Karna sebuah kesalah pahaman, Rinjani ChiMa Wardhana memilih memendam cintanya pada sosok Lintang yang seolah menjadi pelangi di hari harinya yang sempat mendung sebab pengkhianatan dari Sang mantan kekasihnya yang dulu..
Lintang yang tak tahu apa-apa dan mendadak di jauhi pun akhirnya menjatuhkan pilihan pada gadis itu.
"Jujur sama Lilin, atau masuk Neraka?"
***********
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nenengsusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 13
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Lintang dan Ranjani yang baru pulang dari rumah sakit mampir sebentar ke salah satu tempat wisata yang tak jauh dari sana, memang hanya sebuah tempat pemandian air panas tapi pemandangannya lah yang di incar oleh Si bungsu Lee Rahardian.
"Bonekanya gak di bawa?" sindir Rinjani yang masih saja ada yang ketiga jika sedang di dalam mobil.
"Memang di dalam sepi?" tanya Lintang yang mendapat Jawaban gelengan kepala oleh Rinjani.
Meski bukan akhir pekan, gadis itu yakin tetap ada pengunjung yang datang dan benar tebakannya.
Keduanya pun lekas masuk setelah membeli tiket masuk yang anehnya tak membuat Lintang kaget.
"Kok gak heran sama harga tiketnya?" tanya Rinjani.
"Aneh kenapa? kan biasanya segitu," jawab Lintang dengan nada biasa.
Menurut Rinjani ini masih standar tapi mungkin bagi Lintang yang seorang pewaris dia keluarga konglomerat pastilah ini sangat murah, tapi yang membuat Rinjani penasaran adalah ekspresi pria itu yang biasa saja melihat nominak angka di kertas tadi.
"Lilin udah biasa main ke tempat kaya gini," Ucapnya yang paham dengan rasa penasaran gadis kesayangannya.
"Beneran? kirain orang sekaya Lilin gak pernah kesini, mainnya ke luar negeri terus gitu."
"Main kemana aja juga sama, luar atau dalam yang penting bukan ke club malam," bisik Lintang yang membuat Rinjani kaget.
Benarkah yang di katakan pria itu barusan?
Rinjani menatap tak percaya karna bagaimana pun Lintang ada pemuda tampan, kaya raya yang tinggal di ibu kota, mustahil rasanya jika ia tak pernah menginjakkan kakinya ke tempat tersebut
"Lilin gak pernah ke sana? kenapa?" tanya Rinjani.
"Berisik, mending tidur dari pada keluyuran tengah malem, kan Lilin bukan kalong," jawabnya sambil tertawa kecil.
Dari setiap perkataan yang di lontarkan Pemuda itu, Rinjani semakin paham jika Lintang lebih suka apapun yang cukup membuatnya nyaman sendiri.
Di dalam sana, ada tiga kolam yang sudah ada beberapa orang yang mandi, entah itu wanita, laki-laki, tua, muda bahkan anak-anak.
Lintang langsung menolak saat Rinjani menawarinya untuk turun.
"Makan aja yuk, Lilin mau yang pedes," ajaknya kemudian yang meminta Rinjani berjalan lebih dulu. Jika saja sudah halal bisa di pastikan tangan gadis itu takan pernah Lintang lepas di tempat yang cukup ramai seperti ini.
"Boleh, Bakso aja ya," tawar Rinjani yang di iyakan.
Pasangan tanpa ikatan hubungan apapun itu kini duduk saling berhadapan setelah Rinjani sudah memesan dua porsi makanan dan minuman yang ingin mereka nikmati saat ini. Obrolan tentang beberapa tempat pun mulai dijelaskan oleh Rinjani, ia memang anak rumahan tapi bukan berarti ia tak tahu apa-apa tentang dunia luar karna orangtuanya sering mengajak liburan meski hanya di tempat-tempat yang dekat sebab Mama Marni masih saja takut naik pesawat.
"ChiMa sudah minta cuti satu minggu, Lin. Pulang nanti ke ibu kota kalau mama sudah pulang dari rumah sakit dan lebih baik kondisinya," ucap Rinjani yang perasaannya sedikit lega karna esok wanita hebatnya sudah di izinkan pulang oleh dokter.
"Hem, Ok," jawab Lintang santai dan itu membuat Rinjani tak puas karna seakan ambigu.
"Ok, gimana? Lilin mau pulang kapan?" tanya Rinjani pelan.
"Bareng ChiMa lah," jawabnya lagi sambil tersenyum.
"Kok gitu?" Rinjani yang mendengar itupun langsung tak enak hati.
.
.
.
Kan perginya berdua, jadi pulangnya wajib berdua.
kek gimana pula tuh gayanya Thor... bleh dicoba gak tuh. 🤣🤣🤣
lama² gak jelas,gak konsisten