NovelToon NovelToon
Rapat Dadakan Menuju Pelaminan

Rapat Dadakan Menuju Pelaminan

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Komedi
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ana Mi

Rania Azarina Seorang manajer Brand Strategy di perusahaan ternama, ia sudah bekerja mati-matian demi kursi Direktur Regional. Sayangnya, tepat ketika garis finis sudah di depan mata, direksi mengumumkan syarat paling absurd dalam sejarah perusahaan: kandidat direktur harus memiliki kehidupan pribadi yang stabil—alias sudah menikah.
Masalahnya, Rania masih lajang.
Lebih parah lagi, pesaing terbesarnya adalah Gavin Mahendra—manajer Creative Campaign yang menyebalkan, terlalu santai, dan punya bakat alami membuat tekanan darahnya naik hanya dengan satu senyuman tengil.
Ketika keduanya sama-sama terancam kehilangan peluang promosi
sebuah ide nekat muncul, menikah kontrak.
Kesepakatannya sederhana. Menikah selama enam bulan, lalu bercerai setelah salah satu mendapatkan jabatan impian.
Tapi Bagaimana jika pernikahan palsu ini justru melahirkan perasaan yang terlalu nyata untuk diakhiri?
⚠️⚠️⚠️
DILARANG KERAS PLAGIAT ATAU COPY PASTE JIKA TIDAK INGIN KENA DENDA KARNA PELANGGARAN HAK CIPTA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana Mi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 1 Syarat Paling Absurd dalam Sejarah Perusahaan

Kalau ada satu hal yang paling di benci Rania Azarina selain file presentasi yang rusak lima menit sebelum rapat, itu adalah bertemu dengan Gavin Mahendra, Manager Campaign Creative. Yang merupakan saingan terberatnya dalam memperebutkan kursi direktur regional.

Sayangnya, semesta tampaknya punya selera humor yang buruk.

Pukul tujuh lewat empat puluh dua menit, saat ia baru saja menyesap kopi pertamanya sambil meninjau revisi proposal kampanye kuartal ketiga yang akan dipresentasikannya pada rapat nanti, suara yang terlalu familier terdengar dari belakang kursinya.

“Pagi, Rania. Udah siap kalah hari ini?”

Kelopak mata Rania berkedut.

Ia menutup laptopnya perlahan, menarik napas sepanjang kemampuan paru-parunya, lalu menoleh dengan ekspresi datar yang telah terlatih bertahun-tahun menghadapi manusia menyebalkan.

Dan benar saja.

Di sana berdiri Gavin Mahendra dengan setelan abu-abu gelap yang terlalu rapi untuk ukuran manusia yang hobinya mengacaukan hidup orang lain. Dasinya longgar, senyumnya santai, dan secangkir americano di tangan seolah melengkapi citra “pria paling percaya diri di divisi marketing” yang selalu ingin ditampar Rania setiap Senin pagi.

“Lucu,” jawab Rania dingin. “Saya baru mau nanya hal yang sama.”

Gavin tersenyum lebih lebar.

“Kalau kamu kalah presentasi nanti, jangan nangis di pantry.”

“Saya lebih khawatir kamu nangis karena konsep proposal mu ditolak lagi.” balas Rania tajam.

“Ouch.”

Pria itu menepuk dadanya dramatis.

“Kalau ngomong jangan sambil nusuk harga diri orang.”

Rania memutar bola mata. “Kalau harga dirimu setipis itu, bukan salahku.”

Dari kubikel sebelah, suara tertahan seperti orang menahan tawa terdengar.

Belum sempat Gavin membalas, suara notifikasi email masuk serentak menggema dari seluruh ruangan open office.

Dalam hitungan detik, suasana lantai tujuh yang semula riuh berubah hening.

Semua orang membuka laptop.

Alis Rania berkerut dan seperti sebuah kabar buruk dalam hidup profesionalnya, pesan itu datang dengan subjek formal yang terdengar terlalu sopan untuk sesuatu yang pasti merusak hari.

Pengumuman Penting: Evaluasi Kandidat Direktur Regional

Rania menyipitkan mata menatap layar laptopnya.

Jantungnya berdegup sedikit lebih cepat.

Ini dia.

Momen yang sudah ia tunggu selama dua tahun terakhir.

