"WAAAAH...! Aku seperti hidup kembali...!" Jing Mi tersenyum puas saat dapat minum air dari rumput bawang yang digali oleh Yang Shu, Xiao Lu dan Qi Xuan.
"Andai Kakek tahu sejak awal rumput ini adalah air, mungkin kita tidak akan kehausan..." Yang Shu menggeleng perlahan, dia menyesali dirinya sendiri.
"Haiih... Padahal selama ini aku sering sekali keluar desa untuk bertualang dan juga mengunjungi teman-temanku. Namun, aku tidak pernah sekali pun menggali rumput kering tersebut sebab beranggapan bahwa ini hanyalah rumput biasa."
Qi Xuan menatap Xiao Shuxiang, "Saudara Xiao? Bagaimana kau bisa tahu bahwa rumput ini memiliki akar yang dapat menyimpan air?"
!
Bukan hanya dirinya, tetapi juga Yang Shu, Jing Mi dan Xiao Lu. Mereka menatap anak laki-laki itu dengan rasa penasaran.
Xiao Shuxiang yang sambil meminum air dari akar rumput bawang, menatap Kakek serta teman-teman seperguruannya. "Malah aku yang merasa heran sebab kalian tidak menyadariny.a.."
Dia lantas memandangi rumput kering yang terbentang luas di hadapannya sambil melanjutkan, "... Harusnya kalian memikirkan, bagaimana mungkin rumput yang begitu sangat kering tidak pernah terbakar bahkan untuk satu daun pun, apalagi dengan kehadiran Kadal Kecil yang bisa mengeluarkan Api di tubuhnya, bukankah itu aneh?" Xiao Shuxiang dengan wajah polosnya memandangi Yang Shu dan teman-temannya.
Suara dan wajah polosnya seakan mengatakan bahwa, harusnya merekalah yang lebih dahulu menyadari keanehan padang rumput kering ini. Apalagi Yang Shu, yang notabenenya sering melewati tempat ini untuk keluar bertualang. Kenapa malah dirinya?!
"Khoek ohok ohok!!" Yang Shu tersedak air yang diminumnya saat memahami maksud dari tatapan cucunya.
Qi Xuan dan Xiao Lu tersentak saat Yang Shu terbatuk-batuk, mereka berdua segera mengelus-elus pelan punggung kakek tua itu.
Jing Mi sendiri yang juga mengerti maksud dari tatapan Xiao Shuxiang malah menahan tawa saat melihat tetuanya tersedak. Dia menggeleng sambil melirik saudara seperguruannya, "Kau nakal Saudara Xiao..."
Setelah Yang Shu sudah tidak terbatuk-batuk lagi, Xiao Lu dan Qi Xuan kembali meminum air dari rumput bawang yang sudah mereka gali dan kumpulkan.
"Kakek... Aku lapar... Apa tidak ada makanan?" Xiao Lu menatap Yang Shu sambil mengedip-ngedipkan matanya, dia memasang ekspresi imut dan itu membuat Xiao Shuxiang menyemburkan air tepat di wajah Jing Mi.
"Sa-Saudara Xiao...! Kau keterlaluan...!" Jing Mi mengusap wajahnya yang terkena semburan.
Xiao Shuxiang hanya tersenyum sambil menepuk pelan pundak Jing Mi, "Aku tidak sengaja. Anggaplah yang barusan itu air untuk mengsucikanmu..."
Jing Mi, "Memang kau pikir aku ini kotor?"
Xiao Shuxiang, "Tentu saja, apa kau lupa kapan terakhir kali kau mandi? Kau juga berguling-gulingan tadi, tubuh dan pakaianmu penuh debu. Kau juga keringatan dan bau, apa itu masih dianggap bersih?"
Jing Mi nampak kesal, "Saudara Xiao. Kau juga sama baunya menyebalkan...!"
"Aku tidak bau, keringatku harum,"
"Ya ampun, kau percaya diri sekali. Apa kau tidak bisa mencium bau tubuhmu sendiri?"
"Keringatku harum dan aku memang sangat percaya diri. Aku ini luar biasa,"
"Saudara Xiao...!"
Qi Xuan menahan tawa saat melihat tingkah Xiao Shuxiang dan Jing Mi. Dia kemudian melanjutkan minumnya dan kembali memperhatikan Xiao Lu yang terus memasang wajah memelas penuh harapnya kepada Yang Shu tanpa mempedulikan teman-teman seperguruannya yang lain.
