BAB 2 - Penasaran

Queen Hospital

Pagi yang cerah, itu alasan kenapa Callista sangat menyukai shift pagi. Karena dia menyukai ketika ia berangkat kerja sudah disambut dengan matahari pagi, yang menurut Callista matahari pagi sangat menyejukan dan membuat semangat untuk memulai pekerjaan.

Seperti biasa semua orang akan tertuju pada dokter muda cantik yang berjalan memasuki lobby rumah sakit.

“Dokter Callista, dok ada pasien VIP dok, pasiennya dokter kevin dok. Tapi Dokter Kevin hari ini shift malam. Bisakah dokter menggantikan Dokter Kevin?" Tanya perawat Amora.

“Ya saya periksa sekarang” Jawab Callista.

Callista melangkah dan mulai memeriksa pasien tersebut. Seorang pria paru baya yang masih sangat tampan dan tubuh yang masih tegap diusianya yang sudah tidak muda lagi.

"Wajah ini mengingatkan ku dengan seseorang. ah mungkin hanya halusinasi saja “ Gumam Callista dalam hati.

“Hallo Tuan Renaldy, selamat pagi saya Dokter Callista. Pegganti Dokter Kevin Karena Dokter Kevin shift malam hari in." Ucap Callista sambil tersenyum.

“Hallo Dokter Callista, dokter masih muda dan sangat cantik” Saut Gio yang kagum dengan dokter yang ada di hadapannya, masih muda dan sangat cantik.

“Ini sangat cocok dengan Daniel” Batin Gio.

“Terimakasih Tuan, saya liat dari catatan medis Tuan dulunya perokok aktif? Apa sekarang Tuan masih merokok?” Tanya Callista.

“Tidak dok, saya sudah berhenti merokok setahun yang lalu. Mengingat anak-anak saya masih belum menikah. Saya belum mau mati terlebih dahulu.” Gio sambil tersenyum.

Callista tersenyum dan mengingat ayahnya yang belum melihat kakaknya menikah. Sampai detik ini Callista tidak pernah mengecek kesehatan ayahnya. Sepertinya dia harus pulang dan membujuk ayahnya untuk mengecek kesehatan. Mengingat ayah dan ibunya sudah berusia lanjut.

“Tuan, kesehatan anda sangat baik jaga pola makan dan ini saya resepkan vitamin." Ucap Callista.

“Terimakasih dok, saya baru pulang dari Italia, langsung kesini untuk periksa kesehatan sebelum bertemu anak dan istri saya.” Jawab Gio.

“Tuan saya ikut senang mendengarnya. Dan suatu kehormatan bagi saya bisa memeriksa Tuan Gio Renaldy.” Ucap Callista sambil tersenyum.

Gio tersenyum dan berjalan melangkah keluar, sedangkan callista menyelesaikan tugasnya memeriksa pasien serta mengejar beberapa laporan yang sudah di minta.

Waktu berjalan cepat, tiba waktunya Callista menemui pria yang sudah membayar kerusakan di cafe karena ulahnya menghajar pengawal ayahnya.

Siapa suruh mereka hanya membawa 4 orang.

Di butuhkan 20 orang pengawal agar bisa menyeret Callista pulang ke mansion mewah milik Hutomo Family.

“Ah akhirnya selesai juga. hem harusnya ini masih terlalu cepat. Tidak apalah biar saja biar cepat selesai urusan dengan pria itu” Gumam Callista sambil mencari kartu nama pria itu di dompet hermes kesayangannya.

Callista hari ini mengenaka navy dress lengan pendek di atas lutut, dengan heels 12 cm. Dan tidak lupa tas hermesnya serta rambut terurai panjang warna coklat yang berkilau. Juga kacamata hitam yang di pakai. Callista memang sangat menjaga setiap penampilannya agar selalu tampak sempurna. Sepertinya memang dia harus kembali kerumah karena beberapa tas koleksinya belum dia bawa.

Dengan kecepatan sedang Callista mengendarai mobil ferari merah miliknya yang baru saja di belikan ibunya.

Sesampainya di Renaldy Company Callista kagum dengan perusahaan milik pria ini sangat lah besar. Bahkan lebih besar dari milik perusahaan ayahnya.

"Pantas saja dia terlihat angkuh. Pasti dia anak orang kaya, yang hanya mengandalkan harta orang tuanya saja. ah ini tidak beda dengan ka Jessicaa" Gumam Callista dalam hati.

