Bau tanah, kayu lapuk, dan tetesan air dingin mendadak menyengat indra penciuman Tania. Perlahan, kelopak matanya yang terasa amat berat terbuka. Penglihatannya samar-samar menyapu sekeliling.
Tania terperanjat. Ruangan itu begitu gelap, lembap, dan hanya diterangi berkas cahaya remang yang menerobos celah dinding papan sebuah gubuk tua di tengah hutan pinggiran kota. Tangannya yang membiru lebam dan pergelangan kakinya kebas, namun rasa pusing hebat akibat sisa obat pembius masih memutar otaknya.
"Ya Allah... di mana ini...? "batin Tania menjerit ketakutan.
Ingatannya melayang pada momen berdesakan di halte bus, lalu sapu tangan beracun yang membekap hidungnya. Hatinya yang polos kini dihantam kenyataan pahit, ia telah diculik.
Dengan air mata yang menetes membasahi pipinya yang tirus, Tania berlutut di tanah yang dingin. Ia memejamkan mata erat-erat, merapatkan kedua tangannya di depan dada, memanjatkan doa dengan ketabahan yang luar biasa.
"Ya Allah, Engkau Maha pelindung... Lindungilah hamba-Mu yang lemah ini... Berikan hamba petunjuk dan keselamatan..." bisik Tania parau di antara isak tangisnya.
Mendengar gelak tawa kasar beberapa pria dari luar gubuk, naluri bertahan hidup dalam diri Tania membuncah. Dengan sangat berhati-hati, ia merayap ke arah pintu belakang gubuk yang engselnya sudah lapuk. Dengan sisa-sisa tenaganya, Tania mendorong pintu kayu itu pelan-pelan tanpa menimbulkan suara, lalu meloloskan tubuh kurusnya ke luar.
Begitu kakinya menyentuh tanah berkerikil di balik pepohonan liar, Tania langsung berlari! Ia menahan perih di punggungnya dan rasa lemas di kakinya. Gamisnya tersangkut semak belukar hingga robek di beberapa bagian, namun Tania tidak peduli. Ia terus berlari menembus kegelapan hutan.
Namun, keberuntungan belum berpihak padanya.
Kreekk...
Suara ranting patah yang diinjaknya terdengar oleh salah satu penculik yang sedang merokok di samping gubuk.
"Woy! Bocah itu kabur! Cepat kejar!" teriak suara berat berwibawa iblis itu.
Langkah kaki…
Identitas Yang Tertukar
Bab 15
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 86 Episodes
Comments
Sri Supriatin
Masih nunggu besok thor, lagi deg2an🤭
2026-08-07
1