Shen Yu keluar dari kamar mandi dan mengelap badannya dengan handuk, Qing Yue sudah menyiapkan secangkir kopi hangat dan kue diatas meja agar Shen Yu bisa bersantai.
"Istirahatlah naik turun gunung membawa beruang sebesar itu pasti melelahkan. Kepala Desa sudah menyisakan untukmu cakar beruang, katanya itu sangat enak." Ucap Qing Yue yang menunjukan cakar beruang diatas meja dapur.
"Punya uang juga belum tentu bisa memakannya apa lagi rendaman arak tulang harimau dan campuran beberapa ginseng. Itu sangat dicari tapi perburuan liar sama saja dengan pelanggaran." Shen Yu melempar handuknya.
"Besok katanya ada pertemuan penting jadi jangan pergi lagi dan istirahat saja." Qing Yue tidak ingin Shen Yu jatuh sakit karena kelelahan.
"Mereka hanya orang asing dari Rusia... tapi jika negosiasi ini berhasil mungkin saja pusat belanja Qingsie akan naik level." Shen Yu mengincar hal paling penting yaitu barang elektronik mereka.
Tidak lama lagi sistem bank akan jauh lebih maju, metode pembayaran akan jauh lebih mudah jika menggunakan kartu kredit dan Shen Yu sependapat.
Jika harus pergi membawa banyak uang cash takutnya itu akan jadi masalah dan bisa diincar perampok. Jika ada sistem ini kemungkinan besar kedepannya hidup akan jauh lebih mudah dan Shen Yu menginginkan pemasok elektronik jangka panjang.
Shen Yu memeluk Qing Yue dan berkata, "Setelah urusan disini selesai bagaimana jika kita pergi ke Kota Provinsi melihat Fei Sie ?"
"Apa itu tidak apa-apa ? Jujur saja aku tidak punya muka jika harus bertemu dengan orang tuanya." Qing Yue merasa gelisah dan ini selalu menjadi beban pikirannya.
"Kau itu istri sah pertamanya dan aku sudah memberitahu keadaan yang sebenarnya." Shen Yu membawa Qing Yue pergi ke kamar.
"Kau ini masih siang." Qing Yue terlihat malu.
"Masa bodo... Aku masih menunggu anak laki-laki atau perempuan yang gemuk." Shen Yu menutup pintu dan mencium bibir Qing Yue membawanya ketempat tidur.
Malam harinya mereka berdua beristirahat dan Shen Yu membuatkan makanan…
Bisnisku Di Tahun 80
Bab 72
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 83 Episodes
Comments