"Membosankan..."
Xiao Shuxiang bersandar pada sebuah pohon sambil memainkan setangkai alang-alang dengan malas. Dia saat ini menatap seorang gadis yang sedang berlatih pedang, jauh di depannya.
"Dia terus mengulangi gerakan pedang yang sama selama lebih dari setengah abad. Aku sebagai kultivator tidak terkalahkan untuk pertama kalinya merasa bosan melihat seseorang berlatih..."
Xiao Shuxiang melihat Xiao Lu, gadis itu nampak terengah-engah, butiran keringat mengucur di keningnya.
"Ini... Masih belum cukup! Harus lebih kuat dan cepat! Kuat dan cepat!"
Xiao Shuxiang merasa jenuh, Xiao Lu hanya melakukan tiga gerakan dari sebuah jurus pedang secara berulang-ulang. Dia bahkan bertanya-tanya,
Apakah itu benar-benar sebuah jurus?
"Gerakannya lumayan, tapi teknik pedangnya jauh dari kata lengkap. Aku tidak yakin jurus itu bisa dipakai untuk membunuh atau tidak. Aku sebenarnya bisa memberi dia beberapa arahan, tapi aku tidak mau melakukannya."
?!
Xiao Lu hampir pingsan gara-gara terus berlatih keras tanpa henti di bawah terik sinar matahari, Xiao Shuxiang sudah mulai tidak tahan dan akhirnya memanggil gadis itu.
"Hei...! Beristirahatlah jika kau lelah, kau benar-benar akan pingsan bila nekat memaksakan diri."
Xiao Lu mendengarnya, dia memberi adiknya tatapan tajam dan kemudian menyarungkan pedangnya sambil berjalan dengan berkacak pinggang.
Saat berada di depan Xiao Shuxiang, dia mulai berseru. "Xiao'Er! Kau panggil aku apa tadi? 'Hei'? Aku ini Kakakmu Xiao Shuxiang...! Panggil aku 'Kakak Lu Yang Cantik'...!"
Seruan Xiao Lu membuat siapa pun yang mendengarnya risih, Shuxiang jelas tidak suka dengan ucapan gadis berisik di depannya ini, apalagi dengan sikapnya yang seperti sedang melakukan penindasan terhadapnya.
"Berani sekali bocah ini... Selama hidupku, tidak ada satu pun orang yang berani mengaku sebagai Kakakku tahu!"
Xiao Lu sebenarnya suka menggoda Xiao Shuxiang dengan cara kasar. Adiknya terlihat manis dan menggemaskan saat marah. Dia suka memancing emosi adiknya, tanpa dia sadari bahwa bisa saja dirinya dalam bahaya jika benar-benar menyinggung Xiao Shuxiang.
Xiao Lu, "Kenapa menatapku seperti itu bocah kerdil...!?"
"Kau...!" Xiao Shuxiang berdiri, merasa terkejut dan kesal saat dikatakan 'bocah kerdil'.
Memang tubuhnya sekarang adalah tubuh anak berusia tujuh tahun dan jika dibandingkan dengan Xiao Lu yang berusia 14 tahun, dia jelas lebih pendek. Tapi, berani sekali bocah ini mengatai Xiao Shuxiang seperti itu!
"Tenanglah Xiao Shuxiang, saat ini kau harus beradaptasi dengan lingkunganmu yang sekarang. Dan bocah cerewet ini hanya seperti butiran debu bagimu, jadi tenanglah..."
"Hmph," Xiao Shuxiang mengalihkan pandangannya ke arah lain, tidak suka melihat wajah Xiao Lu. Tindakannya membuat gadis itu menaikkan sebelah alisnya.
Xiao Lu, "Ha! Apa-apaan ekspresi itu! Mana panggilan Kakaknya?" Xiao Lu menarik telinga kanan Xiao Shuxiang.
"Be-beraninya dia menarik telinga Xiao Shuxiang! Meski sekarang aku hanya berada di Forging Qi tingkat satu, tapi itu sudah cukup untuk menghilangkan satu tanganmu bocah!" Xiao Shuxiang tidak melepaskan tangan Xiao Lu yang masih menarik telinganya, dia hanya memberinya tatapan tajam.
Tanpa sepengetahuan gadis ini, dia mulai menghitung menggunakan tangan kanannya. Jika dalam hitungan kelima Xiao Lu tidak melepaskan tangannya dari telinga Xiao Shuxiang, maka gadis ini benar-benar tidak akan bisa menggunakan tangan kanannya lagi.
