Pasien Pertama

Pagi ini Emy sudah bersiap-siap berangkat ke rumah sakit untuk kembali bekerja, setelah kemarin ia harus mengambil cuti karena menikah.

Tak banyak yang tahu alasan Emy cuti, dan mereka mempertanyakan Direktur yang mengijinkan Emy cuti padahal belum seminggu Emy bekerja di rumah sakit yang bertaraf Internasional itu.

Barang-barang Emy yang kemarin sudah tertata rapi di kamar Tae Sang, kini sudah dipindahkan lagi ke sebuah kamar yang tak begitu luas dan sederhana dan terletak di ujung lorong di lantai bawah.

Kali ini Emy yang menata barang-barangnya sendiri. Tak banyak memang barang yang Emy punya, karenanya tak menghabiskan banyak waktu bagi Emy untuk membereskannya.

Emy meletakkan foto ibu angkatnya dan dirinya juga foto orang tua dan kakaknya di sebuah nakas yang ada disebelah tempat tidur, yang hanya muat untuk satu orang saja.

Tak lupa sebuah frame digital yang menampilkan foto-foto orang orang menyemangatinya untuk selalu bekerja keras, diletakkannya itu di meja riasnya.

Sudah jam 7 pagi. Emy sudah rapi dengan baju formalnya. Kemeja putih dan celana jeans standard yang akan memudahkannya bergerak saat ia harus berjalan kesana kemari di rumah sakit.

Emy memanggil taksi lewat benda pipih yang selalu ditangannya. Mengecek semua yang akan dibawanya lalu dimasukkannya kedalam tas ransel biru muda, kado Mike saat ia resmi menjadi dokter di Rumah Sakit Chicago Memorial Hospital.

Emy menikmati pemandangan diluar jendela, yakni kesibukan manusia menjalani hari ini dari kursi penumpang sepanjang perjalanan.

Jarak tempuh dari rumah Tae Sang yang ia tempati saat ini ke rumah sakit tempatnya bekerja, memakan waktu lebih dari 1 jam, menurut sopir taksi.

Rumah Tae Sang terletak di gunung Buksan yaitu di Pyeongchang-dong, kawasan elit yang penuh dengan banyak sekali villa mahal dan rumah-rumah mewah.

Ada banyak sekali selebritas Korea yang memilih untuk tinggal di lokasi ini, karena nuansa tempatnya yang asri dan dikelilingi oleh gunung-gunung.

Cuaca sejuk sedikit menenangkan hati Emy yang sakit atas perlakuan Tae Sang kemarin. Semenjak mereka menandatangani surat pernikahan, Emy tak pernah lagi bertemu laki laki itu, bahkan para pembantupun tak ada yang ramah padanya.

Sungguh, Emy tak mengerti mengapa Tae Sang memperlakukannya demikian. Mata Emy tampak memandang keluar jendela, tapi hati dan pikirannya masih melayang memikirkan apa yang harus ia lakukan untuk membuat Tae Sang tidak membencinya.

Setelah 40 menit perjalanan, taksi yang ia tumpangi berhenti dan setelah menunggu lebih dari 5 menit masih tetap tak bergerak. Emy melihat ke kanan kiri dan ke depan semua mobil berhenti.

Para pengemudi tampak seperti tak sabar dan menjulurkan kepala mereka keluar jendela mobil untuk melihat apa yang terjadi sehingga membuat kemacetan seperti ini. Tak jarang dari mereka juga keluar dari mobil.

" Pak...ada apa ya? Kenapa macetnya lama sekali?" Tanya Emy pada pak sopir yang tadi sempat keluar mobil untuk mencari tahu.

" Oh ... di depan ada kecelakaan nona," jawab pak sopir sembari melihat Emy dari kaca spion mobil.

" Kecelakaan?"

Pak sopir hanya mengangguk dan kembali melihat keluar jendela.

" Kalau begitu, saya lihat dulu kesana. Ini uangnya. Terima kasih, pak," ujar Emy seraya membuka pintu mobil.

" Nona ... nona .. tapi ini masih jauh...," pak sopir keluar dari mobil dan berteriak ke arah Emy yang sudah berlari ke depan menyisip diantara mobil.

" PERMISI! .. PERMISI ... SAYA DOKTER .. .PERMISI ..." Teriak Emy, sambil mendesak masuk diantara kerumunan orang.

