NovelToon NovelToon
Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE

Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:3.2M
Nilai: 5
Nama Author: Adinasya mahila

Note :
JANGAN PLAGIAT ATAU TAMBAL SULAM!
INGAT AZAB
Carilah Rezeki yang halal dengan mencari ide sendiri.

_
_

Drama percintaan beda usia ✅
Novel yang nggak ada konfliknya ✅ (Tapi Bohong)


Hidup Marsha dan Jeremy berubah seratus delapan puluh derajat. Gara-gara sebuah pakaian berbentuk mirip kacamata alias kutang, mereka terjebak dalam sebuah pernikahan konyol yang sejatinya sudah direncanakan oleh nenek-nenek mereka.

Bagaimana bisa Jeremy seorang CEO tampan nan tajir harus menikahi gadis berumur sembilan belas tahun yang lebih pantas menjadi keponakannya?

"Nahasnya aku harus mengambil alih beban keluarga Tyaga" ~ Jeremy


cover by Tiadesign_

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adinasya mahila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13 : Jimat Keberuntungan

Setelah membuat orangtuanya syok dengan bahasa yang menjurus ke hal dua satu plus. Marsha pun berangkat sekolah dengan riang gembira, sudah terlintas di dalam otak gadis itu apa saja yang ingin dia lakukan setibanya di tempatnya menimba ilmu.

Marsha berencana meletakkan tasnya kemudian mencari Andro. Makan sepiring berdua di kantin pasti akan sangat romantis, siswa jomlo yang melihat tentu akan dibuat meringis dan menangis.

Gadis itu tertawa sendiri, tak pernah dia merasakan cinta seperti yang dia rasakan saat ini. Andai saja Andro dikenalnya sejak kelas sepuluh, tapi sayang Andro baru masuk ke sekolah yang sama dengannya saat naik kelas dua belas.

Namun, sepertinya rencana hanya tinggal rencana saat Marsha melihat sesosok mahkluk tinggi jangkung berdiri di gerbang sekolah. Gadis itu memindai sekitar dan seketika mencebik melihat sebuah sedan mewah bernomor polisi 6969 ** terparkir tak jauh dari sana.

“Ah … untung dia tampan, jika tidak aku pasti tidak akan mau bicara dengannya.” gerutu Marsha. Ia betulkan letak tali tas yang kurang pas di pundak lantas mendekat ke arah Peter.

“Pasti hidupmu suram karena setap hari hanya menjadi orang suruhan Om Jerami,” ucap Marsha setelah berdiri tepat di depan Peter.

Pria berwajah tampan mirip pentolan boy band itu tersenyum, dia sejatinya lebih penyabar jika dibandingkan dengan sang atasan.

“Pak Jeremy menunggu Anda di dalam mobil.” Peter menunjuk mobil di mana Jeremy berada di dalamnya dengan kedipan mata, Marsha yang paham pun memilih untuk memutar tumit dan mendekat.

Entah apa yang ingin dibicarakan Jeremy kepadanya pagi-pagi. Yang pasti akan lebih baik jika pria itu segera mengatakan keperluannya agar dia bisa membuat sesama siswa iri dengan rencana beromantis ria dengan Andro di kantin.

“Cakap! Cakap!” ucap Marsha menirukan serial kartun dua bocah kembar mirip tuyul yang tayang di ABI TV.

Jeremy mencebik, dia memukulkan sebuah amplop berwarna cokelat ke kepala Marsha dan membuat gadis itu cemberut.

“Apa ini? apa kontrak yang kemarin ingin Om bicarakan saat di lapangan golf?” tanya Marsha sambil membuka amplop itu. Matanya memindai setiap tulisan yang ada di sana dan mulutnya mengaga.

“Em – em- empat ratus juta? Om akan memberiku uang empat ratus juta setiap bulan?” tanya Marsha tak percaya, dia mulai berhitung berapa kali lipat uang bulanan yang akan diberikan oleh Jeremy dan membandingkan dengan uang bulanan yang diberikan orangtuanya.

“Kalau begini, kapan kita nikah Om?” ucap Marsha yang tak lagi memikirkan isi dari lembar setelahnya.

“Baca dulu sampai habis lalu tandatangani, kamu harus menjadi istriku sampai aku menceraikanmu atas keinginanku sendiri,” kata Jeremy.

“Maksud Om?” Marsha membalik lembar berikutnya, di sana tidak tertulis batas waktu perjanjian dan bahkan tak membahas masalah ranjang seperti novel-novel yang sering Marsha baca.

“Kata Nenek, aku harus menikah denganmu untuk menghilangkan kesialan yang datang silih berganti di hidupku, jadi jangan berpikir macam-macam. Anggap saja kamu hanya aku jadikan jimat keberuntungan.”