Yang Shu mengelus lembut kepala cucunya, "Lu'Er... Kakek memang masih punya makanan, tapi itu untuk makan malam. Jika dimakan sekarang, kita akan kelaparan malam nanti."
Xiao Lu memanyunkan bibirnya, "Lalu aku harus makan apa...? Masa iya aku harus minum air ini sampai kenyang sih..." dia mengoyang-goyangkan rumput bawang di tangannya.
Jing Mi mendengarnya, "Saudara Xiao...? Apa mungkin daun dari Rumput Bawang ini bisa dimakan?" dia seperti sudah melupakan perdebatannya dengan Xiao Shuxiang sebelumnya, "... Menurutku... Jika akar rumput bawang ini menyimpan air, ada kemungkinan daunnya juga bisa dimakan."
Xiao Shuxiang, "Entahlah, coba kau makan. Mungkin saja memang bisa."
Jing Mi lalu mengangguk dan kemudian menggigit sehelai daun rumput bawang yang terlihat panjang itu.
Perlahan dia menguyahnya, sementara Qi Xuan, Xiao Shuxiang, Xiao Lu dan Yang Shu memperhatikan dirinya.
Qi Xuan terlihat antusias, "Saudara Jing, bagaimana rasanya...? Apa bisa dimakan?" dia melihat Jing Mi mengangguk-ngangguk sambil terus mengunyah daun rumput bawang.
"Ehm, rasanya... sepat dan berair... cukup enak..."
Melihat ekspresi Jing Mi yang seperti menikmati memakan daun rumput bawang membuat Qi Xuan dan Xiao Lu mulai ikut memakan daun dari rumput tersebut.
Yang Shu dan Xiao Shuxiang juga mulai akan memakannya, namun mereka berdua kembali melirik Jing Mi karena merasa ada yang salah.
Benar saja, Jing Mi terlihat menahan tawanya saat Qi Xuan dan Xiao Lu menguyah rumput bawang yang ada di tangan mereka. Seketika kedua anak itu langsung memuntahkannya kembali----tawa Jing Mi seketika pecah.
"Ha ha ha ha, bagaimana rasanya? Cukup enak untuk makanan ternak, bukan? Ha ha ha" Jing Mi memegangi perutnya. Sayang sekali dia tidak bisa membalas Xiao Shuxiang, tetapi dia senang sebab bisa mengerjai dua temannya yang lain.
Xiao Lu menggertakkan giginya karena kesal sekali, sementara Qi Xuan tertunduk. Detik berikutnya, mereka menyerang Jing Mi. Keduanya melompat ke arah Jing Mi dan bersama-sama menjitak serta memukul lengan anak laki-laki itu dengan gemas.
"Beraninya Kau Mengerjai Kakak Lu Yang Cantik Ini...! Kau Tega Sekali...!"
"Saudara Jing, Kau Keterlaluan!"
Xiao Lu mencubit kedua pipi saudaranya sambil terus mengeluarkan umpatan-umpatannya. Jing Mi berulang kali meminta maaf dan juga merintih kesakitan.
"Sa-Saudara Xiao...? To-tolong aku..." Jing Mi menggapai-gapai tangannya ke arah Xiao Shuxiang. Namun anak laki-laki itu hanya meliriknya sedikit, kemudian mengalihkan pandangan ke arah lain sambil menikmati air dari akar rumput bawang.
Yang Shu melihat tingkah murid-muridnya, dia kemudian menghela napas pelan sambil menggeleng. "Haiih... Hampir saja Kakek Tua ini dikerjai oleh muridnya sendiri..."
Setelah cukup melepaskan dahaga, perjalanan mereka kembali dilanjutkan. Kali ini mereka hanya mengisi perut dengan air dari akar rumput bawang.
Xiao Lu, Jing Mi dan Qi Xuan sudah tidak nampak lelah dan kegerahan. Ini sebenarnya karena matahari perlahan-lahan turun dan kembali ke tempat peraduannya.
Saat hari semakin sore... Yang Shu dan keempat muridnya sudah tiba di bukit berbatu. Bukit ini tidak terlalu tinggi, hanya saja keseluruhan bukit adalah bebatuan besar.
"Kakek akan mengatakan sesuatu pada kalian," Yang Shu kemudian meminta murid-muridnya untuk mendengarkan apa yang akan dia katakan.
"Kita akan mendaki ke atas dan harus sampai di atas sebelum tengah malam, lalu istirahat sebentar dan melanjutkan lagi untuk menuruni bukit ini sampai matahari terbit..."
