NovelToon NovelToon
Boss Kecil Bekerja Keras Dizaman Kuno!

Boss Kecil Bekerja Keras Dizaman Kuno!

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Transmigrasi
Popularitas:336
Nilai: 5
Nama Author: Mooi Xyujin

Dunia di mata Shen Yu terbagi menjadi dua: realitas yang membosankan dan dunia fiksi yang ia cintai. Di usianya yang baru menginjak 23 tahun, sebagian besar waktunya dihabiskan dengan hidung menempel pada halaman buku atau layar ponsel.

Ia bukan sekadar membaca—ia hidup di dalamnya.

Setiap kali menyelesaikan sebuah bab, imajinasinya tidak pernah berhenti berpikir. Ia sering membayangkan betapa indahnya jika bisa melangkah melewati batas kertas, menjadi tokoh utama yang mengalami petualangan epik, romansa yang mendebarkan, atau bahkan nasib tragis yang penuh drama.

Apa pun juga bentuknya, asalkan lebih berwarna daripada hidupnya yang datar ini.

"Ah, andai saja aku benar-benar bisa masuk ke dalam cerita..." gumamnya pelan sambil menyimpan novel yang baru saja selesai dibaca ke dalam tas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mooi Xyujin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15

Shen Yu berbaring santai di atas ranjang empuk yang dilapisi seprai bersih. Wajahnya tampak sangat rileks dan puas. Di meja kecil di samping tempat tidur, tersaji berbagai macam camilan dan teh hangat yang diantar oleh pelayan penginapan.

Penampilannya kini sudah berubah total. Ia tidak lagi mengenakan baju goni lusuh yang berbau tanah. Saat ini ia mengenakan sebuah Hangfu berwarna biru langit yang terbuat dari kain berkualitas baik—nyaman dipakai dan terlihat rapi namun tetap sederhana.

Pakaian ini tentu saja ia ambil dari stok pakaian baru di Ruang Ajaibnya.

"Benar-benar nyaman hidup di kota kalau sudah punya uang," gumamnya sambil mengambil sepotong kue manis dan memasukkannya ke mulut.

Pikirannya kemudian melayang ke rencana ke depannya.

"Kalau lelang nanti berhasil dan uangnya masuk... aku akan jadi orang kaya baru dalam sekejap. Tapi..." Shen Yu mengerutkan kening, sambil memutar sebuah topeng kayu berukir yang ada di mejanya.

Topeng itu menutupi sebagian wajahnya, memberikan aura misterius namun tidak terlalu aneh.

"Di kota sebesar ini, menjadi kaya mendadak dan terkenal bukan hal yang baik. Banyak orang iri, banyak mata jahat, dan mungkin saja keluarga-keluarga besar akan penasaran darimana asalku."

Ia tidak ingin merepotkan dirinya sendiri. Dengan cepat ia menyimpan topeng itu ke dalam kantong kecil yang dibawa bersama.

"Nanti saat acara lelang, aku akan pakai ini. Biarlah orang tahu ada 'Tuan Misterius' yang menjual Permata Matahari, tapi tidak ada yang tahu wajah asliku. Begitu uang diterima, aku bisa hidup tenang tanpa dikejar-kejar pertanyaan atau rasa ingin tahu orang lain."

Rencana itu sangat matang dan aman.

Di lantai bawah, tepatnya di area restoran milik penginapan tersebut, suasana sangat ramai dan hidup. Aroma masakan yang harum bercampur dengan suara obrolan para tamu yang terdengar di mana-mana.

Hampir di setiap meja, topik pembicaraan mereka hanya satu.

"Hei, kalian sudah dengar belum? Toko Bao Qing Tang akan mengadakan lelang besar dua hari lagi!" seru seorang pedagang dengan suara antusias.

"Tentu saja tahu! Berita sudah menyebar kemana-mana! Katanya barang utamanya itu luar biasa, disebut Permata Matahari!" sahut temannya dengan mata berbinar.

"Wah, Permata Matahari? Barang legenda itu sungguhan ada?!"

