"Hah hah hah! Ka-kapan kita sampai? Aku sangat lelah..."
Jing Mi terlihat begitu kelelahan, butiran keringat mengucur deras di keningnya. "Perjalanan dari pagi hingga siang hari di tengah padang rumput kering yang luas dengan terik matahari ini yang begitu menyengat. Aku sangat kepanasan dan juga lelah."
Qi Xuan, "Saudara Jing. Bukan hanya kau yang merasa begitu, tapi aku juga..."
Meski Qi Xuan tidak mengeluh seperti yang Jing Mi lakukan, namun sorot matanya memudar dan seakan-akan dapat tumbang kapan saja.
Xiao Shuxiang yang menyadari itu memutuskan untuk membantu Qi Xuan berjalan, walau dirinya sendiri juga sebenarnya kelelahan.
"Tetua...? Aku haus, apa tidak ada air...?" Jing Mi bertanya kepada Yang Shu.
"Kau sudah menghabiskan semuanya tadi,"
Jing Mi terlihat kecewa, "Aku sungguh tidak tahan dengan terik matahari. Lihat," dia menegadah, "Bahkan tidak ada setitik awan pun di atas sana. Langit benar-benar bersih. Hah... Ya Tuhan... hah..."
Ini pertama kalinya Jing Mi sangat merindukan hujan, biasanya dia begitu membenci butiran-butiran air yang seakan jatuh dari langit itu.
"Ka-kapan ki-ta harus terus be-berjalan Tetua..? Di-dimana pohon yang Tetua maksud?" Jing Mi bertanya dengan suara yang putus-putus akibat kelelahan.
Yang Shu, "Sebentar lagi, di depan sana ada pohon yang bisa ditempati untuk berteduh,"
Jujur saja dia merasa kasihan dengan murid-muridnya, namun Yang Shu tidak bisa berbuat banyak. Bekal air yang mereka bawa sudah habis, sementara bekal makanan yang diberikan oleh warga desa kini hanya untuk makan malam saja.
Jing Mi berhenti melangkah sejenak, kemudian mulai menyusul Yang Shu kembali dengan langkah yang berat. "Tetua, Anda sudah mengatakan itu tiga puluh kali... Ta-tapi tidak ada satu pun pohon ya-yang kulihat!"
Dia mengusap keningnya, Jing Mi benar-benar keringatan. Padang rumput kering ini begitu luas, dan mana pohon yang dikatakan gurunya?!
"Kau ini payah! Lihat aku! Aku tidak merasa lelah sama sekali. Sebagai laki-laki, harusnya kau malu pada dirimu!" Xiao Lu meledek dan hal itu membuat Jing Mi kesal.
"Te-tentu kau tidak merasa lelah karena Tetua menggendongmu! Ha-harusnya kau yang malu, lihat Saudara Xiao! Padahal kau itu Kakaknya!"
Jing Mi dan Xiao Lu saling meledek, namun tak butuh waktu lama sampai mereka berdua terdiam kembali karena kelelahan.
Sementara itu, Qi Xuan dan Xiao Shuxiang seakan tidak peduli dengan Jing Mi dan Xiao Lu, mereka berdua sibuk dengan pikiran mereka sendiri. Qi Xuan berusaha untuk tetap mempertahankan kesadarannya. Karena meski beristirahat, dia akan tetap merasa kepanasan sebab tak ada tempat untuk berteduh.
Untuk Xiao Shuxiang, dia sebisa mungkin menggunakan Teknik Pernapasan Udara. Salah satu teknik pernapasan yang dia ciptakan dari hasil mempelajari Kitab Pernapasan Langit dan Bumi.
Kitab ini sendiri, dia dapatkan di kehidupan pertamanya. Ditulis oleh pria buta yang menyebut dirinya sebagai Kultivator Tanpa Gelar. Xiao Shuxiang tidak tahu siapa namanya, namun Kultivator Tanpa Gelar ini adalah Kultivator Aliran Putih yang merupakan lawan pertamanya saat untuk pertama kalinya dia membuat kekacauan di Benua Timur.
Kitab itu diberikan Kultivator Tanpa Gelar kepada Xiao Shuxiang sebagai bukti dari kekalahannya. Kultivator tersebut mengatakan bahwa hanya itu harta yang dia miliki selain nyawanya, dia mengatakan kepada Xiao Shuxiang untuk mempelajari isi kitab itu dan mengembangkannya.
