La Señorita 4 : Acantilados

Vote sebelum membaca 😘😘

.

.

.

Madrid, Spanyol.

“Louis, jangan berpaling dariku.”

Sepasang mata hitam itu tetap berpaling, menatap birunya langit siang kota Madrid. Keramaian di bawah sana tidak menggapai kesunyian seorang pria yang hanyut dalam pikiran, terbawa arus masa lalu hingga tidak ada yang bisa menggapainya.

“Louis!” Teriaknya lagi hampir menghencurkan gendang telinga sang pria. Seakan tahu amarahnya hampir memuncak, wanita penyuka warna merah dengan gaya make up gothic itu memeluknya dari belakang. “Jangan membuatku mati karena kesendirian.”

“Lepaskan tanganmu, Amelia.”

Wanita berusia 29 tahun itu melakukannya, tapi dia bergerak ke depan Louis, menghalangi pandangannya pada keramaian Madrid. Tangannya melingkar di leher Louis, memberikan wajah menggoda. “Aku ingin makan siang.”

“Pergilah sendirian.”

“Louis, aku tidak terabaikan,” ucapnya penuh tekanan, mengelus pipi pria itu hingga manik hitamnya balas menatap. “Aku kesepian di apartemen sendirian.”

“Jangan memancing amarahku, Amelia.”

“Kau tahu aku suka memancing.” Cekikikan mengabaikan ancaman pria yang sedang menahan marah. Louis melepaskan paksa tangan Amelia dari lehernya, berjalan mengambil jas yang menutupi punggung kursi.

Amelia berpikir pria itu akan menemaninya makan siang, nyatanya dia malah menelpon. “Norman, aku akan turun.”

Tiga kata yang berhasil membuat tubuh Amelia mendidih, dia menghalangi Louis menggapai pintu. “Kau tidak akan pergi ke mana pun, kita akan makan siang.”

“Ingat di mana tempatmu, Amelia.”

Tangannya tetap merentang menghalangi untuk keluar dari pintu silver itu. “Kau tidak bisa mendapatkan senjata dan amunisinya tanpa aku, Louis.”

“Aku tidak pernah meminta.”

Dia bergerak ke arah kiri ketika Louis hendak menggapai pegangan pintu. “Aku menyukaimu, Louis, tidakkah kau sadar? Kau terus mencintai mayat daripada ak-- Akhh!”

Amelia meronta, mencoba melepaskan tangan Louis yang mencekiknya kuat. Merasakan asan pada tenggorokannya, dia sesak, terbatuk ketika pria itu melepaskannya. Amelia kehilangan tenaga, dia lemah hingga bersimpuh di depan Louis sambil menetralkan napas.

Pemilik mata hitam itu berjongkok, dengan tatapan mata yang tajam. “Jika kau berani mengatakan hal buruk tentang Penelope, kau akan mati.”

Kepergian Louis tidak meninggalkan penyesalan untuk Amelia, melainkan susunan rencana agar pria itu bisa jatuh ke dalam pelukannya. Obsesi, haus yanh tidak sembuh oleh sekedar air, Amelia benar-benar kehilangan kesabaran untuk ini. Dia tidak bisa tinggal diam selamanya, Louis harus jadi miliknya. Kekasih hatinya.

Berbeda dengan pria bermata hitam yang sekedar memanfaatkan keadaan. Amelia memiliki kekayaan dari orangtuanya, dia bersuka rela memberikan bijih besi untuk Louis. Kesempatan tidak datang dua kali, Louis menerimanya, tanpa ada timbal balik.

Porsche hitam itu berhenti di depan sebuah toko bunga.

“Selamat siang, Señor Mendoza.”

“Siang, Karin.” Memilih bunga dan menetapkan pada pilihan yang sama seperti sebelumnya.

“Anda tidak ingin bunga lain, Señor?”

“Dia menyukai rose putih.”

Wanita tua yang duduk di kursi roda tersenyum, pekerjaannya hanyalah menjual bunga di depan rumahnya yang diapit gedung bertingkat. “Kau masih bersama wanita rose putih?”

