bagaimana mungkin aku lupa dengan masa itu, bagaimana mungkin aku lupa dengan kenangan kisah cinta kita, yang kita jalin bertahun tahun lamanya, dan tidak pernah ku sangka kisah kita berakhir dengan pengkhianatan yg sadis, kau balas cinta dan pengorbanan ku dengan luka yg begitu hebat, hingga luka itu merubah ku menjadi bukan diriku, hari hari ku di penuhi rasa dendam, hingga muncul niat dalam pikiran ku untuk membunuh mu, namun takdir berkata lain.
aku nyaris kehilangan akal sehat, dan hampir gila dengan alur cerita hidup ku, hingga aku kehilangan arah tujuan hidup ku, sampai pada suatu hari tuhan menghadirkan se orang wanita yg menyadarkan ku, dan menyelamatkan hidup ku, dia merubah hidup ku menjadi berarti, dan bangkit meraih mimpi ku, hingga tuhan mempersatukan ku dengan dia, dan tuhan menganugrahkan kebahagiaan yg luar biasa tak pernah ku rasakan dalam hidup ku bersama dia sebelumnya.
dan kau lah jawaban doa dalam hati ku. HANUM RUSYDAH.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lukmanben99, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
tidak tega melihat ibu, dan kangen
Dan sementara asep kaka ku, saat malam itu, selepas pulang berdagang, sesampainya di rumah ia bertemu dengan anak nya dan juga istrinya, lalu asep mengendong dan mencadai anak nya itu, dan sementara istrinya membuatkan kopi untuk asep, lalu tiba tiba saja anak nya asep yg masih kecil itu, ia merindukan neneknya, ya itu ibu ku.
" Ayah, nanti kita ke rumah nenek yuk, aku kangen sama nenek, nenek lagi apa ya sekarang..?" ucap anak nya asep di pangkuan asep, asep sejenak terdiam saat anak nya berkata seperti itu, ia langsung teringat dengan ibunya.
" Iya sayangg, nanti kita ke rumah nenek ya...!! " Ucap asep sambil mencandai anak nya itu.
Dan sementara aku, semakin hari aku semakin berubah, aku tidak seperti aku yg dulu lagi, sekarang aku menjadi pecandu rokok, dan aku sering kelayaban tengah malam dan bermabuk mabukan, dan bahkan mengomsumsi jenis obat obatan terlarang bersama teman teman ku, aku menjadi nakal saat itu, bahkan aku menjadi tidak betah di rumah, aku jarang sekali berada di rumah, aku lebih banyak menghabis kan waktu hari hari di luar, di jalanan nongkrong bersama teman teman ku, elina belum menyadari aku seberubah itu, dan ia juga tidak tau bahwa aku sering bermabuk mabukan dengan teman teman ku.
Pada suatu malam, saat itu aku sedang asik nonkrong di pinggir jalan sambil asik tertawa canda dan beryanyi dengan alunan gitar yg ku mainkan, saat itu aku dan teman teman ku dalam kondisi setengah sadar, karena aku dan teman teman meminum minuman keras, sambil asik nongkrong.
Dan sementara dony, tanpa sengaja dony melihat ku yg sedang asik nokrong dan bermabuk mabukan itu, entah saat itu dia sehabis dari mana mengendarai motor nya, lalu sejenak dony berhenti dan memperhatikan ku dari kejauhan, saat itu aku tidak tau bahwa dony memperhatikan ku, lalu dony geleng geleng kepala memperhatikan ku dan teman teman ku itu, dan setelah itu ia pergi melanjutkan lagi perjalananya. Dony merasa aku sudah berubah tidak seperti dulu lagi.
Dan sementara aku, saat itu aku sudah beberapa hari tidak pulang ke rumah, malam pun semakin larut, satu persatu teman teman ku pamit pergi, kini hanya aku se orang diri dan gitar yg ku pegang di tempat itu, aku masih sadar, hanya saja sedikit merasa pusing, aku terdiam, dan tiba tiba saja aku teringat ibu ku, dan merasa ingin pulang ke rumah.
Aku pun pulang ke rumah, sesampainya di rumah, aku mengetuk pintu dan memanggil ibu ku, namun ibu ku tidak menjawab, dan aku merasa mungkin ibu ku sudah tertidur pulas, lalu aku membuka pintu, rupanya pintu rumah tidak di kunci oleh ibu ku, aku merasa heran dan merasa ibu ku seperti tau aku akan pulang ke rumah, lalu aku masuk dan menutup kembali pintu, aku berjalan menuju kamar ibu ku, aku melihat ibu ku sudah tidur pulas sendirian di kamarnya, sejenak aku memperhatikan ibu ku yg sedang tidur itu, sungguh aku merasa kansihan melihat ibu ku, lalu aku tersenyum, dan setelah itu aku berjalan masuk dapur, aku merasa perut ku lapar, lalu aku mencari makanan ke dapur, namun saat aku membuka tutup saji, aku hanya melihat sepotong ikan asin dan nasi putih saja.
Aku menatap ikan asin itu, lalu aku memejamkan mata, aku merasa sedih saat itu, meskipun begitu aku tetap makan dengan sepotong ikan asin itu, aku pun makan dengan lahap, karena aku sangat lapar.
Dan sementara ibu ku yg tertidur, tiba tiba saja ia bangun dari tidurnya karena mendengar ada suara di dapur, lalu ibu ku perlahan berjalan menuju dapur, ibu ku melihat ku dari pintu dapur, ibu ku terdiam memperhatikan ku yg sedang makan dengan sepotong ikan asin itu, aku tidak tau, dan aku tidak menyadari bahwa aku sedang di perhatikan oleh ibu ku, lalu tiba tiba ibu ku meneteskan air mata melihat ku dengan lahap memakan nasi dan sepotong ikan asin itu.
