NovelToon NovelToon
Obsesi Pewaris Kejam: Aku Dipaksa Menjadi Miliknya

Obsesi Pewaris Kejam: Aku Dipaksa Menjadi Miliknya

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romansa / Obsesi
Popularitas:812
Nilai: 5
Nama Author: nupitautari

Warning!!!!!!

Shenina Valerie Arous hanya menginginkan satu hal—cinta yang tulus.
Namun, pria yang ia cintai justru memberinya kasih sayang karena rasa kasihan.

Saat hatinya hancur, seorang pria berbahaya muncul dalam hidupnya.
Arsen Erzaquel Lergan—pewaris keluarga ternama yang terbiasa mendapatkan segalanya, termasuk dirinya.

Obsesi Arsen bukan cinta. Itu lebih seperti penjara yang tak terlihat.

Di saat yang sama, Andrew Kyle hadir sebagai satu-satunya pria yang tulus, rela melakukan apapun demi kebahagiaannya.

Di antara cinta, obsesi, dan pengkhianatan—
pilihan Shena akan menentukan apakah ia akan diselamatkan… atau justru hancur lebih dalam.

Dan ketika sebuah rahasia besar terungkap, segalanya tak akan pernah sama lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nupitautari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

"Jangan meremehkan ku. Aku hanya tidak suka menunjukkan serajin apa diriku di depan orang" ucap Arsen sombong. Shena mendengus kesal dan berjalan mengekor di belakang Arsen.

Mereka tiba di kelas. Shena melihat Ello sedang mengajari Dian di meja mereka. Wajahnya cemberut dari pintu masuk sampai ia duduk ke kursinya. Arsen memperhatikan Shena yang cemberut dan mengikuti arah pandang mata Shena. Ia tertawa mengejek. "Hahah.... Pacarmu selingkuh terang-terangan dan kau hanya bisa mengumpat di pojok sini".

"Diam" Shena kesal dan membekap mulutnya. Ello yang mendengar suara Shena menoleh ke belakang.

Semakin kesal Shena semakin Arsen ingin menggodanya. Ia menurunkan tangan Shena dari mulutnya. "Itu adalah fakta dan aku sedang menyadarkan mu. Kalau aku jadi kau aku sudah datang ke hadapannya dan menonjol mukanya".

Shena menarik tangannya yang di pegang Arsen dan menutup kedua telinganya dengan tangan. Ia berteriak mengabaikan Arsen. "Tidak mau dengar... Tidak mau dengar....". Arsen tertawa. Ia menarik turun tangan Shena yang menutupi telinganya namun Shena melawan.

Ello merasa tak suka dengan interaksi Shena dengan Arsen. Ia berjalan mendekatinya. "Shena..." Panggilnya.

Shena dan Arsen berhenti dan bersamaan menoleh ke arah Ello. Shena berdiri. "Ada apa?" Tanyanya pelan.

Ello menggenggam tangan Shena dan membawanya pergi. Shena menoleh ke belakang dan memelet lidah ke arah Arsen. Arsen terkekeh melihatnya.

Ello mengajak Shena duduk di kursi panjang koridor kelasnya. Ia bertanya dengan lembut. "Kenapa kemarin kau tidak masuk sekolah?"

Biasanya Shena akan langsung luluh kalau Ello sudah berbicara selembut ini padanya. Namun entah kenapa kekesalannya pada Ello masih belum pudar. Ingatan tentang Ello yang memarahinya tempo hari demi Dian masih membekas. Ia menjawab seadanya. "Hanya sakit sedikit".

"Sakit apa?" Tanya Ello tak sabar.

Shena menatap Ello sejenak lalu membuang muka. "Tidak lebih parah dari pada Dian".

Ello menghela nafas berat. "Shena, tidak ada yang menjaga Dian. Jangan egois seperti ini. Tolong mengertilah".

Shena menatap Ello sejenak. Wajahnya tanpa ekspresi. "Iya, aku mengerti. Kau boleh merawatnya. Lakukan semau mu".

"Shena, jangan bersikap kekanak-kanakan seperti ini". Ello masih tak puas dengan jawaban Shena.

"Kau mau merawat Dian, aku tidak akan melarang. Lau mau apa lagi?" lanjut Shena.

"Itu terdengar sangat tidak tulus" ucap Ello.

"Apa hatiku penting?" Tanya Shena.

"Tentu saja". Jawab Ello yakin.

"Kalau begitu jauhi dia. Hati ku sakit saat kau dekat dengannya, lebih perduli padanya dari pada aku". Pinta Shena penuh harap.

"Shena, dia adalah temanku. Bukankah kita sudah pernah bahas ini" balas Ello tak mau kalah.

"Kalau gitu pembicaraan kita selesai. Lakukan yang kau mau. Aku akan diam". Ujar Shena. Ia bangkit dan masuk ke kelas lagi. Ello menatap kosong tempat duduk Shena. Ia sedikit tertekan dan bingung. Menurutnya Shena sungguh tidak dewasa. Ia dan Dian hanya berteman, kenapa Shena selalu mempermasalahkan bantuannya kepada temannya sendiri.

Shena duduk di kursinya. Arsen memperhatikan Shena dari ambang pintu sampai ia duduk. Ekspresi Shena lebih menyedihkan dari sebelumnya. Arsen bertanya. "Apa dia menyakitimu? Katakan padaku biar aku menghajarnya untukmu".

