Bab 02. Di titipin anak

Tiga tahun yang lalu.

''Mas beras kita habis.'' Rina berdiri di ambang pintu dengan perasaan sedih sekali.

''Habis?'' Ilham menoleh karena dia juga belum mendapat pekerjaan.

''Sebenarnya sudah sejak kemarin beras Kita habis, tapi aku pinjam sama Mbak Ayu di sebelah.'' Rina tertunduk dengan perasaan Rina tertunduk dengan tidak karuan.

Ilham terdiam karena dia tahu bahwa ini adalah masalah yang cukup berat dalam keluarga mereka, sudah setahun lebih mereka menikah namun tak kunjung membaik juga ekonomi ini sehingga dapat dipastikan bahwa minat Rina kepada sang suami semakin tidak banyak saja karena dia sudah lelah menghadapi hidup yang terasa begitu berat sekali.

Bukan Ilham tidak ingin berusaha untuk mencari pekerjaan namun memang di desa mereka ini begitu susah sekali untuk mencari kerja, menjadi tukang bangunan juga bukan solusi yang tepat Karena jarang sekali mereka menggunakan tenaga seperti Ilham yang memiliki kecacatan pada bagian tangan sehingga sudah pasti nanti dia tidak akan bekerja dengan mudah.

Yang bisa Ilham melakukan hanyalah memasang jaring atau bahkan mencari ikan di sungai untuk dia tukar dengan kantong beras kecil, itu hanya cukup beberapa hari saja karena Rina juga memiliki adik bernama Rania yang ikut tinggal bersama dengan mereka dan Gadis itu masih sekolah, Untung saja Rania mengambil sekolah yang gratis.

''Assalamualaikum.'' terdengar suara dari luar rumah.

''Waalaikumsalam.'' Ilham menyambut tamu yang datang dengan perasaan gembira.

''Aduh bau mu ini, Ham!'' Pak RT refleks menjauh Karena dia mencium aroma yang tidak sedap.

''Rasanya tidak bau kok tadi ya.'' Ilham mencium aroma dia sendiri untuk memastikan bau ini.

Tapi dia memang tidak bisa mencium aroma yang timbul dari tubuh dia sehingga kembali menatap Pak RT dengan perasaan bingung, sementara orang itu menatap Ilham dengan pandangan yang begitu meremehkan dan juga bercampur dengan rasa jijik seolah Ilham ini adalah kotoran hewan yang tidak perlu dia hormati walau hanya sedikit saja.

''Ya kamu sendiri jelas tidak bisa mencium aroma itu karena kamu saja sudah berkubang dalam hidup kemiskinan.'' Pak RT Berkata sambil tersenyum sinis.

''Ya allah!'' Ilham hanya bisa menjerit di dalam hati.

''Maka nya kita itu terlahir harus menjadi orang kaya biar bisa mendapat kehormatan serta disegani oleh banyak orang.'' ujar Pak RT kembali.

''Bapak kalau hanya menghina maka lebih baik tidak usah datang ke rumah kami!'' Rina keluar dari rumah dan langsung memarahi ketua RT.

''Kamu pikir saya senang datang ke rumah kumuh seperti ini? saya merasa muak dan kalau bisa maka tidak perlu datang ke rumah orang miskin seperti kalian!'' geram Pak RT.

Hancur sekali rasanya hati mereka berdua setelah mendengar ucapan yang tidak ada belas kasih sama sekali itu, hanya karena mereka miskin maka orang lain bisa menghina sesuka hati dan tidak memikirkan perasaan yang ada di dalam hati ini, Pak RT juga tidak melambangkan Sebagai seorang pemimpin yang memiliki hati.

''Nih ambil bantuan di kantor desa karena kalian memang hidup hanya perlu bantuan seumur hidup.'' Pak RT melemparkan undangan di depan kaki Ilham.

''Jangan di lempar kan juga bisa!'' Mbak Ayu berkata dari depan rumah dia.

