Yang Shu dan keempat muridnya saat ini sedang menikmati ikan bakar. Terlihat keempat muridnya begitu makan dengan lahap.
"Guru, apa perjalanan kita masih jauh?" Jing Mi mulai membuka pembicaraan.
Yang Shu mengusap-usap kumis dan janggutnya, dia kemudian melihat wajah keempat muridnya yang seakan menunggu jawaban dari dirinya.
"Ehm... Guru tidak ingin mematahkan semangat kalian, tapi kita membutuhkan waktu paling lama dua setengah bulan untuk bisa sampai ke Sekte Bunga Lotus,"
Jing Mi, "Ja-jadi kita harus rerus di hutan selama Itu?!"
Xiao Lu, "Aku tidak tahu apa kita sanggup..."
Kedua anak itu terlihat lesu, mereka tidak percaya akan mengatakan ini. Tapi, mereka benar-benar sudah lelah berjalan.
Yang Shu kembali berbicara, "Kakek tidak mengatakan kita akan selamanya berada di hutan selama dua setengah bulan. Setelah melewati hutan, kita akan menemukan desa, kemudian melanjutkan perjalanan melewati pasar. Jadi tidak selamanya kita berada di dalam hutan,"
Xiao Lu, "Haah... Syukurlah. Setidaknya kita masih punya harapan untuk bertemu dengan orang lain."
Jing Mi, "Yaah... Aku juga merasa lega,"
Yang Shu, "Kakek juga tidak lupa untuk menjelaskan ini kepada kalian. Banyak bahaya di dalam hutan, jadi kalian harus selalu waspada dan berhati-hati."
Qi Xuan dan ketiga saudaranya mengangguk. Saat selesai makan, mereka kembali melanjutkan perjalanan. Kali ini, mereka tidak harus bertarung dengan terik matahari.
"Kakek, apa Rumput Bawang kita masih ada?" Xiao Lu bertanya sambil menoleh ke arah Yang Shu.
"Rumput Bawangnya masih ada tiga, tapi Lu'Er tidak perlu khawatir. Tempat minum kita sudah Kakek isi penuh dan hutan ini juga penuh dengan buah berair..." Yang Shu mengusap pelan kepala cucunya, pandangan matanya kemudian mengarah kepada Xiao Shuxiang, Qi Xuan dan Jing Mi yang berjalan cukup jauh di depannya.
Qi Xuan dan Xiao Shuxiang terlihat serius mendengarkan cerita Jing Mi. Sepanjang perjalanan, Jing Mi terus mengoceh tanpa henti. Dia menceritakan tentang kisah pamannya dan juga kedai makanan mereka di desa.
Cerita Jing Mi dimulai dari dirinya yang terus memuji bebek asap pamannya, kemudian diakhiri dengan cerita yang mengisahkan tentang pengalaman pamannya di kota besar.
"... Kudengar kota besar itu memiliki banyak rumah bagus! Penuh dengan lampu berwarna dan sepanjang hari selalu ramai...!" Jing Mi begitu antusias, matanya terlihat berbinar-binar saat membayangkan cerita dari pamannya.
Qi Xuan, "Aku tidak pernah melihat kota, tapi kuharap tempat itu memang bagus seperti yang kau katakan Saudara Jing,"
Jing Mi, "Tentu saja bagus! Dan yang harus kalian tahu, di kota besar itu ada banyak gadis yang cantik. Aku juga pernah mendengar dari pamanku, katanya ada sebuah tempat di mana banyak gadis-gadis cantik berkumpul di sana...!"
!?
Xiao Shuxiang tersentak saat mendengar ucapan Jing Mi, dia jadi penasaran dengan usia sebenarnya dari saudara seperguruannya ini. "Apa benar anak ini berusia 14 tahun? Di kehidupan pertamaku... Saat aku berusia empat belas tahun... Aku tidak pernah memikirkan gadis-gadis cantik, melainkan desa mana yang harus aku musnahkan. Tapi dia.. Ck ck ck...!"
