Evan berdiri mematung di balik dinding kaca tebal setinggi langit-langit di ruang executive lounge sirkuit.
Kaca laminasi keamanan itu memiliki fitur kedap suara yang sempurna, memisahkan Evan dari kebisingan penonton stadion yang sedang menggila di bawah sana. Ruangan ber-AC tempatnya berpijak terasa sangat dingin seperti suasana hatinya saat ini.
Dari ketinggian lantai dua gedung Pit Building, pemandangan di bawah terlihat sangat jelas seperti sebuah panggung teater raksasa.
Di bawah sana, ribuan penonton bersorak membahana. Bendera kotak-kotak hitam-putih dikibarkan dengan riuh. Sean baru saja memenangkan balapan dengan selisih waktu yang sangat tipis namun dramatis.
Tapi Evan sama sekali tidak melihat bendera kemenangan itu. Matanya terkunci rapat pada satu titik kecil di area pit lane.
Sean tampak turun dari mobil balap merah menyala itu. Helmnya sudah dilepas, membuat rambutnya berantakan karena peluh dan sapuan angin kecepatan tinggi. Wajah adiknya berseri-seri, dipenuhi luapan adrenalin.
Anehnya, Sean tidak lari ke arah tim mekanik untuk berfoto kemenangan. Dia juga tidak menghampiri deretan sponsor untuk sekedar melakukan jabat tangan formal yang menguntungkan bisnisnya.
Cowok itu malah berlari kencang menuju Aira.
Aira berdiri di samping pagar pembatas besi, tampak menunggu dengan melipat tangan di depan dada. Saat Sean mendekat, Gadis itu melemparkan sebuah senyuman lebar. Sebuah senyum tulus dan bebas yang sangat jarang sekali Evan lihat di rumah, apalagi ditujukan untuk dirinya.
"Gimana?!" teriak Sean lantang. Suaranya hampir tertelan riuh rendah stadion, tapi gestur tubuhnya begitu ekspresif hingga terbaca jelas oleh Evan dari atas gedung.
"Taktik yang lo kasih dipadu sama kemudi dewa gue... terbukti, kan?" Nggak ada lawan!" seru Sean.
Sean tidak sekadar berbicara. Cowok itu merangkul bahu Aira sekilas dalam sebuah pelukan kemenangan yang singkat namun terasa sangat hangat, lalu melakukan high-five yang keras dan kompak.
PLAK!
Tawa Aira meledak seketik…
Satu Istri, Dua Pewaris
Dingin-Dingin tapi Kepanasan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 29 Episodes
Comments