Jing Mi kagum saat melihat Xiao Shuxiang memakai seragam yang sama dengannya, "Waaah... Saudaraku! Seragam itu benar-benar cocok denganmu! Sekarang kau resmi menjadi murid ke-sebelas Sekte Kupu-Kupu!"
"Benar, benar! Kau terlihat keren Saudara Xiao!" puji Hou Yong dengan mata yang berbinar-binar.
Xiao Shuxiang mengusap ujung hidungnya dengan jari telunjuk kanannya sambil tersenyum bangga. "Tentu saja, aku kan Xiao Shuxiang!"
Xiao Lu terlihat memanyungkan bibirnya saat melihat adiknya itu terus mendapat pujian dari teman-teman seperguruannya.
"Dia memang menggemaskan dan manis dengan pakaian itu, tapi aku masih jauh lebih manis dan menggemaskan darinya!" Xiao Lu menggerutu pelan, sangat tidak suka saat Xiao Shuxiang mendapat banyak pujian dari teman-temannya.
Xiao Lu lantas menggoyang-goyangkan tangan Yang Shu, "Kakek? Menurutmu Xiao'Er lebih menggemaskan dariku?"
Yang Shu tersenyum lembut ke arah cucunya, dia lalu mengusap pelan kepala Xiao Lu sambil berkata. "Kalian berdua sama-sama menggemaskan. Tapi Lu'Er yang paling cantik!"
Xiao Lu tersenyum senang mendengar pujian itu, pipinya bahkan sampai memerah. "Tentu saja! Memang aku yang paling cantik!!"
Yang Shu menahan senyumnya saat melihat cucu perempuannya begitu sangat senang dipuji, dia kemudian menghampiri Xiao Shuxiang dan juga murid-muridnya yang lain.
"Kalian semua pemanasanlah! Kakek harus memperbaiki gubuk terlebih dahulu. Qi Xuan, giliranmu yang melatih hari ini!" Yang Shu mengusap pelan pundak Qi Xuan.
"Baik Tetua!"
Selama Yang Shu memperbaiki gubuknya yang roboh, Qi Xuan mengarahkan teman-temannya untuk mengikuti dirinya melakukan gerakan-gerakan pemanasan.
Gerakan pemanasan yang diajarkannya cukup sederhana, hanya melemaskan otot kaki, tangan, kepala, dan menggoyang-goyangkan pinggang.
Gerakan pemanasan selanjutnya adalah push up dengan bantuan teman, yang mana seorang teman duduk bersila di punggung temannya yang melakukan push up.
Setelah berguling-gulingan di tanah sebanyak 20 kali, akhirnya tibalah Qi Xuan mengarahkan teman-temannya untuk berlatih teknik pedang sektenya.
Jing Mi begitu bersemangat, dia sampai melompat-lompat. "Wuuuh! Aku sudah sangat panas! Benar-benar panas!!"
Hou Yong pum demikian, "Cepat lakukan! Cepat! Aku siap!"
!?
Xiao Shuxiang berkedip beberapa kali saat melihat tingkah kedua anak disampingnya ini. "Panas dari mananya...? Aku sama sekali belum keringatan! Haah... Serius, sebenarnya sekte macam apa yang kudatangi ini?"
"Semuanya! Bersiap di posisi!" Qi Xuan mengarahkan.
Ada lima orang temannya yang berada di depan, mereka adalah Hai Feng, Yi Wen, Ro Wei, Feng Ying, dan Zhi Shu. Sementara yang berada di belakang mereka adalah Xiao Lu, Hou Yong, Jing Mi, Xiao Shuxiang, dan Bao Yu.
Qi Xuan memperagakan teknik berpedang yang sudah pernah dilihat oleh Xiao Shuxiang sebelumnya. Benar, teknik berpedang Qi Xuan sama dengan teknik berpedang Xiao Lu.
"Dia lebih berbakat dari gadis cerewet itu..." Xiao Shuxiang sebenarnya cukup senang sebab dia sudah tiga hari tidak memegang pedang. Hanya saja, pedang yang dipegangnya tidak seberat pedang yang biasa dia gunakan.
"Satu!" Qi Xuan berseru.
Posisi kaki kanannya ditekut, sementara kaki belakangnya lurus, telapak kaki belakang Qi Xuan serong ke arah luar, berat badannya ditumpukan pada kaki depan dengan badan tegap, pandangan lurus dengan pedang terhunus ke depan.
Qi Xuan mulai memperagakan dua jurus pedang yang lain, yaitu gerakan pedang menyilang dan gerakan tubuh berputar yang diakhiri dengan posisi lutut kaki kiri berada di depan dan menyentuh tanah, sementara kaki kanan di tekuk dengan tubuh mengikuti hunusan pedang ke arah samping.