Emy segera berlutut dan memeriksa nadi seorang wanita hamil yang terkapar bersimbah darah didepannya.

Dengan sigap Emy memeriksa mata, leher dan dada wanita hamil itu juga kepalanya, yang terus saja mengalirkan darah.

Dengan jari-jarinya Emy mencari luka yang ada di kepala wanita itu setelah terlebih dulu Emy mencuci tangannya dengan hand sanitazer yang selalu ia bawa.

" Nyonya ... nyonya ... apa anda dengar suara saya? Jika dengar tolong kedipkan mata anda! " panggil Emy dengan suara agak keras karena bisingnya suara orang-orang yang berkerumun.

Emy melihat mata ibu muda itu berkedip, Emy melepaskan jaket tipis yang dipakainya dan melipatnya asal, lalu mengangkat dengan pelan dan hati-hati kepala ibu muda itu, dan meletakkan jaketnya untuk dijadikan alas kepala wanita hamil itu. Ia melanjutkan pemeriksaannya.

Dengan stetoskop Emy memeriksa si janin, tampaknya masih hidup tapi detaknya melemah, Emy melihat darah yang mengalir dari dalam rok wanita itu.

Emy segera memeriksa kembali posisi bayi dan melakukan pemeriksaan dalam, untuk mengetahui kondisi bayi. Emy tampak kuatir, tapi ia harus mengambil keputusan penting lebih dulu.

" SESEORANG ... CEPAT PANGGIL AMBULAN!!" teriak Emy.

Emy teringat kalau wanita ini naik mobil, Emy berdiri dan memeriksa mobil yang sudah tak berbentuk di bagian depan dan samping itu, asap juga mengepul di kap depan mobil.

Ia ingin memastikan tidak ada korban lainnya. Tapi ternyata, hanya ibu muda itu saja yang terluka dan tidak ada orang lain didalam mobil.

Truk yang didepan mobil juga hanya ringsek di bagian belakang jadi pengemudi dan asistennya tidak terluka.

Emy mengeluarkan perban dan alkohol dari kotak P3K dari dalam tasnya.

" Nyonya mohon bertahan, ya. Demi bayi anda..." Emy menyiramkan alkohol itu ke area kepala wanita hamil dan menyekanya dengan kasa lalu membungkus kepala ibu itu menggunakan perban dengan cepat.

Emy juga mengeluarkan isi tasnya dan mengambil sarung tangan karet dan memakainya,

Emy juga mengambil gunting lalu menggunting blouse wanita itu melingkar di bagian rusuk dan menyiramnya dengan cairan berwana kuning.

" APA ADA YANG PUNYA BOLPOINT? " Teriak Emy pada orang sekitarnya.

" AKU PUNYA! INI NONA! " teriak seseorang diantara kerumunan, ternyata seorang pelajar.

" Terima kasih! " ucap Emy ketika pelajar itu mendekat dan memberinya bolpoint.

Emy memereteli / membongkar bolpoint itu dan menyisakan selontongnya saja lalu menyiramnya lagi dengan cairan kuning.

Emy menutup sedikit area yang ia gunting tadi dengan saputangannya. Ia mulai membuat lubang kecil dengan pisau bedahnya dan memasukkan selongsong bolpoint kedalamnya, tampak cairan warna merah kehitaman yang sangat kental keluar dari balpoint itu dan wanita hamil itu mulai bernafas dengan baik.

" PERMISI! ... nona apa anda dokter?"

Emy melihat kesamping kirinya ketika ada orang-orang yang sudah berjongkok disebelahnya dan menggunakan seragam Paramedik.

" Iya, saya dokter, beri dia oksigen dengan flow 20 liter dan cervical collar (alat penyangga leher), pasien sedang hamil sekitar 7-8 bulan, mengalami dyspnea (kesulitan bernafas) karena hermothorax ( penumpukan darah di rongga dada). Apa kau bawa ultrasound doppler ?" sahut Emy, dan petugas paramedik segera melakukan perintah Emy.

" Ada di mobil dokter! " Jawabnya sembari mengangkat wanita itu ke atas tandu dan memasukkannya kedalam Ambulan.

Emy ikut masuk, mengikuti pasien pertamanya didalam Ambulan.

