CINTA TAK PERNAH SALAH,
semua sama di mata Tuhan, namun tidak semua beranggapan seperti itu, harta masih menjadi peringkat pertama dalam mencapai tujuan yang hakiki. begitu pun yang terjadi dengan Siska Angelica, dia harus berpisah dengan salah satu anak nya, karena di bawa dengan paksa oleh Ayahnya sendiri. Karena keluarga sang pria yang sudah merenggut kesucian nya tidak menginginkan wanita seperti dirinya menjadi bagian keluarga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon isti.n, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 12
Happy reading 😍
DEG...
Keanu mendengar suara dari mulut Siska meski terdengar masih lemah. Keanu kini memperhatikan seluruh tubuh Siska secara seksama.
Dilihatnya jari-jari tangan Siska mulai bergerak meski masih sangat pelan, melihat itu Keanu segera menekan sebuah bel, agar para dokter datang dan memeriksa keadaan Siska saat ini.
Tak berapa lama, Dokter dan para suster sudah datang dan memasuki ruangan di mana Siska masih terbaring lemah di atas kasur pasien. dan mulai memeriksa Siska dengan stetoskop yang selalu menempel di lehernya. di periksa nya detak jantung Siska dan suster pun memperhatikan apa yang dokter lakukan dan mencatatnya.
"Ibuuuuu....
Keyla yang baru saja sampai di rumah sakit langsung berlari ke arah Siska dan memeluknya. air matanya mengalir dengan deras melihat ibunya yang masih saja memejamkan matanya. Keanu memperhatikan tingkah Keyla, lagi-lagi jantungnya terasa sesak melihat Keyla yang menangis di hadapan nya. ingin rasanya dia memeluk anak malang itu. Keanu pun menghampiri Keyla dan hendak menariknya dari pangkuan Siska, namun...
GREB...
Sebuah tangan menangkap tangannya yang belum sempat menarik anak itu.Keanu melihat siapa pemilik tangan itu yang dengan berani menyentuhnya. Keanu tidak suka sembarangan di sentuh oleh orang lain. meski itu hanya sebuah jabat tangan.
"Jangan berani menyentuhnya,* ucap nya dengan melihat ke arah Keanu.
"A...aku hanya ingin....
"Huwaaaaa... ibu sudah sadar hiks," Keyla begitu bahagia melihat wajah Siska yang kini tersenyum ke arah nya.
"Iya sayang, ibu baik-baik saja," ucap Siska dengan nada yang terdengar masih begitu lemah.
"Nyonya nanti minum obatnya ya, saya permisi dulu," ucap dokter yang kini sudah selesai memeriksa keadaan Siska yang kini sudah membaik.
"Iya dok, terima kasih," Keanu yang menjawab penjelasan dokter karena Siska sedang sibuk dengan Keyla yang masih betah memeluk Keyla.
"Daaad... dari mana dirimu itu," tanya Kenzo yang kini sudah berdiri di samping Keanu yang tengah asyik menonton Keyla dan Siska.
"Kemana???
"Dady ada di sini kok menjaga wanita ini," ucap Keanu yang kini mencoba mencari alasan dari pertanyaan Kenzo yang kini menyudutkan dirinya.
"Jangan berbohong daaad... lihat dirimu yang sangat kacau ini," Kenzo melihat jas yang di pakai Keanu terlihat seperti berantakan, dan terdapat tanda merah di sekitar leher nya.
"Sudahlah nak, ini hanya hiburan orang dewasa saja," ucap Keanu, suatu saat Kenzo akan mengerti apa yang di lakukan oleh Keanu adalah hiburan semata.
"Ganti lah pakaian dad, pulanglah," Kenzo tidak suka melihat penampilan Dady, meski Kenzo masih kecil tapi dia tahu apa yang sudah Keanu lakukan di luar sana.
"Baiklah, lagi pula dia sudah sadar, dan kalian bisa mengurus nya, ok..." Keanu keluar dari ruangan itu tanpa melihat ke arah Siska yang kini malah melirik Keanu dan menatap kepergian nya.
"Kakak ibuuu sudah sadar...," Keyla kini berlari ke arah Kenzo dan memeluknya.
"Iya dek, mulai sekarang kakak janji sama kamu, tidak akan ada lagi yang berani menyakiti ibu, apalagi dia adalah Dady," ucap Kenzo kepada Keyla yang kini tersenyum dan mengangguk saja.
