Sesampai di kantor Rendra disuguhi dengan amukan dari Indri yang berteriak-teriak menanyakan dirinya.
“Ada apa ini?” Teriak Rendra membuat suasana hening seketika. Indri yang melihat kedatangan mantan kekasihnya itu pun langsung datang menghampirinya dan memeluk tubuh Rendra. Semua karyawan yang sedang berkumpul saat terjadi keributan melihat kearah mereka. Rendra yang merasa risih membubarkan karyawannya dan langsung menarik Indri masuk kedalam ruangannya.
“Ada apa kamu datang kesini?” Teriak Rendra, bukan jawaban yang dapat dari mulut mantan kekasihnya, tapi Indri langsung berlutut menangis di hadapannya.
“Maafkan aku Ren! Aku sangat mencintaimu dan aku tidak mau kehilang dirimu.” Rendra yang sudah jijik melihatnya melakah pergi menjauh darinya.
“Lupakan aku! Karena sebentar lagi aku akan menikah.” Kata-kata itu sontak membuat Indri merasa kaget dan langsung berdiri menghampirinya.
“Maksud kamu apa? Aku tahu kalau kamu hanya mengada-ngada 'kan? Biar aku menjauh darimu, iya 'kan?” Ucapnya yang masih dalam tangisan sambil memegang lengan Rendra. Tapi, dia dengan cepat menepis tangannya.
“Maafkan aku! Ibu sudah mencarikanku wanita dan aku tidak bisa menolaknya. Kamu juga harus berbahagia dengan lelaki yang kamu cintai,” Ucap Rendra.
“Aku hanya mencintaimu Ren. Please! Percaya padaku!” Kembali Indri memegang tangannya. Kali ini Rendra tidak menepisnya dan membiarkan Indri memeluk tubuhnya.
“Maafkan aku! Kalau selama ini belum membahagiakan kamu, salahku yang membuat kamu berpaling, karena kesibukanku. Aku benar akan menikah, ibu sudah menyiapkan calon untukku dan aku tidak bisa menolak itu, berbahagialah!!” Ucapnya sambil melepas pelukan Indri. Indri yang wajahnya sudak penuh dengan air mata menatap tajam pada Rendra.
“Aku tidak akan pernah berfikir kalau kita putus dan pernikahanmu? Persetan dengan semua itu.” Indri langsung berbalik badan lari menjauh keluar. Rendra melempar kasar tubuhnya di atas sofa, mencubit keningnya. 'Tuhan apa yang harus aku lakukan?' ucapnya pelan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Seperti biasa di jam istirahat Ratih mengantarkan bekal untuk calon menantunya. Dia sama sekali tidak keberatan untuk melakukan semua itu demi mendapatkan hati Riana. Setidaknya dengan mendapatkan hatinya, Ratih bisa lebih tenang untuk menjodohkan Rendra padanya.
“Selamat siang, selamat datang,” Teriak Riana di balik rak ketika bel pintu berbunyi. Ratih masuk dan langsung menghampiri Salsa yang sedang duduk manis di bangku untuk para konsumen, sambil memainkan boneka kesayangannya. Saat berdiri Riana tersenyum melihat Salsa yang sedang bermain tertawa bersama wanita yang kini dia sayangi.
“Ibu Ratih?” Sapa Ria menghampirinya, Ratih tersenyum dan seperti biasa dia menyodorkan paper bag yang berisikan makanan.
“Ibu, Ria jadi ga enak kalau Ibu selalu bersikap sebaik ini dengan Ria.”
“Kenapa harus ga enak? Katanya kamu sudah menganggap Ibu sebagai Ibu kamu, jadi wajar dong kalau seorang Ibu perhatian pada anaknya!” Ria tersenyum lebar mendengar itu, dia pun mengambil paper bag-nya dan langsung duduk di sebelah anaknya.
“Tunggu sebentar ya, Sayang! Kita akan makan bareng dengan seseorang yang akan Ibu kenalkan padamu.” Memang sebelumnya Ratih menelpon anaknya agar makan siang di luar bersamanya dan Rendra menuruti perintah sang Ibu. Ria mengangguk, dia berjalan menuju pintu toko untuk membalikan tulisan buka menjadi toko ini tutup sementara, sedang istirahat.
Tring .... --Suara pintu berbunyi--. Riana merasa kaget dengan kedatangan pria tinggi tampan dan menghampiri ketiganya.
“Siang, Ibu,” Sapanya sambil mencium punggung tangan Ratih.
'Ini anak Ibu Ratih? Kenapa dia kesini? Dan kenapa dia harus makan bareng bersama?' Berjuta pertanyaan muncul di benak Riana dengan seketika.
“Ria, kenalin ini Rendra anak Ibu dan Mas kenalin ini Riana dan ini anaknya,” Rendra mengulurkan tangannya begitupun dengan Riana.
“... Dan Mas, dia dalah wanita pilihan Ibu,” Ucapan Ratih seketika membuat Rendra sangat kaget menatap tajam ke arah ibunya.
'Whaaaat? Ibu ga salah mau menjodohkan anaknya yang masih bujang ini dengan seorang janda?' Ingin sekali kata-kata itu dia tanyakan pada ibunya.
“Maaf!!” Ucapnya pada Riana dan menarik ibunya keluar dari toko. Riana mengkerutkan dahinya dengan maksud dari Ratih dan reaksi dari Rendra.
“Jadi, Ibu mengajak makan siang sama Mas mau kenalin Rendra sama dia? Bu, Mas masih perjaka, masa iya Mas harus menikahi seorang janda?”
“Jaga mulut kamu, Mas!! Memangnya kenapa kalau dia seorang janda? Ada yang salah? Pokoknya setuju atau ga setuju, ibu mau Kamu menikahinya minggu depan, kalau tidak Ibu tidak akan pernah mengangapmu sebagai anak!!” Ancam Ratih membuat Rendra kaget mendengarnya.
“Bu, kenapa sih Ibu mau membuat Rendra menderita. *P*lease Bu! Jangan seperti ini?”
“Ibu melakukan ini, karena ibu sayang sama kamu Mas.Menurut Ibu, Ria adalah wanita yang pantas untuk menjadi pendampingmu. Keputusan ada di tangan Kamu, menikah atau kamu mau Ibu tidak mengangap Kamu anak?” Ratih melangkahkan kakinya masuk kembali ke dalam toko.
SHIT, ucapnya pelan sambil mencubit keningnya. Rendra menarik nafas dalam dan dengan terpaksa mengikuti langkah ibunya masuk ke dalam.
Ratih tersenyum melihat Rendra mengikuti langkahnya, itu berarti anaknya menyetujui keputusannya untuk menikahi gadis pilihannya.
'Tenang saja mas dia tidak seperti yang kamu pikirkan' ucap Ratih dalam hati. Ratih membantu Ria menata makanan di atas meja dan mereka pun menikmati bersama makan siang yang sudah disiapkan oleh Ratih.
.
.
.
.
.
~ Bersambung
Bagaimana jawaban Riana nanti tentang lamaran yang dadakan oleh Ratih???
ikuti terus kisahnya yaaaa...
jangan lupa like dan komen
terimakasih sudah mengikuti novel ini
keep smile...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 173 Episodes
Comments
Alvika cahyawati
udah mas terima sj km ngk bakal nyesel kok janda cm status tp sebenarnya dia masih perawan
2023-02-03
1
rezki lestari arief
lah katanya gak cinta???? hmmm tipikal cowok plin plan
2023-01-06
2
⁷🇳🇮🇩🇦
jangan asal ngomong aja kamu. belum atau aja klo sbntrnya dia msih perawan
2022-06-13
0