Paramedik memasang USD ( ultrasound doppler = alat pendeteksi detak jantung janin) dan memasang infus pada lengan wanita itu. Emy masih terus memonitor nadi selama perjalanan menuju rumah sakit

" Kalian akan mengantar ke rumah sakit mana? " tanya Emy

" Rumah Sakit Emerald Internasional, dokter!" jawab paramedik

" Baiklah! Aku bekerja disana, aku telpon IGD sebentar."

Tanpa menunggu jawaban dari paramedik, Emy mengambil telpon genggamnya dan menekan tombol cepat IGD Rumah Sakit Emerald.

" Hallo.." dalam 1 deringan sudah ada jawaban dari seberang.

" Aku Profesor Emy Sie bagian bedah Umum, segera siapkan mobile rontgen*(rontgen yang bisa ditarik kesana kemari) dan minta konsul ke bagian OB-GYN segera. Pasien hamil 7-8 bulan dan mengalami hemothorax*, jantung bayi terus melemah, saat ini 60 BPM. Mengalami PROM (premature rupture of membranes / pecah ketuban sebelum waktunya) kami akan tiba sekitar..." Emy melihat kearah paramedik dan memberi isyarat dengan matanya, paramedik itu sepertinya mengerti dan melihat kearah jamnya " 7 menit" Jawabnya.

" Kami akan sampai dalam 7 menit!" lanjut Emy dan memutuskan sambungan telponnya.

Emy dan paramedik terus memantau vital wanita itu dan bayinya.

tit..tit..tit

Monitor jantung wanita itu mulai melemah.

" DEFIBRILLATOR!" teriak Emy dan memeriksa kembali bagian dada wanita itu.

Paramedik segera mengambil AED ( Automatic External Defibrillator). Saat alat kejut jantung portable itu siap, Emy segera mengambil alih dari paramedik.

"80 JOULE!..." Petugas paramedik memprogram sesuai perintah Emy

" CLEAR!" Mereka menjauh merapat ke dinding mobil.

Emy meletakkan defibrillator ke bagian dada dan bawah dada wanita itu. Monitor masih tetap sama. Emy melihat ke USD, janin juga tambah melemah.

" 100 JOULE!.... " Emy kembali meletakkan defibrilator ke dada dan bawah dada ibu muda tadi. Paramedik mulai memprogram

"CLEAR!"

Kembali mereka menyingkir.

La yar monitor jantung mulai kembali normal.

" Nyonya ... tolong ... bertahan ... lah ... demi ... bayimu, ya..." Ucap Emy tersenggal-senggal.

Keringat mengucur ditubuhnya, tapi ia juga merasa lega, si calon ibu masih bisa bertahan.

Paramedik pun tersenyum kearah Emy yang disambut dengan senyum menawan milik Emy. Wajah si paramedik memerah lalu menundukkan kepalanya. Emy hanya bisa menggelengkan kepala melihatnya.

" Tambah oksigen flow jadi 25..." Kata Emy datar disambut anggukan dari sang paramedik.

" Aka-a (baby=bayi)... bantu ibumu ya, sayang. Bertahan, ya..."

Emy memegang perut buncit wanita itu dan berkata dengan lembut.

Sementara di gedung pencakar langit yang megah, Tae Sang duduk di kursi kebesarannya. Aura dingin terasa didalam ruangan bernuansa serba putih abu abu itu. Asisten Byun Hyuk menunduk dan tak berani mengucapkan kata kata.

" HYUK CEPAT KAU CARI TIKUS-TIKUS ITU! DAN AKU MAU LAPORAN TENTANG ITU BESOK DI MEJAKU SEBELUM JAM 9! KAU DENGAR! " bentakan Tae Sang berhasil membuat basah kemeja asisten Byun Hyuk karena keringat yang mengucur tiada henti. Byun Hyuk hanya mengiyakan dengan suara lirih.

" Kau boleh pergi sekarang!" Kata Tae Sang dingin. Tak menunggu lama, asisten Byun Hyuk segera berbalik dan mempercepat langkahnya. Ia bisa bernafas lega dan mengelus dadanya ketika sudah berada diluar ruangan Tae Sang.