"Diam" tegas Shena. Arsen langsung tutup mulut. 

.

.

.

Jam makan siang. Shena membeli dua kotak makan siang dan dua botol minum. Ia juga membeli beberapa camilan lalu kembali ke kelas. 

Arsen sedang duduk bersama Martin, Lucas dan Nick. Mereka membicarakan rencana mereka untuk ke klub nanti malam. Shena mendengar sekilas ucapan Martin. "Benar-benar ada pelacur baru yang sangat cantik malam ini. Kenapa kalian tidak percaya".

Shena mendengus dan berludah dalam hati. "Dasar bajingan" makinya dalam hati.

"Hei... Hei... Menjauh lah". Usir Arsen pada ketiga temannya kala melihat Shena datang.

"Ouhhm... Bos kita ingin berpacaran" ledek Lucas tertawa.

Arsen terkekeh mendengarnya. Mereka lalu pergi meninggalkan Shena dan Arsen di ruang kelas itu.

"Ini" ucap Shena sambil menyerahkan kantong kresek pada Arsen. Arsen mengambilnya dan membuka plastik itu. "Kenapa ada dua kotak?" Tanya nya pada Shena.

Shena mengambil satu kotak makan siang dari tangan Arsen dan menjawab. "Untukku".

"Mana ada babu makan dengan majikannya" sarkas Arsen.

"Kau mau ku pukul" bentak Shena. Ia bahkan mengacungkan tinju kecilnya ke muka Arsen.

Arsen terkekeh dan menggenggam tinju itu. "Hanya bercanda, kenapa kau galak sekali".

"Kalau kau semanis anak anjing, aku mungkin bisa mengelus kepalamu" sarkas Shena.

Arsen tertawa geli. "Ahhh.... Harus semanis anak anjing. Bagaimana kalau begini. Gukguk.... Gukguk...." Ia meniru gaya anak anjing dan bertingkah menggemaskan.

"Hue...." Reaksi Shena. Arsen tertawa melihatnya.

.

.

.

Jam pajaran olahraga. Shena berdiri didepan Arsen menunggu giliran untuk berguling di atas matras. Mata dan pikiran Shena terpaku pada Ello yang sedang mengecek apakah Dian baik-baik saja setelah berguling. Nampaknya Dian mengeluh sedikit pusing. Gigi Shena bergemelatuk.

"Ahhh... Bosannya". Ucap Arsen sambil menopangkan dagunya di kepala Shena. Tubuhnya sedikit merendah agar dagu itu mendarat pada tempatnya. Shena hanya diam saja dengan muka yang cemberut. Ia sedang tak bertenaga untuk berkelahi dengan Arsen. Melihat Shena diam saja, Arsen menggesekkan dagunya di kepala Shena namun Shena tetap diam saja. Ia menciumi aroma rambut Shena. Wanginya sangat enak. Ia bertanya. "Apa merek shampo mu? Baunya sangat enak".

"Shampo lavender sweet" jawab Shena tak semangat. 

"Shenina Valerie Arious" panggil guru olahraga.

"Shenina Valerie Arious!!" Panggilnya yang ke dua kali karena Shena tak bergeming. 

"Ouh... Ah... Iya pak" sahut Shena gelagapan karena sedikit terkejut.

Shena berjalan mendekat ke matras. Ia mengambil ancang-ancang untuk berguling. Lalu ia berguling ketika dirasa sudah siap.

"Gubrak...."

"Auu...."

Shena keluar jalur kiri dan tubuh serta kepalanya menghantam lantai. Ello menoleh dan berlari menghampiri Shena. Arsen juga terkejut dan menghampiri Shena. "Kau tidak apa-apa?" Tanyanya khawatir dengan Shena. 

Shena memegang kepalanya. "Sakit tau" ketusnya pada Arsen. Arsen terkekeh. "Sepertinya kau tidak apa-apa". Ia membantu Shena berdiri. 

Ello tiba. Ia bertanya dengan khawatir. "Shena, mana yang sakit?".

"Tidak ada" Shena menjawab singkat dan mengabaikan Ello. Arsen berjalan mengekor.

Dian menghampiri Ello. "El, Shena ga apa-apa kan?" Tanya Dian terdengar khawatir. 

"Tidak apa" jawab Ello.

*Hi readers. Jangan lupa untuk memberikan dukungan kalian pada novel ini dengan cara berikan komentar terbaik kalian, kasih like dan vote novel ini ya. Dukungan kalian pada novel ini sangat berarti karena itu akan menjadi semangat buat author menyelesaikan cerita ini hingga akhir. Tetap pantau terus ga kelanjutan dari cerita ini. Akan ada banyak keseruan yang kalian dapatkan. Happy reading all 🙏

1
Queen Rose
kalian jangan lupa kasih dukungan ya guys....
Queen Rose
kalian jangan lupa ya kasih komentar dan like kalian buat author, jujur aja aku sebagai penulis baru sering overthinking mau menekuni dunia nulis ini karena takut gagal. tapi aku coba buat selalu semangatin diri dan berpikir positif. aku selalu nanemin ke diri aku kalau ini bagian dari proses aku
Queen Rose
guys aku mau bilang sama kalian semua kalo di akun author, setiap bab itu udah siap tayang pukul 20.00 ya. Semua bab udah di kirim dengan waktu terjadwal, jadi semua bergantung sistem untuk cepat atau lambatnya perilisan setiap bab
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!