Pintu kamar Kirana sudah tertutup pelan. Suasana ruang tamu kembali sunyi, hanya menyisakan suara gemericik air dari dalam akuarium di sudut ruang keluarga.
Waluyo menoleh kepada Sutami. "Kau bawa Dara ke kamar dulu," ucapnya dengan suara berat. "Biar aku bicara dengan Arka."
Sutami mengangguk pelan. Ia mengerti, ini adalah urusan darah daging yang tidak seharusnya ia campuri. Ia membawa Dara masuk, meski matanya masih menatap punggung Arka dengan rasa cemas.
Waluyo berjalan sambil menatap putra sulungnya. "Masuk ke ruang kerja Ayah."
Arka mengangguk, lalu mengikuti langkah sang ayah.
Arka tidak duduk. Ia berdiri di depan meja kerja Ayahnya. Waluyo duduk di kursinya. Dua lelaki dengan watak yang sama keras dan tidak banyak bicara, kini saling berhadapan.
"Ayah tahu kenapa Kirana seperti itu?" Arka membuka pembicaraan. Suaranya datar, tanpa emosi.
Waluyo menghela napas panjang. "Ayah tahu. Ayah mengerti dia masih terluka. Ibumu baru satu bulan berpulang. Ayah tidak menyangka kehadiran Sutami akan sesakit ini baginya."
"Bukan hanya soal kehadiran," potong Arka. "Tapi soal cara Ayah menghadirkannya."
Waluyo menatap tajam. "Apa maksudmu?"
Arka mengepalkan tangannya di samping tubuh, seolah sedang mengendalikan sesuatu agar tak tumpah. "Ayah menikah tanpa bicara dengan kami. Ayah membawa perempuan yang wajahnya mirip sekali dengan Ibu ke dalam rumah ini, tanpa persiapan apa pun. Ayah bahkan membawanya ke sekolah Dara dan berfoto sebagai pasangan. Apa Ayah pikir kami sudah siap melihat itu?"
"Arka, Ayah melakukan ini demi Dara! Kau tahu sendiri kondisinya... dia butuh sosok ibu!" jawab Waluyo, suaranya mulai meninggi.
"Dara butuh ibu, aku tahu," jawab Arka dengan tenang, tapi setiap kata yang keluar dari mulutnya terdengar menusuk. "Tapi Kirana juga butuh ibunya. Dan Kirana masih ingat bagaimana ibunya meninggal di depan matanya sendiri sebulan yang lalu. Apa Ayah lupa?"
Waluyo terdiam. Kalimat itu menghantamnya tepat.
Arka melanjutkan, kali ini suaranya sedikit melunak,…
IBU TIRI LUAR BIASA
CARA MENGHADIRKAN DAN KEHADIRANNYA
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 30 Episodes
Comments
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
ga sakit tuh tenggorokan Bu 😏
2026-09-19
0
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
semua itu bukan salahmu Tami 🥺
2026-09-19
0
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
apa ini jalan terbaik 🥺
2026-09-19
0