Xiao Shuxiang belum melangkah masuk melewati pintu yang terbuka----saat seseorang langsung menarik dan memeluknya begitu erat.
"Xiao'Er! Cucu kesayangan Kakek! Kakek sangat merindukanmu!"
!?
Pria sepuh dengan janggut dan kumis tebal memeluk dan mencium wajahnya dengan begitu senang, membuat Xiao Shuxiang terkejut.
"Ap-apaan ini!? Ukh, pelukannya erat sekali! Kakek tua ini berani-beraninya mencium dan memeluk Xiao Shuxiang!!"
Yang Hao terlihat khawatir saat melihat wajah putranya berubah pucat. "Ayah, jangan peluk Xiao'Er seperti itu... dia bisa sesak napas Ayah!"
Pria sepuh ini bernama Yang Shu. Jika dilihat secara kasat mata, dia berusia 50 tahun. Namun usianya yang benar adalah delapan puluh tahun.
Peningkatan teknik praktisi dalam dunia kultivasi dapat membuat kultivator terlihat lebih muda dari usia sebenarnya, meski ada juga kultivator yang dalam praktiknya malah terlihat lebih tua dari usianya.
Yang Shu melonggarkan sedikit pelukannya pada Xiao Shuxiang karena melihat wajah cucunya yang seperti orang sekarat.
"Oh maaf, aku terlalu lama tidak bertemu cucuku yang manis ini. Kakek sangat rindu padamu...!"
Dia memeluk erat cucunya lagi, hal itu membuat Xiao Shuxiang yang awalnya bisa menarik napas kembali tercekat.
"Ka-Kakek lepaskan!" Xiao Shuxiang berusaha untuk membuka suaranya, dia benar-benar merasa kewalahan dengan tindakan Tua Bangka berkumis dan berjanggut tebal tersebut.
Yang Shu melepaskan pelukannya, tapi bukan berarti Xiao Shuxiang bebas.
Sebelum dia mengatur napas kembali, Yang Shu seketika menggendongnya dan beberapa kali menciumnya gemas. Kini dia hanya bisa pasrah menerima perlakuan Tua Bangka yang menyebalkan ini.
"Da-dari penampilannya, dia bukan kultivator biasa. Karena sekarang aku masih di Forging Qi tingkat satu, jadi aku tidak bisa membaca tingkat praktiknya. Tapi menurut pengalamanku, Tua Bangka ini sudah berada di level Master Foundation tingkat Perak."
Xiao Shuxiang meneliti tingkat praktik Yang Shu saat dirinya dipeluk dan digendong olehnya.
Yang Shu berjalan dan duduk di salah satu kursi yang ada di ruang tamu, setidaknya ada empat buah kursi dengan sebuah meja kecil di tengahnya. Dia mendudukkan Xiao Shuxiang dipangkuannya.
Xiao Shuxiang menggerutu di dalam hati, "Aku merasa dipermalukan mengingat aku adalah kultivator terhebat dengan usia yang harusnya sudah tiga puluh sembilan tahun. Jika tubuhku yang sekarang ini adalah tubuh berusia 39 tahun seperti yang seharusnya, maka seluruh kultivator akan tertawa hingga meneteskan air mata saat tahu bahwa Xiao Shuxiang Tiga Puluh Sembilan Tahun Duduk Dipangkuan Seorang Pria Sepuh Sambil Dipeluk Dan Dicium Layaknya Anak Bayi DAN ITU MENGERIKAN!!"
Wajahnya lebih pucat sekarang. Jika yang ada dalam bayangan Xiao Shuxiang terjadi, maka tidak akan ada orang yang bisa melupakannya selama seratus generasi.
Berulangkali dia menggeleng di dalam hati, tidak mau membayangkan hal memalukan seperti itu.
Untung tubuhnya sekarang berusia 7 tahun, sehingga orang lain yang melihatnya dipangku seperti ini adalah hal yang wajar.
Baik Yang Shu dan Yang Hao tidak mengetahui apa yang sedang dipikirkan Xiao Shuxiang sekarang.
