"Ka-kalian berdua bertahanlah. Kita hampir sampai..." Xiao Shuxiang melihat sebuah pohon besar berdiri kokoh tak jauh di depannya.
Yang Shu, "Xiao'Er. Kakek akan membawa Lu'Er terlebih dahulu untuk mengistirahatkannya di bawah pohon itu. Kakek akan membantumu setelahnya. Kau jaga kedua saudaramu."
Xiao Shuxiang mengangguk, dia kemudian menunggu sampai Yang Shu kembali. Kakek Tua itu berusaha untuk berjalan cepat sambil membawa Xiao Lu dan juga bungkusan bekal mereka.
Setelah membaringkan Xiao Lu di bawah pohon, dia berjalan ke tempat Xiao Shuxiang dan kedua muridnya yang lain berada.
"Xiao'Er maaf, Kakek merepotkanmu," Yang Shu kemudian menggendong Qi Xuan di punggungnya.
"Tidak masalah Kek," Xiao Shuxiang mulai berjalan sambil terus memapah Jing Mi, sementara itu Yang Shu berjalan di depannya dengan membawa Qi Xuan.
Tidak berselang lama, akhirnya Xiao Shuxiang sampai di bawah pohon, tempat di mana Xiao Lu dibaringkan.
Yang Shu membaringkan Qi Xuan, kemudian membantu cucunya membaringkan Jing Mi di atas rumput. Dia dan Xiao Shuxiang lalu mulai duduk bersandar di bawah pohon sambil memperhatikan ketiga anak yang terbaring lemas itu.
"Xiao'Er, tidak Kakek sangka kau punya ketahanan fisik yang kuat dengan tubuhmu yang kecil ini," Yang Shu mengelus lembut kepala dan punggung Xiao Shuxiang.
"Aku malah merasa aneh dengan mereka bertiga. Apa Kakek tidak pernah mengajari mereka jurus atau teknik apa pun untuk mengatasi kondisi seperti ini?" Xiao Shuxiang tidak bisa lagi menahan dirinya untuk bertanya, nada suaranya terkesan kesal sekaligus kecewa sebab ketiga teman seperguruannya begitu sangat lemah.
Xiao Shuxiang melanjutkan, "Mereka ini baru bertarung dengan terik matahari, tapi seakan sudah begitu sekarat saja. Entah bagaimana jika mereka nanti harus bertarung dengan Demonic Beast? Haiih... Aku tidak bisa membayangkannya."
Yang Shu mengelus kumis dan janggutnya saat mendengar pertanyaan cucunya. Sementara itu Xiao Shuxiang menatap Tua Bangka di sampingnya sambil menunggu balasan dari ucapannya.
"Kakek memang tidak pernah mengajarkan apa pun pada mereka selain hanya menceritakan petualangan Kakek saat melihat secara langsung kultivator hebat bertarung."
Yang Shu tersenyum saat membayangkan dirinya berpetualang seorang diri, "Kakek banyak bertemu dan melihat kultivator-kultivator kuat bertarung satu sama lain dan juga bertarung dengan Demonic Beast."
Xiao Shuxiang mendengus tak percaya saat mendengar jawaban Yang Shu. "Hanya melihat kultivator bertarung...? Apa Kakek hanya menjadi penonton saja? Lalu bagaimana Kakek bisa mencapai Forging Qi tingkat delapan? Jangan katakan itu hanya kebetulan?!"
Yang Shu menatap Xiao Shuxiang, cucu kesayangannya terlihat sedikit cemberut dan terlihat menggemaskan sekali. Dia dengan tiba-tiba menarik Xiao Shuxiang dan memeluknya gemas sambil mengusap-usapkan kumis dan janggutnya ke pipi cucunya.
!!
Xiao Shuxiang begitu kaget, tidak percaya diserang seperti ini oleh Yang Shu. Dirinya berteriak dan menggerutu di dalam hati.
"AAAAH!! Jangan Lagii!!"
