Xiao Shuxiang perlahan membuka mata, hal pertama yang dilihatnya adalah dinding kayu dengan sebuah pakaian berwarna abu-abu gelap yang tergantung.
Dia seketika tersentak dan dengan cepat mengambil posisi duduk bersila.
“Apa-apaan ini? aku di mana sekarang?!”
Mata Xiao Shuxiang menelusuri setiap sudut di ruangan ini yang ternyata adalah sebuah kamar. Posisinya sekarang berada di atas sebuah tempat tidur sederhana berbahan kayu dan beralaskan tikar jerami.
Xiao Shuxiang masih mengingat-ingat keadaannya sekarang. Tidak lama, matanya melebar saat seluruh ingatannya kembali.
“Aku... Aku berhasil melakukannya. Jurus ciptaanku benar-benar berhasil...!”
Xiao Shuxiang memegang keningnya sambil tersenyum lebar. Dia seakan tidak percaya dengan keadaannya sekarang.
“Ini... luar biasa. Jurus Kebangkitan Kembali adalah jurus yang kubuat karena malas bangun tidur dan tak ada kerjaan lain. Tidak kusangka jurus ini benar-benar berhasil, padahal saat di tebing itu aku hanya iseng mengeluarkannya! Ck ck ck aku jadi merinding karena kekuatanku sendiri,”
Xiao Shuxiang tertawa geli, dia memikirkan jika keempat tetua sekte dan kultivator yang mati saat perang tahu bahwa dirinya hidup kembali, mereka pasti akan mengumpat hingga seluruh gigi dan rambut mereka rontok.
“Ha ha ha ha, senior Zhou Yuan pasti akan muntah darah jika melihat ini. Ha ha ha, sayang sekali mereka semua mati sia-sia...”
Xiao Shuxiang memegang perutnya karena sakit akibat terus tertawa membayangkan wajah keempat tetua dan juga kultivator tiga aliran yang pernah melawannya.
Tiba-tiba saja, suara dari seorang gadis bersamaan dengan pintu yang terbuka membuat dirinya terkejut.
“Xiao’Er! Apa yang kau lakukan sampai-sampai tertawa keras seperti itu?! Kau hampir membuat rumah roboh dengan tawamu?! Bahkan semua keledai memekik gara-gara mendengar tawa mengerikanmu itu...! Ayo cepat bangun! Kau seperti gadis saja!”
?!
Xiao Shuxiang menatap gadis yang berumur sekitar 14 tahun di depannya. Gadis ini memakai pakaian berwarna biru muda dengan motif kupu-kupu, sebuah pedang terselip di pinggang kanannya membuktikan bahwa dia seorang kultivator dan berasal dari sebuah sekte.
“Siapa kau?” Xiao Shuxiang menatap dingin ke arah gadis tersebut hingga membuat gadis itu terbelalak dengan mulut terbuka lebar.
“Xiao Shuxiang...! Apa tawamu itu sudah membuat otakmu rusak hingga kau tidak mengenali Kakakmu sendiri, hah?! Untung saja kau itu adik kesayanganku, kalau tidak kau sudah kucincang habis!!”
Gadis itu terlihat sangat marah, ini bisa dilihat dari wajahnya yang begitu merah.
Xiao Shuxiang menutup telinganya karena tidak tahan mendengar suara gadis ini yang begitu nyaring. “Berisik sekali, sangat tidak sesuai dengan ukuran tubuhnya,”
“Tapi... sejak kapan aku punya kakak?”
Gumaman pelan Xiao Shuxiang dapat didengar oleh gadis ini hingga membuatnya kembali marah. Dengan suara yang nyaring, dirinya berteriak lagi.
“XIAO SHUXIANG! Aku Mendengarmu! Jangan karena aku jarang pulang kemari hingga kau tidak menganggapku sebagai Kakakmu lagi! Sekarang Cepat Turun Dari Tempat Tidurmu Dan Pergi Makan! Ayah Dan Ibu Sudah Lama Menunggu!”
Gadis ini terus berteriak sambil menunjuk-nunjuk Xiao Shuxiang, dan saat lelah berteriak dia pun mulai berjalan dengan menghentakkan kakinya kasar, meninggalkan Sang Adik yang masih duduk di atas tempat tidurnya.
