Di gelap nya malam, Istana yang sepi, Wan Li dan Dewi masih tidur dengan nyenyak nya serta belum menyadari satu sama lain.
Wan Li dalam keadaan sadar tidak sadar, Ia merasakan tangan nya seperti menyentuh sesuatu yang lembut dan nyaman. Hidung nya juga merasakan seperti mencium aroma tubuh seorang wanita.
Wan Li yang mulai terganggu dengan aroma wangi tubuh Dewi, Tiba-tiba terbangun dan membuka mata nya perlahan. Ia pun masih dalam keadaan memeluk Dewi. Lalu...
*E**h !!?? Apa aku tidak salah lihat? Gadis kecil kenapa ada di depanku? Dan dia sedang tidur? Apakah aku sedang bermimpi*? Ucapnya dalam hati sembari berfikir heran.
Wan Li yang beranggapan itu adalah sebuah mimpi, Ia pun langsung menatap Dewi dengan senyuman manis di wajah nya. Ia tak menyangka akan memimpikan Dewi dan bisa melihat Dewi lagi walau dalam mimpi nya. Ia merasa sangat senang karena pendamping hidup nya ada di depan matanya walau itu hanya sebatas mimpi.
Di saat yang bersamaan, Saat Wan Li sedang menatap Dewi dengan tatapan penuh kasih. Dewi mulai setengah sadar, Dewi merasakan hangat pada jemari tangan nya yang menempel di dada Wan Li. Ia pun meraba-raba dan merasakan dengan yakin bahwa ia memang sedang menyentuh sesuatu. Ia pun segera membuka mata nya perlahan.
*D*ewi ! Apakah aku mulai merindukan mu? Hingga aku bisa bermimpi tidur bersama mu ? Walau ini hanya mimpi, Aku akan menatap mu terus. Aku merasa sangat nyaman saat dengan mu seperti ini ? Dalam hati Wan Li berbicara sembari tangan nya bergerak menuju wajah Dewi.
Saat Dewi membuka matanya perlahan-lahan, Saat itu juga Wan Li sedang ingin menyentuh wajah Dewi dengan tangan nya.lalu...
"Uummm !!??? " Seketika mereka berdua terdiam dan merasa heran sembari saling menatap satu sama lain.
Saat mata Dewi terbuka, Ia pun bingung melihat sosok pria ada di depan nya. Ia tak tahu siapa orang yang sedang ia raba-raba.
NB :Wan Li dapat melihat jelas dalam kegelapan dengan kesaktian nya.
Dewi tak dapat melihat di kegelapan karena manusia biasa.
Wan Li pun mulai curiga, Ia merasa ada yang tidak benar dengan mimpi nya. Sedangkan Dewi mulai khawatir dengan sosok pria yang tak dapat ia lihat dengan jelas sedang bersamanya.
*Benarkah ini mimpi? Tapi kenapa mimpi ini seperti nyata! Kenapa sentuhan tangan nya sangat nyata dan hangat bisa kurasakan jelas? Apa sebenar nya yang terjadi* ? Hati Wan Li mulai curiga dan merasa ada yang salah.
*A*ku menyentuh dada seseorang ? Ini benar dada seorang pria ! Kenapa ada pria dalam kamar ku? Siapa dia, kenapa aku tak bisa melihat jelas? Jangan-jangan orang jahat berniat buruk atau jangan jangan. Orang ini adalah orang yang sama , Yang pernah berhubungan dengan ku !? Dan dia ingin menyentuh ku lagi !!!??? Timbul banyak pertanyaan dalam benak Dewi sembari meraba dada Wan Li dan sangat merasa gelisah dan khawatir.
[Satu menit kemudian]
Wan Li yang penasaran, Ia pun menghidupkan lampu kamar nya dengan sihir. Saat lampu nya menyala, Alangkah terkejut nya mereka berdua dan terdiam kaku membatu melihat satu sama lain sembari mata melotot terheran bingung.
"Ha !?? " Wan Li dan Dewi terdiam kaku sembari menatap memperhatikan satu sama lain dari atas kepala hingga ke bawah.
"Aaaaaargghh!!! " Dewi pun berteriak .
Dewi berteriak karena melihat kakak tampan nya ada di depan matanya dengan pakaian terbuka serta seranjang dengan nya.
"Sssttt !!! " Spontan Wan Li menutup mulut Dewi agar tak berteriak.
"Um, Mm!!?" Dewi bungkam sambil menatap Wan Li langsung yang sangat dekat dengan wajah nya.
Saat Dewi berteriak, Tenyata ada seseorang yang tertawa dengan kekeh nya mendengar pertunjukan yang ia harapkan.
Ternyata Feng Li berada di atas atap kamar Wan Li. Ia sengaja untuk mendengar dan menguping kejadian di dalam kamar Wan Li.
