Seorang pria mati dengan penyesalan karena gagal menegakkan kebenaran.
Ia terlahir kembali sebagai pengacara magang yang diremehkan...dan mendapatkan Sistem Keadilan Absolut kemampuan untuk melihat kebohongan, mengungkap fakta tersembunyi, dan menentukan putusan paling adil.
Dari kasus kecil hingga konspirasi besar, ia mulai mengguncang dunia hukum yang korup.
Namun satu hal segera ia sadari...
Keadilan sejati tidak selalu sama dengan hukum.
Dan kali ini...dia yang akan menentukan mana yang benar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zhar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1
[Kasus Tuduhan Palsu MRT Jakarta]
Berita ini baru saja meledak di jagat maya, jadi topik hangat yang dibahas di mana-mana!
Bimo lagi asyik main HP di dalam gerbong MRT, tiba-tiba dua cewek yang ngaku diri "Selebtoktok" datang tampar dia keras-keras. Mereka nuduh Bimo ambil foto sembarangan.
Dengan sok berkuasa, si "Selebtoktok" sama petugas keamanan maksa minta diperiksa HP-nya, bahkan sampai buka paksa tas Bimo buat dicari-cari. Tapi setelah semuanya dibongkar dan hasilnya nihil, mereka malah pergi gitu aja tanpa satu kata maaf pun.
Karena gak terima diperlakukan semena-mena, Bimo bawa masalah ini ke meja hijau. Dia nuntut permintaan maaf resmi sama ganti rugi atas tekanan batin yang dia rasain.
Tapi apa balasannya? Si "Selebtoktok" malah balik nuntut! Mereka ngaku jadi korban cyberbullying, depresi, nolak minta maaf, dan malah minta Bimo yang bayar ganti rugi sama mereka!
Dan yang bikin heboh, hakim yang tangani kasus ini cewek. Putusan sidang pertama pun keluar...
Bimo kalah telak. Dia malah disuruh bayar ganti rugi biaya pengobatan dan tekanan mental buat si penuduh!
"Dituduh motret sembarangan, mereka nyebar berita bohong di internet, gak mau minta maaf, tapi sekarang giliran gue yang harus bayar mereka? Atas dasar apa ini?!" ujar Bimo dengan nada emosi pas diwawancara. Dia bertekad bakal terus banding sampai ke Mahkamah Agung demi bela kebenaran.
Arga nutup layar HP-nya setelah selesai baca berita itu.
Dia pengacara muda yang baru buka kantor sendiri. Udah setengah tahun lewat, tapi belum ada satu klien pun yang datang. Kantornya sepi banget.
Padahal, di kehidupan sebelumnya, Arga itu pengacara kelas kakap dengan rekor menang kasus nyaris 100%! Satu-satunya kasus yang gagal dia menangkan karena sebelum sidang dia kecelakaan ketabrak mobil. Begitu sadar, dia malah pindah raga.
Pemilik tubuh aslinya juga cita-citanya mau jadi pengacara hebat seperti hotman poris, tapi realita berkata lain. Kantornya hampir bangkrut, uang bayar sewa bulan depan aja dia gak punya.
Baru aja Arga mau pasrah terima nasib, pintu kantornya diketuk keras. Bimo dateng minta tolong buat banding.
"Pak Arga! Tolong bantu saya, berapapun biayanya gak masalah! Saya mau dengar mereka berdua minta maaf sama saya!"
"Emangnya boleh seenak udel nuduh orang mesum seenaknya? Kenapa mereka berhak nyita HP Saya? Kenapa satpam boleh seenak itu buka paksa tas saya cari kamera?"
"Belum selesai di situ, mereka malah bikin video di TokTok dan nyebar di grup sekolah bahwa saya itu fotographer mesum! Sekarang satu sekolah mandang Saya jijik semua!"
"Saya bakal gugat mereka sama pihak MRT! Mereka harus tanggung jawab atas hancurnya nama baik Saya Demiiii Tuhannnn!" seru Bimo.
Dia cuma mau keadilan, kan? Gak boleh dong orang seenaknya fitnah orang lain cuma karena mau cari perhatian?
"Ini uang 200 juta Rupiah. Saya gak tahu cukup apa belum. Uang gak masalah, yang penting mereka minta maaf! Kelakuan mereka itu menjijikkan banget!" Bimo sodorin amplop tebal.
Arga mengangguk tenang, "Ceritain detail kejadiannya, sama kasih Saya salinan putusan pengadilannya."
Maka berceritalah Bimo...
