Xiao Shuxiang duduk bersila di atas tempat tidurnya, dia kembali memeriksa kondisi tubuh dan juga dantian miliknya.
Qi yang dia rasakan di dalam tubuhnya benar-benar sedikit. Perlahan, matanya mulai terbuka.
"Haaa... Ini menyesakkan. Tingkat praktik di kehidupanku sebelumnya benar-benar hilang sekarang. Ini adalah kelemahan terbesar dari Jurus Kebangkitan Kembali, aku harus bisa menyempurnakan jurus ini nanti."
"Masalah lainnya adalah bentuk dantianku tidak sempurna. Memiliki dantian cacat hanya akan menghambat tingkat praktik, sementara menggantinya dalam kondisi fisik dan Qi yang kurang akan membahayakan nyawa."
"Haaah.. Sebaiknya aku mulai tahap demi tahap, meski aku masih tidak terima tingkat praktikku menurun sedrastis ini." Xiao Shuxiang beberapa kali menghela napas, dia menyesal karena membuat jurus hebat dalam kondisi malas, akibatnya jurusnya memiliki kekurangan seperti ini.
Xiao Shuxiang turun dari tempat tidurnya, dia lalu berjalan menuju pintu kamarnya dan secara hati-hati membuka pintu itu. Dia agak gugup sebab pintu kamarnya akan berderit jika dibuka. Xiao Shuxiang hanya tidak ingin membangunkan kedua orang tuanya dan juga Xiao Lu.
Saat sudah di luar kamar, dia mulai berjalan menuju ke pintu yang ada di ruangan tamu.
Xiao Shuxiang sedikit tersentak saat melihat Yang Shu duduk bersila di atas salah satu kursi yang ada di ruang tamu ini.
"Oh ow, sepertinya tua bangka ini menyadari keberadaanku." Xiao Shuxiang tahu bahwa bagi kultivator setingkat Yang Shu, bahkan suara daun jatuh pun bisa didengar meski kedua matanya tertutup.
"Kakek, aku mau berlatih di luar. jangan bilang siapa-siapa ya..." Xiao Shuxiang berbicara kepada Yang Shu dengan suara yang sangat pelan, namun dia yakin bahwa Kakek itu mendengarnya.
Xiao Shuxiang kembali berjalan pelan menuju pintu rumah, dia akhirnya bisa bernapas lega saat sudah berada di luar rumahnya.
"Huuft... Saatnya latihan..."
Xiao Shuxiang mulai berjalan pergi meninggalkan rumahnya, dia mencari tempat yang nyaman untuk memulai latihannya. "Untunglah malam ini bulan purnama, aku jadi tidak harus meraba-raba jalan pulang nanti."
Xiao Shuxiang bermaksud berlatih di dalam hutan, namun karena masih belum tahu tempatnya berada sekarang ini, jadi dia lebih memilih berlatih di pinggir desa, tempat di mana Xiao Lu pernah membawanya.
Yang pertama dilakukan oleh Xiao Shuxiang adalah melemaskan otot-ototnya, beberapa kali dia mendesah karena menyayangkan kondisi fisiknya yang seperti bocah ini.
"Aku benar-benar kembali menjadi anak kecil. Kalau kekuatanku tetap sama dengan tubuhku yang kecil ini, mungkin aku akan senang. Tapi... haaah... mau bagaimana lagi."
Xiao Shuxiang mulai melakukan gerakan-gerakan pemanasan seperti berlari kecil, push-up, bahkan memanjat pohon dan melakukan push-up sambil bergelantungan pada batang pohon dengan cara lipatan lututnya menjepit batang pohon.
Xiao Shuxiang selalu melakukan cara ini sebelum memulai meditasi untuk mengumpulkan Qi. Jika suhu tubuhnya meningkat, maka akan sangat mudah untuk merasakan aliran Qi yang ada di dalam tubuh maupun yang masuk ke dalam tubuh.
Setelah melakukan pemanasan sekitar 30 menit, Xiao Shuxiang pun mulai mengambil tempat yang nyaman untuk bermeditasi di bawah salah satu pohon di dekatnya.
Dalam dunia kultivasi, yang membedakan antara manusia biasa dengan kultivator adalah Dantian. Dantian sendiri adalah tempat di mana energi alam yang disebut Qi dikumpulkan.
Manusia sebenarnya memiliki Qi di dalam tubuhnya. Qi mengalir seperti aliran darah, masuk dan keluar melalui saluran pernapasan serta pori-pori kulit. Karena itulah pembentukan dantian dibutuhkan untuk menyimpan Qi dalam jumlah besar di dalam tubuh manusia agar dapat digunakan.