“Tidak ada wanita lain selain dia, Karin.”

Kali ini Karin tertawa, memperlihatkan giginya yang sudah tanggal sebagian. “Ini ambilah.” Memberikan bunga anggrek yang terbungkus kotak plastik putih.

Louis menggeleng. “Aku tidak akan membayar untuk itu.”

“Ini gratis.” Memaksa Louis membuka telapak tangan agar menerimanya. “Untuk kau berikan pada malaikat yang masih berpijak di bumi.”

Louis memberikan beberapa lembar uang, mengangkat pemberian Karin sebagai tanda terima kasih.

Wanita tua itu menggeleng menatap kepergian porsche hitam. “Semoga Tuhan menjaga jiwanya sampai malaikat datang untuknya.”

“Bukankah anda memiliki pertemuan pemilik saham, Señor?”

“Ya.” Louis menghirup aroma mawar putih, tidak menghiraukan anggrek yang tergeletak di kurso sampingnya. “Itu tidak penting.”

“Saya dengar mereka ingin memperluas apartemen dengan--”

“Aku tahu maksudmu, Norman.” Memotong perkataannya hingga pria latin itu berhenti.

“Maaf, Señor.”

“Hari ini ulang tahun Penelope, aku tidak mungkin melupakannya.” Menatap keluar jendela dengan tatapan datarnya, menghakimi takdir dalam hati. Tidak seharusnya Tuhan membawa kekasihnya. Disaat dirinya akan kembali pada jalan yang benar, takdir menahannya. Tidak ada alasan untuk Louis menjadi lebih baik. Dalam benaknya, kini dia memilih menjadi nomor satu.

Norman menatap langkah pria yang menjauh, melewati beberapa kuburan hingga sampai di malaikat tersayangnya.

“Selamat ulang tahun, Sayang.” Meletakan bunga rose yang dibawanya. “Kau mungkin tidak lagi di sini, tapi kau selalu hidup di hatiku. Tuhan membawamu pergi tanpa alasan, begitu pula denganku yang tidak lagi memiliki alasan untuk dekat dengan-Nya.”

Hening panjang, tatapan datarnya menyimpan sejuta kesedihan. “Aku mencintaimu, Dear. Tidak ada yang akan menggantikanmu.”

***

“Adakah pelayan yang sedang tidak bertugas?”

“Saya.” Lucia segera menuruni tangga, mendekat pada pria berjas yang tersenyum ramah padanya. “Ada yang bisa saya bantu, Tuan?”

“Norman, bicaralah dengan santai.” Pria itu memperkenalkan diri. Disambut baik oleh Lucia yang juga memperkenalkan dirinya.

“Ada barang di mobil.”

“Ah ya.” Lucia mengikuti langkah pria itu menuju bagian depan pintu utama, di sana sebuah porsche hitam berhenti.

Di bagian kursi belakang, Lucia mengambil dua kantong kertas berisikan buah-buahan. Norman mengambil salah satunya untuk membantu. “Kau membeli ini?”

“Ya, Señor Louis memintanya.”

Gerakan Lucia menutup pintu mobil terhenti ketika melihat sebuah anggrek yang masih terbungkus sempurna, terjatuh dibagian bawah kursi. Lucia memungutnya. “Ini juga?”

“Tidak, Tuan meminta untuk membuangnya.”

“Bolehkan aku menyimpannya?”

“Tentu, Lucia.” Norman menutup pintu mobil, membiarkan Lucia lebih dulu dengan dirinya yang menyusul di belakang.

Ketika menuju arah dapur, Andreas sedang bersama seorang wanita asia. Terlihat Andreas yang terburu-buru hingga meninggalkan wanita itu yang masih bertanya.

“Hai, aku Hyo-in, asisten koki baru di sini.”

“Lucia.” Membalas jabatan tangan.

Berbeda dengan pria latin yang menyimpan kantong kertas, tanpa menjawab dia berkata, “Norman.” Lalu pergi lagi.