"Kakek...! Aku kegerahan, tolong jangan dipeluk!" Xiao Shuxiang tidak tahan lagi dengan kumis dan janggut yang menggosok pipinya.
Yang Shu tertawa, "Baiklah. Maaf, maaf... Kau ini terlalu menggemaskan dan membuat Kakek ingin selalu memelukmu."
Xiao Shuxiang kini bisa bernapas lega, walau wajahnya agak pucat. "Dia mengatakannya. Tua Bangka yang bau tanah ini mengatakannya...! Bahaya... Apa dia punya ketertarikan aneh pada anak kecil?! Luar biasa... Kau harus menjauh Xiao Shuxiang. Harga dirimu benar-benar dipertaruhkan."
Xiao Shuxiang bergeser tempat duduk dan kemudian mendekat ke arah Jing Mi untuk membangunkannya. Jika terus berada didekat Yang Shu, mungkin saja dia akan kembali diserang dengan kumis dan janggut lagi.
"Jing Mi...? Saudara Jing...? Apa kau bisa mendengarku?" Xiao Shuxiang menepuk-nepuk pelan pipi Jing Mi yang masih terbaring dengan mata tertutup.
Meski mereka saat ini sudah berteduh dari terik matahari, namun tetap saja mereka kepanasan sebab angin sepoi-sepoi yang berhembus adalah angin yang panas.
Butuh waktu lama bagi Xiao Shuxiang untuk menyadarkan Jing Mi, Qi Xuan dan Xiao Lu. Saat ketiganya sadar, mereka semua meminta air.
Jing Mi, "Saudara Xiao... Tolong. Beri aku air,"
Xiao Shuxiang, "Kalau ada air, aku pasti sudah menyiram kalian semua."
Jing Mi menoleh ke arah Yang Shu, wajahnya terlihat tidak bersemangat sama sekali. "Te-tua...? Apa tidak ada sumur atau sungai kecil disekitar sini...?"
Xiao Lu merangkak ke tempat Yang Shu duduk. "Kakek... Lu'Er haus. Tolong carikan air..."
Yang Shu mengelus cucunya dan tersenyum pahit. Dia bisa saja kembali ke desa, namun butuh waktu paling lama dua hari untuk bisa sampai di sana. Sementara Xiao Lu terlihat seperti tidak bisa bertahan lebih lama lagi.
Belum sempat dia menjawab ucapan Xiao Lu, tiba-tiba saja Qi Xuan berteriak. Teriakannya itu membuat guru dan ketiga temannya panik.
"Saudara Jing?! Apii...! Ada api di kakimu!!" Qi Xuan berteriak sambil menunjuk sepatu kanan Jing Mi yang terbakar ujungnya.
Jing Mi terkejut, seketika dia berlari dan melompat-lompat, nampak berusaha untuk memadamkan api di kakinya sambil berteriak minta tolong.
Yang Shu segera memadamkan api yang ada di kaki muridnya itu dengan cara menepuknya cepat, Xiao Lu juga berusaha membantu saudaranya dengan cara menginjak kaki Jing Mi.
Saat api di kaki Jing Mi mulai padam, dia langsung terduduk lemas sambil mengusap-usap dadanya. Kejadian ini membuat Xiao Lu dan Qi Xuan ikut terkejut juga, mereka bahkan lupa dengan rasa haus mereka.
"Haah hah hah! Ha-Hampir saja aku terbakar hidup-hidup, cuaca seperti ini sa-sangat berbahaya, hah hah" Jing Mi merasakan jantungnya berdegup jauh lebih cepat dan seakan hampir keluar di telinganya. "Hah... Astaga... Untung saja api di sepatuku kecil, kalau tidak..."
Belum sempat dia menenangkan jantungnya dia kembali dikejutkan dengan sesuatu yang begitu panas menyentuh tangan kirinya, hal ini membuatnya berteriak.
"WAAA...!!"
"Kau kenapa Saudara Jing?!" Xiao Shuxiang terkejut saat Jing Mi tiba-tiba saja bangkit dan berteriak sambil berlari ke belakangnya.