Yang Hao beranggapan bahwa wajah pucat putranya disebabkan oleh pelukan erat Yang Shu. Tapi bukannya menolong, Yang Hao malah membiarkannya. Menurutnya, putra kesayangannya begitu manis dan menggemaskan.
"Apa Ayah tidak punya pekerjaan di sekte?" Yang Hao kemudian membuka pembicaraan dengan ayahnya.
Yang Shu menghela napas panjang, "Haaah... Jika terus mengurusi pekerjaan di sekte, aku tidak akan pernah bisa mengunjungi kalian, apalagi mengunjungi cucu kesayanganku!"
Kembali! Yang Shu kembali memeluk dan menggosok-gosokkan kumis dan janggut tebalnya pada pipi kanan Xiao Shuxiang.
"AAA!! Janggut dan kumis tua bangka ini menyebalkan! Berhenti Menggosoknya Diwajahku! aish!"
"Terus, terus saja peluk Xiao'Er! Karena cuma Xiao'Er cucu Kakek! Cih"
Suara seorang gadis yang tak lain adalah Xiao Lu menginterupsi kegiatan menggosok kumis dan janggut Yang Shu.
Dia memandang Xiao Lu yang saat ini sedang berdiri di bibir pintu sambil berkacak pinggang dengan pipi bergelembung berwarna merah karena marah.
Xiao Lu sendiri sejak tadi masuk bersama Xiao Shuxiang, namun kakeknya itu hanya melihat adiknya saja hingga melupakan dirinya.
"Ululuuuh, Lu'Er-ku cemburu rupanya! Kemarilah, kau adalah cucuku yang paling cantik dan juga manis!"
Xiao Lu mulai berjalan ogah-ogahan ke arah Yang Shu dan Xiao Shuxiang. Ayahnya terlihat menahan senyum saat melihat tingkah putrinya.
Xiao Shuxiang turun dari pangkuan Yang Shu saat dirinya tidak lagi dipeluk erat. Kini, giliran Xiao Lu yang dipeluk dan dipangku oleh kakek tua tersebut.
Pemandangan yang dilihatnya membuat Xiao Shuxiang menatap aneh ke arah anak perempuan tersebut. Xiao Lu nampak senang dan seakan gemas dengan janggut dan kumis Yang Shu, dia tidak merasa geli sedikit pun.
Xiao Lu sendiri melihat adiknya memandang ke arahnya. Menurutnya, adiknya pasti sangat cemburu saat ini. Dia pun menjulurkan lidah sebagai bentuk ledekan.
Xiao Shuxiang, "Iih... Kau itu sudah besar, dasar tidak tahu malu!"
"Lu'Er, ajak adikmu keluar dan bermain..."
Yang Hao menatap Xiao Lu dan juga Xiao Shuxiang secara bergantian sambil tersenyum ramah.
Xiao Lu tahu bahwa ayahnya saat ini sedang ingin berbicara berdua dengan kakeknya. Sambil turun dari pangkuan Yang Shu, dia mulai memberi hormat pada keduanya.
"Baik Ayah, Lu'Er pamit dulu yah Kakek!"
"Pergilah sayang," Yang Shu mengusap pelan rambut cucunya sambil tersenyum ramah.
Saat kedua anaknya sudah pergi, Yang Hao mulai menatap pria sepuh ini dengan tatapan curiga.
"Ayah? Apa benar ini hanya kunjungan biasa? Aku tahu benar bahwa Ayah tidak mungkin datang jika tidak ada maksud lain."
Melihat tatapan dan raut wajah putranya, membuat Yang Shu tertunduk lesu, "Kau ini... selalu saja curiga padaku. Aku ini Ayahmu. Meski bukan aku yang melahirkanmu, tapi setidaknya kau juga harus hormat padaku,"
"Ayah..."
"Ha ha ha, aku bercanda. Kedatanganku kemari memang untuk melihat keadaan kalian dan Xiao'Er, juga untuk membawa pulang Xiao Lu kembali ke sekte."
Yang Shu memiliki tubuh yang kekar dan meski terlihat menakutkan dengan kumis dan janggut hitam tebal miliknya, dia sebenarnya kakek yang penyayang.
