"Aduh!!" Lia mengaduh karena ada seseorang yang menabraknya, saat ia menoleh ke belakang ternyata ada anak laki-laki yang terlihat menunduk kemudian Lia mensejajarkan tingginya dengan anak itu
"Hai, apa kamu yang tabrak aku tadi?" Anak kecil itu mengangguk,
"Siapa namamu?" Anak kecil itu mendongak
"Nama aku... " Ucapan anak kecil itu terpotong karena ada yang memanggilnya,
"Kevin!" Lia menoleh ke sumber suara
Deg!
"Kevan?"
"Lia?"
________________________________________
Liana Putri Leonard, gadis yang memiliki senyum manis dan pesona yang dapat mengikat kaum pria. Dia di tinggal menikah oleh kekasihnya, tapi suatu saat setelah sekian tahun dia kembali di pertemukan dengan mantan kekasihnya itu.
Akankah Lia kembali pada mantan kekasihnya?
Penasaran bukan? Yuk baca dan tunggu kelanjutan ceritanya.
Jangan lupa like, komen, vote dan rating 5-nya ya teman-teman. Mohon dukungannya🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marselia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 13
Ayo yang belum baca silahkan baca ya teman-teman, tapi sebelum baca jangan lupa klik likenya dulu yaa😉
Ayo, semakin banyak dukungan dari kalian semakin semangat pula aku buat ceritanya. Jadi jangan lupa dukungannya yaa😊
Terimakasih dan selamat membaca.
🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱
Keesokan harinya Lia membantu Bunda menyiapkan makanan untuk keluarga Adrian yang akan datang siang nanti. Sejak pagi tadi Lia sangat antusias memasak dan membantu Bundanya, Bunda masih di dalam kamar pun ia paksa untuk segera keluar karena tidak sabar ingin memasak. Ayah yang melihat tingkah putrinya hanya menggelengkan kepala karena sebelumnya Lia tidak pernah seantusias ini jika memasak.
"Bunda masak apa?" tanya Lia
"Rencanya Bunda mau masak rendang, tapi pendampingnya apa yah?" Bunda memikirkan makanan apa yang cocok di dampingkan dengan rendang.
"Sambal Ijo, kentang balado sama ayam goreng aja Bun, nanti kan ada adiknya Adrian juga jadi dia bisa ikut makan, kasihan nanti kalau makannya pedas semua." Lia memberi masukan.
"Kamu benar juga, ya sudah ayo kita masak."
Bunda mulai membersihkan daging sapi dan ayam sedangkan Lia memotong-motong kentang. Selesai mencuci semua bahan Bunda lanjut menyiapkan bumbu apa saja yang di butuhkan termasuk untuk membuat sambal. Setelah semuanya siap mereka mulai memasak.
Dua jam sudah mereka memasak, masakan sudah siap hanya tinggal menunggu rendang saja karena lebih lama bumbunya akan semakin meresap ke daging menjadikan rendang itu semakin lezat.
Lia dan keluarganya sedang duduk di ruang keluarga.
"Ayah, Om Kelan sama keluarganya kapan datang?" tanya Lia dengan wajah berseri-seri.
"Nanti sayang, sebelum makan siang mereka datang paling setengah jam lagi." Lia melihat jam yang ada di tangannya ternyata menunjukkan pukul 10.30,
"Ya sudah, kalau gitu aku mau ke kamar dulu ya mau siap-siap." Lia hendak melangkah tetapi terhenti oleh suara Alfa.
"Kamu ngapain siap-siap? Bukannya kamu sudah mandi?" Alfa mengernyitkan dahinya merasa bingung
"Aduh Abang, ini kan aku baru selesai masak jadi badan aku bau masakan dong." Lia memutar bola matanya malas.
"Benar Bun dia ikut Bunda masak?" Alfa bertanya pada Bunda.
"Iya, sekalian belajar katanya," ucap Bunda tersenyum
"Tumben kamu mau masak biasanya engga mau, ohh jangan-jangan karena ada Adrian nih." Alfa memicingkan matanya
"Wajar dong, tamu itu kan harus di jamu," Lia berucap santai
"Engga biasanya kamu engga gini," ucap Alfa
"Sudah Abang, aku mau mandi kenapa malah di interogasi gini sih." Lia kesal dengan pertanyaan Abangnya ia pun berlari ke arah kamarnya.
Sedangkan Alfa, Bunda dan Ayah merasa yakin jika Lia menaruh perasaan pada Adrian.
"Biarkan saja adik kamu Alfa, dari pada dia sedih terus," ucap Bunda Alfa mengangguk
"Ya sudah Bunda ke dapur dulu mau liat rendangnya sudah siap belum." Bunda berjalan ke dapur tersisa Ayah dan Alfa.
"Oh iya Alfa, kapan kamu akan melamar Oliv?"
Ayah bertanya
"Dua Minggu lagi Ayah," ucap Alfa
"Hm bagus semakin cepat semakin baik," Alfa mengangguk
"Kamu sudah bicara pada Oliv bahwa dua Minggu lagi akan datang ke rumah?"
