Dua hari berlalu sejak kepergian Hou Juntian ke perbatasan utara. Suasana di Paviliun Jianwu terasa jauh lebih senyap dan mencekam dari biasanya. Di balik dinding-dinding megah istana, ketegangan menggantung begitu pekat, seolah awan badai hitam siap meledak kapan saja menghantam siapa pun yang lengah. Meskipun Li Jing Xuan dan Mo Jiu bergantian menemaniku setiap kali mereka lepas dari tugas kenegaraan yang menumpuk, ancaman pengkhianat istana tetap menghantui setiap jengkal langkah kami.
Sore itu, Mo Jiu sedang pergi menyusup ke markas pasukan bayangan bawah tanah kekaisaran untuk melacak pergerakan mencurigakan sisa-sisa marga Lu. Sementara itu, Li Jing Xuan tertahan di aula utama karena sidang darurat yang alot bersama para menteri senior yang cerewet. Mengambil kesempatan dari kesibukan mereka, aku memutuskan untuk berjalan-jalan sejenak di taman belakang paviliun demi menghirup udara segar—tentu saja dengan Xiao Chu yang mengekor ketat, membawa sehelai jubah bulu rubah tebal untuk melindungiku dari terpaan angin.
"Nona Muda, angin musim gugur mulai menusuk tulang dan tidak baik untuk kesehatan Anda serta jabang bayi. Sebaiknya kita tidak terlalu lama di luar," bujuk Xiao Chu lembut, dengan hati-hati menyampirkan jubah tebal itu di pundakku.
"Aku hanya ingin melihat bunga krisan putih yang baru mekar di dekat kolam buatan, Xiao Chu. Rasanya sesak sekali terus-terusan mendekam di dalam kamar tanpa melihat matahari," jawabku pelan, melangkah perlahan menyusuri jalan setapak berbatu giok yang licin.
Pemandangan taman sore itu tampak indah dengan warna-warni daun maple yang mulai menguning. Namun, kedamaian itu seketika pecah ketika indra pendengaran ku menangkap suara bisikan-bisikan tertahan yang mencurigakan dari balik rumpun pohon bambu hias yang membatasi area pelayan istana dalam dan paviliun kami.
Langkah kakiku terhenti seketika. Aku memberi isyarat tangan agar Xiao Chu menghentikan langkahnya. Kami berdua menahan napas, merapat ke balik rimbunnya dedaunan b…
Transmigrasi: Menjadi Istri Tiga Pangeran Dingin
Bayangan di Balik Tirai Sutra
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 73 Episodes
Comments