Rumah Untuk Si Bungsu
Kisah seorang anak perempuan terakhir yang hidupnya selalu di tentukan oleh orang tuanya,dan tidak di beri kesempatan untuk memilih untuk hidupnya.
hingga akhirnya ia pergi dari rumah, dan bertemu dengan seseorang yang mampu untuk ia jadikan rumah dan tempat bersandar
Azizah, Istri Rasa Simpanan
"No way! Ngga akan pernah. Gue ngga sudi punya keturunan dari wanita rendahan seperti Dia. Kalau Dia sampai hamil nanti, Gue sendiri yang akan nyingkirin bayi sialan itu dengan tangan gue sendiri. Lagipula perempuan itu pernah hamil dengan cara licik! Untungnya nyokap gue dan Alexa berhasil bikin Wanita sialan itu keguguran!"
Kalimat kejam keluar dengan lincah dari bibir Axel, membawa pedang yang menusuk hati Azizah.
Klontang!!!
Suara benda jatuh itu mengejutkan Axel dan kawan-kawannya yang tengah serius berbincang.
Azizah melangkah mundur, bersembunyi dibalik pembatas dinding dengan tubuh bergetar.
Jadi selama ini, pernikahan yang dia agung-agungkan itu hanyalah kepalsuan??
Hari itu, Azizah membuat keputusan besar dalam hidupnya, meninggalkan Suaminya, meninggalkan neraka berbalut pernikahan bersama dengan bayi yang baru tumbuh di dalam rahimnya...
System Pohon Ajaib Warisan Kakek
Lelah dengan kehidupan keras sebagai budak korporat di kota besar dan duka setelah kehilangan kedua orang tuanya, Lin Ye memutuskan untuk pulang ke Desa Qingshui, tempat kakeknya dulu tinggal.
Di sana, ia menemukan ladang dan rumah kakeknya yang sudah terbengkalai, kecuali sebatang pohon raksasa misterius di belakang rumah yang anehnya tetap subur dan hijau.
Saat tangan Lin Ye yang terluka menyentuh pohon tersebut, Sistem Warisan Alam yang terkunci sejak kematian kakeknya mendadak aktif, mengenali garis keturunannya sebagai pewaris sah.
Kini, dengan bantuan sistem yang memudahkan pekerjaan bertani dan kehadiran roh-roh alam fantasi, Lin Ye memulai kehidupan barunya yang santai namun penuh keajaiban untuk membangun kembali kejayaan ladang kakeknya, melawan intrik tetangga yang rakus, dan perlahan menjadi kaya raya di tengah kedamaian pedesaan.
𝐋𝐨𝐫𝐨𝐧𝐠-𝐋𝐨𝐫𝐨𝐧𝐠 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐌𝐮𝐥𝐚𝐢 𝐁𝐞𝐫𝐜𝐚𝐡𝐚𝐲𝐚
𝐁𝐚𝐠𝐢𝐚𝐧 𝟐 𝙰𝚍𝚊 𝚜𝚊𝚝𝚞 𝚑𝚊𝚕 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚞𝚕𝚊𝚒 𝚔𝚞𝚙𝚎𝚕𝚊𝚓𝚊𝚛𝚒 𝚝𝚎𝚗𝚝𝚊𝚗𝚐 𝚔𝚎𝚋𝚘𝚑𝚘𝚗𝚐𝚊𝚗. 𝙺𝚎𝚋𝚘𝚑𝚘𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚓𝚊𝚛𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚊𝚝𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚠𝚊𝚓𝚊𝚑 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚎𝚛𝚊𝚖𝚔𝚊𝚗. 𝙸𝚊 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚜𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞 𝚋𝚎𝚛𝚝𝚎𝚛𝚒𝚊𝚔. 𝚃𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚜𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞 𝚝𝚎𝚛𝚕𝚒𝚑𝚊𝚝 𝚓𝚊𝚑𝚊𝚝. 𝙺𝚊𝚍𝚊𝚗𝚐 𝚓𝚞𝚜𝚝𝚛𝚞 𝚍𝚊𝚝𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚎
0
2
Obsesi
Bagi Dimas Aditya, koridor SMA 6 Adidarma bukanlah tempat untuk menuntut ilmu, melainkan sebuah arena gladiator di mana ia selalu menjadi pihak yang kalah. Setiap pagi, atmosfer sekolah itu selalu
0
2
Kesalahan terbesar delon 1
Langit sore itu berwarna jingga pekat, memantulkan semburatnya di jendela kafe tempat Rania dan Delon biasa nongkrong. Rania menyesap es kopinya perlahan, matanya tak lepas dari Delon yang sedang asyi
0
1
Sudut Buta
Malam sudah melewati pukul sebelas. Rumah tipe 36 ini sangat sepi, hanya menyisakan dengung rendah dari mesin kulkas tua di sudut dapur dan gemercik air yang mengalir dari keran. Aku berdiri di de
0
8