NovelToon NovelToon
Transmigrasi Si Kembar Ke Dalam Novel

Transmigrasi Si Kembar Ke Dalam Novel

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mengubah Takdir / Fantasi Wanita
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Senjaku02

Evana dan Evita, kedua saudara kembar yang tidak pernah menyangka kalau kejadian aneh dan tak masuk akal bisa mereka alami.

Ber-transmigrasi atau berpindah jiwa yang tidak pernah mereka sangka ada dalam dunia nyata terjadi pada keduanya.

Masuk kedalam tubuh kedua istri yang tak pernah akur dan berakhir mengenaskan di akhir kisah, lalu apa yang akan keduanya lakukan? Menikmati hidup dalam dunia yang tak mereka tahu atau memilih mengikuti alur untuk mati yang kedua kalinya?

Kisah mereka semua ada di sini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senjaku02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11

  Calista tiba di Apartemen dimana ia dan Devon tinggal bersama.

BRAK!

PRANG!

  "Brengsek, kamu sialan Elvara!" suaranya melengking dengan di sertai barang pecah yang berserakan.

  "Ada apa? Kenapa marah-marah?" Devon datang bertanya dengan nada dingin.

  Calista tidak menjawab, dia justru duduk di sofa dengan memijat dahinya yang terasa berdenyut nyeri.

  "Ada apa, Calista? Bukankah kamu ke rumah Rayandra? Kenapa pulang dalam keadaan marah?" Devon mendesak dia butuh jawaban.

  "Bukan apa-apa, aku hanya lelah!" kilah Calista, dia tidak akan menceritakan apapun sebab ia yakin akan kembali berhasil mendekati Rayandra

  Devon hanya memicing curiga. Namun, dia tidak bertanya lebih jauh sebab bagaimana pun ia masih butuh Calista.

  Jam di dinding kamar menunjukkan pukul dua dini hari.

  Elvara terbangun, rasa haus mendera, tapi saat melihat meja ia menemukan gelas yang biasanya terisi sekarang kosong tanpa setetes pun.

  Elvara turun dari ranjang, dia akan ke dapur mengisi gelas untuk minum dan meredakan tenggorokan yang terasa kering itu.

  Beberapa hari ini udara memang cukup panas, makanya air dingin adalah penyelamat dari dehidrasi di musim panas.

  Langkah Elvara terdengar menuruni tangga, dengan gelas kosong di tangan dan wajah yang agak mengantuk Elvara turun dengan hati-hati.

  Kaki Elvara menapak pada lantai dapur yang gelap, menyalakan lampu dapur demi mencari air dingin dalam kulkas, kebetulan di kamarnya pun kulkas mini itu tidak memiliki air mineral dingin.

  Elvara minum, dengan pelan sambil menikmati hawa dingin di dalam lemari pendingin mewah itu.

  Tapi, fokus Elvara pecah, saat mendengar suara dari balik pintu belakang rumah mewah ini.

  "Tengah malam begini? Siapa yang sedang bicara?" gumam Elvara dengan wajah penasaran.

  Elvara meletakkan gelas di atas meja, dia melangkah pelan mencari sumber suara yang terdengar jelas itu suara seorang wanita di tengah malam.

PLUK!

  "Astaga," pekiknya dengan wajah kaget.

  Elvara menoleh, dia mendelik saat melihat Ayasha berdiri di belakangnya dengan wajah tanpa dosa dan masker putih di sana.

  "Kau mengejutkan aku, dan apa ini? Malam-malam menggunakan masker putih, apa kamu berniat membuat aku mati untuk kedua kalinya?" omel Elvara dengan menjitak pelan kening sang adik.

  "Maaf, habisnya Kakak ngapain sih mengendap-endap seperti pencuri malam-malam begini?"

  "Ssttt! Aku dengar ada suara disana, dan mau lihat siapa yang mengobrol malam-malam begini?" jelasnya dengan menunjuk pada pintu belakang.

  "Memang ada siapa?" tanya Ayasha tak kalah penasaran.

  "Jika aku tahu tidak akan aku mengintip seperti ini, kan?" kesalnya dengan menoyor kening Ayasha.