Saat itu dia mau pulang sekolah, MRT lagi padat-padatnya. Dia berdiri sambil main HP, pas mau masukin HP ke saku, tiba-tiba Laras dan Tania dateng tampar dia terus teriak-teriak nuduh dia mesum!
Suasana langsung ricuh. Orang-orang pada melotot. Mereka langsung nelpon polisi dan bikin ribut besar. Begitu sampai stasiun, petugas keamanan langsung kelilingi mereka.
Laras rebut HP Bimo, dibuka satu-satu fotonya, nihil. Gak ada bukti apa-apa.
Eh, Tania malah ngotot, "Pasti kameranya disembunyiin di dalem tas tuh!"
Tanpa basa-basi, petugas langsung buka paksa tas Bimo buat diperiksa. Tetep aja gak ketemu apa-apa.
Akhirnya polisi datang dan mediasi. Hasil mediasi sih harusnya mereka minta maaf. Tapi gimana maafnya? Mereka cuma basa-basi ngomong ke angin, muka jutek, terus pergi tanpa natap mata Bimo. Laras bahkan masih sempat-sempatnya nuduh foto di HP Bimo itu foto cewek, padahal itu cuma foto pemandangan biasa!
Sesampainya di rumah, mereka berdua malah bikin konten video, nyerang Bimo di medsos, bikin opini publik hancur. Jadilah akhirnya kasus ini masuk pengadilan dan Bimo kalah di putusan pertama.
[Ding! Selamat Tuan telah mendapatkan Sistem Dewa Vonis Absolut!]
[Misi Utama: Menangkan kasus ini di pengadilan.]
[Hadiah Misi: Uang Tunai 200 Juta Rupiah.]
[Paket Pemula sedang didistribusikan... Kemampuan analisis hukum dan penilaian kasus meningkat 300%!]
[Skill 'Tangan Dewa' telah aktif: Bisa ekstrak bukti tersembunyi dari berkas kasus. Bisa dipake 3 kali sehari!]
Suara sistem itu kedengeran jelas di kepala Arga pas dia baru aja selesai paham seluruh kronologi kasus ini.
Arga santai aja. Dia udah paham banget cara kerja sistem kek gini.
Jadi pengacara itu udah pasti cuan, apalagi jadi pengacara nomor satu di negara ini. Siapa sih yang bakal nolak duit banyak?
"Oke, Aku udah ngerti situasinya. Kasus ini Aku tangani," kata Arga datar. "Biaya perkaranya gak bakal sampe segini kok. Nanti biayanya bakal kita bebankan ke pihak lawan."
"Pak Arga, yang penting menang! Uang 200 juta itu anggap aja sumbangan buat perkembangan kantor Bapak! Saya cuma mau keadilan!"
"Mereka injak-injak harga diri saya, bully saya di internet, hancurin hidup saya, tapi saya yang harus bayar ganti rugi? Kenapa dunia ini gak adil, Pak? Kenapa orang baik selalu yang rugi?" Bimo kelihatan sangat terpukul.
Arga mulai nyusun strategi. Kasus ini viral banget, komentarnya membelok tajam. Kalau dia bisa menangkan ini, bukan cuma dapat bonus 200 juta dari sistem, nama kantornya juga bakal langsung melambung tinggi!
Di medsos, kasus [Tuduhan Palsu MRT] ini udah tembus puluhan juta views, netizen pada panas dingin.
[Gila ya nasib orang, dituduh mesum eh malah disuruh bayar duit? Wkwk, dunia emang udah gila.]
[Sifat asli 'Selebtoktok' ternyata busuk ya. Semoga ada pengacara keren yang bales dendam buat dia!]
[Ada gak sih pengacara hebat yang mau bantu kakak ini? Kasian banget liatnya.]
[Padahal gak ada bukti sama sekali, kok bisa-bisanya kalah? Logika mana yang dipake?]
[Komentar hari ini kenapa pada aneh sih? Emang kalau cowok otomatis pasti mesum? Kenapa mereka gak dituntut karena fitnah?]
[Wajahnya emang kelihatan mesum sih, jadi wajar kalau dicurigai.]
[Gak tau terima kasih, main bully cewek aja. Emang banyak banget cowok brengsek sekarang.]
[Pengen deh ada gerbong khusus cewek, males banget satu gerbong sama orang-orang mesum kek gini.]
[Loh kok banyak cowok yang protes? Hakim kan udah putusin pasti dia salah. Gak usah bahas bukti, dari mukanya aja udah kelihatan orangnya kek apa.]
semangat author/Determined/
tapi kali ini, saya akan lawan💪
semoga endingnya nggak mengecewakan🤭