“Kau melihat di mana Monica?”

“Monica, Salma dan Camble sedang belatih.”

Lucia membantu menyusun buah-buahan itu ke dalam kulkas. “Latihan apa?”

“Jangan berurusan dengan mereka, Lucia. Kau bisa dalam bahaya.”

Pemilik manik biru itu bergeser, membiarkan bagian Hyo-in membereskan bagian dalam kulkas. Lucia berdiri. “Aku tidak tertarik sama sekali,” ucapnya keluar dari dapur.

Mansion begitu hening, suara langkah kaki dari arah jauh saja membuat gema. Dalam kepergiannya, pasti ada sesuatu yang terjadi.

Lucia menatap ke sekeliling sebelum dia mengambil gagang telpon, memasukan nomor yang ingin dia hubungi sejak menginjakan kaki di Madrid.

‘Hallo.?’

“Rani, ini aku Lucia.”

‘Astaga, Lucia.’ Terdengar kaget. ‘Apa yang kau lakukan di jam seperti ini?’

“Aku ingin bicara dengan Louisa.”

Tidak ada jawaban dari Rani, membuat Lucia agak kesal. “Rani,” bisiknya penuh penekanan.

‘Louisa tertidur, baru saja. Mungkin kau harus menghubunginya nanti. Dia kelelahan akibat menangis merindukanmu.’

“Aku tidak punya waktu.” Suara Lucia terdengar lemah dan frustasi, kabar yang dibawa Rani tidak memberikan dampak positif baginya. “Mereka akan segera datang.”

‘Nanti malam hubungi aku lagi. Louisa punya proyek, jadi dia mungkin akan bergadang.’

Lucia menghela napas. “Baiklah, aku sangat merindukannya.”

***

Malam itu, tugas menanti Lucia seperti biasa. Menyalin buku-buku kuno yang dia yakini harganya sangat mahal. Dimulai dari buku dengan tulisan daratan china, arab, thailand dengan kertas yang sedikit rapuh, oleh karenanya dia harus sangat hati-hati.

Lucia tahu semua orang tengah tertidur termasuk Andreas. Begitu pula dengan Louis yang belum datang, mendorongnya untuk segera menghubungi seseorang yang sangat dia rindukan.

Menekan nomor villa di Palma. Hanya butuh hitungan detik, seseorang mengangkatnya.

‘Mum!’

Mata Lucia berkaca-kaca seketika, dia tidak dapat berucap beberapa saat. “Louisa, kenapa kau belum tidur?”

‘Bibi Rani bilang kau akan menghubungi. I miss you, Mum.’

“I miss you too,” ucapnya dengan nada penuh kesedihan. Lucia sesekali mengedarkan pandangan pada mansion yang tengah setengah gelap, berharap semua sesuai perkiraannya.

‘Kapan kau akan pulang?’

Lucia terdiam, menelan saliva berat mendengar pertanyaan itu. “Lebih cepat tentunya, maka dari itu Lee tidak boleh berhenti berdo’a.”

‘Lee berdo’a agar Mum pulang membawa Daddy.’

Seakan ada batu yang menghantam dadanya, Lucia merasakan sesak. Sesaat dia tidak bernapas, kalimat itu mampu membuat air matanya menetes.

‘Mum?’

“Sure, Baby. I will.”

Terdengar suara tawa Louisa, rasa senangnya melebihi ketika dia mendapatkan apa yang diinginkannya. Harapannya, Lucia tidak tahu harus berbuat apa. Janjinya mungkin hanya menjadi gema. Tidak pernah berwujud, dan hanya bersuara berulang. Seperti dirinya yang memberikan janji-janji manis.

‘I’ll be fine if you take back my Daddy.’

“Sure, sure.” Lucia mengusap air matanya yang jatuh.

‘I love you, Mum.’

“I love you too, Louisa.”