  Ayasha hanya meringis, dia selalu saja menanyakan hal tak penting sebab otaknya yang kadang kala tidak sinkron.

  Keduanya akhirnya memutuskan untk melanjutkan aksinya, menguping dan mencari tahu tentang siapa yang bicara pada waktu dini hari seperti ini.

  Mengintip melalui celah pintu yang sedikit terbuka, Elvara dan Ayasha melihat dua orang sedang bicara tapi keduanya tidak bisa melihat jelas orang yang sedang mengobrol itu.

  "Jadi siapa mereka?" bisik Ayasha yang berdiri di belakang Elvara.

  "Aku tidak tahu, tapi orang yang berdiri membelakangi kita itu jelas memiliki postur perempuan, kan?" tebak Elvara tak yakin.

  "Kamu benar, itu memang perempuan, hanya saja sedang membicarakan apa mereka?" rasa penasaran itu semakin kuat.

  "Coba ingat-ingat apa ada masalah ini di novel mu itu? Kan kamu penulisnya," tanya Elvara memastikan, mereka tidak perlu menebak-nebak untuk tahu siapa orang itu.

  "Kak, jelas plotnya berubah, jadi aku tidak tahu siapa dia, dan lagi seingatku tidak ada musuh lain di keluarga ini selain Elvara dan Ayasha," jelasnya dengan nada yakin.

  Setelah masuk ke dalam novelnya sendiri, Ayasha merasa semua plot berubah dari kedatangan Calista saja dia sudah tahu bahwa cerita ini berganti sejak mereka menggantikan Elvara dan Ayasha asli.

...****************...

  Di sudut halaman belakang, Ayunda menundukkan suara, tapi setiap kata yang terucap penuh racun. 

  “Apakah rencana kita sudah berjalan? Ingat, jangan sampai ada satu pun yang tahu” ucapnya lirih agar tak ada orang yang mendengarnya. 

  Orang di hadapannya menatapnya serius, penuh keyakinan. “Tenang saja Non. Aku pastikan tidak ada yang tahu saham itu sudah mulai aku alihkan pelan-pelan.” 

  Senyum tipis terbentuk di bibir Ayunda, dingin dan mematikan. “Bagus. Kita tak boleh ceroboh. Rencana ini harus berjalan mulus, jangan sampai gagal.” 

  “Sesuai perintah, Nona.” Jawabnya pendek dan sigap. 

  Lalu orang itu pergi dari sana menghilang di kegelapan malam, meninggalkan Ayunda berdiri sendiri, senyum licik terlukis di wajahnya. 

  “Kalian akan membayar mahal... Karena telah menelantarkan aku dan ibuku di luar sana.” Suara Ayunda bergetar, penuh dendam yang siap meledak, matanya menyala tajam bagai api yang melahap segala harapan. 

  Tak jauh dari Ayunda berdiri, ada Elvara dan Ayasha saling berpandangan, ketakutan merayap di tulang mereka. 

  Tanpa sepatah kata, mereka lari pelan meninggalkan tempat itu, tapi tak langsung kembali ke kamar mereka.

   Sebaliknya, langkah mereka tersembunyi menuju sebuah kamar tamu di lantai satu, berbisik di antara derai nafas tertahan dan ketegangan yang pekat.

  Mereka terdiam sesaat di atas ranjang, pikiran masing-masing berputar liar mencoba mencerna apa yang baru saja mereka dengar.

   "Astaga... apa tadi yang sudah kita dengar kak? Aku nggak salah dengar kan, Kak?" suara Ayasha bergetar, matanya menatap Elvara penuh kecemasan.

   Wajah Elvara pun tak kalah syok, dadanya berdebar seolah rahasia besar baru saja terungkap di depan mata.

  Sejenak hening. Elvara menatap dalam ke arah adiknya, suaranya berat penuh kegelisahan, "Kayaknya kita nggak salah dengar deh yasha. Lalu... siapa dia? Kok suaranya terasa begitu familiar? Coba kamu ingat-ingat lagi siapa tahu itu ada di bab yang kamu buat" 

   Ayasha menunduk, berusaha mengaitkan potongan-potongan ingatan, menggenggam erat bayangan sosok perempuan dengan postur yang tak asing dan suara yang membekas dalam ingatannya. 