"Sudah Ayah, dan kebetulan Papanya Oliv ada di rumah saat lamaran nanti," jelas Alfa
"Baguslah, tinggal menunggu hari itu tiba. Dari sekarang kamu harus segera mempersiapkan segalanya," ucap Ayah
"Iya Ayah sudah. Oh iya, rencananya Alfa mau beli rumah, Yah. Apa boleh?" tanya Alfa
"Boleh saja, tapi saran Ayah lebih baik kamu tinggal disini. Jadi semakin ramai semakin bagus bukan? Percuma juga rumah ini besar tapi hanya ditinggali oleh Ayah dan Bunda saja. Kamu tahu kan adik kamu itu dia punya rumah sendiri." Jelas Ayah, Alfa pun mengangguk
"Kalian lagi ngomongin apa?" tanya Bunda yang datang dari dapur
"Ini masalah lamaran Alfa Bun," jawab Alfa
"Lamaran kamu? Memangnya kapan?" tanya Bunda
"Dua Minggu lagi, karena kebetulan Papanya Oliv ada di rumah saat acara lamaran itu." jelas Alfa
"Lho, dua Minggu lagi kenapa baru bilang sekarang?" tanya Bunda
"Maaf Bun, ini juga di luar rencana karena Papanya Oliv itu sibuk. Nah dua Minggu lagi Papa Oliv ada di rumah, jadi sekalian saja aku lamar dia di hari itu," jelas Alfa Bunda hanya mengangguk. Mereka kembali berbincang-bincang sambil menunggu tamu mereka datang, tak lama terdengar suara mobil dari depan rumah mereka yakin pasti tamunya sudah datang. Mereka pun bergegas keluar menyambut tamu mereka.
"Assalamu'alaikum" ucap Om Kelan dan keluarga
"Wa'alaikumsalam," jawab Ayah
"Apa kabar Leo?" Om Kelan memeluk Ayah,
"Alhamdulillah aku baik, kau sendiri bagaimana?" tanya Ayah
"Seperti yang kau lihat," Ayah mengangguk
"Ini istri dan anak keduamu?" tanya Ayah
"Ya, ini istriku Veli dan ini anak keduaku Veronica," ucap Om Kelan
"Saya Leo dan ini istri saya Riana dan ini Alfa Abangnya Lia," ucap Ayah memperkenalkan Bunda dan Alfa pada Mama Veli, istrinya Om Kelan.
"Mama." Veronica memanggil Mamanya
"Iya sayang?" tanya Mama Veli
"Kakak itu siapa?" tanya Ica sambil menunjuk ke arah Alfa,
"Oh, dia itu Abangnya kakak cantik sayang," ucap Bunda
"Kakak cantik yang waktu itu ke rumah?" tanya Ica
"Iya sayang," Bunda tersenyum
"Ica suka sama kakak, kakak ganteng Ica boleh gendong?" tanya Ica pada Alfa
Alfa yang disebut kakak ganteng pun hanya terkekeh kemudian dia berjongkok untuk mensejajarkan tingginya dengan Ica.
"Hai, nama Abang Alfa. Nama kamu?"
"Veronica, Bang Alfa bisa panggil Ica." Alfa tersenyum lalu mengacak rambut anak kecil itu kemudian ia menggendongnya masuk ke dalam
"Ayo silahkan masuk," mereka pun masuk ke dalam rumah
Di ruang tamu tempat mereka berkumpul. Bunda mengambil minuman dan camilan, mereka membicarakan banyak hal. Tiba-tiba,
"Oh iya bang, Ana ada dimana?" tanya Adrian yang celingukan mencari Lia sejak tadi.
"Ana?" beo Alfa
"Em, maksud saya Liana." Alfa hanya mengangguk kemudian tersenyum
"Dia lagi di kamar, katanya lagi siap-siap mau ketemu calon mertua," ucap Alfa
Mendengar ucapan Alfa, Adrian salah tingkah sendiri tak lama ada yang berjalan dari arah tangga. Semua melihat ke arah tangga, mereka terpaku melihat siapa yang ada di sana, terutama Adrian. Ternyata itu adalah Lia yang berjalan dengan dress yang sopan dengan warna baby blue, terlihat cantik dan ya imut.
"Om, Mama Veli" Sapa Lia pada orang tua Adrian
"Hai, sayang kamu cantik banget," Lia hanya tersenyum dan tersipu
"Ayo duduk," Lia duduk di sebelah Adrian sedangkan Adrian masih menatap Lia tanpa berkedip, Lia yang di tatap seperti itu merasa salah tingkah.
"Ekheemm" deham Alfa, Adrian pun tersadar.
"Natapnya biasa aja kali, engga perih itu mata." Adrian menjadi gugup, jantungnya berdebar tak karuan.
"Hai, Ana." sapa Adrian
"Emm, Hai" balas Lia, suasana menjadi canggung.
"Ini minuman dan makanannya, silahkan di makan." ucap Bunda
Mereka pun memakan camilan yang di bawa Bunda sambil mengobrol. Sedangkan Adrian dan Lia hanya saling tatap dan tersenyum canggung.
"Ana, katanya kamu mau pulang." Adrian memulai pembicaraan
"Emm, ya aku pulang nanti sore." Mereka berdua sama-sama gugup, untuk menghilangkan rasa gugupnya Lia ingin mengambil minum kebetulan Adrian pun sama jadi mereka mengambil satu minuman yang sama sehingga tangan mereka saling berpegangan. Mereka terdiam sesaat saling menatap dan kemudian melepaskan tangan masing-masing,
"Kamu duluan saja." ucap Lia
"Engga, kamu saja." Adrian menyodorkan minuman ke Lia dan Lia menerima lalu mengucapkan terimakasih.
Mereka tidak sadar bahwa interaksi mereka dari tadi disaksikan oleh tiga pasang mata yaitu Ayah, Alfa dan Om Kelan. Sedangkan Bunda dan Mama Veli sibuk dengan pembicaraan mereka.
🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱
Hai teman-teman, terimakasih yang sudah baca.
Jangan lupa ya klik like, tambah favorit, vote dan rating 5 nya juga ya. Supaya aku makin semangat update tiap hari.😊
See you next episode
Apa karna masih diawal kisah????
Coba deh nanti smp setengah kisah, kalo masih ttep gl greget, gk tk lanjut mf ya