“Cerewet, siapa sih anak itu? Beraninya dia membentakku dan langsung menyebut namaku seperti itu. Aku ini seniormu tahu!” Xiao Shuxiang menggerutu.
Selama ini tidak ada seorang anak kecil pun yang berani membentaknya. Dibentak seperti ini oleh seorang anak kecil apalagi perempuan tentu membuat Xiao Shuxiang kesal.
Dirinya lalu mencoba turun dari tempat tidur. Namun saat kakinya belum menyentuh tanah, Xiao Shuxiang mendadak tersentak.
“Tunggu dulu, Ini... kenapa kaki milikku kecil dan pendek begini? Ta-tanganku? Ja-jangan bilang kalau...”
Xiao Shuxiang terkejut saat melihat ukuran kakinya yang seperti milik anak kecil, dia lalu melihat kedua tangannya yang juga berukuran sama.
Sambil meraba wajah dan tubuhnya, Xiao Shuxiang kembali tersentak.
“I-ini...! Kulit wajah seperti bokong bayi, kaki kecil dan suara yang menggemaskan. Tidak mungkin aku menyusut menjadi kurcaci, kan? Co-coba kuperiksa dulu...”
Perasaan khawatir mulai menyelimutinya. Xiao Shuxiang lalu mengambil posisi duduk bersila dan menutup matanya, memfokuskan pikiran untuk merasakan Qi di dalam tubuhnya.
Dia merasakan Qi yang mengalir di tubuhnya begitu sedikit. Dengan Qi yang sedikit itu Xiao Shuxiang memeriksa Dantian serta kualitas tulang dan organ-organ di dalam tubuhnya.
Semakin memeriksa, raut wajahnya semakin pucat dan perasaannya tidak enak.
Xiao Shuxiang akhirnya membuka mata dan hampir menangis saat tahu kondisi tubuhnya sekarang.
“I-ini... kualitas tulang biasa berumur 7 tahun, bahkan tingkat pelatihan masih di Forging Qi tingkat satu. Belum lagi bentuk Dantiannya tidak sempurna, apa-apaan dengan tubuh ini?!”
Xiao Shuxiang yang masih belum menerima kondisinya dikejutkan dengan teriakan gadis yang tadi masuk ke kamarnya.
“Xiao Shuxiang?!”
“IYAA!! Aish, si gadis cerewet itu membuat kesal saja.” secara spontan dia berteriak menjawab panggilan dari gadis yang mengaku sebagai kakaknya tersebut.
Sambil merutuk, Xiao Shuxiang turun dari tempat tidurnya dan berjalan keluar kamar menuju tempat di mana suara teriakan tadi berasal.
Kondisi rumah ini bisa dibilang cukup sederhana, terdiri dari tiga buah kamar, dapur dan sebuah ruang tamu.
Hiasan yang menempel di rumah ini juga hanya lukisan gunung sederhana.
Langkah kakinya berhenti saat Xiao Shuxiang melihat tiga orang yang sedang duduk sambil menghadap pada sebuah meja lantai yang cukup lebar.
Tiga orang itu tidak lain adalah seorang pria dewasa, wanita dewasa, dan gadis cerewet yang berani membentaknya tadi.
“Xiao’Er? Kemarilah Nak,"
Pria dewasa itu tersenyum lembut ke arahnya dan memberi tanda dengan tangan kanannya kepada Xiao Shuxiang agar ikut duduk di sampingnya.
Xiao Shuxiang masih heran dan bingung dengan keadaannya. Namun dia tidak buru-buru untuk mencari tahu apa yang terjadi sekarang.
"Sebaiknya aku membaur bersama mereka terlebih dahulu," batinnya, yang kemudian mulai melangkahkan kakinya untuk duduk di samping pria dewasa yang memanggilnya tadi.
“Kau ini kenapa lama sekali baru bangun? para keledai di belakang sudah meringkik karena lapar. Cepat makan, setelah itu kau beri makan mereka,”
Wanita yang berumur sekitar 36 tahun terlihat menuangkan air ke dalam cangkir pria di depannya.
Xiao Shuxiang terlihat mengerutkan kening saat mendengar ucapan wanita ini, dia lalu menatap gadis muda di depannya dengan tatapan tidak suka.