Promosi jabatan Direktur Regional Nusantara—kursi paling prestisius di lantai dua puluh tiga kantor pusat PT Jaya Media.

Posisi yang berarti kenaikan gaji besar, tim lebih luas, akses langsung ke jajaran direksi, dan yang terpenting: pembuktian bahwa semua lembur, revisi proposal tengah malam, serta tiga kali gagal liburan karena pekerjaan tidak sia-sia.

Tapi lebih dari itu, posisi itu juga adalah satu-satunya hal yang selama ini membuat Rania merasa hidupnya bergerak maju.

Saat teman-temannya sibuk menikah, punya rumah, membangun keluarga, Rania membangun karier.

Dan ia tidak pernah menyesalinya.

Karena kalau ada satu hal yang selalu bisa ia banggakan dalam hidupnya, itu adalah pekerjaannya.

Jika ia gagal mendapatkan posisi ini maka bukan hanya sekadar kehilangan promosi.

Tapi seperti kehilangan seluruh alasan kenapa ia bertahan selama ini.

Dua jam kemudian, ruang rapat utama di lantai dua belas dipenuhi seluruh jajaran manajer.

Rania menarik napas panjang, merapikan blazernya, lalu berdiri.

“Rapat evaluasi kandidat dimulai lima belas menit lagi di ruang utama.”

Nisa, asistennya berdiri di sana dengan tablet di tangan dan ekspresi yang terlalu antusias untuk ukuran jam segini.

“Bu, saya feeling banget ini hari besar ibu.”

“Kalau feeling kamu salah, saya potong jatah ngemil divisi seminggu.”

Nisa langsung menutup mulut.

Rania meraih laptopnya.

Hari ini bukan hari untuk bercanda.

Hari ini adalah hari ketika semua kerja kerasnya akan terbayar.

Atau setidaknya begitu pikirnya.

Ruang rapat utama lantai dua puluh lima selalu terasa seperti ruang sidang.

Dingin.

Sunyi.

Dan penuh aura orang-orang mahal yang bisa menentukan masa depan karier seseorang hanya dengan anggukan.

Di ujung meja oval panjang, Theo Santoso duduk tegak dengan jas abu-abu sempurna dan ekspresi yang tidak pernah bisa ditebak.

Pendiri sekaligus pemilik PT Jaya Media itu terkenal konservatif, perfeksionis, dan memiliki standar setinggi langit.

Di sisi kanan ruangan, duduk pria yang otomatis membuat rahang Rania mengencang.

Gavin Mahendra.

Manajer Creative Campaign.

saingan utamanya.

Pria itu duduk santai dengan lengan kemeja tergulung rapi, pena diputar-putar di jari panjangnya, seolah rapat penentuan karier ini tidak lebih menegangkan daripada memilih menu makan siang.

Saat menyadari tatapan Rania, ia menoleh dan tersenyum.

Senyum menyebalkan itu.

“Hai, Ran.” sapa Gavin.

Rania duduk di kursinya tanpa membalas.

“Kalau kamu manggil saya pakai nama depan lagi di forum resmi, saya laporkan ke HR.” jawab Rania.

“Kalau begitu saya panggil ‘calon direktur’ saja?”

“Kepercayaan diri berlebihan itu gejala.”

Gavin terkekeh.

“Dan ketegangan berlebihan itu butuh liburan.”

Rania membuka laptop dengan sedikit lebih keras dari yang diperlukan.

Ia tidak punya waktu meladeni pria yang menjadikan provokasi sebagai gaya hidup.

“Baik.”

Suara Theo Santoso membuat ruangan langsung hening.

“Seperti yang kalian ketahui, perusahaan sedang memilih Direktur Regional baru. Setelah evaluasi kinerja selama enam bulan, hanya ada dua kandidat final.”

Rania menegakkan punggung.

Theo melirik keduanya bergantian.

“Saudari Rania Azarina.”

Rania mengangguk singkat.

“Saudara Gavin Mahendra.”

Gavin memberi senyum tipis.

“Secara kompetensi profesional, kalian berdua setara.”

Oke.

Masih aman.

“Tetapi...” lanjut Theo.

Kata paling berbahaya dalam dunia korporasi.

“Saya percaya pemimpin hebat tidak hanya unggul secara profesional, tetapi juga memiliki stabilitas personal.”

