Xiao Shuxiang menatap dua ekor keledai yang sedang makan rumput di depannya sambil memikirkan ucapan Xiao WeiWei semalam.
"Apa wanita itu berhasil membujuknya, yah...?" dia bergumam pelan, namun kedua keledai di depannya seakan tahu apa yang sedang Xiao Shuxiang gumamkan.
Kedua keledai ini menghentikan makan mereka dan lalu menatap Xiao Shuxiang yang sedang berdiri sambil menyilangkan kedua tangannya.
"Kalau mereka tidak mengizinkanku pergi, aku akan membakar rumah ini bersama mereka di dalamnya dan menyusul si tua bangka itu! Bagaimana pun caranya, aku harus pergi dari sini!" Xiao Shuxiang terlihat menyeringai, ucapannya membuat kedua keledai di depannya merinding seketika.
"Oak Oak Oak"
Xiao Shuxiang yang mendengar suara dari kedua keledai di depannya seketika menaikkan sebelah alisnya. Dia nampak keheranan. "Ada apa dengan kalian? Ingin dibakar juga?"
!!
Saat mendengar suara Xiao Shuxiang yang terdengar dingin, kedua keledai ini langsung berlari ke sudut belakang kandang dengan kaki dan tubuh gemetar.
Melihat kedua keledai itu meringkuk membuat seulas senyuman terpatri di wajah Xiao Shuxiang. Sesuatu tiba-tiba terlintas dipikirannya.
Dia berjalan pelan ke arah kedua keledai yang terlihat ketakutan. Perasaan kedua binatang ini sudah buruk saat Xiao Shuxiang mengatakan akan membakar rumah tuannya dan sekarang semakin buruk saat melihat seringai yang terlihat penuh siasat licik dari anak laki-laki tersebut.
"Kalau dipikir-pikir, aku sudah lama tidak melakukan pembantaian. Bagaimana jika aku melakukannya pada warga desa ini?" Xiao Shuxiang bertanya kepada kedua keledai saat dirinya berada tepat di depan mereka.
"O~Oak" salah satu keledai bersuara dan saat mendengarnya Xiao Shuxiang tertawa.
"Dasar payah! Ancaman begitu saja kalian takut? Bisa dibilang warga di desa ini beruntung karena aku, Xiao Shuxiang! Tidak memiliki kekuatan dan tubuh seperti kehidupanku sebelumnya. Kalau tidak, mungkin kalian semua sudah menjadi abu sekarang,"
Meski terkesan dijahili, namun tidak ada perasaan lega sedikit pun yang kedua keledai itu rasakan. Mereka justru seakan merutuki diri sendiri karena harus bertemu dengan Xiao Shuxiang. Padahal sebelumnya, tuan kecilnya ini begitu ramah dan terlihat bersahabat dengan mereka. Namun entah bagaimana sifat tuannya tiba-tiba berubah dan memiliki aura yang menakutkan.
Saat Xiao Shuxiang ingin menjahili kedua keledai ini lagi, dia seketika mendengar suara yang tidak asing di telinganya. Segera dia menoleh ke asal suara tersebut dan benar saja! suara itu adalah milik Xiao WeiWei.
"Xiao'Er? Kau belum bersiap-siap? Matahari sudah semakin tinggi, kau jangan terus berada di sini."
Xiao Shuxiang berjalan menghampiri wanita itu. Saat dirinya sudah didekat Xiao WeiWei, dia dapat merasakan sentuhan lembut wanita tersebut yang mengusap kepalanya.
"Kenapa kau belum bersiap-siap Xiao'Er? kakek dan juga kakakmu Lu'Er sudah menunggu sejak tadi, jangan biarkan mereka menunggu lama."
Xiao Shuxiang sedikit tersentak saat mendengarnya. "A-apa itu berarti aku diizinkan pergi?"
Xiao WeiWei tersenyum lembut. "Tentu saja! Ayo mandi dan bersiap-siaplah, sekarang kau sudah menjadi pendekar, kan? Seorang pendekar tidak boleh menetap di satu tempat. Ada banyak kebaikan yang harus kau buat." dia mencubit pelan pipi putranya.
