Hutan Kabut di luar Oakhaven diselimuti keheningan yang janggal. Pepohonan purba yang menjulang tinggi menelan pendar bulan, menyisakan jarak pandang tak lebih dari lima meter. Udara dingin terasa berat, lembap oleh embun dan bau tanah basah.
Namun di balik keheningan itu, tiga aura bertekanan tinggi merayap cepat menembus pepohonan.
Mereka adalah Satuan Pemburu Bayangan—pasukan elite Kekaisaran yang seluruh anggotanya merupakan ksatria kasta Sovereign. Dipimpin oleh Vane, seorang pembunuh bayangan bertubuh kurus dengan dua belati hitam; Barek, ksatria bertubuh raksasa dengan pelindung Qi Earth yang mampu menahan tebasan meriam sihir; dan Kaelis, pelacak berdarah dingin yang mampu mendeteksi denyut jantung dari jarak satu kilometer menggunakan Qi Wind.
"Target bergerak ke arah barat daya," ucap Kaelis pelan sambil memegang busur besarnya. Jarinya memetik tali busur, menyebarkan gelombang Qi angin yang bergetar samar di udara. "Aneh... Tidak ada pendar energi. Tidak ada jejak mana. Tapi ada fluktuasi gesekan angin yang tidak alami di depan."
"Jangan lengah," tegur Vane dari balik topeng hitamnya. "Zeon dan Vargan tewas bukan karena mereka lemah, tapi karena mereka meremehkan musuh. Apapun yang membunuh mereka... dia memahami struktur pertahanan Kekaisaran."
Barek terkekeh dingin, suara dari balik armor beratnya terdengar garang. "Master dan Sovereign adalah dua dunia yang berbeda, Vane. Di kasta Sovereign, Qi kami telah menyatu dengan kepadatan tulang dan jaringan otot. Seseorang tanpa energi tidak akan bisa menggores kulitku bahkan jika aku berdiri diam."
Di atas cabang pohon purba setinggi lima belas meter, sosok berjubahkan perak memperhatikan mereka tanpa bernapas.
Ren Vaelen.
Melalui Mata Persepsi Kosmik, ketiga ksatria Sovereign itu tidak tampak sebagai manusia, melainkan sebagai tiga pilar energi yang sangat padat. Namun, di balik kepadatan energi yang diagungkan oleh Kekaisaran itu, Ren melihat kelemahan yang fatal.
【Analisis Target: Kasta Sovereign】…
I AM The Mirecle Itself
Bab 13
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 73 Episodes
Comments