Keesokan harinya, Moiro terbangun dengan perasaan lega. Ia tentu bingung mengapa bisa begitu, padahal sebelum-sebelumnya tak pernah merasa demikian. Ditambah, hari itu ia akan pergi menjalankan pekerjaan yang tak pernah ia sukai.
"Apa karena kemarin?" pikirnya mencoba mengaitkannya, meski baginya sendiri itu tidak nyambung sama sekali.
"Bodo amat ah. Mending siap-siap dulu," ia menghela napas lalu beranjak dari atas kasurnya, ingin keluar dari kamarnya.
Sesaat sebelum membuka pintu kamar, matanya terarah sendiri pada gelang anyaman tali pemberian keluarga Sano kemarin. Gelang warna-warni itu masih tampak indah meski sebagian kecil warnanya pudar karena waktu, sekaligus bukti kalau benda itu cukup dijaga dengan baik oleh mereka.
Moiro sempat terpikir untuk memakainya karena mereka sudah repot-repot memberikan barang berharga, tapi...
Ia mengurungkannya kembali. Rahangnya mengeras saat membayangkan dirinya memakai benda begituan di pergelangan.
Setelah ia pikir-pikir, tidak ada waktu dan tempat yang tepat untuk memakai gelang anyaman itu. Tidak hanya membuatnya terlihat aneh, tapi juga makin memperlihatkan kalau Moiro mirip perempuan—yang mana itu sama sekali bukan keinginannya.
"Kalo dipikir-pikir, benar juga," batinnya, alisnya hampir terlipat, "Kenapa barang cewek beginian dikasih ke aku?!"
Matanya sekali lagi menatap gelang itu, memunculkan rasa tidak enak jika tidak digunakan atau bahkan tidak dibawa.
Ia berdecak, dan memutuskan untuk membawanya tanpa mengenakannya.
.........
Di saat sarapan, Moiro duduk di meja makannya,menghadap makanan yang ia buat seadanya. Matanya melirik sejenak ke sekeliling, mendapati kekosongan yang sudah familiar.
"Balik lagi ke setelan lama," ucapnya pelan. Meski berusaha melawak sendiri, namun rasa kosong dan sepi itu tidaklah hilang.
Moiro memejamkan matanya, dan tanpa sengaja terbayang momen hangat saat makan bersama dengan keluarga Sano.
Matanya merapat, diikuti juga dengan bibirnya, "Kok aku malah ngebayangin itu...?"
Tiba-tiba, i…
Aku Terpaksa Kayak Gini Karena Hutang!
Bab 43 Balik-Balik Langsung Ditanyain!
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 52 Episodes
Comments