Suara pintu yang tertutup rapat menjadi penanda bahwa pembicaraan intens di dalam sana telah usai. Keith melangkah keluar dari kamar Lucian dengan langkah tegap, namun ada sesuatu yang berbeda dari tatapannya seolah beban yang tadi ia bawa sedikit melonggar, meski raut wajahnya tetap sedingin es.
Begitu ia berbalik, ia menemukan Jeslyn berdiri bersandar di dinding koridor, tak jauh dari pintu kamar Lucian. Wanita itu tampak lebih tenang dari sebelumnya, meski sisa-sisa kesedihan masih terlihat jelas di balik mata cokelatnya yang berkaca-kaca.
Keith menatapnya datar. "Sudah puas, Jeslyn?"
Jeslyn terdiam sejenak, lalu perlahan mengangguk. Sebuah senyuman manis, tulus, dan penuh kelegaan terukir di bibirnya.
"Sudah. Sangat puas, Keith."
"Kenapa? Kamu merasa menang karena berhasil memaksaku masuk ke sana?" sahut Keith dengan nada datar yang sulit ditebak.
"Bukan soal menang atau kalah," jawab Jeslyn tenang.
"Itu adalah hal yang bagus. Kamu akhirnya membuang egomu. Kamu membuang jauh-jauh tembok yang kamu bangun sendiri. Percayalah, tidak ada yang lebih menyesakkan daripada sebuah penyesalan yang terlambat datang. Kamu baru saja menyelamatkan hatimu sendiri, dan tentu saja, hati Lucian."
Keith terdiam. Kata-kata itu terdengar sangat sederhana, namun baginya, itu adalah kebenaran yang selama ini enggan ia akui. Ia menatap Jeslyn lekat-lekat, mencoba mencari celah untuk membantah, namun ia tak menemukannya.
"Aku pergi," ucap Keith singkat, berniat mengakhiri percakapan yang mulai membuatnya merasa rentan.
Baru saja Keith membalikkan badan, sebuah tangan mungil namun kuat menahan pergelangan tangannya. Keith membeku. Ia menunduk, menatap jemari Jeslyn yang melingkar di lengannya. Pria itu tidak segera menepisnya, malah ada jeda panjang di mana ia hanya memandangi sentuhan itu dengan tatapan tajam dan penuh kebingungan.
"Tunggu dulu... kenapa aku membiarkannya?" batin Keith. Biasanya, berada dalam satu ruangan dengan Jeslyn saja sudah membuatnya merasa risih dan ing…
Transmigrasi: Menjadi Istri Kedua Yang Tak Diinginkan
Pria Tua Menyebalkan!
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 117 Episodes
Comments