“Gadis kecil menyebalkan, berani sekali membohongiku. Tadi dia bilang keledai-keledai itu memekik karena mendengar suara tawaku, nyatanya mereka meringkik karena lapar. Berani juga kau bocah!”
Gadis di depan Xiao Shuxiang ternyata sadar sedang ditatap, dirinya lalu memasang ekspresi yang angkuh.
“Kenapa kau melihatku seperti itu, hah? Ingin kujitak?”
“Lu’Er? Jangan seperti itu pada adikmu," Pria yang duduk di samping Xiao Shuxiang menegur gadis itu sambil mengelus lembut kepala putranya.
“I-iya Ayah...” gadis itu yang seketika tertunduk sambil memasang wajah yang cemberut.
Xiao Shuxiang perlahan mulai mengerti keadaannya sekarang. Dia bisa mengambil kesimpulan bahwa pria yang duduk di sebelahnya adalah ayah dari gadis yang duduk di depannya dan wanita berumur 36 tahun di samping gadis itu adalah ibunya.
Gadis ini pernah mengatakan pada Xiao Shuxiang bahwa dirinya adalah Kakaknya, walau menurut Xiao Shuxiang dia selama hidupnya tidak pernah memiliki kakak.
"Ayah… Ibu… dan seorang kakak? Apa di kehidupanku yang baru ini aku menjadi bagian dari sebuah keluarga?
Ha ha ha ha, lucu sekali!! Menjadi bagian dari keluarga seperti ini mengingatkanku pada pembunuhan pertama yang kulakukan,"
Dia mengingat, di kehidupan sebelumnya dirinya juga pernah duduk dan makan seperti ini bersama seorang pria serta wanita yang dipanggilnya ayah dan ibu.
"Waktu itu aku tidak sengaja membakar rumah dan demi menyelamatkanku mereka jadi…
Haaaah, sangat disayangkan mereka mengorbankan diri untuk orang yang salah."
Xiao Shuxiang menghela napas panjang, helaan yang membuat pria di sampingnya menatapnya heran.
"Xiao'Er? Kenapa menghela napas seperti itu? Kau memikirkan apa?" tanya pria itu sambil menyentuh lembut pundaknya.
Xiao Shuxiang cukup tersentak ketika merasakan pundaknya disentuh bersamaan saat mendengar ucapan pria di sampingnya ini,
"Ah! Bu-bukan apa-apa," jawabnya sedikit gugup.
"Kau ini, cara menghela napasmu seperti orang tua saja. Ini, makanlah yang banyak, keledai-keledai itu tidak akan mati kelaparan karena menunggumu. Jadi, jangan terlalu memikirkan mereka."
Pria dewasa itu tersenyum tipis sambil mengusap kepala Xiao Shuxiang.
Pria yang berusia sekitar 38 tahun ini bernama Yang Hao, Ayah Xiao Shuxiang di kehidupan barunya.
Sementara gadis muda di depannya adalah Xiao Lu, Kakak perempuannya. Wanita yang duduk di samping Xiao Lu bernama Xiao WeiWei dan merupakan Ibu mereka.
Setidaknya hanya itulah yang Xiao Shuxiang ingat dalam kehidupan barunya ini, meski sebenarnya dia juga tidak yakin dengan ingatannya karena wajah ketiga orang ini tidak pernah dia temui sebelumnya.
*
*
Xiao Shuxiang saat ini berada di kandang yang terletak di belakang rumahnya. Terdapat lima ekor keledai di dalam kandang, mereka terlihat mematung sambil memperhatikan dirinya.
Xiao Shuxiang sendiri sedang serius mengambil rumput di dalam gerobak di sampingnya dan meletakkannya di depan kelima ekor keledai itu.
Tanpa dirinya sadari bahwa kelima ekor keledai ini menatap bingung ke arahnya.
"Berbanggalah, karena kalian memiliki kesempatan yang tidak semua hewan bisa dapatkan. Kalian termasuk hewan yang beruntung bisa makan langsung dari tanganku." Ucap Xiao Shuxiang ketika selesai menaruh semua rumput yang ada di dalam gerobak.
"Oak oak oak"
Para keledai seketika ribut, mereka sama sekali tidak menyentuh sedikit pun rumput yang diberikan Xiao Shuxiang. Malah, kelimanya menjauhi tumpukan rumput tersebut. Ini membuat Xiao Shuxiang kesal, dirinya tidak suka penolakan.
