Pagi hari, Celina nampak tersadar setelah tak sadarkan diri berjam-jam. Celina meraba perutnya, dan mencoba duduk bangun. Nyonya Samantha yang baru saja datang segera menghampiri Celina Hua.
"Jangan banyak bergerak dulu". Ucap Nyonya Samantha.
Celina memandang heran ke arah Nyonya Samantha. Mencoba mengingat lama, dan baru lah teringat akan Nyonya cantik yang dia selamatkan waktu itu.
"Tenanglah cucuku yang diperutmu baik-baik saja". Ucap Nyonya Samantha sambil mengusap kepala Celina.
"Maafkan aku telah membahayakan nyawamu dan cucuku". Ucap Nyonya Samantha.
Bola mata Celina memancarkan ketidakpahaman atas apa yang Nyonya Samantha Jelaskan.
"Anak itu, bahkan dia tidak ingin memperkenalkan wanita sepertimu ke ibunya". Nyonya Samantha mendengus marah.
"Aku adalah ibu Evereet Long, Nenek dari bayi yang sedang kau kandung ini, Tenanglah mulai hari ini kau mendapatkan pengakuanku. Kau adalah menantuku".
Celina Terkejut, sambil memijit-mijit kepalanya. baru saja ingin menyanggah, Evereet Long masuk ke ruangannya. Nyonya Samantha memegang erat tangan Celina.
"Tenanglah kau sudah mendapatkan pengakuanku". Hibur Nyonya Samantha. Celina Hanya Menatap mereka berdua sambil menggigit-gigit bibirnya.
"Ya Tuhan , ada kekacauan apa lagi ini, Bukankah kemarin ku sudah berbuat kebajikan". Tanya Celina dalam hati.
"Hari itu kenapa kau datang ke Long Corp,s". Tanya Evereet kepada Celina.
"Ada sesuatu yang ingin kubicarakan langsung denganmu". Jawab Celina.
"Katakanlah sekarang". Evereet berucap.
"Setelah ayahku diperbolehkan pulang dari Rumah sakit, aku ingin tinggal bersamanya beberapa minggu untuk merawatnya di rumah". Pinta Celina.
"Tidak bisa". Evereet menolaknya mentah-mentah. Evereet benar-benar tidak bisa melepaskan Celina dari pengawasannya. Tak ingin peristiwa kemarin terulang. Hampir saja dia kehilangan keduanya.
Melihat mata Celina yang berkaca-kaca, Nyonya Samantha menyela. "Bagaimana jika membawa ayahmu ke Villa untuk tinggal bersamamu, bukankah kita sudah menjadi satu keluarga". Ucap Nyonya Samantha menghibur.
Celina terdiam mendengar perkataan Nyonya Samantha. "Satu keluarga?". Tanyanya dalam hati.
"Aiii yo , bukankah kau sedang mengandung cucuku, karena itu lah sekarang kita sudah menjadi satu keluarga". Celina menatap ke Evereet Long.
"Ibu kita bahas ini nanti saja, Celina masih harus beristirahat". Ucap Evereet dingin.
"Baik, baik yang terpenting sekarang adalah kesehatan ibu dan anak lebih dulu". Jawab Nyonya Samantha.
"Tentang Ayahmu , kau tidak usah Khawatir, Alex Wu akan memastikan dia baik-baik saja". Ucap Evereet ke Celina Hua.
Celina hanya menghela nafas tanpa bisa membantah, bagaimanapun dia juga mengetahui betapa keras kepalanya Tuan Muda Evereet Long ini.
Paman Yue mengantarkan Jason menjenguk Celina. Tidak melihat Celina beberapa hari Jason langsung menghamburkan pelukannya ke Celina dan mengusap-usap wajah Celina.
Celina membalasnya dengan pelukan hangat. "Rindukah tidak melihatku beberapa hari ini?". Ucap Celina sambil mencubit hidung Jason.
Nyonya Samantha Melihat hal ini tersenyum hangat. Semenjak memilih Celina menjadi calon menantunya, Nyonya Samantha selalu datang tiap hari menemani Celina di Rumah sakit. Karena sudah menyelidiki latar belakang Keluarga Hua, Nyonya Samantha tidak terkejut melihat Jason.
Bahkan bisa menyaksikan sendiri apa yang dilaporkan oleh paman Yue adalah benar. Kakak beradik ini sangat lah akrab. Nyonya Samantha berfirasat jika mereka berdua ini akan membawa dampak baik untuk putranya.
Celina menatap Nyonya Samantha, dan memberi tanda kepada Jason untuk memberi salam kepada Nyonya Samantha.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 321 Episodes
Comments
Erni Fitriana
sweet bingit😘😘😘😘
2024-10-02
0
gia nasgia
Next
2023-12-30
0
anisa f
dijual aja rumahnya
biar pamanmu g bsa nemuin kalian lg
2023-07-16
0