"Katanya sih begitu. Tuan Zhao sendiri yang menjamin kualitasnya. Pasti harganya akan melambung tinggi sekali."

"Aku harus ikut! Siapa tahu bisa dapat barang bagus buat koleksi atau buat hadiah ke keluarga."

Suara kegembiraan dan rasa penasaran itu terdengar jelas sampai ke telinga Shen Yu yang sedang bersandar di balkon lantai atas.

Shen Yu tersenyum menyeringai mendengar keributan itu.

"Hebat sekali efeknya. Belum apa-apa orang sudah seperti ini. Pasti nanti harga jualnya bisa tembus langit," batinnya puas. "Baguslah, semakin ramai semakin bagus untukku."

Keesokan harinya, saat Shen Yu membuka jendela kamarnya, pemandangan di luar membuatnya sedikit terkejut. Jalanan utama di depan penginapan yang biasanya ramai kini terlihat semakin megah dan hiruk-pikuk.

Deretan kereta kuda mewah dengan hiasan ukiran emas dan perak berjejer rapi. Para pengawal berbadan tegap berdiri di sisi jalan, memastikan kelancaran lalu lintas para tamu agung.

Jelas sekali, mereka semua adalah orang-orang dari kalangan bangsawan dan pedagang kaya yang datang lebih awal untuk menanti acara lelang yang sangat dinanti-nantikan itu.

"Wah... benar-benar kedatangan orang-orang penting ya," gumam Shen Yu sambil menyandarkan dagunya di kusen jendela."Suasana jadi seperti festival besar."

Ia pun turun ke lantai satu, menuju area restoran penginapan. Saat pelayan datang menghampiri, Shen Yu memesan sarapan dengan santai.

"Beri saya semangkuk bubur ayam hangat, dan jangan lupa tambahkan cakwe serta acar,"pesannya jelas.

Setelah mendapat pesanan, Shen Yu memilih duduk di meja yang berada di sudut paling teduh restoran. Ia sengaja memilih tempat yang tidak terlalu mencolok, membiarkan topi kainnya menutupi sebagian wajahnya.

Di sini, ia bisa menikmati makanan dengan tenang sambil mengamati situasi tanpa perlu disapa atau diperhatikan orang lain.

Memang benar, penginapan ini kini penuh sesak. Hampir semua meja terisi oleh orang-orang berpakaian bagus, berbicara dengan nada tinggi dan penuh percaya diri.

Mereka adalah para tamu yang datang dari berbagai daerah, menginap di sini sambil menunggu hari H lelang tiba.

Suara obrolan mereka terdengar riuh, membahas strategi menawar, memperkirakan harga Permata Matahari, dan sekaligus memamerkan kekayaan masing-masing.

"Kalau harga awalnya 1.000 tael emas, aku akan langsung menawar 1.500!" seru seorang pria gemuk dengan jubah sutra merah.

"Sangat murah! Aku siap menawar hingga 2.000 tael kalau perlu!" balas seorang wanita dengan perhiasan berkilau di lehernya.

Namun, tidak ada satu pun dari mereka yang menyadari bahwa di sudut ruangan yang sepi itu, duduklah sosok pemilik barang paling berharga yang sedang mereka bahas dengan begitu antusias.

Shen Yu meniup buburnya yang masih panas, lalu menyendoknya dengan lahap.

"Makan enak, suasana seru, dan nanti dompet tebal. Hidup di kota ternyata menyenangkan juga ya," batinnya tersenyum puas.

Sementara Shen Yu bersantai menikmati bubur ayamnya, di tempat lain suasana sedang sangat gegap gempita.

Tuan Zhao benar-benar tidak main-main. Demi memastikan kelancaran dan kemegahan acara, ia menyewa sebuah gedung pertemuan besar yang luas dan megah di pusat kota.

Ruangan utama diatur sedemikian rupa dengan deretan kursi-kursi empuk yang tertata rapi, menghadap ke sebuah panggung tinggi yang diterangi oleh puluhan lentera minyak.

Di atas panggung itulah nanti berbagai barang berharga akan dipajang, dan di tempat paling sentral telah disiapkan sebuah alas beludru khusus yang menunggu kedatangan bintang utamanya: Permata Matahari.