*H*ahahaahaha !! kakak ! Apa yang kau lakukan dengan kakak ipar, Hingga kakak ipar berteriak begitu !? Bagaimana kakak dengan kejutan yang aku siapkan untukmu ! Bukankah kau sangat terkejut dan sangat menikmati nya ?Hihihi ! Feng Li yang menguping di atas atap kamar Wan Li sembari tertawa kekeh.
Wan Li : Jika kau diam, Maka akan ku lepaskan tangan ku dari mulut mu. Oke? (Tanya nya dengan nada lembut).
Dewi : M, M!?" Mengangguk(Dewi hanya angguk meng iyakan).
Wan Li pun melepaskan tangan nya dari mulut Dewi, Dan segera turun dari ranjang serta langsung memakai pakaian lengkap nya. Sementara itu Dewi hanya terdiam di atas ranjang tanpa bergerak dan hanya menatap Wan Li terus-menerus.
Wan Li : Apakah kau akan menatap ku terus seperti itu ?(Tanya nya lembut sembari duduk di atas ranjang nya).
Dewi : Ha ? Eh, Tidak, Tidak... Maaf ! (Mengalihkan pandangan dan menunduk).
Wan Li yang penuh kasih dan lembut, Ia tak tega melihat Dewi sedang menunduk seperti itu. Ia pun mendekat dan mengulurkan tangan nya pada Dewi.
Wan Li :Dewi !! Kemarilah ! (Ajak nya sembari mengulurkan tangan nya dengan tersenyum).
Dewi :Hmm ? (Melihat dan menyambut uluran tangan Wan Li).
Wan Li pun mengajak Dewi turun dari ranjang nya dan memakai kan pakaian hangat untuk Dewi. Dewi hanya memperhatikan Wan Li dengan rasa bingung dan heran.
Setelah memakaikan pakaian hangat untuk Dewi, Wan Li pun menggenggam tangan Dewi lalu berjalan ke arah ruang baca. Dewi diam-diam mencuri pandang dan melirik Wan Li dari samping, Ia memperhatikan dengan seksama. Ia merasakan perasaan yang sama dengan waktu ia pertama kali di bawa oleh Wan Li ke sebuah tempat terindah yang pernah ia datangi bersama-sama.
Ia sangat yakin bahwa benar ini adalah kakak tampan nya yang waktu itu, Yang sudah lama ia cari-cari.
Dan sekarang takdir seperti nya berpihak padanya hingga bertemu lagi dengan Wan Li tanpa di sengaja. Dewi merasa sangat senang sekaligus bertanya-tanya dalam benak nya.
*A*ku senang bertemu dengan nya lagi, Tapi apa ini sebuah kebetulan saja ?! Atau kah dia sengaja menemuiku karena aku berada di istana ? Tapi apa hubungan nya ? Kenapa dia tiba-tiba bisa tidur di ranjang ku dan masuk tanpa di ketahui oleh pelayan dan orang lain? Siapa dia sebenar nya! Dan dia ingin membawaku kemana ini? Bertanya-tanya dalam hati Dewi sembari menatap Wan Li diam-diam.
Di saat yang bersamaan, Wan Li sembari berjalan juga sedang berfikir...
*A**neh sekali , Kenapa dewi berada di kamar ku dan tidur di ranjang ku? Kenapa dia mengatakan kalau itu kamar nya ? Siapa sebenar nya yang sudah mengantarkan Dewi ke kamar ku dan membawa Dewi ke istana? Bodoh nya aku tak bisa menyadari keberadaan Dewi yang tepat berada di sampingku saat tidur ? Apakah karena aku terlalu lelah?! Tapi siapa orang yang membawa Dewi kemari? Dewi tidak mungkin dengan berani sembarangan masuk ke istana. Lagi pula Dewi tinggal di rumah yang aku siapkan untuk nya , Itu cukup jauh dari istana ! Apakah Qin wu yang membawa Dewi kemari saat aku tak ada di istana* ? Banyak nya pertanyaan dalam benak Wan Li.
Akhir nya mereka pun sampai di ruang baca dan duduk di ruang baca , Wan Li ingin bicara dan bertanya pada Dewi .
Di sisi lain, Feng Li yang tak mendengar apapun lagi di dalam kamar kakak nya.ia pun merasa bosan lalu pergi.
*E*h ? Kenapa tak ada suara lagi? Apakah kakak mengetahui keberadaan ku? Aduh, Gawat ! Aku harus pergi sebelum terkena masalah dengan nya ! Bergegas menghilang dari atas atap.
[Di Ruang Baca]
Wan Li :Duduklah Dewi ! (Ucapnya tersenyum kecil dengan nada yang lembut).
Dewi :Terimakasih (Duduk sembari menatap Wan Li malu-malu).
*B*ukankah ini masih sangat subuh, Ini waktu nya tidur orang biasa pada umum nya. Kenapa dia justru mengajak ku ke ruangan ini yang penuh dengan tumpukan buku buku? Apakah dia ingin membaca dan ingin aku menemaninya !? Apa-apaan ini !? Ucap Dewi dalam hati sembari lesu akibat masih ngantuk.