"Kenapa Kau Menatapku Seperti Itu Hah? Ingin Berta--!"
Bersamaan dengan belum selesainya ucapan Xiao Lu, tangan kirinya tiba-tiba saja dipegang. Xiao Shuxiang berniat mematahkan tangan kanan Xiao Lu dengan mengalirkan Qi miliknya. Namun, belum sempat dia melakukannya, sebuah seruan terdengar.
"Lu'Er...! Apa yang kau lakukan pada Adikmu?!"
!
Xiao Lu dan Xiao Shuxiang terkejut, mereka secara bersamaan menoleh ke asal suara yang baru saja mereka dengar.
Terlihat Yang Hao berjalan mendekati mereka sambil menarik tiga ekor keledai.
Pria itu bermaksud membawa keledai-keledai ini ke pasar untuk dijual, namun dia melihat kedua anaknya. Yang membuatnya tersentak adalah Xiao Lu begitu kasar memperlakukan adiknya sendiri. Sementara Xiao Shuxiang seperti ingin mencincang habis kakaknya menggunakan tatapan mata.
"A-Ayah?! A-Aku Tidak Melakukan Apa-Apa?!" Xiao Lu begitu terkejut, dia segera melepaskan telinga Xiao Shuxiang dan mengangkat kedua tangannya sambil menggeleng cepat.
Xiao Shuxiang, "Kali ini kau selamat bocah."
Yang Hao berjalan mendekati Xiao Lu dan kemudian membelai lembut kepala putrinya. "Lu'Er, kau jangan mengganggu Adikmu seperti itu. Kau ini Kakaknya, harusnya kau melindungi dia,"
"I-Iya Ayah, Lu'Er minta maaf." Xiao Lu sedikit tertunduk.
Yang Hao lalu menoleh ke arah Xiao Shuxiang, dia kini menyentuh kepala putranya sambil bertanya, "Xiao'Er, apa yang Kakakmu lakukan padamu?"
Pertanyaan dari Yang Hao membuat Xiao Lu tersentak, hal itu membuatnya melirik Xiao Shuxiang dengan tajam dan bermaksud mengancamnya. "Jangan berani bicara apa pun pada Ayah atau kau--"
"Dia menarik telingaku sangat keras! Dan juga mengancamku untuk tidak mengadu pada siapa pun!" Xiao Shuxiang menunjuk Xiao Lu saat dia melihat lirikan tajam yang mengarah kepadanya.
!!
Mulut dan mata Xiao Lu terbuka lebar, dia sangat kaget dengan ucapan adiknya. "Ka-Kau! Xiao'Er bohong Ayah...! Aku memang menarik telinganya tapi aku tidak mengancamnya! Kau jangan menuduhku seperti itu..!"
"Kau melakukannya dan itu bukan tuduhan, aku tidak bohong..." Xiao Shuxiang terlihat memasang wajah polos sambil menatap Yang Hao. Dia lalu mengalihkan pandangannya kepada Xiao Lu sambil tersenyum di dalam hati.
"Jangan salah bocah, tapi aku jauh lebih berpengalaman mengancam seseorang dengan tatapan seperti itu. Levelmu berada sangat jauh di bawahku, Xiao Shuxiang!"
Yang Hao menghela napas saat mendengar pengakuan Xiao Lu yang mengatakan telah menarik telinga Xiao Shuxiang. "Lu'Er, sejak kapan Ayah mengajarimu untuk menindas seperti ini?!"
Dia menatap Xiao Lu, nada bicaranya sedikit lebih tinggi. Meski ekspresi wajah Yang Hao tidak menunjukkan kemarahan, tetapi raut wajah Xiao Lu berubah sedikit pucat. Dengan gugup, gadis muda itu berusaha membela dirinya.
"A-Ayah, aku tidak pernah menindas siapa pun. Aku hanya menindas Xiao'Er...!"
Mendengar ucapan Xiao Lu membuat Xiao Shuxiang tercengang dengan alis terangkat sebelah. "Hei, aku belum melakukan kejahatan apa pun dan sudah dibenci seperti ini? Benar-benar keterlaluan."