Sesampainya dilobby semua mata tertuju dengan penampilan Callista yang menawan. Tidak lupa Callista melepas kacamata hitamnya, dan meletakan kacamata hitamnya di atas kepalanya.

“Permisi, saya Callista saya ingin bertemu dengan Tuan Daniel. Ini kartu namanya, saya sudah ada janji dengan Tuan Daniel” Ucap Callista sambil memperlihatkan kartu nama Daniel yang diberikan Daniel saat di cafe.

“Sebentar Nona, mohon ditunggu” Jawab receptionist.

“Nona, anda bisa naik langsung ke lantai 45 itu ruangan khusus Tuan Daniel” Ucap receptionist.

“Baik Terimakasih” Saut Callista.

“Siapa gadis itu? dia sangat cantik dan menawan. Pasti dia berasal dari keluarga kaya atau dia seorang model yang mencari pria kaya." Ucap receptioinist lainnya.

“Bisa jadi, ah tapi sudah lah jangan mencari masalah dia tamu CEO kita." Ujar Receptionist lainnya.

Callista tidak sengaja mendengar ucapan receptionist. Awalnya callista ingin menghajar receptionist itu. Tapi dia pikir mereka hanya wanita lemah paling sekali tonjok mereka sudah koma di rumah sakit. Biarlah habis bertemu dengan Daniel dia akan membayarnya dan setelah itu pergi.

Sesampainya di lantai 45 Callista berjalan kearah secretary yang sudah berdiri menyambut kedatangan tamu.

“Hallo selamat siang, saya Angelica secretary Tuan Daniel apa anda Nona Callista?” Tanya Angelica dengan senyum ramah.

“Selamat siang, iya saya Callista”

“kalau begitu nona mari ikut saya” Ucap Angelica

“Nona, Tuan Daniel masih ada meeting dengan client. Mogon di tunggu"

“Baik Terimakasih” saut Callista

Callista berjalan masuk ke ruanh kerja Daniel dan ia mulai duduk di sofa.

“Kenapa pria itu membuat aku menunggu. Menunggu adalah hal yang paling dibenci. Daniel sepertinya memang pandai mencari secretary. Tidak hanya cantik tapi secretarynya sangat sexy. Sepertinya dia betah dikantor” Gumam Callista dalam hati.

Di dalam ruangan Daniel, Callista kagum dengan ruangan yang sangat besar dan mewah. Ruangan milik Daniel lebih besar dari ruang kerja milik ayahnya.

"Hem sepertinya Daniel sangat suka lukisan" Gumam Callista sambil melihat lukisan di ruangan Daniel sangat mewah.

Tidak terasa Callista 1 jam sudah menunggu Daniel namun Daniel masih belum selesai meeting. Callista mulai habis kesabaran, saat callista bangun dan ingin jalan keluar ruangan.

Ceklek

Suara pintu terbuka

“Sepertinya nona bukan tipe orang yang sabaran” Ucap daniel sambil menaikan alisnya

“Tuan Daniel, saya sudah menunggu anda 1 jam itu sangat lama. Baiklah Tuan berapa yang saya harus bayar untuk kemarin?" tanya Callista sambil mengeluarkan cek dan penanya.

“Nona, sabarlah mari kita berbincang sebentar” Jawab Daniel sambil jalan kearah sofa.

“Baiklah”

“Sekarang Tuan Daniel, apa yang anda ingin bicarakan?” Tanya Callista sambil tersenyum.

“Siapa nama kepanjangan mu? Dan apa pekerjaan mu?” Tanya Daniel

“Baiklah, karena kita belum berkenalan mari kita berkenalan sekarang.Nama saya Rebbeca Callista Bianca, pekerjaan saya adalah Dokter ” Jawab Callista sambil mengulurkan tangan kearah daniel.

“Kau dokter? pekerjaan yang bagus ” Ujar Daniel sambil menyambut ulura tangan ke arah Callista.

“Saya Daniel, nama lengkap saya sesuai di kartu nama yang sudah saya berikan pada mu. Dan untuk pekerjaan sepertinya anda sudah mengetahuinya. kalau boleh tahu, siapa nama keluarga mu?” Tanya Daniel kembali.

“Tuan sepertinya itu bukan hal yang penting, mohon maaf saya tidak bisa memberi tahu.” Jawab Callista.

“Kenapa dia bertanya tentang nama belakang ku, kalau sampai dia tahu siapa papa ku, atau jangan- jangan dia rekan bisnis papa. Bisa gawat dia bisa menceritakan dia melihat aku menghajar anak buah papa" Gumam Callista dalam hati.