Dia juga adalah orang yang sangat senang tertawa dan bisa akrab dengan siapa pun, terlepas dari posisinya sebagai pendiri dari sektenya.
Tidak seperti ayahnya, Yang Hao terkesan lebih ketus dan begitu disiplin. Bahkan terkadang, istrinya sering merasa bingung karena sifat suami dan mertuanya seperti minyak dan air. Jika dibandingkan dengan Yang Shu, Yang Hao lebih memiliki wibawa seorang pemimpin.
"Bukankah Lu'Er masih bisa tinggal beberapa hari di sini? Kenapa cepat sekali dijemput?"
Yang Shu, "Sebenarnya aku mendapat undangan langsung dari tetua Sekte Bunga Lotus. Tiga bulan lagi akan ada Turnamen Kultivator Muda, itulah sebabnya aku ingin mengajak Xiao Lu dan dua muridku yang lain untuk ikut serta. Ini juga bisa menambah wawasan dan pengalaman Lu'Er..."
Yang Shu juga menjelaskan bahwa tidak banyak tetua sekte kecil yang mendapat perlakuan yang sama dengannya. Tentu saja, karena tetua Sekte Bunga Lotus sendirilah yang datang langsung menemui dirinya.
"Benarkah?! Sekte Bunga Lotus adalah salah satu sekte terbesar aliran putih, Ayah mendapat undangan langsung dari tetua mereka adalah hal yang luar biasa! Ba-bagaimana bisa Ayah?!"
"Kau pasti tidak akan percaya, namun aku bukan orang yang suka berbohong. Tiga hari sebelumnya, Huan Fei yang merupakan Grand Elder dari Sekte Bunga Lotus datang berkunjung ke sekteku secara pribadi. Fei'Er memintaku agar mengikutsertakan tiga muridku untuk mengikuti turnamen kultivator muda yang akan dilaksanakan di sekte miliknya. Tentu saja aku senang." Yang Shu tersenyum, "Aku pun segera bergegas kemari untuk menjemput Lu'Er. He he he, jangan karena sekte Ayah hanya sekte kecil hingga kau berpikir Ayah ini tidak punya relasi dengan sekte lain ya, apalagi sekte besar seperti Sekte Bunga Lotus." dia mengelus-elus kumis dan janggutnya.
"Sekte milik Ayah bahkan tidak cocok disebut sebagai Sekte, tentu saja aku tidak percaya!" Yang Hao masih memberi tatapan tidak percaya kepada pria sepuh di depannya, pandangannya ini jelas melukai hati Yang Shu.
"Heii!! Anak ini, Meski sekteku hanya memiliki sepuluh murid, tapi mereka itu adalah anak-anak yang berbakat tahu!"
Meski begitu, bukannya takut----Yang Hao malah menarik napas pelan dan seakan mengumpulkan energi untuk berbicara lebih banyak.
"Bukan masalah muridnya Ayah. Tapi sekte Ayah itu... biar kuberi tahu! Tempat tetua tinggal hanya gubuk yang hampir roboh, para murid harus tidur di atas pohon. Buku yang dipelajari hanya satu buah dan itu pun tidak lengkap! Sekte Ayah bukannya sekte kecil, tapi sekte termiskin yang harusnya sudah punah! Tahu tidak?!"
"Yang Hao! Jangan bicara seperti itu pada sekteku! Selagi aku, Yang Shu masih hidup, Sekte Kupu-Kupu akan tetap ada di benua ini!!"
Jujur, Yang Hao sebenarnya geli mendengar nama sekte ayahnya. Berulangkali dia membujuk untuk mengubah nama sekte itu, tapi tetap saja Tua Bangka ini tidak mau.
"Yaah tapi setidaknya Ayah perbaiki kondisi sekte Ayah terlebih dahulu! Beri para murid tempat tinggal yang lebih baik! Aku ingat saat putriku, Lu'Er mengeluh karena harus terus tidur beralaskan rumput dan tak jarang harus tidur di atas pohon." raut wajah Yang Hao pucat ketika membayangkannya.
"Hao'Er, itu namanya menyatu dengan alam!"