Tanpa perempuan itu sadari, seseorang berjalan mendekat. Bagaikan hantu, dia tidak terdeteksi. Entah indra pendengar Lucia yang tidak fokus, ataukah pria itu yang pandai bersembunyi dalam bayangan. Dia mengintai, menatap perempuan yang sedang berdiri dengan telpon di telinganya.

“What are you doing?”

Tubuh Lucia menegang, dia membalikan tubuh menatapnya yang keluar dari bayang-bayang. “Señor…”

---

Love,

ig : @alzena2108

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

sampai bab ini.. belum ada gambaran terang utk masa depan Lucia dan Loeisa..

2024-11-01

0

Bunga Istiqomah

Bunga Istiqomah

❤❤❤❤❤❤❤🧡🧡

2024-06-12

0

^⁠__⁠daena__⁠^

^⁠__⁠daena__⁠^

ketauan deh😌

2023-10-25

0

lihat semua
Episodes
1 Prologue : Holla, Señorita.
2 La Señorita 1 : El Embarazo
3 La Señorita 2 : Año de llanto
4 La Señorita 3 : Amenaza de muerte
5 La Señorita 4 : Acantilados
6 La Señorita 5 : Fin de la Muerte
7 La Señorita 6 : Niña Pequeña
8 La Señorita 7 : Plan Malvado
9 La Señorita 8 : Arrepentimiento profundo
10 La Señorita 9 : Fue atrapado
11 La Señorita 10 : Otro peligro
12 La Señorita 11 : Jaguares negros
13 La Señorita 12 : Acercándose
14 La Señorita 13 : Ser pisado con dureza
15 La Señorita 14 : Alejarse de Louis
16 La Señorita 15 : Con Louis de vuelta
17 La Señorita 16 : Derrota de Lucía
18 La Señorita 17 : Primer encuentro
19 La Señorita 18 : Plan oculto
20 La Señorita 19 : Sorpresa de Louis
21 La Señorita 20 : Mi familia
22 La Señorita 21 : Hipócrita
23 La Señorita 22 : Viejo enemigo
24 La Señorita 23 : Elección difícil
25 La Señorita 24 : Abrazo Papi
26 La Señorita 25 : El ultimo diamante
27 La Señorita 26 : Quedate conmigo
28 La Señorita 27 : Realidad dolorosa
29 La Señorita 28 : Los sentimientos de Louis
30 La Señorita 29 : Sentimiento Abierto
31 About Little-Zee
32 La Señorita 30 : Segundo embarazo
33 La Señorita 31 : Terminar juntos
34 La Señorita 32 : Venganza que Surge
35 La Señorita 33 : La Promesa del Jaguar
36 La Señorita 34 : Un viaje
37 La Señorita 35 : Mar y Amor
38 La Señorita 36 : El corazon
39 La Señorita 37 : Les Jaguares
40 La Señorita 38 : Presentador
41 La Señorita 39 : Susurros
42 La Señorita 40 : Empezando a debilitarse
43 La Señorita 41 : Ojos despiertos
44 La Señorita 42 : Lágrimas felices
45 La Señorita 43 : Una carta de padre
46 La Señorita 44 : Papa es igual
47 La Señorita 45 : Ese es nuestro papa
48 La Señorita 46 : Decepcionado por la situación
49 La Señorita 47 : Deseos en promesas
50 La Señorita 48 : Decisión en lágrimas
51 About my self
52 La Señorita 49 : Algo escondido
53 La Señorita 50 : El matrimonio
54 La Señorita 51 : I am Louis
55 I am Louis
56 After Marriage 1
57 After Marriage 2
58 After Marriage 3
59 After Marriage 4
60 After Marriage 5
61 After Marriage 6
62 After Marriage 7
63 After Marriage 8
64 After Marriage 9
65 After Marriage 10
66 After Marriage 11
67 After Marriage 12
68 After Marriage 13
69 After Marriage 14
70 After Marriage 15
71 After Marriage 16
72 After Marriage 17
73 After Marriage 18
74 After Marriage 19
75 After Marriage 20
76 After Marriage 21
77 After Marriage 22
