤️❤️❤️❤️❤️
👍👍👍👍👍
👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
kancingnya jinjit kalo aku bilangnya sele genje 🤣l
mike sih pake acara nyamar segal sebagai leonard...
awas jangan sampai kepergok daddy adam ya kalian berdua🤣🤭tapi sah-sah aja sih mereka berdoa pasutri....
Menyesalkan dulu meninggalkan hazel gak ada kabarnya mike, dapat kejutan mike hazel jadi adiknya tirinya🤣🤭
mending jujur dari sekarang ngaku adalah Leonard, kasian hazel kamu bohongnya...
pastinya hazel benci sama leonard, pria berengsek dan tidak bertanggungjawab pergi tanpa pamit..
deketin hazel mike buat jatuh cinta🤭
Mike cepet jeladakan siapa kamu , makssa nih