"Ayah! Jangan samakan mereka denganmu. Karena itulah aku tidak suka Lu'Er masuk ke dalam sekte Ayah." meski Yang Hao kesal, namun dia sama sekali tidak marah. Dia tahu, desa tempatnya tinggal begitu jauh dari tempat di mana sekte-sekte kecil hingga besar berada.
Keinginan Yang Shu mendirikan Sekte Kupu-Kupu adalah karena ada beberapa anak di desa yang bermimpi menjadi kultivator hebat, namun mereka tidak memiliki cukup uang dan bakat untuk bisa masuk ke dalam atau pun mendaftar pada sebuah sekte. Keadaan inilah yang membuat Sekte Kupu-Kupu terbentuk.
"Yang Hao! Cucuku itu punya bakat menjadi kultivator terkuat, jangan samakan dia denganmu!"
"Karena itulah aku tidak mau Lu'Er-ku berada di sekte Ayah, dia hanya akan membuang-buang bakatnya!"
Yang Hao juga bisa dibilang berasal dari Sekte Kupu-Kupu, hanya saja dia tidak ingin mengakuinya karena nama sektenya yang begitu menggelikan.
Saat ini praktiknya hanya berada di Forging Qi tingkat dua. Yang Hao akui, dibandingkan dengan dirinya, Xiao Lu jauh lebih berbakat. Karena itulah dia tidak merasa kesal mendengar ucapan dari Yang Shu.
"Hao'Er! Jadi menurutmu sekte Ayah itu tidak berguna sama sekali?!" Yang Shu melotot ke arah putranya, namun Yang Hao hanya membuang muka sambil bergumam pelan. Sayangnya, gumaman itu terdengar jelas.
"Kenyataannya memang begitu kan..."
"Yang Hao!!" Yang Shu berteriak membuat Yang Hao terkejut, ini pertama kalinya dia mendengar suara ayahnya sekeras ini.
Sebelum Yang Shu meluapkan kemarahannya kepada Yang Hao, sebuah suara lembut nan menenangkan membuat kemarahannya menghilang seketika.
"Sudahlah, kalian berdua selalu saja bertengkar saat bertemu. Sayang, kau tidak boleh seperti itu pada Ayah."
Xiao WeiWei yang merupakan istri dari Yang Hao sekaligus menantu dari Yang Shu, membawakan kue kering dan dua cangkir teh lalu meletakkannya di atas meja. Dia kemudian duduk di salah satu kursi untuk bergabung dengan keduanya.
Yang Shu tertawa saat melihat wajah putranya yang terkesan cemberut karena baru saja ditegur oleh Xiao WeiWei.
"Lihat? Bahkan Wei'Er mendukungku, ha ha ha."
"Cih!" Yang Hao menatap kesal ayahnya.
"Ayah, tapi yang suamiku katakan juga benar. Ayah harus memperbaiki kondisi sekte terlebih dahulu, setidaknya beri mereka tempat belajar yang layak dan juga nyaman," Xiao WeiWei kembali berbicara, ucapannya hampir membuat Yang Shu tersedak teh yang sedang diminumnya.
Kini giliran suara tawa Yang Hao, dia berkata dengan sangat bangga sambil meniru gaya tertawa Yang Shu. "Lihat? Istri tercintaku mendukungku, ha ha ha."
Yang Shu meletakkan cangkir teh milikknya di meja sambil memasang raut wajah cemberut, "Huh?! Ayah juga sudah memikirkannya, karena itulah Ayah datang kemari..."
Yang Shu sedikit memperbaiki cara duduknya. Sambil mengelu-elus kumis dan janggutnya, sebuah senyum tipis mulai terlukis di wajahnya.
!
Yang Hao tersentak, "Aku tahu arti dari senyuman itu. Ayah jangan memperlihatkan senyuman ala perampokmu kepadaku."
Yang Shu menatap putranya sambil memasang wajah seperti yang biasa Xiao Lu lakukan ketika menginginkan sesuatu. "Hao'Er, anakku satu-satunya Hao'Er... Putra yang paling aku banggakan dan paling kusayangi Hao'Er... Ayah-"
"Berhenti Ayah! Aku tidak mau!" Yang Hao lebih dulu memotong ucapan ayahnya,
"Tapi Ayah bahkan belum menga-"
"Ayah! Aku tahu yang kaunginkan! Dan aku tidak mau menjual keledai-keledaiku untuk Ayah, tidak!"