Rania mulai merasa tidak enak.

Theo menyatukan jemarinya.

“Karena itu, kandidat direktur regional wajib memenuhi indikator citra kepemimpinan keluarga.”

Rania berkedip.

Semua orang terlihat bingung dengan pernyataan Theo.

“...Maksud Bapak?” tanya salah satu direktur.

Theo menjawab tenang.

“Sudah menikah, atau minimal memiliki kehidupan rumah tangga yang mapan.”

Ruangan mendadak terasa kehilangan oksigen.

Rania menatap lurus ke depan.

Mungkin pendengarannya rusak.

Mungkin ini prank.

Atau mungkin kopi paginya kadaluarsa.

Di sebelahnya, Gavin menoleh perlahan.

Ekspresinya sama bingungnya.

“Pak,” suara Rania akhirnya keluar, terdengar terlalu datar, “apakah status pernikahan sekarang masuk KPI?”

Theo menatapnya tanpa berkedip.

“Ini bukan KPI, Saudari Rania. Ini indikator kedewasaan kepemimpinan.”

“Dengan segala hormat,” potong Gavin, “saya rasa kemampuan mengelola rumah tangga dan mengelola regional sales berbeda cukup signifikan.”

Beberapa direksi tampak terdiam mendengar ucapan Gavin.

Theo tetap tenang.

“Keputusan final.”

Kalimat itu jatuh seperti palu sidang.

“Dan saya tidak menerima perdebatan mengenai standar ini.”

Theo menatap seluruh ruangan bergantian.

“PT Jaya Media membutuhkan pemimpin yang stabil. Bukan hanya cerdas.”

Tatapannya berhenti sepersekian detik pada Rania dan Gavin.

“Kalau kalian ingin posisi itu, buktikan kalian mampu memenuhi seluruh aspek penilaian.” ucap Theo.

“Evaluasi berikutnya dilakukan enam bulan dari sekarang. Kandidat yang memenuhi seluruh kriteria akan dipertimbangkan.”

Rapat selesai.

Begitu saja.

Seolah baru saja diumumkan aturan paling masuk akal di dunia.

15 menit kemudian, Gavin Mahendra menghentikannya di depan lift dan mengatakan kalimat paling tidak masuk akal yang pernah ia dengar seumur hidup.

“Nikah sama Saya.”

1
Evi Yolanda
Thor susulan nya jng LM apa Thor dah gak sabar nunggu saling bucin
MayAyunda
keren kak 👍👍
Sahabat Oleng: Terimakasih kak 👍
total 1 replies
cynth
Ninggalin jejak 👣
Sahabat Oleng: Terimakasih kakak
total 1 replies
MayAyunda
keren 👍👍
Sahabat Oleng: Terimakasih kakak 😇
total 1 replies
Sahabat Oleng
Jangan lupa tinggalkan jejak ya 😄
Raihan
mampir juga di novel ku kelas arang nanti kita saling support 🙏
Azandis
Lanjut Thor
Azandis
Wkwkwk...
BDaska
Thor, banyakin update episode nya
Fabio
Lanjut thor
Sahabat Oleng: Siap 👍
total 1 replies
Evi Yolanda
ahhh udah lahhh Thor jd ky penagih utang .. bentar bentar intip dah up date blm
Fatan
Bagus ceritanya
Sahabat Oleng: Makasih kak 👍
total 1 replies
T28J
kak, kok tulisan yang ini beda sama yng sebelah ya 🙏
T28J: beda sama novel kakak yang satu lagi gaya tulisannya
total 2 replies
Evi Yolanda
seru dan buat penasaran setiap babnya
Sahabat Oleng: Makasih kakak 😍
total 1 replies
Raihan
halo kakak izin ayok mampir juga di novel ku "kelas arang"
Raihan
bagus cerita
Wawan
Hadir Rania 😍
cinta
Gavin dan Rania sama-sama lucu. 😂
Apalagi Mama Ratna dan Mama Ambar.
Ceritanya bikin penasara.
Sahabat Oleng: Jangan lupa tinggalkan jejak ya kakak 😘
total 1 replies
Susanti Santi
Cerita nya menarik
Sahabat Oleng: Terimakasih kakak 😇
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!