NovelToon NovelToon
Kecewa Yang Tidak Bertepi

Kecewa Yang Tidak Bertepi

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Romansa Fantasi / CEO
Popularitas:463
Nilai: 5
Nama Author:

Di saat Alice selalu merasakan kekecewaan dari keluarga dan hubungan asmaranya, Carlos datang dalam hidup Alice untuk mengantikan rasa kecewanya menjadi kebahagiaan.. Namun di saat Alice sudah percaya dan memberanikan dirinya untuk berharap bisa bahagia di tengah kecewanya terhadap keluarganya, Carlos menghilang.. Carlos pergi tanpa meninggalkan jejak, seketika membuat Alice mempercayai jika di dunia ini tidak ada yang bisa membuatnya bahagia

Bab 16

Setelah batuk Kelvin dan Monica mereda, mereka melihat ke arah Alice dengan tatapan tidak percaya dengan apa yang sudah Alice katakan. Alice tertawa melihat tingkah Kelvin dan Monica.

“Mungkin jika orang lain kalian bisa mengelak atau membantah hal ini, tapi tidak pada ku..” ucap Alice dengan tersenyum puas.

Kelvin dan Monica saling melirik, sampai akhirnya Monica menganggukkan kepalanya memberi tanda bahwa Kelvin yang harus menjelaskan apa yang terjadi pada mereka. Kelvin menghela napasnya sebelum mengatakan semuanya.

“Sebenarnya kami sudah lama dekat, tapi setiap kali kakak bicara ingin serius bertemu dengan keluarga mbak mu ini. Dia selalu merasa minder yang ujung - ujungnya kami akan berjalan di tempat saja hubungannya.” Ucap Kelvin sambil tersenyum tipis dan menatap ke arah Monica.

Alice hanya bisa menghela napasnya mendengar ucapan kakak sulungnya. Lalu ia memberi kode ke kakaknya agar meninggalkan mereka sebentar.

“Kalian ngobrol lah.. aku ingin ke toilet sebentar.” Ucap Kelvin sambil berdiri dan keluar dari kedai ice cream itu.. sebelum ngomong Alice mendial nomor telepon kakak, ayah dan adiknya lalu ia menghubungkan ke headsetnya, headseatnya ia letak di dalam tas jadi tidak ketahuan kalau Alice sedang menelepon karena bagian layar ponsel di letakan di meja.

“Ada apa mbak?” Tanya Alice sambil memegeng tangan Monica

“Aku merasa tidak pantas untuk abang kamu, lice.. aku hanya perempuan yatim piatu yang tinggalnya di panti asuhan.” Jawab Monica.

“Kenapa tidak pantas mbak? Yang penting mbak mencintai abang ku, jika kalian menikah kami juga ikut di sayang itu adalah keberuntungan kami sebagai adik - adiknya jika istrinya juga menyayangi kami. Kami tidak perduli dengan status itu mbak.” Ucap Alice

“Yang terpenting mbak bisa menghormati dan mencintai kakak kami, jangan selingkuh dan jika bisa sayangi kami juga terutama papa. Jika mbak takut dengan masalah mama, biarkan itu menjadi urusan kakak, mbak. Yang terpenting kakak kami mencintai mbak dengan tulus dan apa adanya.” Ucap Alice lagi tetap sambil mengenggam tangan Monica

“A..- aakk…-.” Monica tidak bisa menyelesaikan kata - katanya, ia menatap Alice dengan tatapan berkaca - kaca.

“Jangan lagi membohongi hati mbak, mbak juga pantas untuk mendapatkan kebahagiaan. Jangan karena hal itu membuat tembok lebih tinggi, aku yakin Jane dan papa pasti sangat senang dengan kabar ini. Tapi jika mama berbicara yang tidak - tidak ke mbak, tolong kasih tahu aku ya. Jangan gara - gara itu kakak langsung menjauh dari kak Kelvin.”Ucap Alice dengan senyum..

Kelvin, Jane dan papa Indra mendengar semuanya. Setelah mendengar jawaban Monica, Kelvin sendikit lega karana akhirnya ia mengetahui apa yang di rasakan Monica.

Alice memeluk Monica, “selamat datang kak. Jika kakak sudah siap, maka katakan saja ke kak Kelvin biar nanti kami jumpai ibu panti kakak.” Ucap Alice sambil mengelus punggung Monica.

“Terima kasih sudah menerima mbak, mbak enggak bisa janji apa - apa tapi mbak juga sayang sama kamu dan Jane. Semoga kita terus kompak begini ya.” Ucap Monica sambil tersenyum dalam pelukan Alice.