" O, Tuhan. Tuan Muda kalau marah lebih seram dari ibuku ... ckckck ..." decak Asisten Byun Hyuk...

hai...tolong vote n dukung novel ini ya say...

makasih...😘😘😘

Terpopuler

Comments

Nur Ariska Amaliah

Nur Ariska Amaliah

berasa nonton Drakor.. sukaa😍

2020-09-06

0

ce_noel

ce_noel

bagus bgt cerita nya thorrr.... suka2

2020-07-05

0

Aas Asiah

Aas Asiah

syukaa

2020-07-01

0

lihat semua
Episodes
1 Janji
2 Seoul, I'm coming
3 Kontrak
4 Pernikahan
5 Pasien Pertama
6 Dokter Termuda
7 Kemo
8 Kenangan
9 Jangan Menangis
10 Menunggu
11 Canda Tawa
12 Siapa Dia Sebenarnya?
13 Adegan 18+
14 Kapan kau akan menikahiku?
15 Mereka Berdua Akan Menyesalinya?
16 Badai (1)
17 Badai (2)
18 Badai (3)
19 Gelisah
20 Bunga Apa?
21 Buket
22 Malpraktek (1)
23 Malpraktek (2)
24 Malpraktek (3)
25 Malpraktek (4)
26 Penyesalan
27 Kondisi So Hee
28 Aku Antar
29 EQ
30 Tolong bantu aku
31 Happy Birthday
32 Mike Dan Marie
33 Merawat Tae San
34 Kecurigaan Emy
35 Aku Sangat Menyukai Emy
36 Masa Lalu (1)
37 Masa Lalu (2)
38 Masa Lalu (3)
39 Masa Lalu (4)
40 Masa Lalu (5)
41 Bonus Cast
42 Masa Lalu (6)
43 Masa Lalu (7)
44 Masa Lalu (8)
45 Masa Lalu (9)
46 Penolong Emi
47 Langkah Awal
48 Kompensasi
49 Kegalauan Tae Sang
50 Aku Sungguh Mencintaimu
51 Luther, Thank You
52 Wanita Matre?
53 Meratapi Kebodohan
54 Emy, Sadarlah
55 Aku Baik Baik Saja
56 Rencana Selanjutnya
57 Kembali ke Rumah Tae Sang
58 Maaf
59 Kebijakan Rumah Sakit
60 Foto Lama
61 Pernikahan Dr.Lee
62 My Wish
63 Cuma Hobi
64 Sarapan Untuk Tae Sang
65 Viral
66 Viral Lagi...
67 Konferensi Pers
68 Berdasar Bukti Bukan Pendapat
69 Buku Rekening
70 32 Jam
71 Aku Rindu Appa
72 Adikku Yang Kuat
73 Kabar Gembira
74 Evan dan Hannah
75 Aku Kotor
76 Depresi
77 Mencari Keberadaan Emy
78 Perubahan Emy
79 Saya Hamil
80 Selayang Pandang
81 Perceraian
82 Pemindahan Aset
83 Maafkan Aku, Hannah
84 Saya Tidak Peduli
85 Keributan Di Pesta
86 Aku Harus Pergi
87 Goodbye... South Korea
88 Dia Melepaskanku
89 Titipan Emy
90 Kemarahan Evan
91 Maafkan Mama
92 Minta Tolong
93 Ibu Yang Luar Biasa
94 Jangan Pergi
95 Cukuplah Sudah
96 Kondisi Tae Sang
97 Kuatkan Diri Anda
98 Bertemu Tae Sang
99 Mikha dan Micko
100 Pengasuh Bayi
101 Desa Lauterbrunnen
102 Sahabat
103 Foto
104 Pengumuman
105 Beri Kami Mujizat
106 Namaku Kim Tae Sang
107 Apa Ini Akhirnya
108 Kesempatan Mengejarmu
109 Istri atau Calon Istri?
110 2 Wanita Berwajah Sama
111 Shock!
112 Undangan
113 Bukan Emy
114 Penyerangan
115 Ivana Eva Greninger
116 Terungkap (1)
117 Terungkap (2)
118 Keracunan
119 Dari Author
120 Menguak Kebenaran (1)
121 Menguak Kebenaran (2)
122 Menguak Kebenaran (3)
123 Siuman
124 Kamu Siapa?
125 Nyonya Kim
126 "Sepupu"
127 Penghukuman (1)
128 Penghukuman (2)
129 Penghukuman (3)
130 My Little Wife
131 Ending Helena
132 Dari Author
133 Season 2
134 Ngambek - Season 2
135 Kecelakaan - Season 2
136 Amputasi - Season 2
137 Mau Kerja - Season 2
138 Dukung Dong...
139 Kalau Ingatanmu Kembali - Season 2
