Bab 19 — Titis Darah
Kalung itu lebih berat daripada kelihatannya.
Tri mengangkatnya dengan dua jari. Logam merah gelap di ujung rantai terasa dingin, tetapi bukan dingin murah seperti Kristal Kelabu bekas. Ada sesuatu yang padat di dalamnya, seperti seluruh ruang kecil dilipat sampai menjadi setetes darah.
Pak Mahar menatap wajahnya.
“Tahu itu apa?”
Tri tidak langsung menjawab.
Ia tahu.
Terlalu tahu.
Teknologi penyimpanan lipat-ruang. Mecha ukuran penuh dimasukkan ke dalam benda seukuran koin, dipanggil kembali lewat kunci Daya Indra. Di Planet 3212, ia hanya pernah melihat iklannya di layar rusak. Harga iklan itu saja sudah membuatnya ingin mencuri layar.
“Kalung penyimpanan, Pak.”
“Di dalamnya ada Mecha A puncak. Namanya Titis Darah.”
Tri menatap kalung itu lagi.
Nama itu tidak berteriak.
Justru karena itu terdengar mahal.
Pak Mahar melanjutkan, “Dibuat Empu tingkat S. Bukan barang baru, tapi jauh lebih baik daripada semua rongsokan yang biasanya kau sentuh. Senjata utamanya senapan laras ganda dan pisau pendek. Rangkanya ringan-sedang. Cocok untuk murid yang mengira menembak senjata guru adalah cara memperkenalkan diri.”
Tri menelan ludah.
“Pak memberi saya?”
“Meminjamkan.”
“Berapa sewanya?”
Pak Mahar menatapnya datar.
Tri segera berdiri lebih lurus. “Maksud saya, tanggung jawabnya apa, Pak?”
“Jangan rusak.”
“Itu sulit.”
“Jangan rusak karena bodoh.”
“Itu lebih mungkin.”
Pak Mahar menutup kotak. “Kau akan memakainya di latihan resmi. Kalau kau kabur bawa ini ke luar akademi, aku tidak perlu Mayor Bara untuk menangkapmu. Aku sendiri yang mematahkan kakimu.”
Tri menggantungkan kalung itu di leher.
Logam merah menyentuh dada.
Satu denyut Daya Indra kecil ia kirim ke dalam.
Ruang di dalam kalung terbuka sekejap.
Di balik ruang yang dilipat, ia melihat bayangan Mecha.
Merah tua.
Ramping.
Diam seperti pisau yang disimpan di sarung bagus.
Hanya satu detik, lalu ruang itu menutup lagi.
Tri menahan senyum.
Pak Mahar melihatnya. “Jangan terlalu senang. Kau belum pantas.”
“…
Bocah Sampah Penakluk Akademi Mecha
Episode 19
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 80 Episodes
Comments