Yang Hao menggeleng pelan, "Lu'Er. Kau jangan seperti itu, Ayah tidak suka kau menindas Adikmu. Minta maaf pada Xiao'Er sekarang,"
Xiao Lu cemberut saat mendengar ucapan ayahnya. Dia akui, sikapnya memang sedikit keterlaluan pada Xiao Shuxiang. Sambil menghela napas dia pun meraih tangan kanan adiknya, "Xiao'Er... Maafkan Kakak yah? Kakak menyesal."
Ucapan Xiao Lu kali ini begitu lembut dan juga tulus. Yang Hao tersenyum hangat, dia kemudian menyentuh pundak Xiao Shuxiang. "Xiao'Er, kau jangan mengambil hati tindakan kakakmu. Dia tidak bermaksud seperti itu,"
Xiao Shuxiang hanya tersenyum tipis ke arah Yang Hao dan juga Xiao Lu. "Maaf? Aku Xiao Shuxiang akan memberi maaf begitu saja? Hah! Tidak ada dalam sejarah, kultivator aliran hitam memberi maaf pada orang lain semudah itu. Aku Xiao Shuxiang, akan mengingat perbuatanmu ini bocah! Dan kupastikan akan membalasmu!"
Baik Yang Hao dan Xiao Lu menganggap senyumannya sebagai tanda bahwa dia tidak mempermasalahkan tindakan Xiao Lu.
Mereka berdua tidak menyadari bahwa senyumannya memiliki maksud lain.
Yang Hao, "Ya sudah, bagaimana jika kalian berdua ikut Ayah ke pasar untuk menjual keledai-keledai ini?"
"Lu'Er tidak ikut Ayah, Lu'Er masih ingin melanjutkan latihan,"
"Baiklah, berlatihlah yang giat. Bagaimana denganmu Xiao'Er?" Yang Hao sadari bahwa putrinya, Xiao Lu sangat ingin menjadi kultivator kuat seperti kakeknya, Yang Shu. Karena itulah dia berlatih dengan giat meski tanpa sumber daya apa pun.
Xiao Lu juga sangat ingin menjelajahi dunia seperti yang sering diceritakan oleh kakeknya. Yang Shu banyak menceritakan pengalamannya, termasuk sekte-sekte terkuat yang ada di Benua Timur.
Itulah sebabnya saat Yang Shu mengatakan ingin membawanya untuk mengikuti turnamen kultivator muda, dia begitu bersemangat sampai-sampai tidak bisa tidur. Dia terus berlatih agar bisa membanggakan kakeknya, keinginannya untuk menang begitu kuat dan dia yakin akan bisa keluar sebagai pemenang dalam turnamen nanti.
Sayangnya Xiao Lu terlalu membanggakan diri, dia tidak menyadari bahwa dunia yang akan dijelajahinya sangat kejam dan berbahaya.
Berbeda dengannya, Xiao Shuxiang sangat tahu betul betapa kejamnya dunia para kultivator. Hanya saja... dia punya masalah lain,
"Aku belum tahu tempatku berada sekarang, desa ini seperti terletak jauh dari kota. Aku bahkan tidak tahu apakah aku masih di Benua Timur atau bukan. Jadi sebaiknya aku ikut saja dengannya,"
Xiao Shuxiang mendongak saat menatap Yang Hao, dia lalu mengangguk pelan sebagai jawaban dari pertanyaan Yang Hao.
*
*
Perjalanan menuju pasar lumayan jauh, ini membuat Xiao Shuxiang tahu satu hal, tempatnya sekarang berada sangat jauh dari kota. Bahkan menurutnya, dia berada di wilayah pinggiran.
Melihat pasar yang ramai membuat Xiao Shuxiang tersenyum tipis, sambil dalam hati tertawa lebar. Dia tidak henti-hentinya kagum dengan jurus yang dia ciptakan, 'Jurus Kebangkitan Kembali'.
Dia mentertawakan para tetua dan kultivator yang berusaha keras membunuhnya untuk menghentikan kekacauan yang dia lakukan.
Saat sedang sibuk dalam pikirannya, tiba-tiba salah satu keledai secara tidak sengaja mengibaskan ekornya tepat di depan wajah Xiao Shuxiang, nyaris menampar pipinya. Dia jelas terkejut dan hal itu membuat pikirannya buyar. Raut wajahnya langsung berubah.
Yang Hao tidak menyadari apa yang terjadi, begitu pun dengan sang pelaku yang mengibaskan ekornya tadi.