Perlu diketahui bahwa dalam tubuh manusia sudah ada dantian kecil, hanya saja ukurannya sebesar mata ikan. Jika manusia ingin menjadi kultivator, maka dia harus bisa mengontrol Qi di tubuhnya untuk memperbesar ukuran dantian hingga bisa difungsikan.
Dantian yang bisa menyimpan Qi dengan baik memiliki diameter 5 cm dan berbentuk bulat sempurna, sementara jika dantian tidak berbentuk bulat sempurna atau cacat----maka Qi yang disimpan akan keluar lagi secara perlahan.
Untuk warna, umumnya dantian manusia berwarna putih bening. Setelah diisi oleh Qi, maka dantian akan berubah warna menjadi biru. Namun, ada juga manusia yang memiliki dantian khusus seperti dantian es, dantian petir, atau dantian bunga.
Dantian Xiao Shuxiang sendiri adalah dantian cacat, bentuknya tidak sempurna. Karena itulah meski menyerap banyak Qi dan menyimpannya di dalam dantian miliknya----Qi itu secara perlahan akan keluar lagi. Ini terus berlangsung jika dantian Xiao Shuxiang tidak diperbaiki atau diganti.
Untuk memperbaiki dantian umumnya ada dua cara. Pertama adalah dengan menggunakan pil, namun tentu saja ada efek samping dari cara ini jika pil yang digunakan bukanlah pil yang murni.
Cara kedua adalah dengan menggunakan Qi, ini juga memiliki efek sampingnya sendiri.
Jika Qi yang digunakan terlalu sedikit maka bukan dantian yang akan pulih----tetapi justru dantian bisa rusak dan kemungkinan terburuknya tubuh orang itu akan mengalami kelumpuhan permanen.
Karena itulah untuk menghindari resiko ini, seseorang biasanya dibantu oleh orang lain.
Sedangkan untuk mengganti dantian umumnya juga ada dua cara, hanya saja kedua cara ini memiliki resiko yang sangat besar, yaitu kelumpuhan permanen dan tidak bisa berkultivasi selamanya bahkan sampai kematian.
Untuk Xiao Shuxiang, dibandingkan dengan memperbaiki dantiannya, dia lebih memilih untuk menggantinya. Dia lebih memilih cara yang berisiko tinggi, alasannya karena jika dia berhasil melakukannya seorang diri maka dantian akan jauh lebih kuat.
Xiao Shuxiang perlahan membuka mata, dia menggeleng pelan saat merasakan Qi yang diserapnya kembali keluar dari dantian dan juga tubuhnya
"Haaah... Melakukan ini setiap waktu tidak akan bisa meningkatkan praktikku jika dantianku tidak segera diganti." Xiao Shuxiang menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Dia merasa malam semakin larut, dia memutuskan untuk kembali ke rumahnya. Namun langkahnya terhenti saat melihat Yang Shu berdiri tidak jauh di depannya.
"Benar, kan? Tua bangka ini sadar aku keluar dari rumah itu,"
"Kakek..." Xiao Shuxiang menghampiri Yang Shu sambil tersenyum canggung.
"Kau jauh juga berjalan Xiao'Er, apa kau tidak takut serigala liar datang menyerangmu?" Yang Shu mengelus lembut kepala Xiao Shuxiang saat cucunya ini berada di dekatnya.
"Aku tidak takut."
"Bagus! Cucu Kakek harus menjadi anak yang pemberani!" Yang Shu menepuk pelan pundak Xiao Shuxiang. Dia lalu mengajak cucunya untuk duduk di bawah salah satu pohon yang ada di dekatnya.
Xiao Shuxiang menatap Yang Shu, dia kemudian mulai berbicara kepadanya.
"Kenapa Kakek datang kemari?"
Yang Shu mengelus lembut rambut Xiao Shuxiang sambil menjawab pertanyaan dari cucunya ini. "Kakek hanya ingin melihat latihanmu, dan sepertinya latihanmu berjalan lancar..."
Mendengar ucapan Yang Shu membuat Xiao Shuxiang tersenyum canggung. "Lancar dari mana? Dantian cacat membuat tubuh lemah dan tingkat praktik tidak akan bisa berkembang. Tubuh ini bahkan jauh lebih buruk dari manusia biasa."
Yang Shu paham betul bahwa cucunya ini memiliki dantian yang cacat. Semuanya berawal saat cucunya mencoba membentuk dantiannya saat berusia 6 tahun.