Kening Marsha mengernyit, dia tidak mengerti dengan ucapan Jeremy yang satu ini. Namun, yang menjadi keyakinan gadis yang memang belum dewasa itu, dia akan bergelimang harta saat menjadi istri Jeremy.

“Apa aku boleh pacaran dengan pria lain meski sudah menjadi istrimu?” tanya Marsha dengan mimik muka serius.

“Tentu saja karena aku juga akan berkencan dengan wanita lain meski sudah menikah denganmu,” jawab Jeremy tanpa sedikit pun rasa ragu.

“Oke, aku mengerti konsep hubungan ini.” Marsha mengangguk lantas membuka tas sekolahnya, gadis itu mengambil sebuah pulpen untuk membubuhkan tanda tangan tepat di bagian atas namanya.

Untuk sejenak Jeremy merasa menjadi pria paling brengsek di dunia, bagaimana bisa dia memanfaatkan anak manusia sebagai jimat? tapi secepat kedipan mata dia membuang jauh perasaan itu. Jeremy memang harus melakukan ini, dia masih ingin hidup setidaknya sampai Rey berumah tangga.

“Ini, simpan baik-baik. Aku tidak mau dicurangi ya. Jangan sampai Om tiba-tiba mencoret satu nol di belakang nominal ini.” Marsha menunjuk angka empat ratus juta yang tercetak di kertas perjanjian itu. “Tapi kalau Om mau menambahi satu angka di belakangnya lagi, aku akan sangat berterima kasih,” imbuhnya.

Marsha tersenyum lebar, memasukkan kertas itu ke dalam amplop dan memberikannya ke Jeremy. Ia turun dari mobil dan bersenandung riang. Gadis itu bahkan mengerlingkan sebelah matanya ke Peter yang menunggu di luar mobil sejak tadi.

Jeremy hanya bisa melirik gadis itu dari kaca spion, hingga matanya melihat sebuah ikat rambut tergeletak di karpet mobil. Jeremy meraih dan menatap lekat ikat rambut itu. Bukannya mengembalikannya ke Marsha, dia memilih memasukkannya ke dalam kantong celana.

_

_

“Marsha!”

Suara yang sangat dikenali membuat Marsha menoleh, dia tersenyum lebar melihat Andro berjalan ke arahnya. Cowok itu selalu terlihat tampan di mata Marsha, sampai-sampai dia tidak peduli dengan apa yang dikatakan sang tante dan Bu Dewan bahwa Andro dan keluarganya itu mata duitan.

“Hei, apa kamu sudah sarapan?” tanya Marsha penuh perhatian, dia bahkan membetulkan kerah baju cowok itu dan menepuk bagian dada seolah membersihkan kotoran dari sana.  

“Aku melihatmu masuk ke mobil di depan pagar tadi, siapa? apa pria itu?” selidik Andro.

Marsha mengangguk, gadis yang masih saja percaya dengan cinta tulus sang pacar pun malah bercerita tentang apa yang disepakatinya dengan Jeremy tadi.

“Be-be-berapa?” tanya Andro terbata.

“Empat ratus juta, bukankah itu gila. Wah … yang dibilang Omano ternyata benar. Ia memang kaya raya,” cicit Marsha. Sedangkan Andro nampak mengedip tak percaya.

1
Evi Nopianti
Aq suka cerita MRT & Jeremy ini Thor 😘😘😘
Sweet Girl
Ho'o, apa Je...???
Sweet Girl
Terus gimana dengan Peter Sya...
Sweet Girl
Kasihlah Je... dikit dikit aja...🤪
Sweet Girl
Sekarang jangan sok kepedean kamu, NDroo
Sweet Girl
Banget...
Sweet Girl
Ada dong...
nanti tak pinjemin ke Orang tua ku....
Sweet Girl
mau dong... tapi mungkin jumlahnya juga 100rb Sya ...
Sweet Girl
Karepmu wes Jerami....
Sweet Girl
Kalo orangnya tekanan darah nya Normal, Rey...
Sweet Girl
Calon Kakak Iparmu...
Sweet Girl
Ya masak... mirip salah satu Geng Jojoba.
Sweet Girl
Marsha gitu lhoooo
Sweet Girl
What the Moncer moncer...???
Sweet Girl
jangan Sampek nolnya ngglinding.
Sweet Girl
Dalam kepalanya langsung keluar kalkulator
Sweet Girl
🤣🤣🤣🤣🤣🤧
Sweet Girl
Oooaaalah Oma... maksimal sekali usaha nya...
Sweet Girl
Gosip ae gae jooom Oma...
Sweet Girl
🤣🤣🤣🤣🤣🌞🌞🌞🌞
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!