“Baiklah kalau begitu, tapi Callista untuk hutang anda saya tidak mau dibayar oleh uang. Uangku sudah sangat banyak" Ucap Daniel sambil menaikan alisnya.

"Sombong sekali dia, memang dia ini yang punya Bank of America?sampai bilang uangnya sangat banyak" Gumam Callista dalam hati.

“Lalu anda mau dibayar pakai apa Tuan?” tanya Callista.

“Besok malam kosongkan jadwal mu dan makan malam dengan ku" Jawab Daniel santai.

“Bayaran yang sangat berat. Baiklah ini kartu nama saya. Anda bisa menghubungi saya. Kalau begitu saya permisi dulu, karena saya sangat lelah hari ini." Saut Callista sambil menyerahkan kartu namanya.

“Dokter specialist bedah di Queen Hospital” Daniel membaca kartu nama yang diberikan Callista.

“Queen hospital? Hemm sangat menarik, sepertinya aku bisa membuat mu terkejut nanti”Batin Daniel.

Callista berjalan keluar menuju lift. Sedangkan Daniel terus menatap punggung callista sampai menghilang dari pandangannya.

Dengan cepat daniel menelpon assistant Harry.

“Herry, cepat ke ruangan saya” Perintah Daniel.

“Baik Tuan” Jawab Assistant Herry.

“Saya mau kamu selidiki gadis tadi. Namanya Rebbeca Callista Bianca. Saya mau tentang dia secara detail siapa keluarga, pekerjaan dan kekasihnya. Saya beri waktu kamu 2 hari untuk mencari tahu” Perintah Daniel.

“Baik Tuan, tapi Tuan jika dilihat dari penampilan dan mobil yang dia kendarai dia bukan gadis dari kalangan biasa Tuan." Ucap assistat Harry

“Iya saya tahu. Tapi saya hanya penasaran kenapa dia tidak mau menyebutkan nama keluarganya”

“Iya Tuan, saya pastikan saya akan mendapatkan data lengkap mengenai nona cantik itu” Ucap asistant Harry

***

Baca juga karya author yang lain yaa.

"Love in Milan"

Baca yaaa

Terimakasih atas dukungannya

Jangan lupa like, coment dan vote yang banyak yaa.