Hari itu cucunya terkesan mencoba-coba saja, tidak disangka dantiannya benar-benar terbentuk. Hanya saja karena Qi yang digunakan terlalu sedikit maka dantian cucunya pun mengalami kecacatan.
Yang Shu masih ingat bahwa saat itu, cucunya tiba-tiba merasa sakit disekujur tubuhnya. Dantian yang cacat membuat kondisi fisik Xiao Shuxiang melemah, dia bahkan harus terbaring di atas tempat tidur dalam waktu yang lama.
Andai saat itu Yang Shu berada di samping Xiao Shuxiang saat cucunya sedang melakukan pembentukan dantian, mungkin dia bisa membantu.
Dia baru akan memperbaiki dantian cucunya ketika Xiao Shuxiang mulai sehat kembali. Hanya saja, cucunya ini ingin melakukannya sendiri.
Yang Shu menghembuskan napas pelan saat mengingat kejadian itu. Dia lalu mengusap pundak Xiao Shuxiang sambil menepuknya perlahan. Dia tidak mengetahui bahwa yang berada di sampingnya sama sekali tidak mengingat kejadian itu.
"Xiao'Er. Kalau kau ingin bantuan dari Kakek, katakan saja. Kakek pasti akan membantumu." Yang Shu tersenyum lembut, ucapan darinya membuat Xiao Shuxiang sedikit tersentak.
"Benar juga, tua bangka ini memiliki tingkat praktik lebih tinggi. Dia bisa membantuku untuk memperbaiki dantianku. Tapi harusnya dia memperbaiki dantianku sejak awal, bukan? Tua bangka ini tidak memperbaiki dantianku pasti karena..."
Xiao Shuxiang memikirkan jika Yang Shu memiliki tingkat praktik yang tinggi, bukan tidak mungkin bagi Yang Shu untuk setidaknya memperbaiki dantiannya. Apalagi yang Xiao Shuxiang ketahui adalah kakek ini begitu sayang padanya, tidak mungkin Yang Shu menolak untuk membantu cucunya. Kecuali Xiao Shuxiang sendiri yang menolak bantuan itu.
Untuk membuktikan bahwa dugaan Xiao Shuxiang benar, dia pun mulai menatap Yang Shu sambil bertanya kepadanya.
"Kakek, apa dantianku bisa diperbaiki?"
Pertanyaan dari Xiao Shuxiang ini membuat Yang Shu tersentak, dia lalu menatap cucunya dengan tatapan tak percaya. "Eh? Jadi kau sudah mau menerima bantuan dari Kakek?"
Xiao Shuxiang akhirnya mengetahui dugaannya memang benar. "Oh, begitu rupanya. Jadi tubuh ini awalnya tidak mau menerima bantuan dari kakek. Pantas saja..."
Xiao Shuxiang tersenyum di dalam hati. Wajahnya saat ini sangat mirip dengan wajah masa kecil Xiao Shuxiang di kehidupan pertamanya. Bahkan nama dan sifat yang tidak mau meminta bantuan orang lain begitu mirip sekali.
Xiao Shuxiang tidak mengambil tubuh orang lain, ini adalah tubuhnya sendiri. Hanya saja, dia kembali ke usia tujuh tahun dengan ingatan kehidupan pertamanya.
Xiao Shuxiang tersenyum tipis sambil menatap Yang Shu, kemudian mulai berkata. "Tidak jadi Kek, aku sebaiknya melakukannya sendiri."
"Kau ini... Padahal Kakek bisa membantumu," ekspresi cemberut yang diperlihatkan Yang Shu membuat bawah mata kanan Xiao Shuxiang berkedut.
"Ka-Kakek bisa membantuku dengan hal yang lain," Xiao Shuxiang tersenyum canggung.
Mendengar ucapan cucunya yang ingin meminta bantuannya, membuat Yang Shu merasa gembira. Dia seketika memeluk Xiao Shuxiang dan menggosok-gosokkan kumis serta janggut tebalnya dengan gemas, tepat di pipi cucunya.
"Hm, katakan saja cucu kesayangan Kakek?!"
Tindakan tiba-tiba Yang Shu ini, sama sekali tidak disadari oleh Xiao Shuxiang. Dia hanya bisa pasrah sambil merutuk kesal di dalam hati.
"Aaa, kumis dan janggut tua bangka ini...!! Aku benar-benar ingin memotongnya!!"
Cukup lama Yang Shu memperlakukan cucu kesayangannya seperti anak bayi. Xiao Shuxiang mulai mengatur napas dan menenangkan diri saat pelukan terhadapnya dilepas.