   Elvara diam, membiarkan waktu berlalu, memberikan ruang bagi Ayasha untuk menggali ingatannya yang mulai samar-samar membentuk bayangan. 

   "Aaaahhh..." napas Ayasha tertahan, matanya membelalak lebar. " sekarang aku ingat Itu... itu Ayunda! Orang yang selalu ada di samping nenek!"

  Sekejap, suasana berubah tegang, sebuah kebenaran yang tak terduga mulai membuka pintu misteri di depan mereka.

" apa kamu ingat apa yang mereka rencanakan?" tanya Elvara pada Ayasha.

Ayasha mengangguk, " kalau tak salah ingat, mereka tengah merencanakan menguasai harta Mahatara karena ternyata Ayunda itu anak haram dari ayah kandung Rayandra dan Ardhanaya." ucap Ayasha lirih.

" Apa??? kamu yakin tak salah ingat? Kenapa kamu buat cerita yang begitu rumit sih." ucap Elvara terkejut.

Ayasha meringis, dia tak tahu kenapa membuat cerita seperti itu. karena ide itu melintas begitu saja di kepalnya.

  "ya sudah Kita harus mencari bukti tentang rencana mereka yang akan menguasai harta keluarga ini" Elvara menatap tajam pada adiknya, mencoba membakar keberanian dalam diri Ayasha. 

  "Apa Kakak yakin? Ini bukan perkara main-main, masalah ini serius dan sepertinya berbahaya," suara Ayasha gemetar, ketakutan yang membuncah di balik tatapannya. 

   Elvara mengangguk mantap, matanya menyala penuh tekad. "Aku yakin. Aku tak akan tinggal diam saja jika masalah ini membuat kesehatan nenek menurun. Kita harus bertindak, tapi jangan sampai jejak kita di lacak musuh."

  Diam sejenak, Ayasha menarik napas dalam-dalam, kemudian menatap kakaknya dengan mata yang mulai menguat. "Kalau itu keputusan Kakak... Aku ikut. Demi nenek, aku akan berani menghadapi apa pun."

  Tanpa Ayunda dan orang kepercayaan nenek Mahira tahu jalan mereka untuk menguasai harta keluarga mahatara tidak semulus yang mereka duga. 

1
Nunung Elasari
ditunggu up nya kak 💪
Gita Syafri Ramadhani: kak kapan di up kak udah ngga sabar pengen baca lanjutan ceritanya
total 1 replies
vllaa_
next kakk, semangatt
vllaa_
nextt kakk
SecretS
Lanjut kak 😄😄, Aku kok lebih suka kisahnya ayasha dan ardhanaya sih lebih bagus 😆😆😆, oh ya kak Apa ayasha ngak dapat ingatan tentang ibu kandung ayasha yang udah ninggalin dia dan kelebihan ayasha yang asli itu apa ya kak 😄😄😄, Boleh tambah up jadi double ngak😄😄😄
MataPanda?_
semangat trus kak
SecretS
Bagus juga kak👍👍👍good semangat terus kakak buat cerita nya dengan jaga kesehatan juga 😃😃👍
Senjaku02: terimakasih 😘, jangan lupa kasih nilai/rating☺️ ya.
total 1 replies
SecretS
Good 👍👍😆😆😆Bagus kak, up double boleh ngak😄😄 soal nya bagus 👍👍😄
Senjaku02: kalau bagus, jangan lupa tekan tombol suka ya, atau bisa juga kasih hadiah atau vote☺️☺️.
total 1 replies
SecretS
Lanjut dong kak, pleaseeee Aku kepo sama lanjutan kisahnya nanti kue ayasha sama sup elvara dimakan nenek mahira atau tidak kan sayang jika tidak dimakan😄😄😄, semangat kak cerita nya bagus 👍👍, apa lagi ketika ayasha punya pikiran ingin cerai terus memperkaya diri 😆😆👍
Senjaku02: besok ya. terimakasih sudah mampir di karyaku🫶
total 1 replies
yani nys nys
ok thoor.. dilanjut...😘😘💪💪
Senjaku02: siap🫡
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!