La Señorita 1 : El Embarazo

Vote sebelum membaca😘

.

.

Madrid, Spanyol.

“Maaf membuatmu menunggu lama.”

Louis tersenyum tipis, menyambut ciuman di pipi kirinya. “Kau sudah selesai?”

Penelope tampak menimang, dia duduk di pangkuan pria itu. Mengusap rahang yang ditumbuhi bulu. “Ada pekerjaan yang harus aku selesaikan.”

“Jadi kau tidak bisa ikut bersamaku ke bar?”

“Aku akan menyusulmu,” bisiknya saat melihat kedatangan seorang pria kembar. “Aku harus mengurus bintang filmku.”

Louis menatap kepergian Penelope. Wanita berambut pendek dengan kulit cokelat eksotis itu tidak memiliki waktu untuknya. Dia mencoba membuat semua orang bahwa menjadi sutradara dapat menyita waktu, tapi sebenarnya Penelope yang selalu mencari pekerjaan dikala waktu luang. Tidak sekali Louis menawarkan pekerjaan yang lebih mudah, seperti diam di salah satu rumahnya.

Porsche hitam itu membelah jalanan Madrid, tidak membiarkan waktu memakannya, ataupun lambaian tangan wanita penghibur yang menginginkan bayaran.

Sebagai penenangan diri, Louis mendatangi De La Lavinda, sebuah kelab malam miliknya. Berada tepat di tengah kota Madrid, menjadikannya klan paling ramai. Apalagi di desain oleh arsitek berkebangsaan Norwegia yang menyajikan gaya modern, dengan DJ yang tengah mendunia. Dibalik itu, Louis menjadikannya untuk tempat transaksi.

“Selamat datang, Tuan.” Penjaga pintu membukakan pintu untuk Louis.

Suara musik memenuhi pendengarannya begitu pintu terbuka, anak manusia bergoyang, meliuk-liukan tubuh mengikuti irama musik. Sebagian dari mereka berpesta dengan alkohol dan ciuman.

“Hola, Señor,” ucap seorang wanita dengan rambut terurai sepinggang mendekat. Dia mengusap dada Louis. “Kau butuh hiburan?”

Louis terkekeh, wanita ini sepertinya orang baru. Dia mencekal tangannya lalu mendorong. Lalu pria yang memakai sweater turtleneck dan dibalut mantel itu berjalan begitu saja.

“Amelia, apa kau baik-baik saja?” Salah satu teman wanitanya membantu berdiri.

“Sial, siapa dia berani menolakku?” Gerutunya hendak menyusul, tapi dicegah oleh temannya.

“Jangan pernah berurusan dengan De La Mendoza, Amelia.”

“Dia mendorongku hingga aku jatuh.”

“Kau tidak tahu siapa dia? Kau bisa saja terbunuh.”

“Memangnya siapa dia? Who is he?!” Teriaknya tidak ingin kalah oleh musik.

Bibirnya mendekat ke telinga Amelia. “Dia adalah pemilik Madrid. Sebagian orang percaya dia adalah pemimpin kartel yang memperjual belikan senjata ilegal. Kau tahu? Dioses la asesinos?”

Amelia nampak terkejut, memandang pria yang kini menaiki lantai dua. Hanya beberapa orang yang diperbolehkan naik, privasi para tamu terhormat begitu terjaga, sampai tidak ada yang tahu aktris atau aktor favorit mereka sedang bersama wanita lain di lantai dua.

“Señor.”

“Norman, senang kau kembali.”

Pria latin itu tersenyum tipis, membukakan pintu untuk Louis. “Dia menunggu anda, Tuan.”

Kakinya melangkah masuk, menatap pria berjas yang sedang membuat minuman, membelakangi dirinya. “Sasha El Digueroz.”

“Louis Mendoza, kau ingin aku buatkan minum?”

“Martini, tanpa zaitun.” Pemilik mata hitam itu duduk dan menerima pesanan. “Kau bawa pesananku?”

Sasha, pria yang tidak memiliki mata kiri akibat tembakan. Selama 20 tahun hidupnya dia menggunakan penutup mata layaknya bajak laut. Dia meneguk minuman langsung dari botolnya. “Ya, di sana.” Menunjuk peti kecil, tepat di samping sofa Louis.

Tangannya yang kekar mengambil, membuka dan memastikan ada banyak peluru di sana. Jemarinya berenang dalam lautan peluru, mengangkatnya satu dan memadukannya pada cahaya. “Bagaimana dengan senjatanya?”