Xiao Shuxiang sedikit menjauhi Yang Shu, dia takut akan dipeluk dengan tiba-tiba lagi. Jika saja dia tidak membutuhkan Yang Shu untuk menjawab pertanyaannya, mungkin saat ini dia sudah pergi menjauh.
"Ka-Kakek, apa benar Kakek akan ke Sekte Bunga Lotus untuk mengikut-sertakan Xiao Lu dalam turnamen?" suara Xiao Shuxiang kali ini sedikit gugup, dia menatap Yang Shu dengan waspada. Dia tidak ingin diperlakukan seperti tadi.
Yang Shu menaikkan sebelah alisnya, merasa heran dengan pertanyaan barusan. "Hm? Dari mana kau tahu Xiao'Er?"
"Ayah yang menceritakannya kepadaku,"
Yang Shu mengangguk sambil mengelus kumis dan janggutnya saat mendengar jawaban dari Xiao Shuxiang. "Itu benar, bukan hanya kakakmu. Tapi Kakek juga membawa dua murid Kakek yang lain."
Xiao Shuxiang tanpa mengalihkan pandangannya dari Yang Shu, mulai membatin. "Sepertinya, tua bangka ini seorang pemimpin sekte..."
"Kapan Kakek berangkat?" Xiao Shuxiang bertanya kembali.
"Dua hari lagi,"
Xiao Shuxiang berpikir sejenak. "Aku harus bisa pergi dari tempat ini. Tidak boleh menunda waktu untuk melakukan pekerjaan baik dengan melanjutkan rencanaku menghancur-leburkan dunia kultivator. Aku harus bisa menjadi kuat secepatnya. Kakek, apa aku boleh ikut?"
Yang Shu menatap Xiao Shuxiang dalam, terlihat cucunya begitu semangat untuk ikut. "Hm... Tapi perjalanan ke sana sangat jauh dan juga berbahaya. Kau sebaiknya tetap di rumah saja-"
Perkataan Yang Shu terhenti saat dia melihat tatapan polos dan sedikit berbinar milik Xiao Shuxiang. Dia seketika menarik dan memeluk cucunya dengan erat. Xiao Shuxiang sendiri menyesali perbuatannya karena menggunakan cara seperti itu untuk bisa membuat Yang Shu mengajaknya pergi.
"Xiao'Er cucu kesayangan Kakek! Kakek bisa saja membawamu, tapi jika ayahmu mengizinkan..." meski saat ini Yang Shu tidak lagi keberatan membawa Xiao Shuxiang, namun dia sadar bahwa cucunya ini harus meminta izin kepada Yang Hao terlebih dahulu.
"Aku akan bicara pada Ayah nanti... Kalau pun dia tidak mengizinkanku, aku akan tetap pergi."
Selama hidupnya, Xiao Shuxiang tidak perlu meminta izin dari siapa pun jika ingin pergi kemana pun dia mau.
Hanya saja karena sekarang dia mencoba beradaptasi dengan lingkungannya, apalagi saat ini dia memiliki kedua orang tua----jadi Xiao Shuxiang mau tidak mau harus meminta izin kepada mereka terlebih dahulu.
Andai kata dia tidak mendapat izin dari Yang Hao, dia masih bisa memikirkan cara agar tetap bisa pergi. Meskipun harus melakukan sesuatu yang berbahaya.
Xiao Shuxiang merasa tidak nyaman dipeluk oleh Yang Shu. Namun jika dia menolak, ada kemungkinan Yang Shu akan curiga kepadanya. Jadi dengan berat hati, Xiao Shuxiang pasrah menerima keadaannya sekarang ini.
Saat sedang pasrah-pasrahnya, sesuatu terlintas dibenak Xiao Shuxiang. "Kakek, aku melihat Xiao Lu berlatih pedang. Apa itu jurus yang ada di sekte Kakek?"
Yang Shu melepaskan pelukannya, hal ini membuat Xiao Shuxiang tidak menyangka bisa dilepaskan begitu saja. Segera, dia duduk sedikit lebih jauh.
Xiao Shuxiang memilih duduk di depan Yang Shu, terlihat seakan-akan dia tidak sabar mendengar penjelasan dari kakek tua di depannya ini.
Yang Shu menjawab pertanyaan Xiao Shuxiang dengan bangga. "Tentu saja, itu adalah jurus andalan di sekte milik Kakek." Ucapnya sambil mengelus-elus kumis dan juga janggutnya.
"Benarkah? Apa nama jurus itu?"