Xiao Shuxiang tersenyum senang, tidak dia sangka Xiao WeiWei berhasil membujuk Yang Hao. "Iya! Aku akan segera bersiap. Ada banyak kekacauan yang harus aku buat!"
Xiao WeiWei menahan tawa saat melihat putranya begitu bersemangat, seakan-akan Xiao Shuxiang sudah lama menantikan hal ini. Apalagi putranya itu bergegas pergi untuk membersihkan diri.
Di dalam kamarnya. Xiao Shuxiang memakai seragam Sekte Kupu-Kupu. Kain itu terasa kasar dan bukan sejenis pusaka, namun karena dia sudah menjadi bagian dari Sekte Kupu-Kupu, dirinya pun harus memakainya.
Xiao Shuxiang bahkan tidak lupa membawa pedangnya, dia menyelipkan pedang itu di sabuk pinggang kirinya dan mulai berjalan keluar dari kamar.
Tiba di pintu rumah, dia melihat Xiao WeiWei dan Yang Hao. Mereka berdua tersenyum tipis sambil memuji penampilannya yang benar-benar pantas memakai seragam berwarna biru itu.
Yang Hao mengusap pelan punggung Xiao Shuxiang, "Kemarin sore aku tidak melihatnya dengan jelas, Xiao'Er putraku benar-benar terlihat seperti pendekar."
Yang Shu dan Xiao Lu sendiri menunggu Xiao Shuxiang di luar. Gadis cerewet menyebalkan itu nampak memayunkan bibirnya. "Xiao'Er?! Kau ini lama sekali, seperti perempuan saja! Kami menunggu sangat lama!"
Xiao Shuxiang menatap tidak suka pada gadis itu. "Tsk, kau sendiri malah seperti ibu-ibu cerewet!"
"Xiao'Er! Kau tadi bilang apa, hah?" Xiao Lu baru akan berjalan mendekat dan menjitak adiknya saat terdengar suara teguran dari ayahnya.
Yang Hao, "Lu'Er... Jangan seperti itu pada adikmu,"
"I-iya Ayah..." Xiao Lu terpaksa mengurungkan niatnya. Raut wajahnya nampak cemberut.
Yang Hao berjalan ke arah Yang Shu, dia sedikit memelankan suaranya. "Ayah, kau harus menjaga kedua anakku dengan baik. Apalagi dengan kelakuan Lu'Er..."
Yang Shu mengangguk, dia mengusap kumis dan juga janggutnya. "Tentu, tentu. Serahkan padaku,"
Xiao Shuxiang dan Xiao Lu kemudian diantar oleh kedua orang tua mereka menuju pinggiran desa. Para warga desa termasuk murid Sekte Kupu-Kupu juga sudah menunggu, suasana yang cukup meriah.
Jing Mi dan Qi Xuan terlihat berpamitan dengan para warga, sementara Xiao Lu dan Xiao Shuxiang dikerumuni oleh saudara-saudara seperguruan mereka.
"Berhati-hatilah, Nak. Kau jangan menyusahkan gurumu," An Shui yang merupakan ibu dari Qi Xuan terlihat mengusap dan mencium kedua pipi dan juga kepala putranya.
Qi Xuan memeluk An Shui, "Baik. Ibu juga, tolong untuk selalu menjaga diri."
Dia kemudian berpamitan dengan ayahnya, Qi Onglin. "Ayah, Xuan'Er pergi dulu. Ayah jangan bekerja terlalu keras. Ayah harus menjaga diri baik-baik."
Qi Onglin tersenyum ketika putranya mencium tangannya, nampak begitu patuh. Dia pun mengusap lembut kepala Qi Xuan. "Kau harus menurut pada perkataan gurumu, jaga dirimu baik-baik, Nak. Ayah sangat bangga padamu."
Qi Xuan tersenyum, perasaan bangga menghampirinya ketika mendengar ucapan ayahnya barusan. Dia jujur merasa senang karena terpilih menjadi perwakilan teman-temannya untuk mengikuti Turnamen Kultivator Muda. Dalam hati dia menyakinkan agar tidak sampai mengecewakan.