Tuan Zhao sendiri hari ini terlihat sangat sibuk luar biasa. Keringat terus membasahi pelipisnya, bukan karena lelah bekerja, tapi karena dibanjiri oleh kedatangan para tamu penting.

"Tuan Zhao! Benarkah barang utamanya itu Permata Matahari?!"

"Bolehkah kami melihat sekilas saja? Saya janji tidak akan bilang siapa-siapa!"

"Berapa perkiraan harga awalnya, Tuan? Saya harus siapkan dana!"

Para bangsawan dan pedagang besar berkerumun mengelilinginya, bertanya bertubi-tubi dengan rasa ingin tahu yang memuncak. Mereka tidak sabar ingin memastikan kebenaran berita itu.

Tuan Zhao, dengan wajah tenang namun menyimpan senyum misterius, hanya menggeleng pelan.

"Para Tuan yang terhormat, mohon bersabar," ucapnya dengan suara rendah namun berwibawa. "Keindahan barang itu tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata, dan tidak bisa dinikmati hanya dengan melihat sekilas."

Ia menatap mereka satu per satu.

"Mari simpan rasa penasaran itu. Besok, saat acara resmi dibuka, mata kalian sendiri yang akan menilai kebenarannya. Percayalah... apa yang akan kalian lihat besok, akan menjadi pemandangan yang tak akan terlupakan seumur hidup."

Jawaban yang samar namun penuh jaminan itu justru membuat para tamu semakin penasaran dan semakin yakin bahwa barang itu pasti nyata dan luar biasa. Mereka pun semakin tak sabar menunggu hari esok tiba!

Di seberang jalan, tepat di lantai dua sebuah kedai teh yang tenang, dua orang pemuda sedang duduk bersandar santai sambil memandangi keramaian di gedung seberang.

Mereka berdua berpakaian sangat mewah, terbuat dari sutra halus dengan bordiran bening emas yang indah. Wajah mereka tampan dan memiliki aura yang sangat berbeda dari orang biasa. Mereka adalah Tuan Muda Chu dan Tuan Muda Chen, keturunan dari dua keluarga besar yang sangat berpengaruh di Ibu Kota.

"Lihat itu, saudara Chen. Sungguh luar biasa antusiasme mereka," ucap Tuan Muda Chu sambil menyesap tehnya dengan santai, matanya menatap gedung lelang yang sibuk itu. "Hanya karena kabar adanya sebuah permata, seluruh elit kota seakan diguncang."

Tuan Muda Chen terkekeh pelan, memainkan kipas lipatnya dengan anggun.

"Biasa saja, Chu. Di kota ini, barang langka adalah kekuasaan," jawabnya santai. "Lagipula, Tuan Zhao itu tidak pernah main-main. Kalau dia berani mengumumkan barang sehebat 'Permata Matahari', berarti dia pasti memegang barang asli."

Ia mencondongkan tubuh sedikit ke depan, tatapannya menjadi serius.

"Dan kau tahu... aku penasaran sekali siapa pemilik barang itu. Orang macam apa yang bisa memiliki benda legenda seperti itu tapi mau melepaskannya? Apakah dia orang tua kaya raya, atau mungkin seorang pemburu harta karun misterius?"

"Entahlah," Tuan Muda Chu mengangkat bahu."Yang jelas, besok kita harus pastikan barang itu jatuh ke tangan kita. Aku tidak peduli berapapun harganya. Kalau keluarga lain memilikinya dan kita tidak, itu akan terlihat seperti kita kalah bersaing."

"Benar. Ayo kita lihat saja nanti. Siapa tahu pemilik aslinya muncul dan kita bisa berkenalan," sahut Tuan Muda Chen sambil tersenyum misterius.

Mereka berdua sama sekali tidak menyangka bahwa sosok yang mereka bahas dengan penuh rasa ingin tahu itu, sebenarnya sedang duduk tenang menikmati bubur ayam hanya beberapa puluh meter dari tempat mereka berada!

 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!