"I-itu... Tadi ada sesuatu yang lewat di atas tanganku dan rasanya sangat panas sekali!" Jing Mi menunjuk ke arah tempat duduknya tadi, dia terlihat ketakutan.
?!
Tiba-tiba saja beberapa rumput bergerak tanpa ada angin yang meniupnya, membuat Qi Xuan, Xiao Lu, Jing Mi, Xiao Shuxiang dan Yang Shu tersentak.
"Ke-ke-kenapa rumput itu be-bergerak sendiri?!" Suara Jing Mi terbata-bata, dia mencari perlindungan di belakang Yang Shu.
Berbeda dengannya yang ketakutan, Xiao Shuxiang, Qi Xuan, dan Xiao Lu malah terlihat penasaran. Dengan hati-hati ketiganya mendekati rumput yang bergerak itu dan ternyata yang membuat rumput tersebut bergoyang adalah seekor kadal kecil.
"Ini hanya kadal...! Kau ini penakut sekali...!" Xiao Lu menoleh ke arah Jing Mi dengan kesal saat tahu bahwa yang menggerakkan rumput tersebut hanyalah seekor kadal.
"Tapi kadal ini terlihat aneh..." Qi Xuan memperhatikan kadal di depannya.
Ucapannya menarik perhatian Xiao Lu dan Xiao Shuxiang untuk ikut memperhatikan kadal tersebut.
Panjang kadal ini sekitar 6 cm, bentuk kepalanya pipih, seluruh tubuhnya berwarna rumput kering dengan corak berwarna merah gelap. Hanya saja kadal ini memiliki tanduk kecil di kepalanya, giginya begitu tajam dan terlihat garang. Yang membuat Qi Xuan heran sekaligus terkejut adalah kadal ini bisa mengeluarkan api di tubuhnya.
Xiao Lu terlihat heran, "Ini... kadal jenis apa?"
Yang Shu seketika tersentak, dia baru ingat sesuatu. "Ah...! Kakek lupa memberi tahu kalian!"
Mendengar seruan tersebut membuat Xiao Lu dan yang lainnya menoleh ke arah Yang Shu. Tua bangka itu perlahan berjalan mendekati murid-muridnya, dia melihat kadal kecil itu memandangi mereka sambil memperlihatkan gigi kecil tajamnya dengan api berwarna merah menyelimuti tubuhnya.
Yang Shu kemudian menjelaskan, "Di padang rumput kering dan luas ini tinggal Demonic Beast berwujud Kadal Api. Dan yang kita lihat sekarang ini adalah salah satunya."
"Ja-jadi ini namanya Kadal Api...?" Jing Mi yang sejak tadi sembunyi di belakang Yang Shu memberanikan diri untuk melihat kadal kecil yang ada di depan ketiga teman seperguruannya.
"Kalau kadal ini adalah demonic beast, bukankah akan berbahaya Kek?" Xiao Lu berjongkok dan kemudian mulai memperhatikan kembali kadal kecil ini.
Kadal Api sama sekali tidak merasa takut dengan Xiao Lu atau pun Yang Shu dan yang lainnya. Dia terlihat diam sambil memperlihatkan gigi tajam dan juga tubuhnya yang diselimuti api.
Yang Shu, "Kalian harus mengetahui bahwa tingkat bahaya seekor Demonic Beast adalah tergantung dari seberapa tua usia mereka. Semakin tua, maka Demonic Beast itu akan semakin berbahaya..."
Qi Xuan mendengarkan penuturan gurunya, apalagi ketika Yang Shu kembali melanjutkan ucapannya.
"... Usia Demonic Beast juga dipengaruhi oleh lingkungan. Jika daerah tempat mereka tinggal memiliki Qi yang padat, maka mereka bisa hidup sampai puluhan atau bahkan ratusan tahun. Sama seperti kultivator yang membutuhkan Qi untuk meningkatkan praktik bela dirinya, Demonic Beast juga membutuhkan Qi untuk meningkatkan kekuatan mereka." Yang Shu mengusap-usap janggutnya.