Terpopuler

Comments

Windi Carolina

Windi Carolina

horang kaya..yang rendah hati👍😍

2022-10-22

0

Zahra

Zahra

anak2 sultan😄😄😄

2021-12-15

0

Kastinah

Kastinah

Calista yang mau dijodohkan sama momy Daniel

2021-12-01

0

lihat semua
Episodes
1 PROLOG
2 BAB 1 - Gadis Tangguh
3 BAB 2 - Penasaran
4 BAB 3 - Bertemu Rossalinda
5 BAB 4 - Kunjungan Pemegang Saham
6 BAB 5 - Alexa Club
7 BAB 6 - Pertemuan dengan Leonard Company
8 BAB 7 - Usaha Mike
9 BAB 8 - Daniel Cemburu
10 BAB 9 - Pertemuan dengan Keluarga Adam
11 BAB 10 - Callista Vs Rossalinda
12 BAB 11 - Rencana Rossa
13 BAB 12 - Salah Tangkap
14 BAB 13 - Tertembak
15 BAB 14 - Daniel Siuman
16 BAB 15 - Pertunangan Jessica dan Adam
17 BAB 16 - Rencana Liburan
18 BAB 17 - Hari Pertama di Tokyo
19 BAB 18 - Identitas Callista
20 BAB 19 - Ancaman Seorang Ibu
21 BAB 20 - Tangis Callista
22 BAB 21 - Tekejut
23 BAB 22 - Bertemu Kembali
24 BAB 23 - Kisah Masa Lalu
25 BAB 24 - Terbongkar I
26 BAB 25 - Terbongkar II
27 BAB 26 - Menyusul Callista I
28 BAB 27 - Menyusul Callista II
29 BAB 28 - Kebenaran
30 BAB 29 - Perjuangan Daniel I
31 BAB 30 - Perjuangan Daniel II
32 BAB 31 - Pertemuan Alice dan Alin
33 BAB 32 - Menghabiskan Waktu Bersama
34 BAB 33 - Pulang ke Los Angeles
35 BAB 34 - Merasa Tidak Enak
36 BAB 35 - Takdir Dari Tuhan
37 BAB 36 - Pertemuan Gio dan Michael
38 BAB 37 - Amarah Debora
39 BAB 38 - Pemilik Saham di Leonard Company
40 BAB 39 - Ungkapan Hati Edward
41 BAB 40 - Persiapan Ulang Tahun Callista
42 BAB 41 - Pesta Ulang Tahun Callista
43 BAB 42 - Hadiah Special Dari Daniel
44 BAB 43 - Sarapan Bersama
45 BAB 44 - Makan Siang Bersama Daniel
46 BAB 45 - Perusahaan Baru
47 BAB 46 - Grace Bahagia
48 BAB 47 - Kenyataan Pahit
49 BAB 48 - Kekhawatiran Callista
50 BAB 49 - Amarah Callista
51 BAB 50 - Penggunaan Kuasa
52 BAB 51 - Tatapan Tajam Daniel
53 BAB 52 - Konferensi Pers
54 Bab 53 - Alister Company
55 BAB 54 - Berdamai
56 BAB 55 - Rencana Pernikahan Jessica
57 BAB 56 - Gangguan
58 BAB 57 - Pertemuan Keluarga
59 BAB 58 - Pesta Pernikahan Jessica
60 BAB 59 - Berita Buruk
61 BAB 60 - Pengkhianat
62 BAB 61 - Amarah Michael
63 BAB 62 - Perlindungan Daniel
64 BAB 63 - Ancaman Ronald
65 BAB 64 - Bersama Grace
66 BAB 65 - Perlawanan Callista
67 BAB 66 - Pertolongan Daniel
68 BAB 67 - Rumah Sakit
69 BAB 68 - Menjelang Pernikahan
70 BAB 69 - Pernikahan Daniel dan Callista
71 PENGUMUMAN
72 BAB 70 - Kebersamaan Daniel dan Callista
73 BAB 71 - Persiapan Bulan Madu
