Beberapa hari setelah penemuan mengejutkan Nindi mengenai dokumen keuangan mencurigakan tersebut, Om Hensa mulai menyadari ada sesuatu yang tidak beres ketika dia memeriksa kembali arsip di ruang kerjanya dan mendapati beberapa map tidak tersusun sesuai urutan yang biasa dia terapkan, sebuah kejanggalan kecil yang bagi orang yang tidak terlalu teliti mungkin akan terlewatkan begitu saja.
"Ada yang masuk ke ruang kerja ini," gumam Om Hensa dengan nada curiga, memeriksa lebih lanjut dokumen-dokumen tersebut dan menyadari bahwa beberapa halaman laporan keuangan yang paling sensitif tampak sedikit bergeser dari posisi semula.
Dia segera memanggil Dedi untuk menyelidiki kemungkinan ada orang yang telah mengakses ruang kerja tersebut tanpa izin selama masa ketidakhadirannya beberapa hari sebelumnya. "Dedi, coba cek rekaman CCTV rumah untuk beberapa hari terakhir, terutama area sekitar ruang kerja saya."
Setelah memeriksa rekaman tersebut, Dedi menemukan sesuatu yang membuat Om Hensa semakin geram, sebuah gambar yang menunjukkan Nindi masuk ke ruang kerja tersebut pada hari ketika Broto dan dirinya sedang menghadiri pertemuan bisnis di luar kota. "Pak, ini rekamannya. Non Nindi yang masuk ke ruang kerja Bapak."
Melihat bukti tersebut, Om Hensa merasakan kemarahan yang begitu besar, menyadari bahwa keponakannya tersebut mungkin telah menemukan bukti-bukti penggelapan dana yang selama bertahun-tahun dia sembunyikan dengan begitu hati-hati. "Berani sekali dia. Kita harus cari tahu apa yang sudah dia ketahui, dan pastikan dia tidak bisa menggunakan informasi tersebut untuk melawan kita."
Om Hensa segera menemui Broto, menyampaikan kekhawatirannya dengan cara yang tetap menjaga posisinya sebagai pihak yang dipercaya penuh oleh kakak iparnya tersebut. "Broto, saya khawatir Nindi mulai mencari-cari informasi yang bisa disalahartikan mengenai pengelolaan keuangan perusahaan. Sepertinya pengaruh tukang galon itu membuat dia jadi terlalu curiga terhadap keluarga sendiri."
Broto, yan…
Cinta Segalon
Jejak yang tercium
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 45 Episodes
Comments