''Tidak usah ikut campur dalam urusan orang lain, Kau pasti Merasa tidak senang dengan aku kan karena suamimu itu kalah menjabat jadi RT.'' Pak RT berkata dengan sinis kepada Mbak Ayu.

''Nasib jadi orang miskin Kenapa harus sesakit ini.'' Rina berkata pelan dan memungut kertas undangan itu.

''Aku saja yang akan pergi ke kantor desa.'' Ilham segera mengambil kertas tersebut dan menuju kantor desa.

Rina hanya terdiam dan segera masuk ke dalam rumah karena dia memang sedang diliputi dengan perasaan galau, meratapi hidup yang terasa begitu berat dan tidak pernah ada sudahnya ini sehingga membuat dirinya terkadang gelap mata ingin meninggalkan sang suami, terlebih mereka baru saja menikah sehingga godaan seperti itu jelas begitu terasa.

...****************...

"Haduuuuh hujan pula begini.'' Ilham kesulitan untuk berteduh di bawah pohon karena mendadak saja hari menjadi gelap gulita.

"Kapan aku bisa punya mobil seperti mereka agar tidak kehujanan seperti ini.'' ujar Ilham sambil tersenyum sendirian menatap orang yang berlalu Lalang menggunakan kendaraan roda empat.

Kadang terbayang juga dalam pikiran ini ketika hidup enak dan bisa mengajak istri jalan-jalan ke sana kemari, tentu itu adalah impian semua orang namun tidak semua orang mampu mewujudkan keinginan itu sehingga sebagian hanya tersimpan di dalam angan saja, Begitu juga dengan Ilham yang entah sampai kapan akan hidup seperti ini.

Jweeeerrr!

''Allahu Akbar!'' Ilham berteriak keras dan memeluk batang pohon itu.

''Aduh hujan nya, jangan sampai beras ini malah basah pula Nanti.'' Ilham menyingkirkan karung beras di tempat yang jauh lebih aman.

''Rina Pasti sangat senang karena aku dapat berat dan juga bahan pokok makanan yang lain.'' gumam Ilham sambil membayangkan perasaan istri dia.

''Kau ingin membahagiakan istrimu itu?'' tegur sebuah suara.

Ilham menoleh dan ketika dia mendapati dirinya sudah berdiri bersama dengan seorang wanita tua, rasanya Ilham tidak pernah melihat wajah wanita ini sehingga ia pun merasa asing dan kebingungan dari mana munculnya orang tua tersebut.

''Mbah siapa?'' Ilham bertanya dengan sopan.

''Aku dari desa sebelah dan ingin meminta bantuan kepada orang yang membutuhkan.'' nenek tua Berkata sambil tersenyum menampakan barisan gigi dia yang berwarna hitam.

''Gerangan apa yang Mbah butuhkan? Bila memang bisa maka saya akan sedikit memberikan bantuan.'' ujar Ilham walau saat ini dia juga sedang kesusahan.

''Saya ini sudah tua dan tidak sanggup merawat seorang Cucu lagi, jadi saya ingin mencari orang yang mau merawat cucu saya.'' nenek tua menunjuk seorang anak yang berkolor putih tanpa memakai baju.

''Ya ampun adik, Kenapa tidak pakai baju seperti ini?'' Ilham mengelus kepala botak bocah itu.

''Kalau kamu mau merawat dia maka nanti saya akan memberikan kamu banyak imbalan.'' nenek tua berkata dengan serius.

''Tapi saya orang miskin dan terkadang juga saya tidak makan, nanti cucu nenek malah kelaparan juga.'' jelas Ilham kembali.

''Soal kemiskinan Kau tidak perlu cemas karena dia bisa mencarikan kau uang setiap saat.'' ujar nenek tua.

Ilham tidak paham dengan ucapan orang tua ini namun dia menyadari bahwa kemungkinan ini adalah berkah untuk dirinya, terlebih lagi dia juga kasihan ketika melihat orang tua yang sudah tidak berdaya dan masih harus mengasuh cucu sekecil ini, mereka juga belum punya anak dalam keluarga sehingga kemungkinan besar Rina akan tertarik untuk mengasuh anak tersebut.