74 BAB 72 - Renaldy Company
75 BAB 73 - Olivia dan Taylor
76 BAB 74 - Bulan Madu I
77 BAB 75 - Bulan Madu II
78 BAB 76 - Bulan Madu III
79 BAB 77 - Bulan Madu IV
80 BAB 78 - Persiapan ke Amsterdam
81 BAB 79 - Amsterdam I
82 BAB 80 - Amsterdam II
83 BAB 81 - Amsterdam III
84 BAB 82 - Kesempatan Olivia
85 BAB 83 - Obrolan Malam
86 BAB 84 - Kabar Tentang Perusahaan
87 BAB 85 - Grand Opening Hotel Edward
88 BAB 86 - Pulang ke Los Angeles
89 BAB 87 - Perusahaan Jessica
90 BAB 88 - Mendapat Informasi
91 BAB 89 - Tidak Pernah Bosan
92 BAB 90 - Linfard Company
93 BA 91 - Hutomo Mansion
94 BAB 92 - Informasi Lagi
95 BAB 93 - Kunjungan Callista
96 BAB 94 - Hukuman Daniel
97 BAB 95 - Renaldy Mansion
98 BAB 96 - Saran Gio
99 BAB 97 - Rencana Daniel
100 BAB 98 - Penyerahan Saham 35%
101 BAB 99 - Penolakan Callista
102 BAB 100 - Grace dan Edward
103 BAB 101 - Kepanikan Edward
104 BAB 102 - Amarah Daniel
105 BAB 103 - Perlawanan Grace
106 BAB 104 - Pertolongan Untuk Grace
107 BAB 105 - Perasaan Aneh
108 BAB 106 - Curahan Hati Grace
109 BAB 107 - Melamar Olivia
110 BAB 108 - Bertemu Esme
111 BAB 109 - Berkunjung Ke Kantor Daniel
112 BAB 110 - Kejujuran Edward
113 BAB 111 - Persiapan Ulang Tahun Michael
114 BAB 112 - Pesta Ulang Tahun Michael
115 BAB 113 - Tertembak
116 BAB 114 - Kepanikan Daniel
117 BAB 115 - Memberikan Pelajaran
118 BAB 116 - Usaha Esme
119 BAB 117 - Kecemasan Alice
120 BAB 118 - Menenangkan Alice
121 BAB 119 - Kebahagiaan Daniel
122 BAB 120 - Berkumpul
123 BAB 121 - Kunjungan Esme
124 BAB 122 - Kepulangan Callista
125 BAB 123 - Olivia berkunjung Ke Mansion Callista
126 BAB 124 - Obrolan Daniel dan Callista
127 BAB 125 - Fitting Gaun Pengantin Olivia
128 BAB 126 - Pertemuan Dengan Ibunya Edward
129 BAB 127 - Rapat Pemegang Saham I
130 BAB 128 - Rapat Pemegang Saham II
131 BAB 129 - Mobil Baru
132 BAB 130 - Part Dihapus
133 BAB 131 - Part Dihapus
134 BAB 132 - Part Dihapus
135 BAB 133 - Part Dihapus
136 BAB 134 - Part Dihapus
137 BAB 135 - Part DiHapus
138 BAB 136 - Part Dihapus
139 BAB 137 - Part Dihapus
140 BAB 138 - Part Dihapus
141 BAB 139 - Part Dihapus
142 BAB 140 - Part Dihapus
143 BAB 141 - PART DIHAPUS
144 BAB 142 - PART DIHAPUS
145 BAB 148 - PART DIHAPUS
146 BAB 183 - Menangkap Rossa
147 BAB 184 - Sangat Aktif dan Sehat
148 BAB 185 - Kabar Esme
149 BAB 186 - Tunggu Semuanya Selesai
150 BAB 187 - Welcome Baby Boy
151 BAB 188 - Kenneth Rennaldy
152 BAB 189 -END
153 AUTHOR
154 Pengumuman
Episodes