Tiba - tiba Jane datang, “ish.. kalian ini ya pelukan tidak mengajak aku.” Ucap Jane dengan nada pura - pura kesal

Mendengar suara Jane membuat Alice melepaskan pelukanny, Monica pun langsung memberi kode untuk Jane mendekat. Jane menghampiri Monica dan langsung di peluk oleh Monica, jadinya mereka berpelukan bertiga.

Kelvin yang melihat pemandangan itu, merasa hatinya menghangat karena ia tidak menyangka adik - adiknya akan menerima pasangannya dengan tangan terbuka. Ia pun berharap jika pasangannya akan selalu kompak dengan adik - adiknya.

Mata Monica berkaca - kaca melihat Kelvin berdiri di depannya yang sedang memeluk kedua calon adik iparnya. Ia melihat Kelvin menganggukkan kepalanya sambil tersenyum, membuat air mata Monica sedikit terjatuh dan itu membuat Alice dan Jane panik.

“Kak jangan menangis ya, nanti kami di marahin kakak kalau melihat mbak Monica menangis.” Ucap Jane dengan panik

Alice dan Monica hanya tersenyum, Kelvin sudah ada di belakang Jane.

“Kalian apakan kakak ipar kalian sampai menangis.” Ucap Kelvin dengan nada pura - pura galak sambil melipat kedua tangannya di dadanya.

Melihat abangnya sudah menghampiri mereka membuat Alice dan Monica semakin terkekeh dengan ekspresi Jane yang sangat menggemaskan.. Karena tidak tahan, Monica mencubit pelan kedua pipi Jane.

“Iihh.. mbak, sakit tahu.” Ucap Jane kesal padahal cubitan Monica tidak sakit.

“Kenapa aku merasa menambahkan personil untuk kalian jadikan sekutu ya.” Ucap Kelvin sambil menggelengkan kepalanya.

Alice, Jane dan Monica tertawa kecil melihat kepasrahan Kelvin.

“Udah yuk pulang. Papa sudah menunggu.” Ucap Kelvin sambil mengambil belanjaan Alice dan Monica.

Untuk pertama kalinya Alice merasa sangat bahagia, kakaknya mendapatkan pasangannya yang sangat baik dan sangat pekerja keras. ‘Semoga kalian memang berjodoh dan selalu bahagia.’ Ucap Alice dalam hati sambil melihat abangnya berjalan bersisian dengan Monica.

Sesampainya di rumah, Alice langsung mempersiapkan tas sekolah yang di belinya tadi.. ia isi dengan 2 buku cerita, 1 buku mewarnai dan 1 set pensil warna. Di tas yang bewarna pastel lembut itu ia pasangkan gantungan yang semalam ia buat, kebetulan warnanya netral jadi bisa masuk warnannya dengan tas bewarna pastel lembut itu.

Alice juga mempersiapkan pekakas maniknya, ia merasa besok akan di butuhkan. Lalu ia segera mencuci wajahnya dan pergi istirahat.

Keesokan harinya, Alice bangun dengan sangat semangat.. ia akan berada di Restoran hari ini sampai jam 2 siang karena akan ada meeting di kantor jam 2 siang nanti. Alice sangat antusias mempersiapkan segala sesuatu untuk anak - anak yang akan ikut hadir di sudut ruang rapat itu.

Sesampainya di Restoran, ia langsung menata tempat untuk teman kecilnya.. tidak lupa dengan kedua tas yang di letakan di dekat pintu masuk tenda tersebut.. di dalam tenda kemah kecil itu ada bantal dan selimut, agar saat anak - anak itu sampai kecapekan mereka bisa tiduran dengan nyaman.

Setelah Alice mempersiapkan ruangan meeting itu, ia langsung ke ruangannya untuk memeriksa beberapa berkasnya sebelum ia menyambut kedatangan tamu yang akan menggunakan ruangan meeting di restorannya.

Setelah Alice selesai memeriksa beberapa berkas, Alice keluar dari ruangannya. Ia selalu menyapa kembali dengan senyum jika ada karyawan yang menyapanya. Ia melipir ke bagian kasir, lalu memeriksa mesin kasirnya dengan teliti. Karena Alice tidak ingin mesin kasirnya tiba - tiba error saat di operasikan jadi tetap ia check secara berkala tiap hari jadi jika ada kendala ia bisa langsung melaporkan ke pihak terkait untuk segera di perbaiki.

Alice juga memeriksa ke bagian barista yang dekat dengan meja kasir. Ia juga memeriksa stock kopi, krimer dan susu beserta beberapa syrup kopi yang tersedia di restorannya. Ketika ia sedang memeriksa stock kopi, tiba - tiba ada 2 anak kecil dan 2 laki - laki dewasa masuk ke dalam Restoran.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!