Langkah kaki Akira terasa begitu berhati-hati saat ia mendorong pintu depan rumah mereka di Meguro. Di lengannya, ia menggendong sebuah baby car seat berisi Sena Riyuma yang sedang terlelap pulas diselimuti kain rajut berwarna merah muda lembut. Di sampingnya, Yuki berjalan perlahan seraya memegangi tas perlengkapan bayi. Rumah yang selama ini tenang kini menyambut kehadiran sebuah nyawa baru—sebuah pendar kehidupan kecil yang resmi menjadi bagian dari keseharian mereka.
"Selamat datang di rumah barumu, Sena Riyuma," bisik Yuki pelan saat mereka melangkah masuk ke dalam ruang tengah.
Akira meletakkan car seat dengan tingkat kehati-hatian ekstra di atas sofa empuk, seolah barang yang ia bawa terbuat dari kaca yang paling rapuh di muka bumi. Sang Profesor lalu melepas kacamata hitamnya, menyapu peluh tipis di kening, dan menatap istrinya dengan raut wajah yang campur aduk antara rasa bahagia dan kesiapan penuh.
"Yuki, aku sudah menyusun jadwal piket malam kita," ucap Akira tiba-tiba dengan nada suara yang begitu serius.
Yuki berkedip bingung. "Jadwal... piket?"
Akira melangkah ke arah meja kerja di sudut ruang tengah, lalu mengambil sebuah papan jalan (clipboard) yang di atasnya sudah tersemat lembaran kertas grafik yang sangat rapi. Yuki mendekat, dan matanya seketika membelalak saat melihat apa yang tertulis di sana.
Di kertas tersebut, Akira telah membuat tabel rinci menggunakan penggaris dan pena tinta hitam:
* Kolom 1: Jam (interval 2 jam sekali dari pukul 22.00 hingga 06.00).
* Kolom 2: Volume ASI/Susu yang dikonsumsi (mililiter).
* Kolom 3: Durasi tidur dan grafik fase REM sleep bayi.
* Kolom 4: Pencatatan popok (kategori basah/kotor).
* Kolom 5: Penanggung jawab piket (Akira / Yuki).
"Akira... kamu sampai membuat grafik monitoring begini?" Yuki tak sanggup lagi menahan tawa renyahnya. Air mata kecil menggenang di sudut matanya karena terpingkal-pingkal melihat ulah suaminya. "Ini anak kita, Sayang, bukan sampel eksperimen laboratorium!"
Akira membetulkan…
DIA YANG DATANG BERSAMA HUJAN
TAWA PERTAMA SENA
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 45 Episodes
Comments