Qi Xuan begitu bersemangat melakukan ketiga gerakan pedang tersebut. Setelah selesai memperagakan ketiga gerakan itu, dia ambruk dengan posisi tubuh menghadap ke langit. Bukan hanya dirinya, namun teman-temannya yang lain juga melakukan hal yang sama, kejadian ini membuat Xiao Shuxiang tercengang.
Jing Mi dan Hou Yong terengah-engah, meski begitu mereka memperlihatkan raut wajah yang senang.
Jing Mi tersenyum puas, "I-itu tadi keren sekali! Aku belum pernah memperagakan gerakan yang secepat itu sebelumnya..."
"Aku baru saja memecahkan rekorku!" Hou Yong tidak mau kalah.
Xiao Shuxiang menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Meski gerakan Qi Xuan dan teman-temannya cepat, namun dia bisa mengikuti gerakan mereka. Hanya saja dirinya sama sekali tidak merasa lelah seperti teman-teman seperguruannya ini.
"Aiih, mereka terlihat seperti sudah memperagakan ribuan jurus saja. Hei, kau tidak apa-apa?" Xiao Shuxiang duduk di samping Jing Mi, dia menepuk pelan lengan anak laki-laki yang sekarang ini sedang terbaring dengan mata tertutup.
Jing Mi membuka matanya perlahan, dia sudah bisa mengatur napasnya dengan baik sekarang. "Aku baik-baik saja Saudara Xiao,"
Dia mengubah posisi tubuhnya menjadi duduk bersila, "Tapi kau terlihat tidak kelelahan seperti kami? Tenagamu boleh juga, Saudara Xiao!" Jing Mi menatap Xiao Shuxiang sambil menepuk pelan punggungnya.
Xiao Shuxiang tersenyum tipis sebagai balasan. Dia pun kembali bertanya, "Apa setiap latihan kalian akan merasa kelelahan seperti ini?"
Hou Yong mendengarnya, "Kami sudah biasa Saudara Xiao, latihan seperti ini meski berat tapi kami bisa melakukannya!"
Dia memperbaiki posisinya dan kemudian berjalan jongkok ke tempat Xiao Shuxiang. Hou Yong lalu duduk tepat di antara anak laki-laki berusia 7 Tahun itu dan Jing Mi.
Qi Xuan dan yang lainnya mulai bangun, "Latihan hari ini sudah selesai. Yang masih ingin lanjut kalian bisa tinggal, sementara yang lain bisa istirahat."
Dia meperbaiki posisinya menjadi duduk bersila. Saat berlatih penuh semangat dan tenaga tadi----Qi Xuan bisa merasakan Qi berkumpul di sekeliling tubuhnya, karena itulah sebisa mungkin dia ingin menyerapnya. Bisa saja tingkat praktiknya meningkat menjadi Forging Qi tingkat tiga.
Xiao Shuxiang memperhatikan saat Qi Xuan berkonsentrasi, "Kebanyakan kultivator lebih memilih meningkatkan praktiknya dengan cara instan yaitu menyerap spirit stone atau demonic core, daripada harus berusaha keras meningkatkan praktiknya secara manual. Untuk anak yang tinggal di tempat dengan Qi yang tipis, anak itu berbakat!"
Sementara itu, Xiao Lu berdiri dan mengambil tempat agak jauh dari teman-temannya. Dia masih mau melanjutkan teknik berpedangnya.
Di sisi lain, Yi Wen menoleh ke arah Hai Feng dan Bao Yu, "Ayo. Kita harus mencari makanan untuk makan malam nanti."
Kedua temannya itu menggangguk, mereka kemudian berjalan pergi meninggalkan rekan-rekannya yang lain.
Zhi Shu dan Ro Wei sendiri pergi menemui Yang Shu, kedua anak perempuan itu ingin meminta izin untuk pergi mencari buah-buahan di hutan. Yang Shu mengizinkan jika mereka tidak pergi terlalu jauh. Dibandingkan dengan Yi Wen, Zhi Shu dan Ro Wei adalah anak yang penurut.
Xiao Shuxiang bisa melihat, bahwa orang selain Xiao Lu yang akan diikutkan untuk mengikuti turnamen kultivator muda oleh Yang Shu adalah Qi Xuan.
Jing Mi, "Saudaraku, ayo kita mencari tempat beristirahat. Kita jangan ganggu Saudara Xuan!" dia mengajak Xiao Shuxiang dan juga Hou Yong serta Feng Ying untuk mencari tempat yang nyaman seperti di bawah sebuah pohon.