Qi Xuan, "Jadi berapa usia Kadal Api ini, Tetua?"
"Usia kadal Api hanya 2 sampai 3 minggu saja, setelah itu mereka mati,"
!!
Jing Mi dan kedua saudaranya terkejut. Dia lalu mendekati Xiao Lu dan kemudian ikut berjongkok didekatnya, dia memperhatikan Kadal Api di depannya dengan wajah yang terlihat sedih.
"Usia kadal ini pendek sekali... Kasihan"
Yang Shu melihat ekspresi Jing Mi dan Xiao Lu, dia lalu mengusap pelan kepala keduanya. "Kakek juga akan memberi tahu kalian sesuatu yang menarik tentang Kadal Api Ini,"
"Apa itu Kek...?" Xiao Lu menatap Yang Shu, dia terlihat penasaran.
"Yang menarik dengan kadal ini yaitu mereka berkembang biak dengan cara bertelur. Telur kadal hanya satu, setelah sang induk bertelur... dia akan mati. Lalu telur itu dierami oleh ayahnya. Dan setelah telur menetas menjadi kadal kecil, maka ayah kadal akan merawat anaknya selama tiga hari. Setelah itu ayah kadal juga akan mati..."
Mendengar penjelasan Yang Shu membuat Xiao Lu menggelembungkan pipinya, dia terlihat semakin sedih. "Itu tidak ada menarik-menariknya sama sekali...! Kasihan kadal ini..."
"Apa Kadal Api tidak bisa hidup lebih lama, Tetua?" Qi Xuan juga terlihat kasihan dengan kadal kecil di depannya. Jing Mi mengangguk setelah mendengar Qi Xuan, seakan pertanyaan saudaranya sama dengan yang akan dia katakan.
Yang Shu mengelus-elus janggut dan kumisnya, kemudian menggeleng. "Entahla.h.. Kakek juga tidak tahu."
Xiao Shuxiang yang sejak awal berdiri dan terdiam sambil memperhatikan Yang Shu dan teman-temannya yang sedang membicarakan tentang Kadal Api, kini juga mulai ikut bergabung.
Xiao Shuxiang memikirkan ucapan Yang Shu, dia kemudian ikut berjongkok di samping teman-temannya, memperhatikan kadal kecil ini sambil mengelus-elus dagunya.
"Tapi menurutku... Kadal ini bisa hidup lebih lama..." Xiao Shuxiang mengeluarkan pendapatnya, hal itu membuat Qi Xuan, Xiao Lu, Jing Mi dan Yang Shu menaikkan sebelah alis mereka.
"Bagaimana caranya, Saudara Xiao?" Jing Mi penasaran.
"Kadal ini bisa berumur panjang... Jika dia memutuskan untuk perjaka seumur hidupnya,"
!
Jawaban Xiao Shuxiang membuat Yang Shu tersedak napasnya sendiri. Sementara itu Jing Mi, Qi Xuan dan Xiao Lu menatap tidak percaya ke arah Xiao Shuxiang. Tidak perlu waktu lama sampai Jing Mi berekspresi kagum kepada Xiao Shuxiang karena begitu cerdas memikirkannya.
"Saudara Xiao, kau benar! Jika Kadal Api ini memutuskan untuk tidak berkembang biak, dia akan bisa berumur panjang! Benar, kan?" Jing Mi menatap Xiao Shuxiang dengan semangat.
Xiao Shuxiang mengangguk, "Mn, benar. Kau lihat dia tidak takut pada kita bukan? Kadal ini jenis hewan yang pintar. Mereka tahu untuk bisa berumur panjang adalah dengan cara perjaka seumur hidup, itulah sebabnya hewan ini masih bisa kita lihat sampai sekarang."
Qi Xuan mengangguk, "Aku juga berpikir demikian. Kadal ini sangat pintar. Tapi aku bertanya-tanya, kenapa setelah mengetahui itu mereka masih ingin punya telur?"