Yang Shu seketika memasang wajah cemberut, "Kau ini pelit sekali pada Ayahmu sendiri..."
"Aku sudah pernah menjual dua puluh ekor keledai untuk Ayah. Keledaiku sekarang hanya tinggal lima ekor, aku tidak mau membantu Ayah lagi!"
Yang Hao mengembuskan napas pelan, "Selain keledai, aku tidak memiliki barang berharga. Selama ini, aku sudah menjual banyak untuk membiayai kebutuhan hidup keluargaku dan juga kebutuhan sekte Ayah. Tapi Ayah juga tahu, kan? Sebanyak apa pun keledai yang dijual, tidak akan mampu memberikan sumber daya untuk perkembangan praktik murid-murid di sektemu. Harga keledai di pasar saat ini tidak kurang dari lima puluh keping perak. Bahkan, jika harga keledai naik pun tetap tidak akan sanggup memberikan sumber daya untuk perkembangan mereka."
Yang Hao ingat, satu-satunya yang bisa diberikan dengan menjual keledai adalah membuatkan kesepuluh murid Yang Shu seragam yang sama agar mereka dapat diketahui oleh orang lain bahwa mereka berasal dari sebuah sekte.
Seragam itu pun hanya terbuat dari kain kasar biasa, tidak seperti seragam dari murid-murid sekte lainnya.
"Hao'Er..." Yang Shu sebenarnya tidak enak hati meminta terus kepada putranya, tapi dia tidak ada pilihan lain.
Dia memang sudah mempersiapkan rencana lain jika saja putranya tidak mau membantunya, maka Yang Shu akan meminta bantuan orang lain. Namun, rencana cadangannya itu sama sekali tidak dibutuhkan.
"Wajah memelas Ayah tidak akan mempan padaku." Yang Hao memalingkan pandangannya.
"Wei'Er..." Kali ini Yang Shu melirik ke arah Xiao WeiWei, dia yakin menantunya akan lebih terpengaruh daripada putranya.
"Ehm... Ayah, sebaiknya Ayah meminta murid-murid Ayah untuk menjalankan beberapa misi dari warga desa, ini juga baik bagi perkembangan mereka."
Xiao WeiWei sebenarnya merasa tidak enak jika Yang Shu memasang tatapan mirip kucing kecil, mengingat usia mertuanya jauh dari kata muda.
Yang Shu menghela napas pelan saat mendengar ucapan menantunya. "Ayah juga mau melakukan itu. Tapi murid-murid sekteku hanya berada di Forging Qi tingkat 1 dan yang paling kuat cuma berada di tingkat 3. Mereka tidak bisa menjalankan misi dari warga, apalagi jika misinya berburu demonic beast,"
Yang Hao meminum tehnya kemudian mulai bicara, "Kan sudah kubilang, sebaiknya sekte Ayah dibubarkan saja. Tidak ada gunanya mempertahankan sekte yang seperti itu."
"Sayang, kau jangan seperti ini pada Ayah," Xiao WeiWei menegur lembut suaminya, dia memperlihatkan wajah tidak suka pada Yang Hao.
"Hao'Er, kau ini anak yang tidak berbakti sama sekali." Yang Shu kembali memperlihatkan raut wajah cemberut layaknya anak kecil, bahkan kali ini hampir membuat Yang Hao tersedak napasnya sendiri.
Xiao WeiWei seakan tidak terpengaruh dengan tingkah Yang Shu. Meski terlihat seperti perempuan biasa, namun sebenarnya dia juga merupakan seorang kultivator. Praktiknya berada tiga tingkat di atas praktik suaminya, karena itulah dia tahu betul apa yang mereka bicarakan.