Wan Li :Boleh kah aku bertanya padamu ?(lembut santuy).
Dewi : Bertanya apa kakak tampan ? (Tidak ingat namanya hanya memanggil sesuai keingin Dewi).
Wan Li mendengar panggilan "kakak tampan "dari mulut Dewi ia pun terheran dan bingung serta sedikit merasa tidak suka. Ia tak ingin di panggil dengan sebutan yang tak sesuai dengan layak nya pasangan. Ia heran kenapa Dewi tak ingat nama nya.
Wan Li :Kakak tampan? (Menyindir).
Dewi :Eh ! Apakah kakak tidak suka aku panggil begitu ?(Bicara ragu-ragu dan pelan sembari menatap Wan Li).
*D*aq, Diq, Duq...! Kenapa hatiku berdebar saat menatap matanya !? Tanya Dewi dalam hati nya.
Wan Li :Bukan ! Hanya saja itu tak cocok untuk sebuah sebutan untukku.(Ujarnya memancing Dewi).
Dewi :Ah ! Maaf kakak, Aku tidak tahu nama mu. Makanya aku hanya memanggil mu seperti itu(Mengalihkan pandangan ke bawah).
Wan Li : Tidak apa, Lain kali kau boleh memanggil ku Wan Li saja !(jawab nya tersenyum).
*K**au juga boleh memanggil ku dengan sebutan sayang atau suami* ! Sambung nya dalam hati.
Dewi :Baiklah kak Wan Li(Masih salah sebut).
Wan Li : Cukup panggil Wan Li saja! Tidak dengan kak Wan Li! Apakah sudah mengerti Dewi ku?!(jawab nya tersenyum).
Dewi :Oh, Baiklah Wan Li (patuh).
*A*pa maksud nya, Dengan kata (Dewi ku) !?" Sambung nya dalam hati heran.
Wan Li : Oh ya, Bagaimana kau bisa sampai ke istana ini dan berada di kamar ku?(Tanya nya langsung).
Dewi :kamar mu???(bingung).
Wan Li :Bukan, Maksud ku kamar mu !(Tidak ingin membuat Dewi merasa canggung dan malu).
Dewi : Oh! Itu cerita nya sangat panjang, Tapi intinya...Aku kemari bersama pangeran Feng.Dia yang menjemput ku dan membawaku kemari.
Wan Li :Pangeran Feng ? Kau mengenal pangeran Feng?(Tidak percaya pada Feng).
Dewi :Aku tidak mengenal nya, Tapi dia yang mendatangi ku dan mengatakan kalau ia menjemputku atas perintah kakak nya.
Wan Li : Oh benarkah ?! Perintah kakak nya?(kaget karena tak merasa memberi perintah pada Feng).
*F**eng !!! Bocah ini ! Akan aku beri pelajaran untuk nya karena sudah menjual nama ku tanpa sepengetahuanku ! Tunggu saja Feng*..! " Sambung nya dalam hati.
"Haaaaccchiiiimm !!! " Tiba-tiba Feng bersin dalam keadaan masih tidur.
Wan Li : Lalu, Bagaimana kabar mu selama ini? Apa yang kau lakukan selama ini?(Mencari tahu).
Dewi :Aku, Aku, Aku sebenarnya sudah lama ingin menemui dan mencari kakak, Tapi aku tak pernah menemukan mu( Ucap nya jujur).
Wan Li :Mencariku ?(Aku sudah tahu).
Dewi :Iya, Aku ingin berterima kasih dan ingin tahu nama mu itu sebab nya aku mencarimu.
Wan Li :Bukankah kau sudah tau nama ku?(Aku sudah pernah memberitahumu saat kau tidur).
Dewi :Ya, Sekarang aku sudah tahu. Dan juga...
Wan Li : Juga apa?? Katakanlah.(Ingin tahu).
Dewi :Kenapa kau meninggalkan aku sendirian waktu itu saat aku tertidur?(ingin tahu alasan nya).
Ntah mengapa Wan Li merasa terharu dengan pertanyaan Dewi, Perasaan nya seolah merasakan perasaan sedih dalam hati Dewi saat itu. Wan Li tak bisa dan tak ingin menjawab pertanyaan Dewi yang satu ini. Lalu wan Li pun hanya bisa bertindak untuk menenangkan dewi.
Wan Li pun mendekat ke arah Dewi, Lalu seketika ia memeluk Dewi dengan kasih sayang. Dewi pun menerima hangatnya pelukan itu, Karena jujur dalam lubuk hatinya ia merasa sedih saat teringat Wan Li meninggalkan nya sendirian tanpa pamit waktu itu.
hai para pembaca,ikuti terus ya author.
akan ada episode episode seru lain nya.
Terimakasih.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments
Inkaqueen
sudah sejauh ini q. suka alur ceritanya thor..
thanks banget daahhh..
semangat ya thor
2020-11-29
2
Andre Sari
makin seru thor😊
2020-02-22
4
Andre Sari
makin seru thor😊
2020-02-22
3