“Akan siap dalam 2 minggu, keinginanmu begitu gila, Louis. Menciptakan senjata tembak dengan kecepatan seperti itu, bukanlah hal yang mudah.”

Louis terkekeh, dia menyalakan rokok. “Aku tahu kau bisa.”

“Jika kau membayarku lebih awal.”

“Kau tahu perjanjian kita, Digueroz.”

Sasha menggeleng, memegang rambut panjangnya yang diikat ke belakang. “Aku akan berkencan besok malam. Kau pasti mengerti karena sekarang kau punya kekasih.”

“Jangan membuatku membicarakan wanitaku, atau matamu yang lain akan berlubang.”

Kalimat itu mampu membuat Sasha terdiam, menelan ludahnya kasar dan menatap Louis yang beranjak mengambil sesuatu dari laci di sudut ruangan. “Ini sebagai permulaan,” ucapnya melemparkan permata biru yang langsung digigig Sasha.

Pria satu mata itu tersenyum mengetahui keasliannya. “Terima kasih, Tuan. Aku tidak akan mengecewakanmu.”

“Ini pertama dan terakhir kalinya aku membayarmu lebih awal.”

“Mengerti, Señor.” Sasha segera keluar dari ruangan itu.

Norman yang berjaga di pintu, segera masuk dan mengamankan puluhan peluru dalam peti. Menggabungkannya dengan temannya yang lain, ada ruang di balik rak anggur. “Kemana kita akan menjual ini, Señor?”

“Kau punya saran?” Louis menyandar, menikmati isapan rokok yang menjadi candunya.

“Anda punya janji?”

“Ya, aku akan memberikannya pada Chicago.”

***

Palma, Kepulauan Balears, Spanyol.

“Sudahlah, Lucia, jangan terlalu keras bekerja. Tidak pernah ada yang memeriksa selama 10 tahun, tempat ini ditetlantarkan.”

Lucia yang tidak terbiasa diam menonton televisi, tidur seharian dan membersihkan villa satu kali dalam seminggu. Apalagi villa terlihat kotor, debu menempel di setiap kaca.

“Lucia…. Duduklah dan sarapan.”

“Setelah selesai,” ucapnya berpindah tempat untuk membersihkan kaca jendela lain. Rani nama teman sesama pelayan, wanita India yang sudah lama berdiam di villa ini. “Makan saja duluan.”

“Sudah aku bilang, tidak akan ada yang datang ke villa tua ini. Lihat di sana, pengantar bahan makanan baru saja datang. Ayoo nikmati semuanya.”

“Bagaimana jika tiba-tiba tamu datang?” Lucia menatap dengan kesal Rani yang berisik, berbeda dengan mansion di Madrid. “Kenapa kau sangat berisik?”

“Karena tidak ada yang mengatur di sini.”

Jujur saja, diam-diam Lucia menyukai keadaan di Madrid yang sunyi daripada berisik dan berhadaoan dengan wanita gemuk seperti Rani. Lucia memilih meninggalkan pekerjaannya, mencuci tangan dan mengambil makanan dari kulkas. “Bukankah kemarin mereka memberikan roti?”

“Aku menghabiskannya semalam,” jawab Rani dengan senyuman memperlihatkan gigi hitamnya. Lucia bergidik aneh setiap melihat itu, Rani menjelaskan bahwa itu didapatkannya karena selalu tidur setelah kekenyangan makan malam, tanpa menggosok gigi.

“Kau akan sepertiku lima tahun kemudian.”

“Tidak!” Lucia tegas. “Aku akan segera pergi.”

“Ke mana? Madrid?” Rani mendekat dan duduk di samping Lucia yang makan sosis. “Ini adalah tempat terbengkalai, pembuangan bagi pelayan bermasalah seperti kita.”

“Apa sebelumnya ada yang lain?”

Rani tersenyum, mendekat membuat Lucia bergeser menjauh.

“Aku senang akhirnya kau banyak bicara sekarang.”

“Rani, menjauhlah. Berikan jarak.”

“Oke, oke.” Dia mengangkat tangannya ke udara agar tidak menyentuh Lucia yang terlihat mual dengan keberadaannya. “Enam tahun lalu Kakek Joshi menjaga villa ini bersamaku sampai akhirnya meninggal.”

“Utangnya terlunasi?”