Updated 154 Episodes

1
PROLOG
2
BAB 1 - Gadis Tangguh
3
BAB 2 - Penasaran
4
BAB 3 - Bertemu Rossalinda
5
BAB 4 - Kunjungan Pemegang Saham
6
BAB 5 - Alexa Club
7
BAB 6 - Pertemuan dengan Leonard Company
8
BAB 7 - Usaha Mike
9
BAB 8 - Daniel Cemburu
10
BAB 9 - Pertemuan dengan Keluarga Adam
11
BAB 10 - Callista Vs Rossalinda
12
BAB 11 - Rencana Rossa
13
BAB 12 - Salah Tangkap
14
BAB 13 - Tertembak
15
BAB 14 - Daniel Siuman
16
BAB 15 - Pertunangan Jessica dan Adam
17
BAB 16 - Rencana Liburan
18
BAB 17 - Hari Pertama di Tokyo
19
BAB 18 - Identitas Callista
20
BAB 19 - Ancaman Seorang Ibu
21
BAB 20 - Tangis Callista
22
BAB 21 - Tekejut
23
BAB 22 - Bertemu Kembali
24
BAB 23 - Kisah Masa Lalu
25
BAB 24 - Terbongkar I
26
BAB 25 - Terbongkar II
27
BAB 26 - Menyusul Callista I
28
BAB 27 - Menyusul Callista II
29
BAB 28 - Kebenaran
30
BAB 29 - Perjuangan Daniel I
31
BAB 30 - Perjuangan Daniel II
32
BAB 31 - Pertemuan Alice dan Alin
33
BAB 32 - Menghabiskan Waktu Bersama
34
BAB 33 - Pulang ke Los Angeles
35
BAB 34 - Merasa Tidak Enak
36
BAB 35 - Takdir Dari Tuhan
37
BAB 36 - Pertemuan Gio dan Michael
38
BAB 37 - Amarah Debora
39
BAB 38 - Pemilik Saham di Leonard Company
40
BAB 39 - Ungkapan Hati Edward
41
BAB 40 - Persiapan Ulang Tahun Callista
42
BAB 41 - Pesta Ulang Tahun Callista
43
BAB 42 - Hadiah Special Dari Daniel
44
BAB 43 - Sarapan Bersama
45
BAB 44 - Makan Siang Bersama Daniel
46
BAB 45 - Perusahaan Baru
47
BAB 46 - Grace Bahagia
48
BAB 47 - Kenyataan Pahit
49
BAB 48 - Kekhawatiran Callista
50
BAB 49 - Amarah Callista
51
BAB 50 - Penggunaan Kuasa
52
BAB 51 - Tatapan Tajam Daniel
53
BAB 52 - Konferensi Pers
54
Bab 53 - Alister Company
55
BAB 54 - Berdamai
56
BAB 55 - Rencana Pernikahan Jessica
57
BAB 56 - Gangguan
58
BAB 57 - Pertemuan Keluarga
59
BAB 58 - Pesta Pernikahan Jessica
60
BAB 59 - Berita Buruk
61
BAB 60 - Pengkhianat
62
BAB 61 - Amarah Michael
63
BAB 62 - Perlindungan Daniel
64
BAB 63 - Ancaman Ronald
65
BAB 64 - Bersama Grace
66
BAB 65 - Perlawanan Callista
67
BAB 66 - Pertolongan Daniel
68
BAB 67 - Rumah Sakit
69
BAB 68 - Menjelang Pernikahan
70
BAB 69 - Pernikahan Daniel dan Callista
71
PENGUMUMAN
72
BAB 70 - Kebersamaan Daniel dan Callista
73
BAB 71 - Persiapan Bulan Madu
74
BAB 72 - Renaldy Company
75
BAB 73 - Olivia dan Taylor
76
BAB 74 - Bulan Madu I
77
BAB 75 - Bulan Madu II
78
BAB 76 - Bulan Madu III
79
BAB 77 - Bulan Madu IV
80
BAB 78 - Persiapan ke Amsterdam
81
BAB 79 - Amsterdam I
82
BAB 80 - Amsterdam II
83
BAB 81 - Amsterdam III
84
BAB 82 - Kesempatan Olivia
85
BAB 83 - Obrolan Malam
86
BAB 84 - Kabar Tentang Perusahaan
87
BAB 85 - Grand Opening Hotel Edward
88
BAB 86 - Pulang ke Los Angeles
89
BAB 87 - Perusahaan Jessica
90
BAB 88 - Mendapat Informasi
91
BAB 89 - Tidak Pernah Bosan
92
BAB 90 - Linfard Company
93
BA 91 - Hutomo Mansion
94
BAB 92 - Informasi Lagi
95
BAB 93 - Kunjungan Callista
96
BAB 94 - Hukuman Daniel
97
BAB 95 - Renaldy Mansion
98
BAB 96 - Saran Gio
99
BAB 97 - Rencana Daniel
100
BAB 98 - Penyerahan Saham 35%
101
BAB 99 - Penolakan Callista
102
BAB 100 - Grace dan Edward
103
BAB 101 - Kepanikan Edward
104
BAB 102 - Amarah Daniel
105
BAB 103 - Perlawanan Grace
106
BAB 104 - Pertolongan Untuk Grace
107
BAB 105 - Perasaan Aneh
108
BAB 106 - Curahan Hati Grace
109
BAB 107 - Melamar Olivia
110
BAB 108 - Bertemu Esme
111
BAB 109 - Berkunjung Ke Kantor Daniel
112
BAB 110 - Kejujuran Edward
113
BAB 111 - Persiapan Ulang Tahun Michael
114
BAB 112 - Pesta Ulang Tahun Michael
115
BAB 113 - Tertembak
116
BAB 114 - Kepanikan Daniel
117
BAB 115 - Memberikan Pelajaran
118
BAB 116 - Usaha Esme
119
BAB 117 - Kecemasan Alice
120
BAB 118 - Menenangkan Alice
121
BAB 119 - Kebahagiaan Daniel
122
BAB 120 - Berkumpul
123
BAB 121 - Kunjungan Esme
124
BAB 122 - Kepulangan Callista
125
BAB 123 - Olivia berkunjung Ke Mansion Callista
126
BAB 124 - Obrolan Daniel dan Callista
127
BAB 125 - Fitting Gaun Pengantin Olivia
128
BAB 126 - Pertemuan Dengan Ibunya Edward
129
BAB 127 - Rapat Pemegang Saham I
130
BAB 128 - Rapat Pemegang Saham II
131
BAB 129 - Mobil Baru
132
BAB 130 - Part Dihapus
133
BAB 131 - Part Dihapus
134
BAB 132 - Part Dihapus
135
BAB 133 - Part Dihapus
136
BAB 134 - Part Dihapus
137
BAB 135 - Part DiHapus
138
BAB 136 - Part Dihapus
139
BAB 137 - Part Dihapus
140
BAB 138 - Part Dihapus
141
BAB 139 - Part Dihapus
142
BAB 140 - Part Dihapus
143
BAB 141 - PART DIHAPUS
144
BAB 142 - PART DIHAPUS
145
BAB 148 - PART DIHAPUS
146
BAB 183 - Menangkap Rossa
147
BAB 184 - Sangat Aktif dan Sehat
148
BAB 185 - Kabar Esme
149
BAB 186 - Tunggu Semuanya Selesai
150
BAB 187 - Welcome Baby Boy
151
BAB 188 - Kenneth Rennaldy
152
BAB 189 -END
153
AUTHOR
154
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!