NovelToon NovelToon
MASUK KE DUNIA NOVEL

MASUK KE DUNIA NOVEL

Status: sedang berlangsung
Genre:Dunia Lain / Fantasi Wanita / Masuk ke dalam novel
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda Fii

Karin seorang wanita karir, dia mendoktrin dirinya sendiri agar harus berkerja keras, tidak perlu memikirkan yang namanya pernikahan.

Dan ya, di umurnya yang sudah 30 tahun, dia masih jomblo alias belum menikah. Sedangkan teman-temannya yang seumuran sudah memiliki anak dua.

Karin merasa, menikah dan punya anak akan mengganggu pekerjaannya. Sehingga dihari cutinya, dia hanya tinggal di dalam kamar membaca novel.

"Ck. Makanya jangan menikah jika belum siap mengurus anak!" tegur Karin sambil melempar Tabnya ke atas kasur.

Dia sedang membaca novel online, yang berjudul ( Pembalasan Tiga Penjahat )

Karin tertidur setelah mambaca novel itu sampai tamat. Tapi saat membuka mata, dia sudah berada di tempat yang berbeda.

"Sial!"

Penasaran kan? Ayo ikuti perjalanan Karin yang menjelajahi dunia yang berbeda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Fii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13. Belanja Di Toko Sistem

Nan Wei segera menjelaskan jika dia berhasil bekerja sama dengan Restoran MaYu. Dan saat ini mereka sudah memesan 50 kg untuk pengiriman pertama.

Semua terdiam sambil menatap Nan Wei dengan tatapan tak percaya. Bagaimana mungkin kentang goreng bisa dijual dengan harga mahal?

"Nan Wei. Kamu sedang bercanda?" tanya Kakak ipar pertama dengan suara gemetar.

Nan Wei tidak ingin bermain-main lagi, karena mereka harus segera menyiapkan pesanan kentang goreng sebanyak 50 kg.

"Saya tidak bercanda. Ini buktinya!" Nan Wei meletakkan kantong uang di atas meja.

Ibu Xia dengan cepat mengambil dan langsung menuangkan isinya. Dan benar saja, ada beberapa batangan perak.

Mata mereka terbelalak, sepanjang hidup mereka tidak pernah melihat perak sebanyak itu.

Ibu Xia segera beranjak dan langsung bersujud sebanyak tiga kali, dia mengucapkan terima kasih dengan tulus kepada sang Dewa.

Yang lainnya juga melakukan hal yang sama, akhirnya mereka bisa hidup lebih baik, mata mereka berkaca-kaca karena tiba-tiba mendapat rejeki melalui Nan Wei.

"Nak. Kamu benar-benar keberuntungan kami!" ucao Ibu Xia sambil mengusap air mata

"Ibu, aku hanya ingin membuktikan jika aku tidak akan membuat masalah lagi!" balas Nan Wei.

Ibu Xia langsung memeluk Nan Wei, dia tidak pernah marah dengan sikap anaknya yang tiba-tiba berubah, karena dia sangat tahu bagaimana sifat Nan Wei yang sebenarnya.

"Jumlahnya 25 tael!" kata Kakak kedua.

"Ya. Pemilik Restoran membayar setengahnya. Jadi sekarang kita harus membuat kentang gorengnya.!" ajak Nan Wei.

Mereka semua langsung setuju dengan semangat, karena sekarang kentang goreng menghasilkan uang.

"Kita makan terlebih dahulu. Aku sudah membeli makanan di restoran, dan barang-barang ini aku beli menggunakan hasil dari 2 kg kentang yang akau bawa!"

"Ini makanannya!" Zhao Xu meletakan keranjang kecil yang dia bawa.

"Waah Ibu wangi sekali..!" seru Zhao Yu.

"Benar. Pasti makananya sangat mahal!" kata Xia Dalang sambil menelan ludah.

Mereka melihat ada dua ayam panggang yang sudah dipotong beberapa bagian, dan juga nasi satu bakul penuh.

Nan Wei sengaja membelinya di restoran, karena dia ingin langsung makan saat tiba di rumah tanpa harus menunggu lagi.

Akhirnya dia bisa makan makanan yang normal, tidak perlu mencari alasan lagi untuk menolak nasi yang campur dengan dedak.

"Kaka ipar, siapkan alat makan!" pinta Nan Wei, perutnya juga sudah keroncongan.

Dua kakak iparnya segera beranjak, dan mengatur alat makan di atas meja. Mereka mengambil nasi putih dengan tanga gemetar.

Mungkin mereka hanya bisa makan nasi putih sekali setahun, itupun saat selesai panen. Dan untuk hari berikutnya beras di campur jagung atau biji-bijian lainnya untuk menghemat.

Karena hasil panen, mereka tidak makan semuanya. Sebagian harus dijual untuk kebutuhan lainnya dan untuk bayar pajak.

Menunggu sebulan lagi untuk panen padi, dan sebagian sawah milik orang tua Nan Wei ditanami kentang dan ubi.

Sedangkan pemilik tubuh, meminta Ayah Xia untuk menanam kentang dan ubi saja. Dan siapa sangka, makanan itulah yang menghasilkan uang terlebih dahulu.

"Ayah mari kita makan!" ajak Nan Wei yang melihat Ayahnya masih menatap makanan yang ada di depannya.

"Oh iya, mari kita makan!" suaranya tersendat. Dia hanya tidak menyangka, bisa makan enak di saat seperti ini.

Nan Wei yang berada di sampingnya tersenyum, lalu berkata "Mulai hari ini, aku akan membuat kalian semua makan enak!"

"Terima kasih Bibi!" ucap keponakan Nan Wei dengan serempak.