Rani menggeleng, lalu memasang wajah menakut-nakuti. “Tuan De La Mendoza menjual bagian dalam tubuhnya.”

“Apa?!”

Tawa Rani menghentikan ketakutan Lucia, memukul wanita gemuk itu agar menjauh darinya. “Berhenti bercanda, beri jarak diantara kita!”

“Aku akan berkencan malam ini.” Rani membanggakan diri, merebut remot televisi. Sikap Rani yang seenaknya membuat Lucia mual, dalam artian sesungguhnya.

“Aku mungkin akan menikah dalam waktu dekat.”

“Lalu bagaimana utangmu?” Lana berdecak saat Rani duduk di sampingnya yang sedang makan. Membuat Lucia menyimpan makanannya, menahan mual yang semakin melanda. Bukan hanya sikapnya, tapi bau badannya yang menggila.

“Aku mengencani pria India kaya, dan dia akan membayar sisanya untukku hingga aku bebas.”

“Oke, sekarang mundurlah….” Lucia mendorong Rani pelan, dan segera berpindah tempat. “Karena hanya kita berdua yang ada di sini, mari membuat peraturan. Jangan jorok hanya itu.”

“Kau pikir aku jorok?” Rani membuka mulutnya yang kotor, membuat Lucia tidak tahan hingga dia berlari ke kamar mandi dan memuntahkan sarapannya. Hidungnya benar-benar sensitif, apalagi Lucia melihat ada pot bunga dengan tanaman busuk di dekat closet, mengakibatkan dorongan untuk mengeluarkan semua isi perut.

***

Ketukan dari arah pintu membuat Lucia menengok, di sana Rani tersenyum memperlihatkan gigi. “Aku sudah mandi dan gosok gigi, juga memakai prngharum ruangan. Boleh aku masuk?”

Lucia tidak memiliki banyak tenaga, dia menggerakan jari memberi isyarat agar masuk. Rani dengan senangnya membawa papper bag McD, mengeluarkan isinya dan menyusunnya di meja kecil samping tempat tidur. “Aku membelikan kentang goreng kesukaanmu.”

“Gracias, kau boleh keluar sekarang.”

Rani merengut, memukul pelan bahu Lucia, dengan gayanya yang manja. “Ayolah, aku sudah bersih. 13 kamar sudah aku bersihkan termasuk kamar utama. Jadi, nikmati akhir pekanmu kali ini.”

Lucia mengangguk, fokus pada kentang goreng dan saus tomat yang dia dapatkan. Mengunyahnya membuat Lucia membayangkan dirinya di luar sana, di restaurant cepat saji menghirup aroma gorengan yang sudah lama tidak dia rasakan. Nikmat mengalir pada tenggorokan, entah karena apa kentang goreng ini terasa sangat lezat. Bahkan Lucia sampai menjilati jemarinya, tidak ingin menyisakan butiran bumbu gurih.

“Kau baik-baik saja, Lucia?”

“Cukup merasa baik,” gumamnya meminum cola dan melanjutkan membuka kentang yang lain. “Ini sangat nikmat.”

“Oke, katakan padaku.”

“Tentang apa?” Lucia melotot ketika Rani hendak duduk di pinggir ranjang, membuat Rani mundur dan memilih membawa kursi rias untuk diduduki.

“Siapa pria yang menghamilimu?”

Lucia terbatuk, wajahnya memerah merasakan minuman itu salah masuk jalan. Hidungnya terasa panas, membuat Lucia memukul Rani akibat kesal. “Apa maksudmu?” Bertanya dengan nada tinggi, jelas tidak suka.

“Kau memiliki perubahan sikap yang drastis. Saat malam, kau sangat baik. Tapi setiap pagi, kau selalu marah, dan muntah. Aku pikir kau hamil.”

Wajah Lucia menegang, napsu makannya hilang. Kentang goreng di tangannya seolah berubah menjadi arang, tidak enak dipandang ataupun dimakan. Mengakibatkannya menatap kosong pada kaca jendela, ingat kembali kejadian mengerikan itu.

Kenapa tidak terpikir ke arah itu? Lucia benar-benar melupakannya. Dia sibuk menyimpulkan bahwa dirinya sakit dan butuh obat.

“Lihat, kau melamun. Aku rasa kau benar-benar hamil, Lucia.”

“Tidak mungkin,” gumamanya memagang perut yang masih rata. Lucia menunduk, mengusapnya pelan berharap di dalam sana tidak ada apapun selain saluran pencernaan. “Dia hanya melakukannya sekali.”