140 Panggilan Kesayangan - Season 2
141 Permohonan Tae Sang - Season 2
142 I Will - Season 2
143 Emy dan Micko Menghilang - Season 2
144 Ada Apa Dengan Istriku? - Season 2
145 Rasa Sakit Kehilangan - Season 2
146 Keracunan Makanan - Season 2
147 (jika) Waktu Dapat Terulang - Season 2
148 Yu Zhen Kembali - Season 2
149 Suaramu Masih Sama - Season 2
150 Kamu Juga Sama - Season 2
151 Tae Yang! Kau Bodoh! - Season 2
152 Undangan Pernikahan - Season 2
153 Siksaan - Season 2
154 Kembali Bekerja - Season 2
155 Mesin Pintar - Season 2
156 Jeli - Season 2
157 Harus Jujur - Season 2
158 Pre-Wedding - Season 2
159 Fan Mikha - Season 2
160 Kebas - Season 2
161 Tidur Terpisah - Season 2
162 Kau Selalu Cantik - Season 2
163 Tokcer - Season 2
164 No Kissing! - Season 2
165 Dilema - Season 2
166 Rumor - Season 2
167 Dilema (2) - Season 2
168 Ultimatum Emy - Season 2
169 Tindakan Tae Yang - Season 2
170 Lucia Pingsan - Season 2
171 Menjemput Mommy - Season 2
172 Cemburu - Season 2
173 Crazy Update mau?
174 Maafkan Aku, Sayang - Season 2
175 Ocehan Lucia - Season 2
176 Tikus di Mansion - Season 2
177 Perubahan Emy - Season 2
178 6 Minggu - Season 2
179 Ada Terang Usai Badai - Season 2
180 Menghilang - Season 2
181 Mengawasi Dalam Diam - Season 2
182 Memulai Pencarian - Season 2
183 Bonus Pulsa
184 Emy In Action - Season 2
185 Emy In Action (2) - Season 2
186 Emy in Action (3) - Season 2
187 Tertembak - Season 2
188 Dalang - Season 2
189 Rasa Bersalah - Season 2
190 Pengakuan - Season 2
191 Jati Diri Yu Zhen - Season 2
192 Ia Tulus Mencintaimu - Season 2
193 Tersenyumlah - Season 2
194 Kimtae Group - Season 2
195 Mantan Narapidana - Season 2
196 Perjuangan Emy -Season 2
197 Perjuangan Emy(2) - Season 2
198 Perjuangan Emy (3) - Season 2
199 Perjuangan Emy (4) - Season 2
200 Perjuangan Emy (5) - Season 2
201 Perjuangan Emy (6) - Season 2
202 Welcome Home - Season 2
203 Gempa Bumi Lokal - Season 2
204 Jangan Pipis - Season 2
205 Baby Miguel - Season 2
206 Dad, Kau Bohong - Season 2
207 Seperti Perawan Lagi - Season 2
208 Belum Selesai - Season 2
209 Minum Susu - Season 2
210 Bertengkar - Season 2
211 Khawatir - Season 2
212 Menangislah - Season 2
213 Nasehat Joo Won - Season 2
214 Takkan Mengecewakanmu - Season 2
215 Lama - Season 2
216 Bandara - Season 2
217 Pengakuan Mengharukan
218 Cinta Yang Kuat
219 Belajar Menahan Amarah
220 Hukuman Tae Yang
221 Daddy Jahat!
222 Apes
223 Ke Indonesia
224 Jakarta
225 Demi Anakmu
226 Bejat
227 Tapi Kami Peduli
228 Kembali Ke Seoul
229 Interogasi
230 Aksi Si Kembar
231 Biang Monster
232 Berkumpul Kembali
233 Hadiah Pernikahan
234 Mansion Kim
235 Bukti
236 Operasi Yason
237 Strategi Evan
238 Aksi Luther dan Dennis
239 Mengamankan Dokumen
240 Mulai Mengumpan
241 Akan Berakhir
242 Bonus Pulsa
243 Persidangan Tae Yang
244 Bebas
245 Pemakaman
246 Pernikahan Dennis
247 Persalinan Emy
248 Akhir Shin Dae Ho
249 DARI AUTHOR
250 PENGUMUMAN
251 Baca Aku Dulu, ya
Episodes