Xiao Shuxiang menatap kesal ke arah tiga ekor keledai yang berjalan di sampingnya, ketiganya langsung tersentak dan perasaan mereka menjadi tidak enak.
"Sedikit lagi... Jika sedikit lagi ekormu menyentuh wajahku... Maka kalian bertiga tidak akan bisa menggunakan ekor kalian lagi."
!!
Ancamannya membuat ketiga ekor keledai itu mendekati Yang Hao, seolah mencari perlindungan darinya. Pria itu tersentak saat ketiga ekor keledainya tiba-tiba saja merapat kepadanya.
"Ada apa? Takut dijual?" dia bertanya sambil mengusap salah satu kepala keledainya.
Xiao Shuxiang kemudian mendekati Yang Hao, dia lalu melihat ketiga keledai itu diam tanpa mengeluarkan suara apapun. Dia tersenyum tipis sambil sedikit menggeleng, ancamannya berhasil.
"Kenapa keledai ini ingin dijual?"
Yang Hao mendesah, dia lalu memperlihatkan raut wajah masam, "Haah, ada tua bangka yang butuh uang sebagai bekal perjalanannya untuk mengikutsertakan murid-muridnya dalam Turnamen Kultivator Muda,"
Kening Xiao Shuxiang mengerut, "Turnamen Kultivator Muda? Di mana tempat turnamen itu?"
Yang Hao seketika berhenti berjalan, dia menatap Xiao Shuxiang dalam. Tindakannya membuat anak laki-laki juga ikut menghentikan langkahnya.
Napas Xiao Shuxiang tertahan, dia menatap Yang Hao dengan hati-hati. "Apa pertanyaanku barusan aneh? Apa dia curiga?"
Yang Hao sendiri sedang meneliti Xiao Shuxiang dari kepala hingga kaki, anaknya ini sudah tujuh tahun sekarang.
Meski menurutnya Xiao Shuxiang tidak memiliki bakat seperti Xiao Lu, namun entah kenapa sejak melihat putranya pagi ini, Dia merasa Xiao Shuxiang sedikit berbeda, tidak seperti biasa.
Yang Hao tak dapat menjelaskan apa yang dirasakannya. Dan saat dia menatap wajah Xiao Shuxiang yang terlihat gugup, dirinya tersenyum tipis.
Satu hal yang dia ketahui, anak berusia tujuh tahun ini dipenuhi oleh rasa penasaran.
Dia pun mengelus lembut kepala Xiao Shuxiang sambil tersenyum ramah. "Kau sepertinya tertarik Xiao'Er?"
!
"Ah... Mn," Xiao Shuxiang mengangguk, "Aku sebenarnya sedang memikirkan cara untuk menghabisimu jika saja kau mulai mengetahui identitasku. Masalahnya, praktikku sekarang hanya berada di Forging Qi tingkat satu, dan kondisi fisikku hanyalah anak berusia tujuh tahun. Akan sulit bagiku untuk melawan pria dewasa, apalagi kondisi pasar sedang ramai-ramainya. Haah, syukurlah kau tidak mencurigaiku, sehingga Xiao Shuxiang ini tidak perlu melakukan sesuatu yang berbahaya."
Xiao Shuxiang berusaha menghilangkan kegugupannya dengan tersenyum sebagai balasan dari pertanyaan Yang Hao meski senyuman itu nampak canggung.
Yang Hao lalu melanjutkan langkahnya bersama dengan Xiao Shuxiang dan tiga ekor keledai miliknya. Sambil berjalan, dia menjelaskan tentang turnamen kultivator muda yang dia ketahui.
"Turnamen Kultivator Muda berlangsung sekali dalam 10 tahun, hanya kultivator aliran putih dan netral yang berusia 6 hingga 14 tahun yang diizinkan untuk mengikutinya. Tempat pertandingannya sendiri selalu berganti-ganti, dan kali ini tempat pertandingan itu berada di Sekte Bunga Lotus."
Xiao Shuxiang mengerutkan keningnya saat Yang Hao menyebut nama Sekte Bunga Lotus. "Mn? Sekte Bunga Lotus? Aku tidak pernah mendengar nama sekte itu sebelumnya. Aku tahu nama sekte kecil, menengah, dan besar yang ada di Benua Timur. Sekte yang lebih banyak kuhancurkan adalah sekte kecil dan menengah, tapi aku tidak pernah mendengar nama sekte ini. Apa Sekte Lotus Es melakukan pergantian nama?"
