"Berikan dia kursi," putus Valerius, suaranya terdengar sedikit kesal.
Seorang pelayan kuil bergegas membawakan kursi kayu kecil. Elara duduk dengan lega, lalu mengeluarkan sepotong kue wijen dari lengan bajunya dan mulai mengunyahnya dengan santai.
Aurelia di barisan depan tampak ingin meledak.
"Selir Elara," Valerius memulai, membuka sebuah gulungan perkamen yang sangat panjang. "Kau dituduh telah mengubah Festival Musim Dingin yang sakral menjadi acara komersial yang menghina Dewa Matahari. Kau menjual hak penamaan kembang api kepada pedagang sutra. Kau menyewakan tanah suci kuil kepada penjual makanan. Dan kau.. kau menciptakan konsep 'Tiket VIP' yang membagi umat beriman berdasarkan kekayaan mereka."
Valerius menatap Elara dengan tajam. "Apakah kau menyangkal tuduhan ini?"
Elara menelan kue wijennya. "Tidak, Inkuisitor Agung. Saya tidak menyangkal. Semua itu benar."
Aula bergumam kaget. Aurelia tersenyum lebar.
"Namun," lanjut Elara, mengangkat satu jari, "saya ingin mengklarifikasi satu hal. Saya tidak mengubah tradisi. Saya memperluas tradisi. Dan ada perbedaan besar antara keduanya."
Valerius mengangkat alisnya. "Jelaskan."
"Dalam Kitab Suci Dewa Matahari, Bab 7, Ayat 12," ucap Elara, suaranya terdengar sangat tenang, "tertulis: *Matahari tidak memilih siapa yang dihangatkannya. Ia bersinar pada raja dan petani, pada pedagang dan pendeta, tanpa membedakan.' Benar begitu?"
Valerius terdiam sejenak. Ia mengangguk perlahan. "Itu adalah ayat yang benar."
"Bagus," Elara menyilangkan kakinya, tampak sangat nyaman di kursinya. "Kalau Dewa Matahari tidak membedakan antara raja dan pedagang, mengapa Festival yang diadakan untuk menghormati-Nya harus membedakan mereka? Selama berabad-abad, festival ini hanya dinikmati oleh bangsawan dan pendeta. Rakyat jelata hanya bisa menonton dari jauh. Pedagang yang menyumbang uang untuk kuil sepanjang tahun tidak pernah mendapat pengakuan."
Elara menatap para hakim gereja satu per satu.
"Dengan membuka festival untuk para pedagan…
Masuk Ke Tubuh Selir Terlupakan
Bab 27
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 59 Episodes
Comments