Hari ini Kerry berangkat ke kantor sepertinya biasa pukul 05 pagi, dia berjalan masuk dan tanpa sengaja menabrak lengan seorang pria, yang tidak lain adalah dwayne yang juga ada CEO dari perusahaan yang selalu bekerjasama dengan perusahaan milik Flitz.
Dengan segera Kerry minta maaf namun tanpa sadar pria itu menatapnya.
" Nona apakah kau tidakpapa? maaf aku berjalan begitu cepat " Ucap Dwayne
Mendengar kata ini pun kerry langsung tertegun dan terdiam
" Pria ini begitu terlihat luarbiasa namun dapat meminta maaf, tetapi Flitz dia begitu sombong " Bathin Kerry
Dengan cepat Kerry mengangguk kepada Deayne
" Iya, tidakpapa Tuan, aku baik-baik saja " Balas Kerry
Lalu CEO tersebut memberi tangan seolah ingin berkenalan
" Namaku dwayne siapa namamu? " Tanya Dwayne
" Namaku Kerry Tuan " Jawab Kerry sembari menjabat tangan dwayne.
" Wah nama yang manis, semanis orangnya " Ucap Dwayne.
Tiba-tiba wajah kerry berubah merah bagaikan tomat, mendengar perkataan Dwayne.
" Baiklah nona sampai bertemu " Ucap Dwayne
Kerry pun menunduk dan memberi hormat, tanpa dia sadari ada sepasang mata yang memperhatikannya yaitu Flitz dari luar kantornya yang berada di dalam mobil, lalu kerry melanjutkan perjalannya ke ruang lerja flitz untuk membersihkannya.
Namun terlihat hari ini ruangannya begitu bersih sehingga Kerry tak perlu membersihkannya saat akan ke toilet. seorang pegawai datang mendekati Kerry.
" Nona hari ini kau tak perlu mengerjakan apapun, hari ini Tuan tidak bekerja " Ucap pegawai itu
Dengan seketika hati kerry semakin bahagia dan berkata hari yang baik dengan sedikit senyum.
" Permisi tuan kalau tidak ada yang perlu dikerjakan berarti saya boleh pulang? " Tanya Kerry
Pegawai tersebut menganguk, lalu kerry keluar dan berjalan pulang, ditengah-tengah perjalannya dia bertemu dengan dwayne yang ditemui pagi ini kantor.
" Hey kerry, tidak bekerja hari ini? " tanya dwayne
Kerry menjelaskan semuanya sehingga dia berniat pamit intuk pulang. Namun Dwayne menahannya
" Kerry aku melihatmu datang begitu pagi, apakah kau sudah sarapan? "tanya Dwayne
Kerry hanya tediam. Dwayne yang melihat Kerry terdiam dapat menyimpulkannya bahwa jawabannya adalah tidak.
" Kalau begitu bolehkan kau menemaniku sarapan? " tanya Dwayne
" Baiklah tuan " Seru Kerry
Lalu kerry berjalan berdampingan dengan dwayne menuju tempat makan.
" Hhmm jika saja tuan Flitz yang sombong itu melakukan hal seperti ini, dunia akan menjadi sangat damai untuk ditempati " Bathin Kerry
Pada saat mereka akan sarapan, terdengar suara dari belakang mereka, yang berkata kepada dwayne bahwa sebentar lagi rapat akan dimulai.
Kerry yang tadinya berjalan langsung terdiam.
" Pria itu memanggil Dwayne tuan yang artinya dwayne ini juga adalah seorang boss, wow dia begitu rendah hati " Bathin Kerry
" Berapa lama lagi kita akan melakukan rapat " Tanya Dwayne.
Seolah dia ingin tetap bersarapan dengan kerry lalu pria tadi mengerti dan menjawab 30menit lagi tuan.
" Ah 30 menit, itu masih lama " Ucap Dwayne.
Kemudian mereka pun berjalan dan masuk disebuah kafe, disana mereka memesan kopi dan sarapan mereka.
" Kerry apakah kamu bekerja di Perusahaan Goldwyn? " Tanya Dwayne
Kerry yang mendengar pertanyaan Dwayne, hanya tertegun diam beberapa saat lalu membuka suaranya.
" Iya tuan saya bekerja disana untuk membersihkan ruang kerja Tuan Flitz " Jawab Kerry
" Oh begitu ya kata dwayne " Balas Dwayne
Kerry hanya terdiam,
" Maaf sebelumnya aku pernah tanpa sengaja melihat apa yang menimpamu dengan Flitz " Ucap Dwayne lagi
- Namun lagi kerry hanya terdiam sepi tanpa sepata-kata pun
" Kerry apakah itu penyebab kamu bekerja sebagai pembersih ruangan flitz dan harus datang sepagi tadi? " Tanya Dwayne lagi.
- Kerry pun hanya mengganguk sambil tetap terdiam.
" Sungguh pekerjaan yang amat tidak pantas untuk gadis manis sepertimu " tutur dwayne.
Kerry hanya bisa terdiam. Setelah sarapan mereka berpisah kerry berjalan pulang dan dwayne pergi untuk rapat.
Setibanya dirumah kerry pun menceritakan segalanya kepada Olive dan berniat jujur bahwa selama dia bekerja dia tidak akan menerima sepeser pun dari perusahaan.
Membuat Olive yang mendengar hal itu Olive sangat kaget.
" Apakah adikku setega ini? " Bathin Olive
Kerry pun melanjutkan perkataanya dan berkata bahwa dia tidak akan mampu untuk membeli kebutuhan dapur milik olive, olive hanya tersenyum dan berkata tidakpapa kerry semua hal yang terjadi, baik adanya, sembari berdiri dan berniat menelpon adiknya yang jahat itu, dalam telpon flitz hanya diam tak bersuara namun sesekali meminta maaf pada kakaknya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 115 Episodes
Comments
Evi
jadi ikut sedih
2021-05-30
0
Elia Wati
sedih bgt
2020-02-22
4
Mechen LuvYenz
iya thor kaya baca koran jadi nya, maaf yah 🙏
tapi cerita nya bagus bgt 👍
2020-02-20
0