Perjalanan Xiao Shuxiang, Jing Mi, Qi Xuan, Xiao Lu dan Yang Shu terkesan lancar. Semakin masuk ke dalam hutan, cahaya matahari semakin sulit mencari celah di dedaunan. Itu membuat suasana di dalam hutan terasa menenangkan.
Xiao Lu kemudian bergabung dengan Jing Mi, Qi Xuan dan Xiao Shuxiang. Mereka membahas tentang bayangan mereka akan kota dan juga tempat-tempat yang mungkin saja mereka kunjungi.
Xiao Shuxiang hanya mendengarkan saja cerita dari Xiao Lu dan juga Jing Mi. Dia tidak berniat untuk ikut membahas dunia di luar desa mereka karena dirinya tidak ingin dicurigai.
Cerita Xiao Lu dan Jing Mi kemudian mengarah pada hadiah yang akan mereka dapatkan saat memenangkan Turnamen Kultivator Muda. Xiao Shuxiang tidak menyangka kepercayaan diri kedua anak ini begitu tinggi. Padahal bisa saja Xiao Lu dan Jing Mi kalah hanya dengan satu jurus, atau mungkin mereka akan langsung menyerah sebelum bertanding.
Dia pun akhirnya ikut buka suara, "Apa kalian merasa bisa menang hanya dengan mengandalkan ketiga gerakan dari kitab jurus yang tidak lengkap itu?"
!?
Ucapan Xiao Shuxiang membuat Jing Mi, Qi Xuan dan Xiao Lu tersentak. Ketiganya langsung menatap dalam anak laki-laki tersebut.
"I-itu... Si-siapa bilang kami hanya belajar jurus itu saja, ka-kami juga belajar yang lain kok..." Xiao Lu menjadi gugup, dan hal itu membuat Xiao Shuxiang semakin yakin bahwa mereka bertiga memang hanya belajar tiga gerakan itu saja.
"Biar kutebak, selain tiga gerakan pedang itu... pasti kalian hanya belajar bergulat serampangan, iya kan?"
!!
Xiao Lu dan Jing Mi seakan tercekat, tebakan Xiao Shuxiang tepat sekali. Mereka memang hanya belajar tiga gerakan dari sebuah kitab jurus yang tidak lengkap. Teknik lain yang mereka pelajari hanya gulat asal-asalan saja.
Xiao Shuxiang mengembuskan napas pelan, "Tidak perlu kutanya tentang cara menggunakan Qi, aku sudah tahu jawabannya..." Menurutnya, Xiao Lu dan Jing Mi begitu percaya diri dengan kekuatan mereka yang sangat lemah itu.
Qi Xuan memikirkan ucapan Xiao Shuxiang tadi. "Memang benar apa yang kau katakan, Saudara Xiao. Kami hanya menguasai tiga dari lima gerakan yang ada pada kitab jurus yang tidak lengkap itu. Dan juga tidak ada yang bisa dibanggakan dari tingkat praktik kami. Hah... Kami bahkan tidak tahu cara lain selain mengalirkan Qi pada pedang saat sedang bertarung..."
Xiao Shuxiang menatap anak laki-laki di sampingnya tanpa mengatakan apa pun, dia sedang memikirkan sesuatu.
Baik Qi Xuan, Xiao Lu dan Jing Mi tidak menyadari bahwa mengalirkan Qi pada pedang biasa adalah bakat yang jarang dikuasai oleh para kultivator.
Selama ini para kultivator hanya bisa mengalirkan Qi miliknya ke senjata mereka jika senjata tersebut dibuat dari bahan khusus. Jika mereka mengalirkan Qi pada senjata biasa, maka senjata itu akan hancur atau bahkan berubah menjadi debu.
Xiao Shuxiang tahu, dan karena itulah dia menganggap bahwa anak-anak ini cukup hebat. Sayangnya anak-anak inilah yang tidak menyadari bakatnya itu.
Qi Xuan menghela napas, "... Andai kita tahu cara menggunakan Qi untuk memperkuat tubuh, tapi..." dia kecewa pada dirinya sendiri karena terlalu lemah.