Selamat pagi, jangan lupa like dan komentar nya ya.

Terpopuler

Comments

Eli Rahma

Eli Rahma

pagi juga bes..
itu pak retenya sombong mamat yah..baru juga jadi rete sombongnya naudubilah..

pasti nenek tua itu dukun yg punya tuyul peliharaan yg lg mencari mangsa tuk jadi pengikutnya..dan jadilah si llham dan istrinya jd pengikut si nenek tua itu..

2026-09-18

0

V3

V3

pagi kak Nov 🤗
ternyata Ilham itu bukan yg mencari pesugihan nya sendiri ,,, melainkan mlh di tawarkan untuk mengasuh anak kecil , dan ternyata anak kecil itu adalah Tuyul nya ,, tp Ilham nya mlh justru gak tahu 🤦🤦🤦

2026-09-23

1

putri wahyu

putri wahyu

pagi jg Bess..
oh gitu toh awal mula ketemu dan memelihara tuyul🤔
tu RT pengin di bantai kayaknya👻

2026-09-18

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 01. Sikap yang aneh
2 Bab 02. Di titipin anak
3 Bab 03. Perjanjian
4 Bab 04. Ada gosip
5 Bab 05. melihat bocah
6 Bab 06. Kehilangan uang
7 Bab 07. Keluhan Rina
8 Bab 08. Kematian Rina
9 Bab 09. Kesedihan Rania
10 Bab 10. keputusan Rania
11 Bab 11. Penampakan
12 Bab 12. Di hantui
13 Bab 13. Ros ketakutan
14 Bab 14. Di sumpal daging
15 Bab 15. Keputusan kepala desa
16 Bab 16. Air hitam bau
17 Bab 17. Uang dalam tikar
18 Bab 18. Suara tangisan anak
19 Bab 19. Membawa seember ikan
20 Bab 20. Memang tuyul
21 Bab 21. Mimpi Rania
22 Bab 22. incaran tuyul
23 Bab 23. Tersesat
24 Bab 24. Ketemu arwah cantik
25 Bab 25. Ibu susu tuyul
26 Bab 26. tangisan pilu
27 Bab 27. Di datangi pak Rt
28 Bab 28. Di perhatikan
29 Bab 29. Teror
30 Bab 30. Menemukan mayat
31 Bab 31. Memohon bantuan
32 Bab 32. Menginap di rumah ratu ular
33 Bab 33. Kampung heboh
34 Bab 34. Kematiannya
35 Bab 35. Nasib tragis
36 Bab 36. Sedikit daging busuk
37 Bab 37. Owner parfum
38 Bab 38. Sama sama gendeng
39 Bab 39. Tidak mau dengan ular
40 Bab 40. arwah angkuh
41 Bab 41. Ada dendam
42 Bab 42. Masuk permainan
43 Bab 43. Ada yang menghasut
44 Bab 44. Rais
45 Bab 45. Siluman ular
46 Bab 46. Menyelamatkan diri
47 Bab 47. Emosi Maharanj
48 Bab 48. Di datangi
49 Bab 49. Mencari di rumah tua
50 Bab 50. Menghajar Wati
51 Bab 51. Di kejar kuntilanak
52 Bab 52. Demam tinggi
53 Bab 53. Mengobati Hana
54 Bab 54. Mencari dukun
55 Bab 55. Kerasukan
56 Bab 56. Bau arwah
57 Bab 57. Menghajar arwah
58 Bab 58. Mencari barang bukti
59 Bab 59. Iblis merangkak
60 Bab 60. Masuk lumpur
61 Bab 61. Nenek biang
62 Bab 62. Menjadi tumbal
63 Bab 63. banyak iblis
64 Bab 64. Mencari Nana
65 Bab 65. Masih mencari Nana
66 Bab 66. ular besar
67 Bab 67. Felix
68 Bab 68. siksaan arwah
69 Bab 69. Luka lama
70 Bab 70. Jebakan Rina
71 Bab 71. Menangkap Rina
72 Bab 72. Datang lagi
73 Bab 73. Sakit Nana
74 Bab 74. Suketi membunuh
75 Bab 75. Membasmi tuyul
76 Bab 76. Pengakuan Suketi
77 Bab 77. Mencari Edo
78 Bab 78. Menemukan Edo
79 Bab 79. Darah ular beleng
80 Bab 80. Menemukan
Episodes