"Oak oak oak"
"Jangan bicara dan cepat makan! Jika sampai kalian tidak menghabiskan rumput yang kuberikan, akan kubuat kalian merasa bahwa disembelih itu lebih baik daripada mati di tanganku."
Xiao Shuxiang berkata dingin sambil menatap tajam ke arah kelima ekor keledai itu, membuat mereka merinding dan seketika berlari cepat kearahnya.
"Oak! Oak! Oak!"
Kelima keledai itu langsung memakan rumput yang sudah dia letakkan sebelumnya, cara mereka makan begitu lahap dan bersemangat membuat Xiao Shuxiang tersenyum sambil mengangguk pelan.
"Bagus, keledai pintar.."
Xiao Shuxiang mengusap punggung salah satu keledai, membuat keledai itu merinding ketakutan namun masih tetap berusaha memakan rumput di depannya.
Xiao Shuxiang lalu mengambil tempat berdiri agak jauh dari para keledai, dia terlihat memikirkan sesuatu.
"Jurus Kebangkitan Kembali memang hebat, tapi jurus ini ternyata memiliki kelemahan. Meski semua ingatan tentang kehidupanku sebelumnya masih ada, namun aku harus kehilangan hampir seluruh kekuatanku. Tubuhku juga ikut berubah menjadi anak kecil berusia tujuh tahun, padahal aku sudah memperkirakan akan bangkit kembali dengan tubuh dan usiaku yang seharusnya. Tidak kusangka jadi begini..." gumamnya.
Xiao Shuxiang kemudian menghela napas panjang sambil melihat rumput yang dimakan oleh kelima ekor keledainya kini hampir habis tak bersisa.
"Haaaah, sepertinya aku harus memperbaiki jurusku. Tapi aku masih tidak percaya jurus ini berhasil, apa itu artinya aku sudah bisa menciptakan jurus Tingkatan Langit? Memikirkannya membuatku merinding, Ha ha ha ha"
Xiao Shuxiang kembali tertawa, membuat kelima ekor keledai yang sedang makan terlonjat kaget dan menatapnya dengan perasaan takut.
"Xiao'Er! Kau tertawa sendiri lagi?!"
!
Tawanya berhenti kala mendengar suara yang tidak asing baginya.
"Haah...si gadis cerewet ini lagi, Siapa yang tertawa sendiri? Tidak lihat aku bersama dengan para keledai ini?" Xiao Shuxiang menatap tidak suka ke arah Xiao Lu.
"HAA? Jadi kau mengajak keledai tertawa?! Kenapa adikku jadi tidak waras begini…"
Xiao Lu menggeleng pelan mendengar ucapan adiknya, dia kemudian menghela napas dan melanjutkan ucapannya.
"Kau sepertinya terlalu lama terkena angin, sebaiknya kau masuk. Kakek ada di dalam dan dia ingin bertemu denganmu.."
Xiao Shuxiang yang meskipun tidak tahu siapa yang dimaksud oleh Xiao Lu, namun dengan cepat dirinya mengangguk dan kemudian mengikuti gadis tersebut berjalan masuk ke dalam rumahnya.
"Sebaiknya aku melihat-lihat kondisi lebih dulu, setelah itu mari kita mulai kembali memporak-porandakan dunia ini.."
***
-
Catatan Penulis :
Cerita Ini Memiliki Alur Yang Lambat. Jadi, Sangat Disarankan Untuk Tidak Membaca 'Karya' Ini Secara Maraton. Pertanyaan Tentang Kenapa MC Kami ikut Marga Ibu, bukan Ayah dan Kenapa panggilannya harus Xiao'Er bukan Xiang'Er, akan terjawab secara perlahan. Arigatou Atas Pengertiannya..!^^
Jangan Lupa Untuk Membaca Karya Dari Para Penulis Lainnya yaah, Tetap Semangat Dan Bahagia Selalu Minna!! (*^▽^*)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 515 Episodes
Comments
y@y@
🤣🤣🤣🤣🤣
2024-11-17
0
Faatikhuddin_LD
aku juga ingin mang xiao
2024-06-23
0
AZEER ZULODUS
gak bahaya ta
2024-05-17
0