"Terima kasih Ibu!"

"Terima kasih adik!"

"Bagus. Kalian memang harus berterima kasih kepada Nan Wei. Jika dia membutuhkan bantuan, kalian jangan menolak!" kata Ibu Xia.

"Kami mengerti!"

"Sudah, sudah. Kita makan sekarang!"

Setelah melihat Ayah Xia makan terlebih dahulu, barulah mereka juga memulainya, Semua kapala tertunduk, seolah-olah takut ayam panggangnya lari dari mangkok.

Nan Wei makan dengan santai, dia menghela nafas lega, karena rasanya tidak terlalu mengecewakan, setidaknya ada beberapa bumbu yang terasa di mulutnya meski tidak lengkap.

"Ibu enak!" kata Zhao Xu disela suapannya.

"Ya. Yuyu harus makan yang banyak!" ucap Nan Wei lalu mengambil ayam untuknya.

"Baik Ibu. Boleh aku makan ayam lagi?" tanyanya dengan penuh harapan.

"Hmm, Ibu akan buatkan makanan yang enak!"

Mata Zhao Yu berbinar, dia mengangguk-angguk dengan mulut penuh makanan, hatinya sangat bahagia.

Tidak ada lagi percakapan, mereka semua makan dengan lahap. Dan tidak membutuhkan waktu lama makanan di meja habis tak tersisa.

***

Setelah beristirahat sejenak mereka berkumpul lagi untuk membahas pembagian tugas, karena 50 kg itu lumayan banyak.

"Ayah. Ada berapa kg kentang jika semua sudah di panen.?" tanya Nan Wei.

Ayah Xia berpikir sejenak, menerka-nerka berapa jumlahnya. "Kentangnya mungkin ada sekitar 1000 kg jika digabung dengan milik Ayah!"

Nan Wei mengangguk lalu kembali bertanya. "Bagaimana dengan ubinya?"

"Mungkin sama saja. Tapi kenapa kamu bertanya? Apa Ubi juga bisa digoreng?" tanya Ayah Xia.

Seketika semua mata memandang Nan Wei, jika bisa digoreng, bukankah mereka benar-benar akan mendapat untung banyak.

Nan Wei tersenyum melihat raut wajah mereka yang begitu penasaran. "Tentu bisa digoreng, tapi aku tidak ingin menjualnya sekarang!"

"Adik benar-benar bisa digoreng?" tanya Xia Dalang penuh semangat.

"Ya.!"

"Lalu kenapa tidak ingin menjualnya?" tanya dengan bingung.

"Bukan tidak ingin, tapi bukan sekarang. Karena kita baru saja mengeluarkan kentang goreng, jadi biarkan mereka mencobanya terlebih dahulu.!" jelasnya.

"Ubi goreng akan menjadi menu kedua!" sela Zhao Xu.

Mata Nan Wei berbinar, Zhao Xu langsung paham yang namanya marketing. Yang lainnya hanya mengangguk, meski belum terlalu paham.

Nan Wei meminta para pria untuk ke ladang, dan para wanita tinggal di rumah untuk membantu mengupas kentang. Nan Wei juga meminta kakak pertamanya untuk mengumpul Kelapa tua jika masih ada.

Nan Wei sendiri kembali ke rumahnya terlebih dahulu, dia ingin membeli sesuatu di toko Sistem.

***

"Sistem jelaskan, bagaimana cara membeli di toko Sistem?" tanya Nan Wei sambil duduk di dalam kamar.

[ Belanja 3 x di toko Sistem dalam satu bulan dengan maksimal 5 tael perak ]

"Maksudnya, 5 tael perak itu hanya untuk satu barang?"

[ Tidak. Bisa dicampur, sampai harga mencapai batas! ]

"Oh aku paham! Baiklah kalau begitu tampilkan toko sistem! Aku ingin belanja sekarang!" pinta Nan Wei dengan semangat.

Seketika layar hologram melayang di depan Nan Wei. Dengan semangat, dia melihat barang-barang yang dia sangat perlukan.

"Sebenarnya aku ingin beli mesin pengupas dan pemotong. Tapi mereka pasti tidak ada kerjaan.!" gumam Nan Wei.

"Hmm beli beberapa pisau pengupas dan pisau pemotong saja!"

Nan Wei segera melihat dan mencari apa yang dia butuhkan. Dia sangat puas dengan harganya yang sangat murah.

Nan Wei segera membeli satu lusin pengupas kentang dengan harga 120 koin tembaga, dan pemotong kentang yang bergerigi satu lusin dengan harga 240 koin tembaga.

Sisanya Nan Wei membeli beras dan semua kebutuhan dapur. Dia tidak lupa membeli alat mandi untuk dirinya sendiri.

"Setidaknya yang paling utama sudah ada stok untuk sebulan kedepan! Dan anak-anak bisa makan tiga kali sehari.!" kata Nan Wei dengan perasaan lega.

[ Nominal mencapai batas. Semua barang tersimpan di ruang penyimpanan. Silahkan gunakan kesempatan kedua, jika masih ingin beli sesuatu di toko Sistem. ]

"Tidak. Lain kali saja!"

.

.

.

.

1
Sribundanya Gifran
lanjut thor💪💪💪💪
Mamta Okta Okta
lanjut thor semangat berkarya ya 💪💪💪
Mamta Okta Okta
lanjut thor semangat 💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut up lagi thor yg bnyak😍😍😍💪💪💪💪
Fii
Kalau ada typo komen yaa..🙏
Chen Nadari
Buat )
Chen Nadari
semangat up thora
Chen Nadari
mampir thorr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!