Xiao Shuxiang tidak mengerti tujuan Kultivator Tanpa Gelar ini memberinya kitab, namun saat dia akan bertanya... Kultivator Tanpa Gelar ini tiba-tiba saja menghilang.
Tidak ada jurus apa pun dalam kitab yang dipegang Xiao Shuxiang saat itu, yang tertulis hanya dua Teknik Pernapasan. Dia seperti dibodohi karena nama kitab di tangannya terdengar begitu hebat, namun di dalamnya hanya ada dua lembar kertas yang memiliki tulisan. Lainnya... kosong tanpa goresan apa pun.
Dua Teknik Pernapasan ini adalah Teknik Pernapasan Api dan Teknik Pernapasan Angin.
Awalnya Xiao Shuxiang tidak peduli. Namun saat sedang istirahat dari melakukan pembantaian, dia pun mulai membaca dan mempelajari isi dari Kitab Pernapasan Langit Dan Bumi. Saat mempelajarinya, tidak disangka dirinya mampu mengembangkan Teknik Pernapasan Angin dan membentuk teknik pernapasan baru yaitu Teknik Pernapasan Udara dan Teknik Pernapasan Air.
Sementara untuk Teknik Pernapasan Api, Xiao Shuxiang lebih memilih tidak mempelajarinya sebab dantiannya saat itu merupakan Dantian Api Phoenix. Sebuah Dantian khusus yang justru akan menjadi masalah untuknya ketika nekat mempelajari teknik pernapasan yang mempunyai sifat sama dengan dantiannya.
Meski tidak pernah mempraktekkan Teknik Pernapasan Api, namun Xiao Shuxiang tetap mengingat setiap langkah dari teknik itu. Dia menyimpannya jauh di dalam kepalanya.
Xiao Shuxiang kemudian membakar Kitab Pernapasan Langit Dan Bumi. Dia tidak ingin ada orang lain yang tahu, apalagi jika pemilik kitab itu datang dan berusaha merebut kitab tersebut dari dirinya setelah mampu dikembangkan. Walaupun tidak ada jurus pedang di dalam Kita Pernapasan Langit dan Bumi, namun kitab itu adalah kitab yang sangat berbahaya. Xiao Shuxiang menyadarinya setelah dia mengembangkan salah satu Teknik Pernapasan di dalam kitab tersebut.
Pernapasan adalah pondasi utama seseorang berlatih bela diri. Jika saat bertarung seseorang tidak dapat mengontrol pernapasannya dengan baik, maka ratusan atau ribuan jurus hebat tidak akan ada gunanya.
Cara melakukan Teknik Pernapasan Udara bisa dibilang cukup sederhana. Tentu, ini untuk seseorang yang bernama Xiao Shuxiang.
Pertama-tama yang dilakukannya adalah mengambil napas perlahan melalui hidung selama tiga detik. Kemudian merasakan udara yang dihirup bergerak memenuhi paru-paru dan juga perut, setelah itu menghembuskan napas perlahan dengan cara mengerucutkan sedikit bibirnya.
Teknik pernapasan ini tidak hanya bisa dilakukan saat berjalan, tetapi juga saat berdiri, duduk, berlari, bertarung, bahkan saat tidur. Teknik ini bermanfaat untuk meningkatkan stabilitas otot tubuh tanpa harus menggunakan Qi dan juga berguna untuk memperlambat laju pernapasan sehingga tidak perlu mengeluarkan energi terlalu banyak.
Yang menarik dari Teknik Pernapasan Udara ini adalah Xiao Shuxiang dapat merasakan udara yang dia hirup kemudian memisahkan antara udara panas dan udara dingin. Seperti sekarang, dia menggunakan Teknik Pernapasan Udara untuk membantunya mendinginkan tubuh. Dia memisahkan udara panas dan dingin yang berada di dalam hidungnya.
Udara dingin Xiao Shuxiang masukkan ke dalam tubuhnya, sementara udara panas dia hembuskan. Begitu seterusnya.
Teknik Pernapasan Udara bisa dibilang agak mirip dengan Perubahan Jenis Qi. Yang mana Qi di dalam tubuh dapat diubah menjadi berbagai macam elemen selain berfungsi untuk meningkatkan kualitas tulang, otot, darah, dan organ di dalam tubuh lainnya.