"Apa Kakek tidak mengajari kalian?" Xiao Shuxiang melirik ke arah Yang Shu, dan saat lirikannya disadari----segera Tua Bangka itu langsung mengalihkan pandangan ke arah lain sambil mengusap-usap janggut panjangnya.
Qi Xuan dan Xiao Lu terdiam, mereka hanya mengusap tengkuk mereka pelan. Berbeda dengan keduanya yang tidak bisa menjawab pertanyaan dari Xiao Shuxiang, Jing Mi begitu bersemangat mengadukan Yang Shu kepada anak berusia tujuh tahun ini.
"Saudara Xiao, cara mengajar Guru itu sama sekali tidak kami pahami. Semua yang Guru katakan hanya... Gunakan kaki kalian dan woosh, pukul hingga Baam! Sampai perkataan seperti 'Duar duar jedeer dan Boom!!'... Haiish, aku sama sekali tidak mengerti...!!" Jing Mi menggelengkan kepala sambil memijat keningnya kala membayangkan cara mengajar Yang Shu.
Xiao Shuxiang menaikkan sebelah alisnya, dia menatap Jing Mi dengan ekspresi keheranan. "Kenapa kau tidak mengerti? Padahal Kakek sudah mengatakannya dengan jelas,"
!!
Xiao Lu memandang Xiao Shuxiang, "Jelas kau bilang?" dia tidak menyangka dengan ucapan adiknya barusan.
Jing Mi juga ikut bersuara, "Jelas dari mananya, Saudara Xiao?"
Keduanya menggeleng, termasuk Qi Xuan. "Sepertinya kau tidak mengerti dengan apa yang Saudara Jing coba katakan, Saudara Xiao..."
Xiao Shuxiang, "Qi Xuan. Aku yang justru merasa bingung dengan kalian bertiga. Padahal Kakek sudah mengatakannya dengan jelas bahwa jika menggunakan sebuah teknik berpedang, kalian harus bisa membuat efek ledakan besar ke arah lawan. Bahkan saat pedang itu diayunkan harus bisa mengeluarkan suara seakan-akan memotong angin."
!!
Saat mendengar penuturan Xiao Shuxiang----Jing Mi, Qi Xuan dan Xiao Lu benar-benar tercengang. Bagaimana mungkin kata seperti 'woosh, jeder jedeer, dan boom!' itu memiliki arti yang seperti dimaksudkan tadi?!
"Tidak bisa di percaya ada orang yang mengerti ucapan Kakek yang aneh itu..." Xiao Lu memijat-mijat keningnya, dia seperti orang bodoh saja.
Qi Xuan menatap Yang Shu, dia juga tidak percaya dengan ucapan Xiao Shuxiang. "Tetua, apa benar penjelasan Tetua saat mengajar itu seperti yang Saudara Xiao katakan...?"
Yang Shu mengusap-usap kumis dan janggutnya. "Yaah, memang itu maksudku. Tidak kusangka, Xiao'Er lebih memahaminya daripada kalian..."
Selama ini Yang Shu berpikir bahwa cara mengajarnya salah, sebab murid-muridnya tidak satu orang pun yang mengerti dari penjelasannya. Tidak dia sangka ada anak yang bisa memahami ucapannya sampai sedetail itu.
Jing Mi menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "Ini... Kita yang terlalu bodoh sampai tidak mengerti atau Saudara Xiao yang terlalu aneh karena bisa mengerti ucapan Guru...?" dia merasa dipermainkan oleh orang tua dan juga anak kecil yang lebih muda darinya.
Tidak hanya Jing Mi, namun Xiao Lu dan Qi Xuan juga berpikir demikian.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 515 Episodes
Comments
Megi Mariska
😂🤣😂🤣😂
2025-01-20
0
Bang A.Ai
/Facepalm//Grin/
2025-01-18
0
Bang A.Ai
naruto tua.. /Facepalm/
2025-01-18
0