Jika dibandingkan dengan cara berpamitan Qi Xuan yang begitu lembut dan dipenuhi oleh senyuman, maka Jing Mi berbeda lagi. Anak laki-laki itu terlihat menangis sambil memeluk erat pamannya, Jing Bai.
"Pamaan Bai...!!"
Jing Bai memeluk Jing Mi erat, keduanya menangis keras dan penuh semangat. "Keponakan Kesayanganku...! Kau harus menjadi pendekar yang kuat. Cari banyak uang dan kembali kemari...!"
Jing Mi sendiri beberapa kali mengangguk penuh semangat saat mendengar ucapan Jing Bai. Dia berusaha mengusap air matanya.
Xiao Shuxiang tercengang saat melihat kedua orang itu nampak sangat mendramatiskan keadaan. Apalagi saat dia mendengar ucapan Jing Bai kepada keponakannya itu.
"Apa mereka tidak tahu kalau kita pergi untuk bertaruh nyawa? Bisa saja kita semua tewas sebelum menjadi kaya. Haiih... benar-benar."
"Bibi...!" Jing Mi yang selesai memeluk pamannya kini beralih memeluk bibinya.
"Keponakanku, makan yang teratur dan tidur yang nyenyak. Kau harus pergi jika bertemu hewan buas! Dan saat kau sudah kaya, jangan lupakan warga desa ini!"
Xiao Shuxiang berkedip, "Tidak mungkin kami bisa makan teratur dan tidur yang nyenyak! Apalagi dunia yang akan dijelajahi adalah dunia yang sangat berbahaya! Apa mereka sama sekali tidak mengerti itu? Sebenarnya aku ini ada di sudut dunia mana...? Haah... Luar biasa."
Jing Mi terlihat bersemangat. "Iya! Aku akan menjadi pendekar kuat agar mendapat banyak uang untuk membangun desa kita! Aku juga akan mencari gadis cantik dan baik hati seperti Bibi Xiao WeiWei, membuat banyak keturunan agar desa ini semakin ramai! Aku akan berjuang!"
!?
Yang Hao dan Yang Shu tersedak napasnya sendiri saat mendengar ucapan Jing Mi. Bahkan beberapa warga desa termasuk Xiao Shuxiang juga ikut tersedak.
Hou Yong menghampiri Jing Mi dan menepuk pundak saudara seperguruannya itu. "Saudara Jing! Kau jangan cari yang punya sifat kasar seperti Kakak Lu,"
Xiao Lu mendengar ucapan anak berusia 8 Tahun itu dan dengan sigap menarik telinga kanan Hou Yong, "Kau tadi bilang apa, hmm?!"
"Adduh! Adduh! Kakak, Sakit!"
Yi Wen juga ikut menghampiri Jing Mi, "Saudara Jing, tidak usah gadis yang cantik asalkan dia punya banyak makanan,"
"Baiklah!"
Yang Shu kemudian berpamitan dengan semua warga desa, tak lupa dia menghampiri putranya Yang Hao. "Kalau begitu, kami pergi dulu. Sekte Kupu-Kupu aku serahkan padamu, Hao'Er."
Yang Hao mengangguk, "Aku akan menjaga murid-murid Ayah dengan baik."
Yang Shu tersenyum dan kemudian mulai melangkah pergi diikuti oleh Qi Xuan, Xiao Lu dan Xiao Shuxiang.
Jing Mi masih berpelukan dengan saudara-saudara seperguruannya. Dia baru sadar bahwa tetuanya sudah pergi saat Zhi Shu memberitahunya. Dia tersentak dan segera menyusul Yang Shu dan ketiga temannya.
"Aku Pergi Dulu!! Jaga Diri Kalian Baik-Baik...!!" Dia membalikkan badannya ke arah warga dan juga para saudara seperguruannya sambil melambai-lambaikan tangan.
Hou Yong berteriak sambil ikut melambaikan tangan. "Saudara Jing?! Kalau Kau Mendapat Gadis Yang Cantik, Carikan Aku Juga...!!"