Updated 251 Episodes

1
Janji
2
Seoul, I'm coming
3
Kontrak
4
Pernikahan
5
Pasien Pertama
6
Dokter Termuda
7
Kemo
8
Kenangan
9
Jangan Menangis
10
Menunggu
11
Canda Tawa
12
Siapa Dia Sebenarnya?
13
Adegan 18+
14
Kapan kau akan menikahiku?
15
Mereka Berdua Akan Menyesalinya?
16
Badai (1)
17
Badai (2)
18
Badai (3)
19
Gelisah
20
Bunga Apa?
21
Buket
22
Malpraktek (1)
23
Malpraktek (2)
24
Malpraktek (3)
25
Malpraktek (4)
26
Penyesalan
27
Kondisi So Hee
28
Aku Antar
29
EQ
30
Tolong bantu aku
31
Happy Birthday
32
Mike Dan Marie
33
Merawat Tae San
34
Kecurigaan Emy
35
Aku Sangat Menyukai Emy
36
Masa Lalu (1)
37
Masa Lalu (2)
38
Masa Lalu (3)
39
Masa Lalu (4)
40
Masa Lalu (5)
41
Bonus Cast
42
Masa Lalu (6)
43
Masa Lalu (7)
44
Masa Lalu (8)
45
Masa Lalu (9)
46
Penolong Emi
47
Langkah Awal
48
Kompensasi
49
Kegalauan Tae Sang
50
Aku Sungguh Mencintaimu
51
Luther, Thank You
52
Wanita Matre?
53
Meratapi Kebodohan
54
Emy, Sadarlah
55
Aku Baik Baik Saja
56
Rencana Selanjutnya
57
Kembali ke Rumah Tae Sang
58
Maaf
59
Kebijakan Rumah Sakit
60
Foto Lama
61
Pernikahan Dr.Lee
62
My Wish
63
Cuma Hobi
64
Sarapan Untuk Tae Sang
65
Viral
66
Viral Lagi...
67
Konferensi Pers
68
Berdasar Bukti Bukan Pendapat
69
Buku Rekening
70
32 Jam
71
Aku Rindu Appa
72
Adikku Yang Kuat
73
Kabar Gembira
74
Evan dan Hannah
75
Aku Kotor
76
Depresi
77
Mencari Keberadaan Emy
78
Perubahan Emy
79
Saya Hamil
80
Selayang Pandang
81
Perceraian
82
Pemindahan Aset
83
Maafkan Aku, Hannah
84
Saya Tidak Peduli
85
Keributan Di Pesta
86
Aku Harus Pergi
87
Goodbye... South Korea
88
Dia Melepaskanku
89
Titipan Emy
90
Kemarahan Evan
91
Maafkan Mama
92
Minta Tolong
93
Ibu Yang Luar Biasa
94
Jangan Pergi
95
Cukuplah Sudah
96
Kondisi Tae Sang
97
Kuatkan Diri Anda
98
Bertemu Tae Sang
99
Mikha dan Micko
100
Pengasuh Bayi
101
Desa Lauterbrunnen
102
Sahabat
103
Foto
104
Pengumuman
105
Beri Kami Mujizat
106
Namaku Kim Tae Sang
107
Apa Ini Akhirnya
108
Kesempatan Mengejarmu
109
Istri atau Calon Istri?
110
2 Wanita Berwajah Sama
111
Shock!
112
Undangan
113
Bukan Emy
114
Penyerangan
115
Ivana Eva Greninger
116
Terungkap (1)
117
Terungkap (2)
118
Keracunan
119
Dari Author
120
Menguak Kebenaran (1)
121
Menguak Kebenaran (2)
122
Menguak Kebenaran (3)
123
Siuman
124
Kamu Siapa?
125
Nyonya Kim
126
"Sepupu"
127
Penghukuman (1)
128
Penghukuman (2)
129
Penghukuman (3)
130
My Little Wife
131
Ending Helena
132
Dari Author
133
Season 2
134
Ngambek - Season 2
135
Kecelakaan - Season 2
136
Amputasi - Season 2
137
Mau Kerja - Season 2
138
Dukung Dong...
139
Kalau Ingatanmu Kembali - Season 2
140
Panggilan Kesayangan - Season 2
141
Permohonan Tae Sang - Season 2
142
I Will - Season 2
143
Emy dan Micko Menghilang - Season 2
144
Ada Apa Dengan Istriku? - Season 2
145
Rasa Sakit Kehilangan - Season 2