Elemen yang dihasilkan dari Qi sendiri terdiri dari lima elemen yaitu Air, Api, Tanah, Logam, dan Kayu. Namun ada juga kultivator yang dapat mengubah Qi miliknya menjadi elemen lain seperti Es, Petir, Angin, atau bahkan Racun.
Meski begitu, belum ada satu kultivator pun yang memiliki semua elemen-elemen ini di dalam tubuhnya. Sebab setiap elemen harus memiliki tempatnya sendiri-sendiri, sementara seorang kultivator hanya memiliki satu dantian, kecuali jika kultivator tersebut dapat membagi dantiannya menjadi beberapa bagian.
Namun perlu diketahui bahwa semakin banyak elemen yang dikuasai, maka akan semakin sulit untuk menaikkan tingkat praktik.
Dan jika ada kultivator gila yang berani melakukan pembagian dantian untuk dapat menguasai semua elemen, dia bisa saja malah merusak ataupun menghancurkan dantian miliknya.
Karena sejauh ini... Para kultivator lebih memilih fokus mempelajari satu elemen saja, sebab mempelajari semua elemen dapat membuat tubuh mereka terbebani.
Tetapi ada juga jenius yang terlahir dengan bakat untuk mempelajari lebih dari satu elemen, merekalah yang memiliki dantian khusus bernama Dantian Kembar.
Wujud dantian ini sama halnya dengan dantian biasa, berwarna putih bening, berbentuk bulat sempurna dengan diameter 5cm.
Yang membedakan adalah dantian itu seperti memiliki garis lengkungan pemisah di dalamnya, inilah tempat untuk Qi yang dapat diubah menjadi lebih dari satu elemen. Caranya tinggal memasukkan Qi dan mengubahnya menjadi elemen yang sesuai dengan bakat sang jenius.
Meski Teknik Pernapasan milik Xiao Shuxiang agak mirip dengan Perubahan Jenis Qi, namun keduanya memiliki perbedaan yang cukup besar.
Teknik Pernapasan sama sekali tidak menggunakan Qi dalam prakteknya. Sementara untuk melakukan Perubahan Jenis Qi, dibutuhkan sebuah Teknik Pernapasan.
Teknik Pernapasan yang ada di dunia kultivator hanyalah Teknik Pernapasan Embun Bunga. Mereka tidak mengetahui bahwa Xiao Shuxiang memiliki dua Teknik Pernapasan yang sama sekali belum pernah mereka dengar sebelumnya.
"Aku jadi penasaran dengan Kultivator Tanpa Gelar itu, siapa dia sebenarnya? Jika dia benar-benar kultivator aliran putih... Harusnya kedua teknik itu sudah terkenal dan dipelajari oleh beberapa kultivator aliran putih dan netral. Tapi yang terlihat adalah... hanya Xiao Shuxiang ini yang mengetahui kedua teknik pernapasan tersebut..."
Xiao Shuxiang larut dalam pikirannya. Dia sebenarnya begitu penasaran dengan Kultivator Tanpa Gelar yang memberinya Kitab Pernapasan Langit Dan Bumi. Apa alasan kultivator itu sebenarnya? Jika hanya sebagai pengakuan kekalahan, harusnya dia tidak memberikan kitab itu kepadanya.
Tentu saja, sebab kitab itulah yang membuat Xiao Shuxiang bisa bertarung tanpa lelah dan memiliki pengontrolan Qi yang jauh lebih hebat dari kultivator lain.
"Haiih... Dan yang paling mengherankan adalah kultivator itu tidak pernah muncul lagi. Bahkan saat aku melakukan kekacauan di benua ini, dia juga tidak muncul..." Xiao Shuxiang mengusap-usap dagunya, dia terlalu keasyikan dengan pikirannya sampai lupa bahwa saat ini dirinya masih berada di tengah padang rumput kering.
Jing Mi benar-benar sudah tidak kuat lagi, pandangannya mulai buram. Tak henti-hentinya Jing Mi mengusap kening dan dagunya, dia tidak sanggup berjalan lagi.
"Guru... be..r..hen..ti… du..lu.." Jing Mi hampir tumbang. Untung saja Xiao Shuxiang cepat menangkap dan menarik anak laki-laki itu untuk ikut merangkul dirinya.