"Tapi Ayah, menurutku membubarkan sekte juga ada benarnya. Murid-murid Ayah tidak akan bisa berkembang jika terus berada dalam kondisi seperti ini, lebih baik Ayah melepaskan mereka dan biarkan mereka masuk ke dalam sekte yang lebih memiliki sumber daya bagi perkembangan mereka,"
"Wei'Er, bukannya Ayah tidak mau melakukannya, tapi kau tahu bahwa tidak mudah masuk ke sebuah sekte. Mereka harus melewati banyak tes yang sulit, belum lagi biaya pendaftaran mereka tidaklah murah. Kalian juga pasti tahu itu."
Yang Hao dan Xiao WeiWei mengangguk, jelas mereka mengerti karena mereka juga pernah merasakan hal yang sama.
"Iya Ayah. Tapi meski kami menjual semua keledai yang ada, itu tidak akan bisa membantu Ayah,"
"Aku tidak ingin kalian menjual semua keledai-keledai itu, setidaknya jual dua atau tiga ekor saja. Ini sebagai bekal perjalananku bersama Lu'Er dan dua muridku yang lain untuk pergi ke Sekte Bunga Lotus. Siapa tahu ketiga muridku menang pertandingan dan ada tetua sekte yang mau menerima mereka menjadi murid."
Xiao WeiWei cukup terkejut dengan ucapan Yang Shu. Meski terkesan mustahil namun tak ada salahnya mencoba, lagipula dibandingkan dengan dirinya dahulu, Xiao Lu jauh lebih berbakat.
Memang perkembangan praktik Xiao Lu terkesan biasa-biasa saja jika dibandingkan dengan kultivator di tempat lain yang memiliki usia sama dengannya.
Namun untuk seseorang yang mengembangkan praktik tanpa bantuan pil dan di tempat yang memiliki kepadatan Qi yang tipis, Xiao Lu adalah seorang yang hebat.
Yang Hao menghela napas panjang, dia kemudian berdiri dan berjalan menuju dapur sambil terus mengoceh.
"Haaah, Ayah benar-benar miskin! Bahkan biaya perjalanan saja harus meminta padaku, ck ck ck! Meski aku tidak meragukan bakat putriku, tapi khayalan Ayah terhadap kemenangan terlalu tinggi! Aku jadi heran, Ayah sudah menjadi kultivator selama lebih dari seratus tahun tapi tetap saja miskin! Apa Ayah tidak pernah memonopoli sebuah makam kuno atau menjalankan misi dengan bayaran besar?! Aku jadi meragukan tingkat praktik Ayah! Selalu saja berkata kultivator terhebatlah, inilah! Itulah! Tapi giliran uang, selalu datang kemari!"
Sudut atas bibir Yang Shu nampak berkedut mendengar rutukan dari putranya yang saat ini sudah tidak terlihat lagi. Berbeda dengannya, Xiao WeiWei justru tersenyum tipis sambil menggeleng pelan melihat tingkah suaminya.
"Hao'Er terlalu banyak bicara, apa akhir-akhir ini terjadi sesuatu di antara kalian?" Yang Shu melirik ke arah Xiao WeiWei.
"Tidak terjadi apa-apa Ayah, dia hanya begitu saat Ayah datang,"
"Dia mau ke mana?"
"Tentu saja menjual keledai, Ayah tunggulah di sini dan minum tehnya,"
Yang Shu menghela napas panjang sambil mengelus-elus kumis dan janggutnya. "Anak itu selalu mengomel tapi tetap melakukannya, haish..."
"Sebenarnya suamiku senang Ayah tidak menyerah dengan kondisi sekte, hanya saja dia tidak memperlihatkannya," Xiao WeiWei sedikit menggeleng pelan sambil tertawa kecil.
Ucapan Xiao WeiWei barusan membuat Yang Shu manggut-manggut. "Haah, aku tahu itu. Sifatnya yang keras kepala menurun kepada cucuku Lu'Er, gadis itu selalu tidak bisa jujur terhadap perasaannya sendiri. Kuharap Xiao'Er tidak mewarisi sifat ayahnya itu."
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 515 Episodes
Comments
AZEER ZULODUS
hak tambah bahaya ta 😂😂😂
2024-05-17
0
YIN'S YAN'S
keren..tertarikkk👍👍
2024-03-10
0
Miss.Viewer🌸
1 chap bahas sekte doang /Sob/
2024-02-14
0