Yang Hao bisa melihat Xiao Shuxiang mengerutkan keningnya, "Xiao'Er? Apa yang kau pikirkan?"
"Aku hanya memikirkan tentang Sekte Bunga Lotus, seperti apa sekte itu?"
"Hmm, Ayah juga tidak tahu pasti seperti apa sekte mereka. Tapi yang Ayah dengar sekte itu berada ditengah-tengah danau bersejarah. Sekte itu bisa dibilang Lambang dari Harapan Benua Ini."
"Hmm... apa maksudnya? Apa mungkin aku tidak berada di benua timur?"
Sebelum Xiao Shuxiang kembali bertanya, sebuah suara pria tua memanggil Yang Hao.
"Hao'Er? Kaukah itu?"
Yang Hao dan Xiao Shuxiang hampir bersamaan menoleh ke asal suara itu. Ternyata yang memanggil mereka adalah seorang penjual keledai.
Pembicaraan antara Yang Hao dan Xiao Shuxiang tadi, membuat keduanya tidak sadar bahwa ternyata mereka sudah sampai ke tempat tujuan.
"Paman Bai, bagaimana kabarmu?" Yang Hao tersenyum ramah saat melihat Jing Bai, pria tua yang berusia sekitar 60 tahun yang sedang berdiri di bawah sebuah pohon, tempat yang biasa digunakan untuk menjual hewan seperti kuda, ayam, dan keledai.
Hanya saja, Jing Bai membalas senyuman Yang Hao dengan ekspresi dingin. Tidak ada senyuman apa pun di wajahnya saat melihat pria itu dan putranya.
Ekspresi Jing Bai membuat Xiao Shuxiang keheranan, sementara Yang Hao terlihat mengusap tengkuknya karena canggung.
"Aku sehat, kenapa kau baru datang mengunjungiku?!" Jing Bai berbicara ketus, dia membuat Yang Hao tersentak dan tersenyum canggung.
Sejak kecil, Yang Hao selalu datang ke tempatnya untuk membantu menjual keledai atau untuk bermain dengan putranya. Namun sejak Yang Hao menikah, dia hanya datang sesekali ke tempat ini, itu pun saat akan menjual keledai.
Yang Hao jelas tahu alasan dari sikap Jing Bai padanya. Dengan canggung, dia mulai berbicara. "A-aku kemari ingin menjual keledai Paman,"
"Kau hanya datang saat ingin menjual keledai, kalau tidak karena itu kau tidak akan datang mengunjungiku, Dasarl!"
Jing Bai sejak awal sudah tahu Yang Hao akan mengatakan itu, bisa dilihat dari tiga ekor keledai yang ditariknya. Tapi dia kesal sebab Yang Hao tidak memberikan alasan lain kepadanya. Setidaknya, dia ingin mendengar pria ini mengatakan bahwa selain menjual keledai dia juga ingin mengunjunginya.
"Haih... Hao'Er, aku jadi memikirkan bagaimana bisa kau menikahi Xiao WeiWei dengan kepribadianmu yang begitu tidak peka ini. Kau mengesalkan," Jing Bai mencubit gemas pipi Yang Hao.
"Ja-jangan lakukan ini di depan Putraku, Paman..."
Yang Hao melihat sekilas Xiao Shuxiang yang terdiam sambil menatapnya keheranan. Xiao Shuxiang sendiri merasa bahwa Jing Bai memiliki kepribadian yang sama dengan kakek tua yang pernah memeluk dan menciumnya gemas.
Jing Bai melepaskan cubitannya dari pipi Yang Hao, dia lalu membungkukkan sedikit tubuhnya sambil menatap Xiao Shuxiang. Keningnya mengerut, "Hm? Ini... putramu? Xiao Lu?"
Dia menyentuh wajah Xiao Shuxiang dengan kedua tangannya, tindakannya ini membuat anak laki-laki itu cemas. Xiao Shuxiang tidak ingin berakhir dipeluk dan dicium lagi dengan kakek tua.
Yang Hao, "Bu-bukan Paman, ini Xiao Shuxiang. Adiknya Xiao Lu, dan juga Lu'Er itu perempuan Paman, dia putriku."
"Tapi yang ini lebih cantik daripada anakmu yang satunya,"
!!