Xiao Shuxiang akhirnya harus menjadi penyangga berjalan Jing Mi dan Qi Xuan. Meski memiliki tubuh yang kecil, namun karena teknik pernapasan yang dimilikinya, Xiao Shuxiang mampu membantu kedua anak itu berjalan.
"Sa..Sauda..ra Xiao.. te..ri..ma ka..sih.." Suara Jing Mi begitu pelan, bahkan Xiao Shuxiang sama sekali tidak mengerti dengan yang dia ucapkan.
Xiao Shuxiang menghela napas, "Apa anak-anak ini tidak diajari teknik apa pun? Jurus atau apa saja yang bisa membantu mereka?! Haiih... Kalau begini terus kapan kita akan bisa sampai ke Sekte Bunga Lotus...? Jangankan sampai ke sana, keluar dari tempat ini saja terasa sangat mustahil..."
Yang Shu sebenarnya juga ingin beristirahat. Tetapi terik matahari malah akan semakin menyengat jika mereka memutuskan untuk beristirahat.
Yang Shu kemudian menoleh ke arah Xiao Shuxiang, dia cukup terkejut sebab cucu laki-lakinya sedang memapah Jing Mi dan Qi Xuan.
"Xiao'Er...? Apa... kau masih sanggup membawa mereka?" Yang Shu ingin memuji kekuatan fisik cucunya, namun kondisi saat ini begitu tidak mendukung. Qi Xuan dan Jing Mi benar-benar terlihat seperti apel mengkerut sekarang.
"A-aku rasa masih sanggup, tapi se-benarnya berapa lama lagi baru kita bisa sampai di pohon yang Kakek katakan?" Xiao Shuxiang sebenarnya merasa lelah.
Meski tubuh Xiao Shuxiang tidak terpengaruh dengan terik matahari yang menyengat berkat teknik pernapasan miliknya, namun karena fisik Xiao Shuxiang masih bocah... tentu menanggung beban badan Qi Xuan dan Jing Mi bukanlah hal yang mudah dilakukan. Apalagi saat ini Xiao Shuxiang juga butuh air dan makanan.
"Aku bisa saja membantu mereka berdua, andai dantianku bukanlah dantian cacat. Aku bisa mengalirkan Qi di tubuh mereka dan mengubahnya menjadi angin dingin. Masalahnya... Qi di sini begitu sangat tipis dan melakukan itu dengan dantian cacat akan membuat tubuhku sakit. Aku tidak mau..." Xiao Shuxiang sedikit memanyunkan bibirnya sambil meratapi dantian dan kondisi di sekitarnya yang begitu tipis oleh Qi.
"Siksaan semacam ini sangat keterlaluan. Aku tidak pernah berbuat baik di kehidupanku sebelumnya, lantas kenapa harus mendapat siksaan seperti ini?!" Xiao Shuxiang berusaha untuk tidak meledak meski hatinya saat ini sedang panas. Menurutnya, hanya orang baik-lah yang diuji Tuhan. Tapi kenapa harus dia?!
***
-
-
Catatan Penulis :
.
.
.
saatnya Dasha Sensei muncul..
.
.
'Dasha dan Pantun Nasehat'
.
.
Kalau harimau sedang mengaum
Bunyinya sangat berirama
Kalau ada ulangan umum
Marilah kita ny*nt*k bersama! \(☆o☆)/
.
.
KABUUUUUR!!! ╭(ȏ.̮ȏ)╭(ȏ.̮ȏ)╭(ȏ.̮ȏ)╯
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 515 Episodes
Comments
Miss.Viewer🌸
Masalah jurus pernapasan doang 1 chap. bagus sih apalagi tulisan nya rapi enak di dipandang, tapi gw ga sabaran orangnya terlalu detail cerita nya dan lagi ini sih udh sangat sangat lambat alur nya. walaupun udh di kasi tau dri awal tapi tetep aja
2024-02-14
1
Zorro
akar rumput kering ada banyak air xiang'er
2023-06-24
1
Pedang neraka
Apakah DANTIAN KEMBAR sama dengan DANTIAN KAISAR ?
Yang saya baca : dantian kaisar sangat jarang , bisa hanya 1 pendekar tiap 1000 taun
2023-06-17
1