Evereet Tersenyum tak percaya. Bertambah satu lagi orang yang berani menantangnya terang-terangan. Namun kali ini Evereet tidak menganggap Jason sebagai musuhnya lagi.
"Paman Yue, aku juga ingin pangsit dan dimsumnya." Ucap Evereet memecah kecanggungan.
Evereet melangkah mendekati meja makan, Jason berbalik dan memeluk Celina erat-erat. " Haaash, Jason kau membuatku tidak bisa bernafas." Ucap Celina.
"Tenanglah dia bukan pria jahat." Jason pun mengendurkan pelukannya. Celina menampuk dagu Jason.
"Dengarkan aku, waktu itu paman tampan ini sedang menolong kakakmu."
Celina mencoba memberi pengertian agar Jason tidak melakukan pertahanan diri sekeras itu kepada Evereet.
Jason menatap Celina dan Evereet bergantian, untuk meyakinkan apa yang dikatakan kakaknya adalah benar.
"Jason, waktu itu paman tampan ini tidak mengetahui kau adalah adikku dia pikir kau akan membahayakanku, karena itu lah dia menolongku dan memukulmu." Celina menjelaskan dengan lembut dan mengecup jari-jari tangan Jason Hua.
Jason Melirik Evereet , memberikan tatapan masih penuh tidak kepercayaan kepada Evereet.
"Silahkan Nona dan Tuan, makanan telah siap." Ucap Paman Yue. Mereka bertiga menyantap bersama-sama.
Sedikit-sedikit Celina mencapit Dimsum dan pangsit dan menyuapi Jason, begitu juga Sebaliknya. Sambil tertawa riang tiba-tiba Celina Mencapitkan Dimsum dan menyuapi ke arah Evereet.
Celina dan Evereet sama-sama Kaget. Namun tanpa ragu Evereet membuka mulutnya dan memakan dimsum yang Celina beri. Sambil Mengunyah Evereet menatap balik Jason dengan tatapan provokasi seakan -akan ingin mengatakan, lihatlah kesayangan kakakmu bukan hanya dirimu saja .
Jason memincingkan matanya, Lalu mulai menciumi sayang Celina, memprovokasi Evereet. Kau tidak akan bisa menciumnya bebas seperti ini.
Mata Evereet melebar "Dasar Bocah Tengik." Gumam Evereet dalam hati dan memasang muka masam.
Paman Yue memperhatikan mereka bertiga, dan tersenyum simpul. Tuannya sepertinya sedang belajar apa itu kehangatan. Selesai makan siang yang menyenangkan, Evereet bergegas kembali ke Kantor. Sebelum itu dia membuat pengaturan untuk Jason.
"Paman Yue, Selama Ayah Celina menjalani rawat inap di Rumah Sakit aturlah Jason untuk tinggal disini. Aku tak ingin Celina pergi meninggalkan Villa setiap harinya untuk menjaga Ayahnya di Rumah sakit dan menjaga Jason di apartemennya." Ucap Evereet dengan serius agar sikap perhatiannya tidak terbaca oleh Paman yue.
"Baik Tuan." Jawab Paman Yue.
Dalam perjalanan ke Kantor, Evereet nampak tersenyum-senyum kecil. "Sepertinya bermain dengan mereka cukup menghibur." Gumam Evereet dalam hati
------*
Rumah Utama Long.
Nyonya Samantha akan memberitahukan tentang kehadiran calon cucu keluarga Long, anak dari Evereet Long di waktu makan malam nanti. Di Rumah Utama Nyonya Samantha tinggal bersama paman ketiga yang bernama Parker Long. Selain itu di Rumah Utama juga ada tinggal bersama dengan anak paman ketiga Peter Long dan keluarganya. istri dan juga keponakan istri Peter Long. Silvia Jiang.
Peter sungguh terkejut, mendengar Evereet akan segera mempunyai anak. Selama ini Peter tidak pernah melihat Evereet dekat dengan wanita-wanita. Silvia pun sama terkejutnya.
Selama ini Silvia berharap penuh menjadi Nyonya Besar Long. Karena itu lah Silvia memaksa keluarganya untuk tinggal di Rumah Utama.
Evereet paling tidak suka dengan kehadiran orang lain yang bisa menggangu privasinya, Karena itu lha Evereet memilih tinggal terpisah. Namun Silvia tidak patah semangat, karena di Rumah Utama masih ada Nyonya Samantha. Sesekali Evereet akan menginap di Rumah Utama.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 321 Episodes
Comments
3sna
kyk rumah penampungn dong
2024-11-19
0
Win wina
hahaha bocah tengik... tapi tak bisa kau lawan Evereet😀
2024-09-28
0
gia nasgia
Jason pandai mempermainkan emosi nya tuan Long 🤣🤣🤣
2023-12-30
3