"Loe baik kan Sis...," Jessica menghampiri Siska lalu memegang tangan Siska dengan hati-hati karena masih ada selang infus di sana.
"Iya Jesss, thanks ya udah mau bantuin gue buat jagain Keyla" ucap Siska dengan tersenyum. entah bagaimana nasib dirinya dan juga Keyla bila tidak bertemu dengan Jessica yang begitu baik kepada nya.
"Loe ngomong apa sih, tanpa loe minta pun gue tetap akan jaga Keyla, karena dia sudah gue anggap anak gue sendiri," ucap Jessica dengan tersenyum lalu melihat Keyla yang masih betah memeluk Kenzo.
"Auntyyyyy...
Keyla kini melepaskan pelukan nya dan berganti memeluk Jessica dengan erat. sungguh dia bahagia memiliki dua ibu yang begitu menyayangi nya meski tanpa adanya seorang Ayah di kehidupan nya.
"Keyla janji ya, akan menjaga ibu dari orang-orang yang ingin menyakiti nya," ucap Jessica dengan tersenyum kecil.
"Iya aunty, tenang saja Keyla pasti jagain ibu kok," ucap Keyla dengan tersenyum.
"Aku juga ingin menjaga ibuu Siska, boleh?! Kenzo ikut bicara, dan menyampaikan bahwa dirinya juga ingin melindungi Siska dari orang-orang yang nanti menyakitkan nya.
"Tentu saja sayang," Jessica kini memeluk Kenzo juga. Jessica bahagia tanpa terasa Siska sudah menemukan sang buah hati yang hilang dan kini keduanya bertemu. lima tahun lamanya Siska memikirkan anak pertama nya yang di ambil paksa oleh keluarga dari sang ayah nya sendiri.
Drrrt...
Jessica melihat pesan yang masuk ke dalam handphone nya. tak ada nama di sana, hanya sebuah nomor yang tidak di kenalnya. Jessica berpikir ulang, mungkin saja ada teman nya yang mengganti nomor baru.
"Kenapa Jess... ada yang chat kan, mungkin saja itu dari seseorang yang penting," ucap Siska yang memperhatikan gelagat Jessica yang tampak kebingungan.
"Gueee cuma takut ini orang asing doank Sis," ucap Jessica yang kini memasukkan kembali handphone nya di saku celana jeans.
Drrrt...
Baru saja Jessica menaruhnya, ada pesan masuk kembali, membuat nya harus kembali melihat siapa orang yang kini mengirimkan pesan itu.
"Kan gue udah bilang, angkat aja Jess," pinta Siska yang kini ikut penasaran dengan pesan yang ada dalam handphone Jessica.
"Ingat satu hal, Kenzo adalah pewaris tunggal, jangan berharap bisa mengambilnya dariku"
DEG...
Jessica kini berkeringat dingin setelah tahu isi dari pesan yang tadinya dianggap salah kirim tersebut. Jessica pun tahu persis kini siapa yang sudah mengirimkan pesan itu kepada nya. hanya satu orang yang bisa melakukan semuanya.
"Apa isi pesan nya Jes?, Siska nampak semakin penasaran dengan apa yang ada dalam pesan di handphone Jessica.
"Hmmm...i...inniii...Bu...bukan apa-apa kok," Jessica langsung menghapus pesan di dalam handphone nya sebelum Siska memaksanya untuk memberikan handphone nya.
"Kenapa gugup begitu, kalau memang tidak ada apa-apa?! batin Siska yang merasa curiga dengan alasan Jessica.
Namun Siska saat ini tidak ingin memikirkan banyak hal, yang terpenting sekarang dia masih bisa bersama lagi dengan keluarga kecilnya, terutama Keyla. Disaat dirinya merasa tidak akan bisa lagi menghirup udara segar karena aksi nekatnya.
"Ibuuu... makan buah ya, Keyla sudah mengupaskan apel untuk ibuuu,' Keyla memberikan potongan apel itu ke mulut Siska.
"Wah nak, kenapa kamu malah main pisau siiih?! Siska merebut pisau yang tajam itu dari tangan Keyla secara paksa, membuat Keyla sedikit terkejut dengan apa yang sudah dilakukan ibunya itu.
"Keyla hanya ingin ibu makan saja hiks," Keyla mulai menitikkan air matanya karena Siska terdengar seperti sedang marah padanya.
"Sisss..... gak gitu juga kali caranya, kasihan dia," Jessica langsung memeluk Keyla.
"Ma...maaf... A...kuuu gak bermaksud...
Happy reading 😍