“Tidak perlu berkali-kali untuk menghasilkan anak. Jika kau dan pasanganmu subur, maka akan terjadi.”

Lucia menatap kosong pada Rani, terlihat bingung dan meminta pertolongan apa yang harus dilakukan.

“Maka dari itu, aku memebelikanmu testpack.” Merogoh saku kirinya dan memberikannya pada telapan Lucia. Sedetik setelahnya Lucia menyingkirkan selimut, berjalan cepat ke kamar mandi.

Bertahun-tahun rasanya menunggu kepastian dari benda mati. Test pack itu digenggamnya erat, Lucia memejamkan mata memohon agar semuanya tidak seperti pikirannya. Dan ketika matanya terbuka, tangan Lucia bergetar, dia melemparkan benda itu dengan penuh kekecewaan, ketakutan. Lucia menangis meraung, menarik perhatian Rani.

Wanita berdarah India itu mengambil testpack yang tergrletak di lantai kamar mandi, dia sama terkejutnya dengan Lucia. Menunjukan dua garis pada Lucia yang menangis. “Kau hamil, Lucia.”

---

Love,

Ig : @Alzena2108

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

Lucia...

2024-11-01

0

Amelia Fe

Amelia Fe

aku membayangkan bagaimana jadinya jika semua karya author ini di filmkan..pasti seru..dan sejauh ini aku belum bisa berpaling dari sini..🤭