Xiao Shuxiang, "Mungkin beberapa hewan itu terlihat cantik hingga ada pejantan yang tidak bisa menahan diri."
"Xiao'Er? Dari mana kau belajar kata itu? Apa Yang Hao mengajarimu?" Yang Shu masih tidak bisa percaya cucu kesayangannya bisa berbicara demikian. Dan tidak mungkin cucunya bisa mengetahui sendiri jika tidak ada seorang pun yang mengajarinya.
Dia sangat yakin menantunya, Xiao WeiWei tidak akan mengajari Xiao Shuxiang hal seperti itu, jadi pelakunya pasti adalah Yang Hao.
Xiao Shuxiang hanya menggelembungkan pipinya, tidak ingin menjawab ucapan Yang Shu. Biarkan saja kakek tua ini yang memikirkannya sendiri.
Saat Qi Xuan sedang melihat Kadal Api di depannya, dia tiba-tiba tersentak. Raut wajahnya mendadak berubah serius, "Tetua, Jika tubuh kadal ini mengeluarkan api... Bukankah bisa membakar rumput kering di sini?"
!!
Pertanyaan darinya membuat Yang Shu dan saudara seperguruannya tersentak kaget. Mereka benar-benar lupa bahwa rumput kering ini bisa terbakar dengan mudah.
Xiao Lu berdiri saking kagetnya. "I-Itu benar!! Rumput di sini begitu kering, bukankah akan menyebabkan kebakaran?! Kebakaran yang luas! Desa kita juga bisa dalam bahaya...!"
"Tapi selama Kakek tinggal di sini, belum pernah ada satu pun rumput kering yang terbakar karena Kadal Api ini..." Yang Shu memang kaget dengan ucapan murid serta cucunya. Kenapa dia tidak pernah memikirkan hal semacam itu sebelumnya?
Memang kadal ini memiliki usia yang pendek dan jika dibandingkan oleh Demonic Beast yang pernah Yang Shu temui----Kadal Api inilah yang paling lemah. Tapi jika kadal ini tinggal di tempat yang penuh rumput kering dan mudah terbakar, bukankah kadal ini berbahaya?
Kadal ini bisa memicu kebakaran yang luas, bahkan bisa saja kebakaran tersebut mengarah ke desa! Lalu bagaimana bisa tidak ada kebakaran sedikit pun? Padahal kadal ini selalu mengeluarkan api di tubuhnya.
Qi Xuan, Xiao Shuxiang, Jing Mi, dan Xiao Lu saat mendengar bahwa belum pernah ada kebakaran yang diakibatkan oleh Kadal Api ini, terlihat tersentak dan keheranan.
"Tapi bagaimana itu bisa?!" Xiao Lu dan Jing Mi memikirkan hal yang sama, mereka sama-sama tak percaya dengan ucapan Yang Shu.
"Rumput yang tidak pernah terbakar...? Mungkinkah..." mata Xiao Shuxiang membulat, dia sedikit membuka mulutnya sambil melihat Kadal Api di depannya.
***
-
-
Catatan Si Gembrot :
Gomenasai bila Catatan Penulis selalu menghantui. Dasha tidak ganggu lapak orang, hanya di sini. Dasha juga tidak mau menyakiti hati dan mata kalian. Meski karya ini dapat diakses semua orang, tapi serius hanya orang istimewa yang mampu melanjutkan mengikuti perjalanan Xiao Shuxiang sampai akhir.
Kalian juga nggak boleh lupa bahwa MC karya ini bukan orang baik, alurnya dibuat lambat juga sebab alasan itu. Arigatou sudah mampir.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 515 Episodes
Comments
Bang A.Ai
/Facepalm/
2025-01-18
0
Heru Sugiarto
👍👍✌️✌️
2023-02-22
0
y@y@
👍🏿👍🏻👍🏾👍🏻👍🏿
2022-12-06
1