Xiao Shuxiang tersentak mendengar ucapan Jing Bai, dia tidak habis pikir bisa dianggap sebagai anak perempuan. "Kurang ajar!! Tua bangka ini berani sekali pada Xiao Shuxiang!! Aku mungkin akan terima jika tua bangka ini menyebut aku memiliki wajah yang lucu atau menggemaskan, tapi jika dibilang cantik itu adalah penghinaan terbesar..!"
Yang Hao juga terlihat tersentak saat mendengar ucapan Jing Bai, dia dengan gugup berkata. "Pa-paman, jangan bilang begitu. Jika Lu'Er dengar dia akan sangat marah Paman!"
"Ha ha ha, baiklah, baiklah." Jing Bai tertawa saat melihat ekspresi kesal Xiao Shuxiang. Anak berusia tujuh tahun ini nampak sangat menggemaskan. "Tapi kenapa kau mau menjual keledai lagi? Bukankah dua bulan yang lalu kau membawa 20 ekor keledai kemari, hah? Uangnya kau apakan? Jangan bilang kau pakai untuk taruhan?"
!!
"Tentu saja bukan, aku pria baik-baik! Paman Bai seperti tidak kenal aku saja,"
"Ha ha ha, aku mengenalmu dengan sangat baik! Kau datang di waktu yang tepat, beberapa langgananku menginginkan banyak keledai untuk mengangkut barang bawaan mereka,"
"Waah, itu bagus Paman. Nah, ambil tiga ekor ini. Mereka tidak akan mengecewakan!"
"Baiklah, akan kuambilkan uangnya dulu." Jing Bai berjalan menuju salah satu toko yang ada di pasar ini, toko itu adalah sebuah tempat makan di mana bebek yang menjadi hidangan utamanya. Selain menjual keledai, dia juga pemilik dari toko makanan ini.
Xiao Shuxiang yang sejak tadi mengawasi pembicaraan antara Jing Bai dengan Yang Hao kini memahami satu hal, Jing Bai adalah pria tua yang sangat suka tertawa.
Tidak butuh waktu lama, Jing Bai berjalan keluar dari toko tersebut sambil membawa sebuah kantong uang. Dia menghampiri Yang Hao dan Xiao Shuxiang, lalu menyerahkan kantong uang tersebut kepadanya.
"Ambil ini, dua ratus keping perak."
"Eh? Dua ratus? Bukankah harusnya seratus lima puluh keping, Paman? Kenapa ada tambahan lagi?" Yang Hao tersentak mendengar uang yang Jing Bai berikan memiliki tambahan lima puluh keping perak, padahal harga keledai hanya lima puluh keping perak untuk seekornya.
"Aku mendengar dari keponakanku, katanya dia akan ikut Turnamen Kultivator Muda mewakili sektenya. Ha ha ha! Kupikir sekte ayahmu itu hanya guyonan saja, ternyata dia mendapat undangan langsung dari tetua sekte besar! Aku sangat senang...!"
Yang Hao tertawa canggung. "Aku juga sampai sekarang masih sulit menerima kenyataan tentang sekte ayah yang mendapat undangan langsung dari tetua salah satu sekte besar. Sangat tidak bisa dipercaya,"
Berbeda dengannya, Xiao Shuxiang lebih kepada tidak menyangka jika tiga ekor keledai yang dibawanya hanya dihargai 150 keping perak, bukankah itu terlalu sedikit?
"Kalau senang, harusnya kakek memberi banyak uang."
!
Jing Bai tersedak saat mendengar ucapan Xiao Shuxiang, sementara Yang Hao tersentak karena tidak percaya dengan ucapan yang keluar dari bibir putranya.
"Xiao'Er? Apa yang baru saja kau katakan. Kau ini..." Yang Hao mengusap-usap kepala Xiao Shuxiang, dia tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
Jing Bai sendiri kembali tertawa, "Anak cantik ini lucu sekali..."
"Xiao'Er, di tempat ini satu keping perak sudah bisa memberi makan sepuluh anak sepertimu. Kau mengerti?"
"Mn, benarkah? Kau mungkin akan terkejut saat tahu porsi makan Xiao Shuxiang yang sebenarnya."
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 515 Episodes
Comments
GV
kata Yang Hao, si tua bangka yang menyuruhnya.
2024-01-31
2
GV
astaga, durhaka banget ini Yang Hao😈
2024-01-31
1
Hana Aini
hadirr
2023-09-02
0