78 After Marriage 23
79 After Marriage 24
80 After Marriage 25
81 After Marriage 26
82 After Marriage 27
83 After Marriage 28
84 After Marriage 29
85 After Marriage 30
86 After Marriage 31
87 After Marriage 32
88 After Marriage 33
89 After Marriage 34
90 Ekstra Part 1
91 Ekstra Part 2
92 Ekstra Part 3
93 Buku Cetak
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Prologue : Holla, Señorita.
2
La Señorita 1 : El Embarazo
3
La Señorita 2 : Año de llanto
4
La Señorita 3 : Amenaza de muerte
5
La Señorita 4 : Acantilados
6
La Señorita 5 : Fin de la Muerte
7
La Señorita 6 : Niña Pequeña
8
La Señorita 7 : Plan Malvado
9
La Señorita 8 : Arrepentimiento profundo
10
La Señorita 9 : Fue atrapado
11
La Señorita 10 : Otro peligro
12
La Señorita 11 : Jaguares negros
13
La Señorita 12 : Acercándose
14
La Señorita 13 : Ser pisado con dureza
15
La Señorita 14 : Alejarse de Louis
16
La Señorita 15 : Con Louis de vuelta
17
La Señorita 16 : Derrota de Lucía
18
La Señorita 17 : Primer encuentro
19
La Señorita 18 : Plan oculto
20
La Señorita 19 : Sorpresa de Louis
21
La Señorita 20 : Mi familia
22
La Señorita 21 : Hipócrita
23
La Señorita 22 : Viejo enemigo
24
La Señorita 23 : Elección difícil
25
La Señorita 24 : Abrazo Papi
26
La Señorita 25 : El ultimo diamante
27
La Señorita 26 : Quedate conmigo
28
La Señorita 27 : Realidad dolorosa
29
La Señorita 28 : Los sentimientos de Louis
30
La Señorita 29 : Sentimiento Abierto
31
About Little-Zee
32
La Señorita 30 : Segundo embarazo
33
La Señorita 31 : Terminar juntos
34
La Señorita 32 : Venganza que Surge
35
La Señorita 33 : La Promesa del Jaguar
36
La Señorita 34 : Un viaje
37
La Señorita 35 : Mar y Amor
38
La Señorita 36 : El corazon
39
La Señorita 37 : Les Jaguares
40
La Señorita 38 : Presentador
41
La Señorita 39 : Susurros
42
La Señorita 40 : Empezando a debilitarse
43
La Señorita 41 : Ojos despiertos
44
La Señorita 42 : Lágrimas felices
45
La Señorita 43 : Una carta de padre
46
La Señorita 44 : Papa es igual
47
La Señorita 45 : Ese es nuestro papa
48
La Señorita 46 : Decepcionado por la situación
49
La Señorita 47 : Deseos en promesas
50
La Señorita 48 : Decisión en lágrimas
51
About my self
52
La Señorita 49 : Algo escondido
53
La Señorita 50 : El matrimonio
54
La Señorita 51 : I am Louis
55
I am Louis
56
After Marriage 1
57
After Marriage 2
58
After Marriage 3
59
After Marriage 4
60
After Marriage 5
61
After Marriage 6
62
After Marriage 7
63
After Marriage 8
64
After Marriage 9
65
After Marriage 10
66
After Marriage 11
67
After Marriage 12
68
After Marriage 13
69
After Marriage 14
70
After Marriage 15
71
After Marriage 16
72
After Marriage 17
73
After Marriage 18
74
After Marriage 19
75
After Marriage 20
76
After Marriage 21
77
After Marriage 22
78
After Marriage 23
79
After Marriage 24
80
After Marriage 25
81
After Marriage 26
82
After Marriage 27
83
After Marriage 28
84
After Marriage 29
85
After Marriage 30
86
After Marriage 31
87
After Marriage 32
88
After Marriage 33
89
After Marriage 34
90
Ekstra Part 1
91
Ekstra Part 2
92
Ekstra Part 3
93
Buku Cetak

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!