Yang Shu juga menjelaskan bahwa jika mereka melanjutkan perjalanan menuruni bukit saat pagi hari, maka kemungkinan mereka sampai di bawah bukit saat tengah hari. Dan itu akan membuat bebatuan di sekeliling mereka terasa panas akibat terpapar sinar matahari.
Xiao Shuxiang dan teman-temannya mengangguk, mereka sangat mengerti dengan maksud tua bangka ini.
Yang Shu kemudian berjalan mendaki bukit, diikuti oleh Xiao Lu, Qi Xuan, Xiao Shuxiang dan Jing Mi. Tidak ada masalah dalam pendakian mereka sebab jalan yang mereka tapaki adalah jejak jalan Yang Shu.
Perlahan namun pasti, Yang Shu dan keempat muridnya terus mendaki gunung. Sinar matahari sudah tidak terlihat lagi, hal ini membuat dia dan keempat muridnya berhenti berjalan.
Xiao Lu mengusap keningnya, "Kakek... Bagaimana sekarang? Kita tidak bisa melanjutkan perjalanan sambil meraba-raba jalan, bukan? Aku terlalu kelelahan. Sungguh, aku belum makan apa pun selain meminum air dari akar rumput bawang itu..."
Xiao Lu melanjutkan, kali ini wajahnya nampak cemberut. "Kenapa malam ini harus bulan baru sih? harusnya besok-besok saja. Aku sama sekali tidak bisa melihat. Di langit hanya dipenuhi bintang dan itu tidak cukup untuk menjadi penerangan jalan."
Qi Xuan, "Kakak Lu Yang Cantik, kau jangan menyalahkan hal semacam itu... Tidak baik,"
Yang Shu kemudian mengulurkan tangannya dan memegang tangan Xiao Lu, "Lu'Er... Kalian saling berpegangan tangan dan berjalan perlahan mengikuti Kakek. Tetap bergandengan seperti ini dan jangan lepaskan,"
Perjalanan sampai ke atas bukit ternyata tidak memakan waktu yang lama, padahal Xiao Shuxiang yakin gadis cerewet dan berisik ini akan terus mengeluh sepanjang perjalanan, tapi ternyata tidak. Dia tidak menyangka gadis ini bisa diam juga.
Yang Shu dan keempat muridnya kini memakan bekal makanan terakhir mereka. Setelah beristirahat sebentar, kelimanya kembali melanjutkan perjalanan. Kali ini mereka bergandengan tangan menuruni bukit.
"Aku... sudah... sangat... mengantuk... sekali..." Jing Mi beberapa kali menguap dan beberapa kali juga hampir terjatuh. Namun Xiao Shuxiang terus berusaha membuatnya terjaga.
"Kau bisa tidur sepuasmu setelah kita sampai di bawah,"
"Saudara Xiao...? Suaramu... sama sekali... tidak berubah... Apa kau tidak... mengantuk...?" Jing Mi berusaha untuk tetap terjaga, namun matanya sudah semakin berat.
"Aku juga sebenarnya mengantuk, tapi kita harus terus berjalan."
Jika dibandingkan dengan Jing Mi dan teman-temannya yang lain, Xiao Shuxiang-lah yang paling kelelahan saat ini. Meski dia bisa menggunakan Teknik Pernapasan Udara agar energinya tidak cepat terkuras habis, namun bukan berarti dia tidak bisa lelah.
"Saat sampai di bawah bukit, aku akan mulai beristirahat sepuasnya. Haaah... Tsk, tsk, tsk. Aku diberikan ujian yang luar biasa. Benar-benar kelewatan. Harusnya ujian seperti ini diberikan pada orang yang baik, bukan malah padaku...! Lihat saja. Saat kekuatanku kembali... Semuanya akan selesai."
***
-
-
Catatan Penulis :
Nikmati perjalanannya Minna.. (⌒▽⌒)Scene yang ada di Chapter ini adalah sisi lain dari Dunia yang mungkin bagi kalian harusnya dipenuhi keberuntungan dan pertarungan. Tapi bila tidak suka yang seperti ini, Dasha juga tak memaksa kalian tetap tinggal. Gomen ya, tapi inilah alur yang 'Penulis' suka. Seleramu dan 'Kami' bisa saja berbeda. (*´∀`*)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 515 Episodes
Comments
Nur Maryam
suka bgt aq pokoknya soalnya ini kan novel yg MC nya cowok pertama yg aq baca dan suka /Smile//Smile/
2024-12-28
1
y@y@
⭐👍🏿👍👍🏿⭐
2025-01-24
0
Rensly Haminjawa
👍👍👍
2023-11-18
0