146
Keracunan Makanan - Season 2
147
(jika) Waktu Dapat Terulang - Season 2
148
Yu Zhen Kembali - Season 2
149
Suaramu Masih Sama - Season 2
150
Kamu Juga Sama - Season 2
151
Tae Yang! Kau Bodoh! - Season 2
152
Undangan Pernikahan - Season 2
153
Siksaan - Season 2
154
Kembali Bekerja - Season 2
155
Mesin Pintar - Season 2
156
Jeli - Season 2
157
Harus Jujur - Season 2
158
Pre-Wedding - Season 2
159
Fan Mikha - Season 2
160
Kebas - Season 2
161
Tidur Terpisah - Season 2
162
Kau Selalu Cantik - Season 2
163
Tokcer - Season 2
164
No Kissing! - Season 2
165
Dilema - Season 2
166
Rumor - Season 2
167
Dilema (2) - Season 2
168
Ultimatum Emy - Season 2
169
Tindakan Tae Yang - Season 2
170
Lucia Pingsan - Season 2
171
Menjemput Mommy - Season 2
172
Cemburu - Season 2
173
Crazy Update mau?
174
Maafkan Aku, Sayang - Season 2
175
Ocehan Lucia - Season 2
176
Tikus di Mansion - Season 2
177
Perubahan Emy - Season 2
178
6 Minggu - Season 2
179
Ada Terang Usai Badai - Season 2
180
Menghilang - Season 2
181
Mengawasi Dalam Diam - Season 2
182
Memulai Pencarian - Season 2
183
Bonus Pulsa
184
Emy In Action - Season 2
185
Emy In Action (2) - Season 2
186
Emy in Action (3) - Season 2
187
Tertembak - Season 2
188
Dalang - Season 2
189
Rasa Bersalah - Season 2
190
Pengakuan - Season 2
191
Jati Diri Yu Zhen - Season 2
192
Ia Tulus Mencintaimu - Season 2
193
Tersenyumlah - Season 2
194
Kimtae Group - Season 2
195
Mantan Narapidana - Season 2
196
Perjuangan Emy -Season 2
197
Perjuangan Emy(2) - Season 2
198
Perjuangan Emy (3) - Season 2
199
Perjuangan Emy (4) - Season 2
200
Perjuangan Emy (5) - Season 2
201
Perjuangan Emy (6) - Season 2
202
Welcome Home - Season 2
203
Gempa Bumi Lokal - Season 2
204
Jangan Pipis - Season 2
205
Baby Miguel - Season 2
206
Dad, Kau Bohong - Season 2
207
Seperti Perawan Lagi - Season 2
208
Belum Selesai - Season 2
209
Minum Susu - Season 2
210
Bertengkar - Season 2
211
Khawatir - Season 2
212
Menangislah - Season 2
213
Nasehat Joo Won - Season 2
214
Takkan Mengecewakanmu - Season 2
215
Lama - Season 2
216
Bandara - Season 2
217
Pengakuan Mengharukan
218
Cinta Yang Kuat
219
Belajar Menahan Amarah
220
Hukuman Tae Yang
221
Daddy Jahat!
222
Apes
223
Ke Indonesia
224
Jakarta
225
Demi Anakmu
226
Bejat
227
Tapi Kami Peduli
228
Kembali Ke Seoul
229
Interogasi
230
Aksi Si Kembar
231
Biang Monster
232
Berkumpul Kembali
233
Hadiah Pernikahan
234
Mansion Kim
235
Bukti
236
Operasi Yason
237
Strategi Evan
238
Aksi Luther dan Dennis
239
Mengamankan Dokumen
240
Mulai Mengumpan
241
Akan Berakhir
242
Bonus Pulsa
243
Persidangan Tae Yang
244
Bebas
245
Pemakaman
246
Pernikahan Dennis
247
Persalinan Emy
248
Akhir Shin Dae Ho
249
DARI AUTHOR
250
PENGUMUMAN
251
Baca Aku Dulu, ya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!