Bao Yu ikut berteriak. "Aku Juga Mau...! Yang Punya Tubuh Bagus...!!"
!!
Yang Hao tercengang saat mendengar ucapan Hou Yong dan juga Bao Yu. Anak-anak ini belum berusia 17 tahun, tapi kenapa sudah memikirkan hal seperti itu? Sebenarnya apa yang diajarkan Ayahnya kepada mereka?
Feng Ying ikut-ikutan, "Aku Mau Yang Banyak Makanannya!" ini pertama kalinya dia mengatakan kata lain selain 'Lapar...'
Meski teman-temannya yang lain terkejut karena Feng Ying, namun sedetik berikutnya mereka kembali berteriak lagi.
Hai Feng, "Saudara Jing! Carikan Aku Gadis Yang Hidungnya Mancung...!!"
Rou Wei tidak mau kalah. "Kalau Aku Yang Enak Dipeluk...!!" suaranya begitu nyaring sampai membuat beberapa warga desa secara refleks menutup telinga mereka.
Yi Wen, "Carikan Aku Juga...! Seorang Pria Tampan Dan Kaya...!!"
Zhi Shu, "Kalau Aku Mau Kucing Besar, Saudara Jing!"
Alasan kenapa mereka meminta kepada Jing Mi adalah karena menurut mereka, Qi Xuan memiliki sikap yang kaku, tidak seperti Jing Mi yang mudah bergaul. Sehingga pesanan mereka lebih bisa dipenuhi oleh anak laki-laki itu.
Lagipula Xiao Lu memiliki sifat kasar dan mudah marah, sementara Xiao Shuxiang masih terlalu muda dan juga polos. Mereka tidak akan mendapat apa-apa jika meminta kepada Xiao Lu, Qi Xuan dan juga Xiao Shuxiang.
"Tentu Saja...!! Aku Akan Ingat Pesanan Kalian!!" Jing Mi tersenyum senang sambil melambaikan kedua tangannya penuh semangat.
Xiao Shuxiang yang mendengar teriakan dari teman-teman seperguruannya terlihat memasang ekspresi tidak percaya. "Aku tidak menyangka ucapan yang keluar dari mulut bocah-bocah itu. Apa mereka pikir itu bahan makanan yang bisa dibeli di pasar?"
Hou Yong dan semua saudara-saudaranya secara bersamaan melambaikan tangan mereka. "Jaga Dirimu Baik-Baik Saudara!!"
"Kalian Juga!!"
Xiao Lu menarik kerah Jing Mi karena anak laki-laki ini terus saja berteriak-teriak kepada warga di desa. "Ayo Cepat! Kakek dan yang lain sudah jauh, kau ini ingin di sini terus?!"
"Maaf Kakak Lu Yang Cantik!!"
Jing Mi kemudian menyusul Yang Shu, Qi Xuan, dan Xiao Shuxiang yang berada cukup jauh di depannya. Dia langsung merangkul Qi Xuan dan Xiao Shuxiang ketika berada di tengah-tengah saudara seperguruannya tersebut.
Qi Xuan melepaskan rangkulan Jing Mi dan lalu mengusap gemas kepala saudaranya itu. "Kau sudah puas menangisnya saudara Jing?"
"Kau ini, Jangan Membuat Rambutku Berantakan!" Jing Mi membalas perlakuan Qi Xuan, dia mengusap kepala saudaranya dan juga mencubit gemas kedua pipinya.
Xiao Shuxiang menggeleng melihat tingkah kedua anak ini. Dirinya kemudian sejenak menoleh ke arah desa. Para warga dan juga teman-teman seperguruannya, termasuk Yang Hao dan Xiao WeiWei kini terlihat begitu kecil.
Sambil menutup mata pelan dan kemudian membukanya, Xiao Shuxiang menghembuskan napas. "Sampai bertemu lagi..."
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 515 Episodes
Comments
Bang A.Ai
/Facepalm//Chuckle/
2025-01-17
0
malest
bagus,
2023-08-11
2
malest
bagus
2023-08-11
1