Dan sementara elina yg berada di rumahnya, saat itu ia terbangun dari tidur nya tengah malam karena merasa lapar, ia pun berjalan ke dapur ke meja makan, dan ia pun makan dengan banyak hidangan makanan yg enak enak yg sudah tersedia di meja makan, saat ia sedang makan, tiba tiba saja elina terdiam sejenak teringat kepada ku, dan memikirkan aku sedang apa.
Waktu terus berjalan hari hari berganti.
Pada suatu hari saat hari menjelang malam, saat itu aku sedang dalam perjalanan mengenderai motor vespa ku, aku pergi nongkrong ke tempat yg telah di janjikan bersama teman teman ku, saat di tengah perjalanan tanpa sengaja aku melihat ibu selepas pulang kerja, aku melihat ibu sedang berdiri di pinggir jalan menunggu angkutan umum untuk pergi pulang, aku menghentikan laju motor ku dan memperhatikan ibu ku dari kejauhan, aku merasa kasihan dengan ibu ku, lalu aku membuka handphond ku dan mengirim pesan kepada teman ku bahwa aku tidak jadi datang.
Dan setelah itu aku melajukan motor ku menghampiri ibu ku, dan berhenti di hadapan ibu ku.
" Mi ayo pulang sama aku aja.." ucap ku.
" Kamu mau kemana emang kok ada di sini..? " Tanya ibu ku.
" Iya tadinya satria mau pergi maen sama temen, tapi gak jadi, terus liat ibu di sini, udah ayo naik mi satria anter umi pulang..." Ucap ku.
" Yaudah, pelan pelang bawa motor nya, jangan ngebut ngebut.." ucap ibu ku sambil mencoba naik ke motor ku.
Dan setelah itu aku pun berangkat pergi pulang mengantarkan ibu ku.
Waktu terus berjalan, saat malam hari saat itu aku sedang bertransaksi narkoba dengan teman ku di tengah ke sunyian malam, saat itu aku sangat ingin sekali mengonsumsi barang itu, namun saat itu aku tidak punya uang untuk membeli nya, lalu aku ngutang dulu kepada teman ku itu.
" Plis bang kali ini aja, beneran entar minggu minggu ini gue bayar, gue lagi pengen banget.." ucap ku merayu teman ku yg mengedarkan narkoba itu.
" Bener loe ya, awas aja loe kalau gak bayar nanti..." Ucap dia.
" Iya iya, loe kayak gak tau siap gue aja ah.." ucap ku.
" Yaudah nih.." ucap dia memberikan barang itu kepada ku, dengan senang aku pun mengambilnya dan menyimpan nya di saku celana ku.
" Nah gitu dong, makasih ya.. gue cabut dulu, thanks ya..!! " Ucap ku, lalu aku berjalan pergi meninggalkan tempat itu.
Saat aku sedang berjalan tiba tiba hp ku berdering menerima panggilan dari elina, dan aku pun mengakatnya.
)) kang kamu di mana..? (( Elina.
)) Aku lagi di luar lin sama temen..(( aku.
)) aku kangen, pengen ketemu kamu, udah seminggu lebih kita gak ketemu (( elina.
)) iya aku juga sama kangen lin..(( aku.
)) aku pengen ketemu sekarang..(( elina.
)) emm gimana ya, kayak nya aku gak bisa kalau sekerang lin, aku ada urusan dulu sama temen soalnya sekarang..(( aku.
)) kamu kenapa sih kang sekarang jarang ada waktu buat aku, ouh jadi kamu lebih mentingin temen temen kamu gituh dari pada aku, kamu udah gak sayang sama aku hah, kamu udah bosen sama aku kang, bilang dong jangan gini cara nya, kamu tau gak, kamu tuh sekarang lebih banyak sibuk sama tamen temen kamu, lebih banyak ngeluangin waktu kamu sama temen temen kamu dari pada aku, tega kamu kang..(( ucap elina dengan kesal.
Dan sementara mamahnya elina tanpa sengaja saat berjalan melintasi kamarnya elina, mamahnya mendengar pembicaraan ku dengan elina di telpon, lalu mamahnya elina menguping dari balik pintu kamar elina.
sementara aku garu garuk kepala mendengarkan ocehan elina itu.
)) Ya bukanya gituh elina cantik, ya tapi kan tiap harinya aku ada kabar buat kamu..(( jawab ku dengan sedikit kesal dan mencandainya..
)) Ya tapi gak kayak dulu, kamu beda sekarang kang..(( elina.
)) ya kan aku juga punya kesibukan lainnya lin, masa iya aku harus terus terusan chatan telponan sama kamu seharian..(( aku.
)) tau ah aku bt sama kamu..(( elina.
" Elina,...kamu ngomong sama siapa itu, udah malem tidur.." ucap mamahnya elina dari balik pintu kamar elina, alina kaget saat mendengar mamahnya, dan langsung mematikan telponya.
" Gak kok mah, iya ini aku mau tidur mah.." jawab elina dari dalam kamar, lalu mamahnya tersenyum tipis sambil geleng geleng kepala karena sudah menduga elina pacaran dengan ku.
Dan sementara aku, setelah elina mematikan telponya, aku tersenyum dan melanjutkan perjalanan ku menuju rumah teman ku.