Updated 80 Episodes

1
Bab 01. Sikap yang aneh
2
Bab 02. Di titipin anak
3
Bab 03. Perjanjian
4
Bab 04. Ada gosip
5
Bab 05. melihat bocah
6
Bab 06. Kehilangan uang
7
Bab 07. Keluhan Rina
8
Bab 08. Kematian Rina
9
Bab 09. Kesedihan Rania
10
Bab 10. keputusan Rania
11
Bab 11. Penampakan
12
Bab 12. Di hantui
13
Bab 13. Ros ketakutan
14
Bab 14. Di sumpal daging
15
Bab 15. Keputusan kepala desa
16
Bab 16. Air hitam bau
17
Bab 17. Uang dalam tikar
18
Bab 18. Suara tangisan anak
19
Bab 19. Membawa seember ikan
20
Bab 20. Memang tuyul
21
Bab 21. Mimpi Rania
22
Bab 22. incaran tuyul
23
Bab 23. Tersesat
24
Bab 24. Ketemu arwah cantik
25
Bab 25. Ibu susu tuyul
26
Bab 26. tangisan pilu
27
Bab 27. Di datangi pak Rt
28
Bab 28. Di perhatikan
29
Bab 29. Teror
30
Bab 30. Menemukan mayat
31
Bab 31. Memohon bantuan
32
Bab 32. Menginap di rumah ratu ular
33
Bab 33. Kampung heboh
34
Bab 34. Kematiannya
35
Bab 35. Nasib tragis
36
Bab 36. Sedikit daging busuk
37
Bab 37. Owner parfum
38
Bab 38. Sama sama gendeng
39
Bab 39. Tidak mau dengan ular
40
Bab 40. arwah angkuh
41
Bab 41. Ada dendam
42
Bab 42. Masuk permainan
43
Bab 43. Ada yang menghasut
44
Bab 44. Rais
45
Bab 45. Siluman ular
46
Bab 46. Menyelamatkan diri
47
Bab 47. Emosi Maharanj
48
Bab 48. Di datangi
49
Bab 49. Mencari di rumah tua
50
Bab 50. Menghajar Wati
51
Bab 51. Di kejar kuntilanak
52
Bab 52. Demam tinggi
53
Bab 53. Mengobati Hana
54
Bab 54. Mencari dukun
55
Bab 55. Kerasukan
56
Bab 56. Bau arwah
57
Bab 57. Menghajar arwah
58
Bab 58. Mencari barang bukti
59
Bab 59. Iblis merangkak
60
Bab 60. Masuk lumpur
61
Bab 61. Nenek biang
62
Bab 62. Menjadi tumbal
63
Bab 63. banyak iblis
64
Bab 64. Mencari Nana
65
Bab 65. Masih mencari Nana
66
Bab 66. ular besar
67
Bab 67. Felix
68
Bab 68. siksaan arwah
69
Bab 69. Luka lama
70
Bab 70. Jebakan Rina
71
Bab 71. Menangkap Rina
72
Bab 72. Datang lagi
73
Bab 73. Sakit Nana
74
Bab 74. Suketi membunuh
75
Bab 75. Membasmi tuyul
76
Bab 76. Pengakuan Suketi
77
Bab 77. Mencari Edo
78
Bab 78. Menemukan Edo
79
Bab 79. Darah ular beleng
80
Bab 80. Menemukan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!