2023-11-23

8

Asri Handaya

Asri Handaya

baca ulang lagi.. gak ada novel yg lebih baik.. ini yg terbaik menurut aku

2023-09-17

2

lihat semua
Episodes
1 Prologue : Holla, Señorita.
2 La Señorita 1 : El Embarazo
3 La Señorita 2 : Año de llanto
4 La Señorita 3 : Amenaza de muerte
5 La Señorita 4 : Acantilados
6 La Señorita 5 : Fin de la Muerte
7 La Señorita 6 : Niña Pequeña
8 La Señorita 7 : Plan Malvado
9 La Señorita 8 : Arrepentimiento profundo
10 La Señorita 9 : Fue atrapado
11 La Señorita 10 : Otro peligro
12 La Señorita 11 : Jaguares negros
13 La Señorita 12 : Acercándose
14 La Señorita 13 : Ser pisado con dureza
15 La Señorita 14 : Alejarse de Louis
16 La Señorita 15 : Con Louis de vuelta
17 La Señorita 16 : Derrota de Lucía
18 La Señorita 17 : Primer encuentro
19 La Señorita 18 : Plan oculto
20 La Señorita 19 : Sorpresa de Louis
21 La Señorita 20 : Mi familia
22 La Señorita 21 : Hipócrita
23 La Señorita 22 : Viejo enemigo
24 La Señorita 23 : Elección difícil
25 La Señorita 24 : Abrazo Papi
26 La Señorita 25 : El ultimo diamante
27 La Señorita 26 : Quedate conmigo
28 La Señorita 27 : Realidad dolorosa
29 La Señorita 28 : Los sentimientos de Louis
30 La Señorita 29 : Sentimiento Abierto
31 About Little-Zee
32 La Señorita 30 : Segundo embarazo
33 La Señorita 31 : Terminar juntos
34 La Señorita 32 : Venganza que Surge
35 La Señorita 33 : La Promesa del Jaguar
36 La Señorita 34 : Un viaje
37 La Señorita 35 : Mar y Amor
38 La Señorita 36 : El corazon
39 La Señorita 37 : Les Jaguares
40 La Señorita 38 : Presentador
41 La Señorita 39 : Susurros
42 La Señorita 40 : Empezando a debilitarse
43 La Señorita 41 : Ojos despiertos
44 La Señorita 42 : Lágrimas felices
45 La Señorita 43 : Una carta de padre
46 La Señorita 44 : Papa es igual
47 La Señorita 45 : Ese es nuestro papa
48 La Señorita 46 : Decepcionado por la situación
49 La Señorita 47 : Deseos en promesas
50 La Señorita 48 : Decisión en lágrimas
51 About my self
52 La Señorita 49 : Algo escondido
53 La Señorita 50 : El matrimonio
54 La Señorita 51 : I am Louis
55 I am Louis
56 After Marriage 1
57 After Marriage 2
58 After Marriage 3
59 After Marriage 4
60 After Marriage 5
61 After Marriage 6
62 After Marriage 7
63 After Marriage 8
64 After Marriage 9
65 After Marriage 10
66 After Marriage 11
67 After Marriage 12
68 After Marriage 13
69 After Marriage 14
70 After Marriage 15
71 After Marriage 16
72 After Marriage 17
73 After Marriage 18
74 After Marriage 19
75 After Marriage 20
76 After Marriage 21
77 After Marriage 22
78 After Marriage 23
79 After Marriage 24
80 After Marriage 25
81 After Marriage 26
82 After Marriage 27
83 After Marriage 28
84 After Marriage 29
85 After Marriage 30
86 After Marriage 31
87 After Marriage 32
88 After Marriage 33
89 After Marriage 34
90 Ekstra Part 1
91 Ekstra Part 2
92 Ekstra Part 3
93 Buku Cetak
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Prologue : Holla, Señorita.
2
La Señorita 1 : El Embarazo
3
La Señorita 2 : Año de llanto
4
La Señorita 3 : Amenaza de muerte
5
La Señorita 4 : Acantilados
6
La Señorita 5 : Fin de la Muerte
7
La Señorita 6 : Niña Pequeña
8
La Señorita 7 : Plan Malvado
9
La Señorita 8 : Arrepentimiento profundo
10
La Señorita 9 : Fue atrapado
11
La Señorita 10 : Otro peligro
12
La Señorita 11 : Jaguares negros
13
La Señorita 12 : Acercándose
14
La Señorita 13 : Ser pisado con dureza
15
La Señorita 14 : Alejarse de Louis
16
La Señorita 15 : Con Louis de vuelta
17
La Señorita 16 : Derrota de Lucía
18
La Señorita 17 : Primer encuentro
19
La Señorita 18 : Plan oculto
20
La Señorita 19 : Sorpresa de Louis
21
La Señorita 20 : Mi familia
22
La Señorita 21 : Hipócrita
23
La Señorita 22 : Viejo enemigo
24
La Señorita 23 : Elección difícil
25
La Señorita 24 : Abrazo Papi
26
La Señorita 25 : El ultimo diamante
27
La Señorita 26 : Quedate conmigo
28
La Señorita 27 : Realidad dolorosa
29
La Señorita 28 : Los sentimientos de Louis
30
La Señorita 29 : Sentimiento Abierto
31
About Little-Zee
32
La Señorita 30 : Segundo embarazo
33
La Señorita 31 : Terminar juntos
34
La Señorita 32 : Venganza que Surge
35
La Señorita 33 : La Promesa del Jaguar
36
La Señorita 34 : Un viaje
37
La Señorita 35 : Mar y Amor
38
La Señorita 36 : El corazon
39
La Señorita 37 : Les Jaguares
40
La Señorita 38 : Presentador
41
La Señorita 39 : Susurros
42
La Señorita 40 : Empezando a debilitarse
43
La Señorita 41 : Ojos despiertos
44
La Señorita 42 : Lágrimas felices
45
La Señorita 43 : Una carta de padre
46
La Señorita 44 : Papa es igual
47
La Señorita 45 : Ese es nuestro papa
48
La Señorita 46 : Decepcionado por la situación
49
La Señorita 47 : Deseos en promesas
50
La Señorita 48 : Decisión en lágrimas
51
About my self
52
La Señorita 49 : Algo escondido
53
La Señorita 50 : El matrimonio
54
La Señorita 51 : I am Louis
55
I am Louis
56
After Marriage 1
57
After Marriage 2
58
After Marriage 3
59
After Marriage 4
60
After Marriage 5
61
After Marriage 6
62
After Marriage 7
63
After Marriage 8
64
After Marriage 9
65
After Marriage 10
66
After Marriage 11
67
After Marriage 12
68
After Marriage 13
69
After Marriage 14
70
After Marriage 15
71
After Marriage 16
72
After Marriage 17
73
After Marriage 18
74
After Marriage 19
75
After Marriage 20
76
After Marriage 21
77
After Marriage 22
78
After Marriage 23
79
After Marriage 24
80
After Marriage 25
81
After Marriage 26
82
After Marriage 27
83
After Marriage 28
84
After Marriage 29
85
After Marriage 30
86
After Marriage 31
87
After Marriage 32
88
After Marriage 33
89
After Marriage 34
90
Ekstra Part 1
91
Ekstra Part 2
92
Ekstra Part 3
93
Buku Cetak

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!