"Kau sepertinya tertarik Xiao'Er?"
Xiao Shuxiang tersenyum tipis sambil mengangguk pelan sebagai jawaban dari pertanyaan Yang Shu. "Tentu saja tertarik, karena jurus itu benar-benar membuatku bosan. Aku ingin tahu kenapa gadis cerewet itu selalu saja mengulangi gerakan yang sama berulang kali."
Xiao Shuxiang cukup lama menunggu jawaban dari Yang Shu atas pertanyaan yang dilontarkannya.
"Kakek juga tidak tahu nama jurus itu,"
"Mn? Bukankah itu nama jurus andalan di sekte Kakek, bagaimana bisa tidak tahu?"
Yang Shu dapat melihat wajah keheranan Xiao Shuxiang. Dia pun mulai menceritakan bagaimana dirinya bisa mendapatkan jurus yang dipelajari oleh Xiao Lu. Jawaban darinya sontak membuat Xiao Shuxiang melongo.
"Kakek hanya menemukan kitab jurus itu di pasar. Saat itu... Seorang pedagang menggunakan kertas dari kitab jurus tersebut sebagai pembungkus kacang."
Xiao Shuxiang tidak bisa percaya, benar-benar tidak bisa percaya. Sebenarnya Yang Shu ini memiliki sekte yang seperti apa?!
Dia memandangi Yang Shu dengan tatapan yang menurut kakeknya ini begitu mirip dengan Yang Hao.
"Xiao'Er, kenapa kau memandangi Kakek seperti itu?"
"Berapa tingkat praktik Kakek?" Xiao Shuxiang tidak menjawab pertanyaan Yang Shu, dia sebaliknya bertanya mengenai tingkat praktik Yang Shu sekarang.
Yang Shu mengelus janggutnya, dengan bangga dia mengatakan. "Kakek ini kultivator yang hebat, lebih hebat dari ibumu."
Seolah tidak terpengaruh, Xiao Shuxiang kembali bertanya sebab dia belum mendapatkan jawaban dari pertanyaannya.
"Jadi, berapa tingkat praktik Kakek?" kali ini tatapan mata Xiao Shuxiang begitu bersemangat, hal itu membuat Yang Shu tersenyum lebar.
"Hehehe... Tingkat praktik Kakek, ada di Forging Qi tingkat 8!"
Yang Shu mengira bahwa dengan mengatakan tingkat praktiknya sambil tersenyum lebar, Xiao Shuxiang akan berekspresi terkejut sekaligus kagum dengannya, seperti layaknya Xiao Lu.
Xiao Shuxiang memang kaget dan juga kagum saat mendengar ucapan Yang Shu, namun bukan kaget yang sama seperti milik Xiao Lu.
"Ti-tingkat delapan?! Luar biasa! Dia bahkan belum sampai ke tingkat Master Foundation, padahal usianya sudah tua. Ck ck ck.. Aku sebenarnya berada di dimensi mana ini?"
"Bagaimana? Kakek hebat, bukan? Kakek yakin, dalam beberapa bulan ke depan... Kakek bisa memasuki Forging Qi tingkat sembilan! Ho ho ho." Yang Shu tertawa bangga sambil mengelus-elus janggutnya, dia membuat Xiao Shuxiang ingin mengumpatinya.
"Kenapa kau harus sebangga itu? Harusnya kau malu karena sudah tua tapi masih berada di Forging Qi tingkat 8!"
Yang Shu terlihat heran saat melihat perubahan wajah Xiao Shuxiang. "Hm, Xiao'Er? Kenapa wajahmu di tekuk begitu? Kau cemburu karena Kakek lebih hebat dari ibumu? Jangan khawatir, kau pasti bisa sehebat Kakek nanti."
"Ini menyebalkan! Siapa juga yang cemburu? Aku kesal tahu! Cih." Xiao Shuxiang kemudian berdiri dan mulai melangkah pergi.
"Xiao'Er? Kau mau ke mana?"
"Pulang, sudah terlalu larut. Aku mau tidur!" Xiao Shuxiang menjawab pertanyaan Yang Shu dengan ketus.
"Kenapa wajahnya terlihat kesal begitu..?" Yang Shu mengelus-elus kumis dan janggutnya sambil memperhatikan Xiao Shuxiang yang sudah berjalan sangat jauh di depannya.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 515 Episodes
Comments
Bang A.Ai
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
2025-01-17
0
Bang A.Ai
/Joyful/
2025-01-17
0
Bang A.Ai
/Facepalm/
2025-01-17
0