Xiao Shuxiang mengangguk, dia mengikuti Jing Mi. Namun entah kenapa tapi selama mereka berjalan, Feng Ying selalu merapat ke arahnya.
"Anak ini, tidak akan menggigit tanganku lagi, kan?" Xiao Shuxiang menatap cemas ke arah Feng Ying, namun bocah itu hanya diam saja sambil terus merapatkan tubuhnya.
Meski dia selalu mengambil jarak, namun tetap saja Feng Ying merapat ke arahnya. Ini terasa agak menegangkan.
Hou Yong tertawa, ia lalu menepuk pelan pundak Xiao Shuxiang. "Ha ha ha, tenang saja Saudara Xiao! Si kecil Feng ini masih terlalu muda untuk memakan orang."
"Jadi maksudmu saat anak ini sudah besar, dia baru bisa memakanku, begitu?" ucapan Xiao Shuxiang membuat Jing Mi dan Hou Yong tersedak. Keduanya nampak memikirkan apa yang baru saja terjadi.
!?
Hou Yong tersadar bahwa dirinya telah salah bicara, "Ma-maksudku bukan begitu. Maksudku adalah perut Saudara Feng ini terlalu kecil untuk menampung dirimu,"
Xiao Shuxiang menyipitkan matanya, "Jadi kalau perutnya sudah besar dia baru bisa memakanku?"
"Tsk, Saudara Hou!" Jing Mi menjitak kepala Hou Yong, "Kau jangan bicara begitu,"
Dia kemudian mengusap pelan kepala Feng Ying sambil menatap tersenyum dan menatap Xiao Shuxiang, "Saudaraku, jangan khawatir. Sampai kapan pun, Feng Ying tidak akan memakanmu!"
Xiao Shuxiang tertawa pahit, dia kemudian menatap Jing Mi dalam. Wajahnya nampak cemas sebab ucapan kedua anak ini terkesan ambigu baginya. "Berarti kau ingin mengatakan bahwa selain aku, anak ini bisa memakan orang lain, begitu?"
!!
Jing Mi dan Hou Yong menepuk keras dahi mereka saat mendengar ucapan Xiao Shuxiang barusan. "Astagaa...! Maksudku bukan begitu Saudaraku! Si kecil Feng Ying ini tidak akan memakanmu! Dan dia tidak akan memakan orang lain, sungguh?!"
Hou Yong menepuk pelan pundak Feng Ying, tersenyum dengan wajah yang seolah meminta jawaban pasti. "Dia ini anak yang baik, tidak mungkin melakukan itu. Benar kan, Saudara Feng?
"......"
Feng Ying menatap Xiao Shuxiang, tatapan matanya begitu polos. Dia lalu memiringkan sedikit kepalanya sambil terus memperhatikan anak laki-laki berusia 7 Tahun tersebut.
"......"
Baik Jing Mi, Hou Yong, dan Xiao Shuxiang secara tidak sadar mengikuti gerakan kepala Feng Ying yang miring. Sebuah gumaman pelan kemudian keluar dari mulutnya. Gumaman yang membuat ketiga anak yang menatapnya itu tersentak kaget.
"Lapar..."
"Lihat, kan! Dia ingin memakanku?!" Xiao Shuxiang menunjuk Feng Ying. Itu membuat Jing Mi dan Hou Yong menatap bocah berusia 5 Tahun tersebut dengan dalam.
"Saudara Feng? Kau benar-benar ingin memakan Saudara Xiao?" tanya Hou Yong dan Jing Mi hampir bersamaan.
"Lapar..." Feng Ying hanya memberi tatapan mata polos.
!
Setelah memperhatikan Feng Ying lebih teliti, Jing Mi mulai ingat bahwa selama ini kata yang banyak keluar dari anak kecil tersebut adalah kata, 'Lapar'. "Ehm... Anak ini hanya bisa mengatakan kata 'Lapar' saja, bukan berarti dia akan memakanmu Saudara Xiao..."
Xiao Shuxiang masih tidak percaya, "Tapi dia menatapku seperti itu..." dia juga mulai meneliti raut wajah Feng Ying.
Hou Yong memperhatikan dengan seksama wajah Feng Ying yang begitu datar dengan mata polos tidak berdosanya, "Si kecil Feng ini selalu menatap kami seperti ini juga. Kau jangan khawatir Saudara Xiao. Melihatmu cemas membuatku juga ikut cemas."
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 515 Episodes
Comments
Bang A.Ai
/Facepalm/wkwj
2025-01-17
0
Hana Aini
xhuxiang bakarr
2023-09-02
0
malest
baguss
2023-08-03
1